Hole Ei8hteen Palembang

Yuhuuu….

Sudah hari Senin lagi dan kali ini saya lagi-lagi mo cerita tentang tempat makan yang baru dibuka beberapa bulan yang lalu (mungkin sekitar Maret – April) di Palembang.

Nama tempatnya adalah Hole Ei8hteen yang berlokasi di komplek apartemen The Basilica di daerah Celentang. Tau soal tempat ini dari teman trus penasaran karena sepertinya kalo dari cerita teman, tempat ini lumayan menarik.

Jadilah kami ke situ buat makan malam hari Sabtu kemarin. Nyari tempatnya mudah banget lah, walo bukan di pusat kota persis, tapi kalo buat orang Palembang tempat ini pasti gampang banget dikenali. Begitu masuk komplek apartemen The Basilica (yang belom jadi-jadi juga sampe sekarang 😀 ), bangunan Hole Ei8hteen ini langsung menarik perhatian karena warnanya yang seluruhnya hijau tua dengan konstruksi agak melengkung. Aslinya saya pengen foto bangunan resto ini dari luar, tapi sayang banget Sabtu kemarin saya gak bawa HP karena si Note 5 lagi dikarantina (untuk yang kedua kalinya lhooo pemirsa, padahal itu umurnya belom ada setahun! My God, kenapa yang namanya mobile phone tuh gampang banget rusak di tangan saya?? 😥 ), jadilah saya gak bisa leluasa foto-foto kemarin itu…hikkss….

Pas masuk, kami langsung dapat sambutan ramah dari para staf yang berseragam sporty (yang ceweknya seragamnya pink dan ala golf caddy). Salah satu staf kemudian langsung menghampiri dan nanya kami mau duduk di mana.

Sekilas, saya ngitarin pandangan di lantai 1 tempat kami berada saat itu. Suasananya temaram dilengkapi bar yang menyediakan minuman beralkohol. Di sebelah kanan dari pintu masuk terdapat area santai dilengkapi sofa berbentuk huruf L dan layar besar untuk nonton. Di depan sofa terdapat area simulator permainan golf dan di samping simulator itu juga terdapat arena golf indoor mini. Sekelompok orang lagi nongkrong di sofa itu, sebagian duduk-duduk sambil merokok sementara yang lain main golf. Selain mereka, ada juga sekelompok bapak yang lagi nongkrong di salah satu table sambil merokok.

Ok, lantai 1 ini jelas bukan pilihan bagi kami.

Saya pun nanya ke staf di depan saya, di mana kami bisa dapat tempat yang nyaman bebas dari asap rokok di sini? Dijawab, kalo ternyata di resto yang terdiri dari 3 lantai ini, tidak ada satupun area no smoking tapi kalo mau lebih nyaman dan tidak terlalu terganggu dengan asap rokok maka dia menawarkan lantai 3 yang berupa outdoor untuk kami.

Awalnya kami sempat kecewa ya, karena ternyata tempat ini meskipun memang terlihat asik tapi kurang ramah untuk keluarga yang menghindari asap rokok. Tapi karena udah terlanjur ke sini, kami pun coba ngikutin rekomendasinya untuk ke lantai 3.

Dalam perjalanan ke lantai 3, oleh staff yang bersangkutan kami dijelasin kalo masing-masing lantai di sini punya konsep yang berbeda.

Lantai 1 seperti yang udah saya gambarin di atas adalah berkonsep bar dan permainan golf.

Lantai 2 terdiri dari satu ruangan besar tertutup (lounge), bersifat private, dan bisa untuk karaoke. Oleh staff-nya dijelaskan kalo di sini bau asap rokok lebih menyengat. Ya soalnya ruangannya tertutup yang tentu saja ber-AC sementara pengunjung yang pake ruangan ini bebas merokok, jadi otomatis walo lagi gak ada yang merokok di situ tapi udara dari AC tetap udah terkontaminasi asap rokok.

Lantai 3 berupa area rooftop dengan nuansa pantai Bali, konsepnya adalah beach side and grill.

Waktu kami tiba di lantai 3, kami langsung yang, “Wow!”, konsepnya memang pantai Bali banget, lengkap dengan pasir pantainya juga…hahahahaha…

Puji Tuhan waktu kami di situ, pengunjung yang lain hanya ada dua orang dan duduknya agak jauh dari kami sehingga asap rokok mereka sama sekali gak kecium oleh kami.

Anak-anak yang jarang ke pantai langsung hepi liat pasir pantai terhampar di sini…hihihihi

Di sini juga terdapat area duduk-duduk santai kayak di pantai dan bisa karaoke-an juga.

Untuk tempat udah cukup asik, santai, dan bikin hepi (terutama buat anak-anak), sekarang mari lihat gimana dengan makanan serta minumannya. O ya, menu makanan di sini adalah tradisional Indonesia (pindang khas Palembang ada di sini), chinese food, serta western food.

Spring roll yang agak hambar dan calamary yang sedikit keasinan
Mie goreng ayam yang kata abang enak!
Sop Buntut Bakar. Buntutnya enak dan lembut, tapi supnya agak kurang nendang rasanya
Kwetiauw goreng seafood. Kata adek ipar lumayan, tapi kwetiauwnya terlalu sedikit dibanding sayurannya.
Nasi goreng teri yang kata si suster cukup enak
Mie goreng seafood yang rasanya agak keasinan
Bananaberry smoothies yang kalo menurut saya enak!
Avocado juice. Menurut adek ipar dan si sus yang juga pesan yang sama, rasa avocado juicenya kurang enak sepertinya karena alpukat yang dipake agak mentah ato kurang bagus hingga bikin juice berasa agak pahit.
Milk shake cappucino-nya enak

Kesimpulannya, untuk makanan dan minuman di sini rasanya perlu ditingkatkan supaya bisa lebih puas berada di sini. Tempat yang asik, staff yang ramah dan sigap, harga yang terjangkau, serta penyajian makanan yang cepat, maka tentu akan lebih komplit jika rasa makanan dan minumannya juga memuaskan 🙂 .

Hari Sabtu kemarin kami cukup menikmati saat-saat yang menyenangkan di sini. Pilihan ngikutin saran dari staff-nya untuk makan di area rooftop ini sepertinya adalah keputusan yang tepat karena bikin anak-anak hepi dan kami juga menikmati suasana yang nyaman untuk makan, minum, dan ngobrol. Mungkin karena saat itu juga pas lagi gak rame (sampai kami pulang hanya satu table lainnya yang terisi dan itupun hanya dua orang) jadi kami sama sekali gak terganggu dengan asap rokok pengunjung yang lain.

Seandainya saat itu suasana rame dengan orang dan asap rokok kami pasti langsung balik kanan untuk pulang.

Kami menghindari banget soalnya anak-anak terpapar asap rokok dan apalagi ditambah dengan saya yang sejak mengidap migrain akut jadi tidak hanya sensitif terhadap cahaya matahari dan komputer aja, tapi juga terhadap asap rokok. Nyium bau asap rokok bisa bikin migrain saya kambuh juga! Haiyah…alangkah ribetnya hidup saya sekarang ini…hahahaha… Untung banget saya dikasih suami yang gak ngerokok ya pemirsa 😀 .

Kembali ke Hole Ei8hteen, saking santainya kami di situ, sampai hari gelap pekat barulah kami beranjak pergi.

Dan itu pun masih harus nunggu si bocah satu ini selesai karaoke-an menyanyikan lagu All of Me-nya John Legend…. haiyaaahhh!!

O ya, pas bayar ternyata ada diskon 17% juga. Lumayan mengurangi harganya yang memang sudah cukup terjangkau 🙂 .

Hole Ei8hteen eat-drink-sing-swing

The Basilica Biz Park, Jalan Brigjend Hasan Kasin, Celentang

Iklan

22 thoughts on “Hole Ei8hteen Palembang

  1. Wah ada pantai di lantai 3. Tapi bisa ya nongkrong sampai malam? Ya perempuan sih. Soalnya saya pualing malas klo nongkrong di tempat umum. Suka nggak nyaman di tempat ramai. Tapi klo pas sepi, okelah santai selama 30 sampai 60 menit.

  2. Aslik, tempatnya asik banget Lis… Itu lucu konsep pantainya.
    Sayangnya memang ya kurang ramah ke keluarga.

    Btw syukurnya Note4 gw sudah hampir 2 tahun masih bagus Lis. Cuma baterenya rada soak. Tapi karena replaceable jadinya enak deh.

      1. Buat yg tgl di remote area kek sy itu udah bagus bgt mbak ahahaha
        Iyah, danau linau, tomohon, lumayan bagus buat didatengin… dan manado skrng lg crowded bgt krn invasi turis china bagus buat ekonomi tp syng jd susah booking hotel bagus krn pd full smua….

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s