19 Desember 2016

Kabar duka itu memang selalu mengejutkan.

Pun meski kabar itu tentang kepulangan orang yang kita tahu sudah lama sakit berat. Tetap mengagetkan.

Dan bila orang dekat, maka keterkejutan itu akan disusul dengan rasa kehilangan seiring kenangan tentangnya yang silih berganti muncul…

papa-bersaudara-edit
Opa bersama sebagian jagoannya…

Pagi ini saya dapat kabar duka. Yang mengabari pertama kali adalah mama saya, katanya kakak papa saya baru saja dipanggil pulang ke surga. Namanya om Teddy. Di foto yang di atas itu, om Teddy berdiri di paling kanan di bagian belakang. Di antara bersaudara papa, om Teddy adalah anak yang ketiga namun menjadi yang kedua berpulang setelah anak pertama yang berdiri di paling kiri belakang dipanggil Tuhan sejak kurang lebih dua puluh tahun yang lalu. Yang mengabari tadi mama, karena papa saya sedang terlalu sedih untuk angkat telepon dan mengabari kami. Wajar, namanya kehilangan saudara kandung yang begitu dekat sejak kecil hingga di masa tua seperti sekarang, pasti terpukul sekali. Saat ini papa saya sedang dalam perjalanan menuju ke rumah duka di Bogor. Semoga perjalanannya lancar hingga nanti kembali ke Manado.

Papa dan om Teddy ketika masih relatif muda...masih merasa bebas untuk merokok, karena badang masih terasa sangat sehat
Papa dan om Teddy ketika masih relatif muda…masih merasa bebas untuk merokok, karena badan masih terasa sangat sehat. Hal yang patut jadi pelajaran untuk generasi setelahnya, syukurlah suami dan adik saya tidak merokok.

Ada banyak kenangan yang saya bawa sejak masa kecil dulu dan kenangan tentang om Teddy meninggalkan kesan yang begitu dalam. Om bule ganteng yang selalu bikin kami keponakan-keponakan kecilnya bangga setiap beliau datang dari Jakarta. Bangga karena om ini gagah dan ganteng banget, perhatian sekali, serta sangat murah hati. Dulu, setiap beliau datang, yang kecipratan rejeki gak hanya kami keponakan-keponakannya, tapi juga teman-teman kami turut dapat jajan buat ke sekolah. Teringat juga dulu setiap datang, beliau selalu bikin kontes meja belajar paling rapi dan bersih, katanya pemenangnya nanti dapat hadiah, padahal ujung-ujungnya kami semua kakak beradik tetap juga dapat hadiah.

Itu baru soal perhatian dalam bentuk hadiah, belum lagi perhatian dan kasih sayang lainnya.

Setiap kali kami ke Jakarta, pasti diurusi sama om Teddy, waktu saya lulus kuliah dan lagi ada perlu di Jakarta, juga sempat tinggal di rumah om Teddy selama beberapa waktu sampai urusan di sana selesai. Waktu saya tinggal di rumahnya waktu itu, om Teddy sudah mulai sakit-sakitan. Terakhir bertemu adalah waktu pernikahan adik saya, om Teddy sudah sangat rapuh, sisa-sisa kegagahan masa mudanya semakin memudar, tapi perhatiannya tetap sama seperti dulu. Terbukti, dengan kondisinya yang sudah lemah, tetap berusaha datang dari Bogor ke Manado demi bisa lihat adik saya menikah. Begitulah om Teddy, kasih sayangnya besar sekali untuk adik-adik serta keponakan-keponakannya.

Sekarang beliau sudah berpulang, yang tersisa hanya kenangan dan perasaan beruntung karena pernah merasakan kasih sayangnya. Kepergiannya saya tuliskan di sini, agar selamanya saya bisa mengenang hari ini, supaya tidak lupa lagi seperti halnya kepergian kakak papa yang pertama, om Donny, padahal dulu om Donny juga dekat sekali dengan kami tapi karena waktu itu saya masih kecil jadi saya hanya ingat kejadiannya saja tapi lupa hari dan tanggalnya. Buat saya penting mengingat hari kepergian mereka, supaya kenangan tentang mereka lebih lengkap, karena mereka juga orang-orang yang sangat berarti bagi saya…

Selamat jalan om Teddy, you will forever be missed….

om-teddy
Surga menyambutmu dengan sukacita, om Teddy….
Iklan

22 thoughts on “19 Desember 2016

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s