Mengapa Watermark Harus Besar, Jelas, dan Berada Di Tengah Foto?

Karena kalo gak, maka salah satu resikonya adalah ini….

Paraahh!!

Wkwkwkwkw…

Dan kalo kita cari di Google Image (klik link ini deh), maka akan terlihat kalo gak hanya dua situs di atas itu aja yang pake foto Sirih Gading di rumah kami yang pernah saya taro di tulisan yang ini. Itu padahal sudah pake watermark kan, tapi karena memang watermark-nya diletakkan di bagian bawah foto maka dengan mudahnya di-crop tanpa mengurangi keindahan ataupun nilai objek dalam foto itu.

Inilah sebabnya mengapa saya kalo naro foto anak-anak di blog ini selalu kasih watermark yang besar, jelas, terletak di tengah-tengah, dan menyentuh bagian tubuh anak-anak dalam foto, biar orang yang berniat untuk ngambil serta pake foto anak-anak saya agak mikir-mikir dulu sebelum melaksanakan niatnya. Tujuan utama saya pake watermark memang untuk mencegah kejadian seperti di awal tahun 2015 dulu terulang kembali di mana foto saya dan anak-anak dipake sebagai identitas oknum untuk melakukan penipuan. Saya pake watermark bukan untuk keren-kerenan atau karena saking menganggap berharganya hasil jepretan saya yang saya taro di blog ini. Yang ingin saya lindungi bukan fotonya, melainkan objek dalam foto itu, dalam hal ini terutama anak-anak saya yang mana foto mereka sebelum saya pake watermark udah berkali-kali dipake sama orang (termasuk oleh pihak psikolog untuk bikin artikel di FB 😦 ). Karena itulah, peletakan watermark di foto-foto saya tidak memperhatikan estetika atau apalah, karena yang penting adalah orang lain gak asal comot foto-foto saya. Mending kalo yang dicomot cuma foto-foto objek seperti yang di atas itu, saya masih bisa nyantai nanggepinnya, lah kalo yang dicomot udah foto anak-anak dan kemudian dipake untuk yang gak-gak seperti tahun 2015 dulu kan serem yaaa… Yah, mudah-mudahan sih dengan pake watermark yang berukuran besar, terlihat jelas, dan terletak di tengah-tengah foto akan memang membantu saya melindungi apa yang harus dilindungi sambil tetap merasa tenang berbagi cerita di blog ini 🙂 .

O ya, by the way, saya bisa tau kalo foto Sirih Gading di atas dipake sama situs lain (yang sebagian buat jualan, bahkan ada satu situs yang memblok klik kanan dan screen capture padahal sendirinya pake foto hasil bajak dari tempat lain 😀 ), adalah atas informasi dari pembaca blog ini. Dan memang setiap kali seperti itu, setiap kali saya bisa tau kalo foto saya dipake sama orang lain, pasti karena ada pembaca blog ini yang cukup peduli dan berkenan memberikan info pada saya. Terima kasih yaaa… Setidaknya dengan informasi ini membuat saya lebih aware lagi 🙂 .

 

Iklan

29 thoughts on “Mengapa Watermark Harus Besar, Jelas, dan Berada Di Tengah Foto?

  1. Saya pernah mbaca ada bloger yang memakai gambar berlisensi dan kena denda $ 700. Klau ada hukum semacam itu di Indonesia orang gak bakalan comot gambar sana-sini. Kalau pun terpaksa mengambil gambar kan bisa ngasih link sumber gambar biar pemilik aslinya senang dan jadi populer karena dapat backlink.

  2. Aku kadang ngasih watermark, kadang gak. Watermark ku juga kecil sih. Btw mbak, setahuku watermark juga bisa dihilangkan, tapi heran sama mereka yang niat banget menghilangkan watermark foto orang lain gitu. 😕 Dan itu foto mbak itu kok sanggup ya mereka nambahin watermark sendiri. Gak habis pikir.

    1. Betul banget, watermark bisa dihilangkan, bahkan untuk yang biasa pake photoshop, mudah banget kok ngilangin watermark… Ada juga tuh aplikasi online khusus buat ngilangin watermark. Tapi seenggaknya udah berusaha ngelindungin dan aku masih yakin masih lebih banyak yang gak bisa ngilangin watermark ketimbang yang bisa..hehe…

  3. Menurut saya sih tu orang yang asal comot tanpa menyebutkan sumbernya adalah pencuri. Pencuri layak dapat perlakuan sebagaimana pencuri beneran.

    Saya gak pakai watermark untuk semua foto yang saya jepret. Karena kebanyakan fotonya belum menarik orang lain untuk membajaknya. Kalo untuk anak kudu pakai tuh watermark gede.

    1. Kalo saya pribadi sbnrnya gak terlalu keberatan kalau foto2 yang objeknya benda atau pemandangan diambil dan digunakan orang lain. Jadi keberatan kalo ternyata justru yang diambil adalah foto yang objeknya orang apalagi anak2 😦

  4. parah banget ini
    ini foto2mu bagus jernih, orang lain jadinya pengen make
    foto kk yang jelek, nggak fokus aja tetap dicomot, watermark nggak dihilangkan, tapi dia nggak kasih link
    (foto tentang kain kapal Lampung)
    eh di google image yg muncul pertama malah fotonya di linknya ida, foto asli nggak tau di halaman berapa he..he..

  5. Sebenernya males pasang watermark karena merepotkan. Cuma ya jaman sekarang kalau ambil foto ini itu ga lapor2 dulu, jadi terpaksa deh pasang watermark. mau pasang dipojok juga tetep dicrop sama mereka, pasang ditengah ngerusak foto, akhirnya aku samar2in aja watermarknya deh ditengah2 biar ngga ganggu.

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s