Another Bangka Getaway: Day 3

Sekarang giliran hari ketiga yang mo saya dokumentasikan di sini. Senang rasanya karena hanya selisih gak sampe dua minggu sejak perjalanan liburan kami dan saya udah bisa menuliskan pengalaman itu di sini. Buat saya ini udah prestasi karena biasanya bisa sampai sebulan lebih baru bisa kelar dokumentasi liburannya di blog…hehe…

Hari ketiga, saya bangun pagi sekali. Kalo gak salah jam setengah 4 saya udah terbangun, padahal malamnya saya tidur lumayan larut. Sejak kemarin juga begitu, subuh-subuh saya udah terbangun. Mungkin karena udah biasa di rumah bangun jam 3 pagi, jadi pikiran dan tubuh seperti sudah terkondisikan untuk bangun pagi sekali setiap hari 🙂 .

Masih subuh dan belum ada yang bisa dilakukan, maka saya pun beberes barang-barang karena kami hari ini rencana check out dari Parai Beach Resort dan akan pindah nginap di Novotel Bangka Hotel & Convention Center di Pangkal Pinang.

Selesai beres-beres, saya mandi. Selesai mandi, bangunin suami dan anak-anak trus ngajak mereka jalan-jalan ke pantai lagi. Pagi ini adalah pagi terakhir kami di sini, jadi gak boleh disia-siakan moment-nya.

Berbeda dengan hari sebelumnya, pagi ini kami dapati cuaca sedikit mendung karena hujan memang turun semalam. Tapi meski mendung, pagi itu Pantai Parai tetap terlihat indah mempesona kok 🙂 .

Betul kan? Tetap terlihat indah kan?

Karena masih pagi, jadi air laut masih surut, kami pun main di bebatuan yang terhampar bebas di pinggir pantai. Jika dalam kondisi air laut pasang maka yang akan tampak hanya puncak bebatuan besar saja.

Lagi liatin ikan-ikan kecil yang terbawa ombak dan terdampar di sela-sela batu
Lagi liatin ikan-ikan kecil yang terbawa ombak dan terdampar di sela-sela batu

Selain main di bebatuan di pantai yang menghadap kamar, kami juga eksplor ke daerah pantai sebelah kiri yang juga banyak bebatuannya.

Area pantai ini terletak persis di sebelah kiri kamar kami lho... Love...love kan liatnya..hehe
Area pantai ini terletak persis di sebelah kiri kamar kami lho… Memanjakan mata banget ya pemandangan kayak gini..hehe
Cantik banget ya? Karena lagi surut jadi di sana-sini penuh bebatuan. Kalo lagi pasang tempat ini akan dipenuhi air laut jernih berwarna biru kehijauan
Cantik banget ya? Karena lagi surut jadi di sana-sini penuh bebatuan. Kalo lagi pasang tempat ini akan dipenuhi air laut jernih berwarna biru kehijauan

Bebatuannya banyak banget yah. Pantai Parai ini memang terkenal dengan hamparan koralnya yang sebagian besar berwarna putih yang mana kalo pas hari cerah, koral putih itu terlihat berkilauan terkena sinar matahari dan pantulan air lautnya yang sangat jernih.

Walo belom mandi, tapi tetep ganteng sangat ya bang...hehe
Walo belom mandi, tapi tetep ganteng sangat ya bang…hehe

Si adek bingung liat gaya abang dan papa :D :D
Si adek bingung liat gaya abang dan papa 😀 😀

Lagi liat ikan yang berenang dengan cara 'terbang' di atas permukaan air
Lagi liat ikan yang berenang dengan cara ‘terbang’ di atas permukaan air

Trus di antara hamparan bebatuan, kami nemu harta karun ini….

Tanaman yang tumbuh di atas batu.

Cantik banget yah…

Tanaman itu juga memberikan semangat untuk terus ngejalanin hidup dengan berani tak peduli sekeras apapun hidup itu. Akar tanaman itu pasti harus ngerasain sakit demi bisa menembus kerasnya batu karang tempat ia harus tumbuh sementara dia sendiri juga gak tau kenapa harus batu karang yang keras itu yang menjadi tempat untuknya. Andaikan bisa ngomong (dan komplain seperti manusia…hehehe), dia mungkin akan terus bertanya kenapa dan kenapa dia harus di sini? Kenapa dia gak diberi tempat yang lebih mudah untuk tumbuh seperti teman-temannya yang lain? Tapi meski demikian, toh ia tetap akhirnya bisa berakar di situ. Meski kesepian dan hanya dia sendiri, tetap saja dia bisa tumbuh dengan indahnya. Satu hari kelak, mungkin tanaman itu akan mengerti arti hidupnya ketika nanti dia bertambah besar dengan akar yang menancap kuat menembus dalamnya batu karang, di mana ternyata dia menjadi pioneer bagi kehidupan tanaman lain yang akan tumbuh setelahnya di tempat yang sama….

I know sometimes life can be so hard, dear darlings. But no matter how tough it gets, you must keep strong and keep going on… Like this plant that still can grow beautifully even on the rock…

Puas jalan ngitarin pantai, kami pun menuju ke resto buat sarapan.

Selesai sarapan balik kamar lagi buat siap-siap tar siang mo check out.

Selesai sarapan. Cuaca masih terlihat agak mendung ya
Selesai sarapan. Cuaca masih terlihat agak mendung ya
Selesai siap-siap, si adek sempat bobo dulu di kamar
Selesai siap-siap, si adek sempat bobo dulu di kamar sebelum makan siang

Siang, sekitar jam setengah 12 setelah si adek selesai makan siang, kami pun check out dari Parai Beach Resort & Spa. Tapi sebelum beranjak dari sini, kami masih sempat jalan-jalan sekali lagi…hehehe…

Bebatuan di sebelah belakang Rock Island Parai Beach Resort & Spa
Warna airnya itu lho...duh Tuhan, indaaahh sekali di mata saya
Warna airnya itu lho…duh Tuhan, indaaahh sekali di mata saya

Mendaki ke atas bukit batu
Mendaki ke atas bukit batu

Bakal jadi apa kulit kalo berjemur di atas bukit batu ini di siang bolong kayak gini ya? 😀
Surga di balik pepohonan
Surga di balik pepohonan
Abang terpana memandangi indahnya laut lepas di hadapan dia
Abang terpana memandangi indahnya laut lepas di hadapan dia

Selain di sebelah belakang Rock Island, kami juga jalan ke bagian depannya buat liat-liat pemandangan yang sebentar lagi akan kami tinggalkan ini…

Pemandangan laut dari bagian depan Rock Island Parai Beach Resort & Spa
Pemandangan laut dari bagian depan Rock Island Parai Beach Resort & Spa
Setiap kali pemandangan kayak gini terhampar di hadapan, saya akan refleks menarik napas dalam-dalam karena terkesima dengan keindahannya sekaligus refleks ada keinginan untuk memasukkan sebanyak-banyakny udara segar lautan ini ke dalam paru-paru
Setiap kali pemandangan kayak gini terhampar di hadapan, saya akan refleks menarik napas dalam-dalam karena terkesima dengan keindahannya sekaligus refleks ada keinginan untuk memasukkan sebanyak-banyaknya udara segar lautan ini ke dalam paru-paru

Di bagian depan Rock Island ini juga terdapat bukit batu dan suami seperti biasa ya kalo liat yang kayak ginian gak tahan kalo gak mendaki sampe ke puncaknya :D
Di bagian depan Rock Island ini juga terdapat bukit batu dan suami seperti biasa ya kalo liat yang kayak ginian gak tahan kalo gak mendaki sampe ke puncaknya 😀
Us with the breathtaking view!
Us with the breathtaking view!

Selesai liat-liat pemandangan, meski masih belum puas tapi kami tau kami harus segera beranjak dari sini karena kami juga ada rencana mo makan siang di Raja Laut Sungailiat.

Sedih sebenarnya meninggalkan tempat yang sangat indah ini. Nginap di Parai Beach Resort & Spa ini memuaskan karena dalam area hotel ini kita bisa dapat semua keindahan yang ditawarkan oleh pantai di pulau Bangka ini. Ada laut yang sangat indah dengan air berwarna hijau kebiruan, ada hamparan pasir putih lembut, ada hamparan koral, ada bukit batu, dan pada musim-musim tertentu di mana ombak laut tidak sedang ganas kita juga bisa menikmati olahraga air yang ditawarkan resort ini. Tidak ketinggalan juga, konsepnya yang berupa private beach menambah rasa nyaman menikmati keindahan pantai ini. Suasana yang sepi, tidak ramai dengan orang (apalagi sampah!) tentu menambah keindahan pantai.

Sesuai rencana, sehabis check out dari Parai Beach Resort & Spa, kami menuju ke restoran Raja Laut buat makan siang. Sebelumnya kami belum pernah makan di sini dan kata orang-orang resto ini recommended banget sebagai tempat wisata kuliner di pulau Bangka.

Di restoran Raja Laut
Di restoran Raja Laut

Di resto itu kami pesan Gulai Kakap, Kepiting Saos Padang, Tenggiri Bakar, Cumi Goreng Tepung, Sop Sapi, dan Kangkung Hot Plate.

Gulai Kakap
Gulai Kakap
Tenggiri Bakar
Tenggiri Bakar
Kepiting Saos Padang
Kepiting Saos Padang
Sop Sapi
Sop Sapi
Kangkung Hot Plate
Kangkung Hot Plate

Makanannya enak-enak, tapi Tenggiri Bakar-nya masih lebih enak yang di Aroma Laut Pangkal Pinang. Tapi overall, makanan di sini bisa dinikmati banget kok (ya kali itu saya sampe kalap makan kepitingnya…hihihi). Puji Tuhan, rekomendasi orang-0rang gak salah. Selain enak, harganya juga tergolong standar untuk ukuran resto di daerah wisata 🙂 .

Selesai makan dan setelah kekenyangan, kami pun menuju ke Pangkal Pinang dengan tujuan langsung ke Novotel Bangka Hotel & Convention Center dan sepanjang jalan kami semua ketiduran, hehehe, saking kekenyangannya sih 😀 .

Tiba di Novotel udah hampir jam 3 dan kami masih harus nunggu dua kamar yang udah kami pesan untuk siap. Alasannya sih belum siap karena kami pesan dua kamar dengan connecting door, padahal kenyataannya setelah nunggu setengah jam lebih dan akhirnya kami bisa masuk kamar, kunci pintu connecting door-nya masih harus kami tanyain lagi dan setelah kami nanya baru kuncinya dicariin sama room boy. Haiyah!

Anyway, selain dari kejadian yang harus nunggu untuk kamar siap serta kunci connecting door yang masih harus ditanyain lagi itu, selebihnya Novotel Bangka Hotel & Convention Center ini menyenangkan sih untuk ditinggali. Kami pesan kamar standar dan ukurannya cukup luas. Sudah gitu mungkin karena ini hotel terhitung baru, maka properti dalam kamar pun terkesan fresh dan modern.

Dari gambar-gambar di atas, keliatan kan kalo isi kamarnya bagus. Apalagi karena kami pake dua kamar dengan pintu koneksi yang dibuka jadi bertambah luas rasanya.

Setelah masuk kamar, beres-beres dan istirahat sebentar, sekitar jam setengah lima kami turun buat berenang.

Senyumnya naaakkk....imut banget siiihhh
Senyumnya naaakkk….imut banget siiihhh

Pas banget sore itu kolamnya lagi dalam kondisi sepi jadi kami bisa puas berenang. Cocok banget nih waktunya karena sebelumnya kan baru habis makan siang porsi gede (itu porsi kepitingnya hampir seluruhnya buat saya sendiri tuh…huhuhuhu…kalap deh!), jadi kan lumayan ya sedikit banyak bisa bakar kalori yang tadi udah masuk tak terkendali 😀 .

Nah, supaya kami bisa berenang dengan lebih bebas, si adek pun kami pakein pelampung jadi saya atau suami bisa berenang dengan pegang satu tangannya aja.

Kayak gini lho maksudnya, berenang sambil pegang tangan adek....
Kayak gini lho maksudnya, berenang sambil pegang tangan adek….

Harusnya sih menyenangkan ya, tapi si adek malah bete pake pelampung kayak gitu…hehe..

 

Muka betenya lucuuuu
Muka betenya lucuuuu
Masih bete....jadi perlu dibujuk dulu :D
Masih bete….jadi perlu dibujuk dulu 😀

Puji Tuhan, si adek gak berlama-lama betenya. Dibujuk bentar dia pun udah hepi dan malah bisa enjoy berenang di samping saya.

Udah hampir gelap ketika kami selesai berenang. Puji Tuhan, seneng banget rasanya bisa olahraga kayak gini, lumayan lho, sehabis berenang badan jadi terasa lebih ringan.

Balik kamar, kami pun siap-siap untuk pergi lagi. Kali ini untuk pergi makan malam.

Nungguin suami yang lagi ambil mobil
Nungguin suami yang lagi ambil mobil
Posenya abang kece ya..hehe
Posenya abang kece ya..hehe

Tadinya kami berencana makan di RM Asui dan sudah sempat singgah juga di situ, tapi akhirnya batal karena kami ngeliat kondisi resto yang begitu ramai dan orang sampe berdiri ngantri nungguin ada meja yang kosong. Sudah gitu kami juga teringat kalo di tahun 2012 kami pernah makan di sini juga dan dari pengalaman kami itu rasa makanannya tergolong biasa (terbukti lagi, kemarin waktu kami antri di situ, ada meja yang baru kosong dan pengunjungnya menyisakan lebih dari setengah tenggiri bakar di atas meja itu). Gak sebanding lah rasa makanannya dengan waktu menunggu yang lama karena harus nunggu sampe ada meja yang kosong dan nanti kalo udah ada mejanya masih lagi harus nunggu pesanan datang lagi yang mana dari pengalaman kami sebelumnya waktu tunggu pesanan datang di sini tuh lumayan lama.

Akhirnya karena hari semakin beranjak malam, kami pun mutusin nyari makan di tempat lain. Gak seafood juga gak apa, toh baru siang tadi makan seafood sampe kekenyangan. Jalan dikit dari Asui, kami ketemu Yellover Modern Drink & Snack, langsunglah mutusin makan malamnya di situ aja.

 

Mie Tarik Sapi Pedas
Mie Tarik Sapi Pedas. Saya dan si sus pesan menu ini.
Mie Tarik Ayam Jamur yang jadi pesanan pak suami dan si abang
Mie Tarik Ayam Jamur yang jadi pesanan pak suami dan si abang

Rasanya sama seperti penampakannya. So-so….hehe… Cuma mungkin keunggulan tempat ini adalah klaim bahwa mie-nya dibuat sendiri tanpa penggunaan pengawet atau pun bahan kimia lainnya 🙂 .

Selain pesan mie, kami juga ada pesan aneka dessert serta minuman tapi udah gak kefoto lagi karena mo buru-buru makan.

Selesai makan, kami balik ke hotel. Anak-anak udah pada kecapean dan ngantuk, mungkin karena tadi sore habis berenang. Nyampe hotel, langsung sikat gigi, ganti baju bobo, berdoa, trus mereka berdua langsung tertidur lelap.

Begitu juga pak suami, langsung lelap tertidur.

Saya sendiri?

Err….masih nyempetin buat nonton drama Korea dulu sih baru tidur….hahahaha…ampun deh! 😀 😀

Puji Tuhan, malam terakhir liburan di sini dan dengan semua hal yang terjadi, segalanya terasa sangat menyenangkan. Esok, kami sudah harus kembali ke rutinitas di Palembang, tapi waktu liburan di sini masih ada beberapa jam lagi, mari tetap dinikmati sebaik-baiknya 🙂 .

PS:

Cerita di hari pertama, hari kedua, dan hari keempat bisa dibaca di sinidi sana, dan di situ yaaa 🙂

Iklan

11 thoughts on “Another Bangka Getaway: Day 3

  1. Sempat mikir ini yg foto2 siapa, bawa tripodkah… nanti liat caption pesanan sm sus bru ngeh… xixixix
    Btw,, liburan mmg sellu bikin happy… can’t wait for the next story mbak

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s