Precious Things in Life

Lagi semangat banget menyambut weekend nih.

Salah satunya, karena di weekend ini, drama Korea Marriage Contract yang lagi saya ikutin bakal berakhir….cihuuyy!!! Semoga sih gak ada perubahan ya, emang bener-bener tuh drama bakal berakhir di episode ke 16 dan lebih lagi, semoga happy ending…secara ya, air mata saya udah banyak keluar di episode 14, jangan sampelah air mata saya lebih banyak lagi keluar karena berakhir menyedihkan…huhuhuhuhu….

Sumber gambar dari sini

Saya suka banget dengan drama ini, meski banyak yang gak suka karena yang main adalah Lee Seo-jin yang notabene udah agak berumur (serta banyak yang bilang kurang ganteng…hihihihi…) dan Uee yang aktingnya sebelum-sebelumnya kurang bagus.

Sebelum drama ini dimulai saya juga berpikirnya kurang lebih begitu.

Pertama, saya kurang begitu tertarik sama drama-drama si Uee sebelumnya. Kedua, karena kayaknya gap usia mereka berdua kejauhan, kayak kurang cocok gitu deh kelihatannya. Dan ketiga, saya juga akui kalo Lee Seo-jin kurang ganteng…hahahahaha…

Trus..trus…waktu awal baca sinopsisnya, saya juga sebenarnya kurang semangat yang gimanaa gitu (beda dengan waktu baca sinopsis Descendants of The Sun kan, sinopsisnya sampe yang bikin saya menanti-nantikan itu drama untuk keluar 😀 ), soalnya kan ide tentang pernikahan kontrak tuh udah amat sangat terlalu sering banget dipake dalam drama Korea, jadi ya rasanya biasa aja, kurang begitu istimewa lah 😀 .

Lalu kalo gitu apa dong yang bikin saya akhirnya tertarik buat ngikutin drama ini?

Itu semata-mata karena waktu jaman kuliah dulu saya pernah nonton drama yang dibintangi Lee Seo-jin yang berjudul Phoenix dan saya sukaaa banget dengan drama itu. Jalan ceritanya mengharu biru serta akting semua pemeran juga bagus pake banget kalo menurut saya, dan tentu saja itu termasuk Lee Seo-jin. Saking sukanya sama drama itu, saya sampe ikutan sedih waktu setahun kemudian denger kabar bunuh dirinya Lee Eun-ju yang jadi pasangan Lee Seo-jin di drama itu 😦 .

Kesukaan saya pada drama Phoenix serta bayangan tentang bagusnya akting Lee Seo-jin (plus ingatan bahwa Lee Seo-jin meski pada pandangan pertama kurang ganteng tapi lama-lama jadi keliatan manis thanks to lesung pipitnya :mrgreen: ) itulah yang akhirnya bikin saya ngikutin Marriage Contract dari episode 1 hingga sekarang ini.

Dan ternyata yaaa…saya emang gak salah ngikutin drama ini karena drama ini betul-betul bikin saya jatuh cinta!

Dari segi plot memang gak yang terlalu istimewa gimana-gimana. Kisah tentang seorang ibu bernama Kang Hye-soo (Uee) yang ditinggal mati oleh suaminya hingga ia harus berjuang membesarkan anaknya seorang diri, kemudian ia mengetahui kalo ia menderita tumor otak, dan ia lalu bertemu dengan playboy pewaris perusahaan besar bernama Han Ji-hoon (Lee Seo-jin) yang menawarkan pernikahan kontrak dengannya supaya ia bisa mendonorkan hati untuk ibu si playboy yang sedang sekarat, tentunya dengan imbalan uang yang mana ia berpikir uang itu bisa digunakan untuk biaya hidup anaknya terutama setelah ia meninggal nanti. Selanjutnya bisa ditebak kan, dari yang tadinya hanya sekedar di atas kertas dan pura-pura saja, si single mom dan si playboy pun akhirnya saling jatuh cinta beneran.

Secara plot, meski menarik tapi memang lagi-lagi seperti yang saya bilang, tidak terlalu istimewa.

Yang bikin istimewa justru adalah akting Lee Seo-jin dan Uee yang ternyata cocok bangeettt dan bener-bener klik berdua. Si Uee meskipun usianya masih 20an, tapi karakter dia di sini jadi keliatan lebih dewasa hingga keliatan cocok sama Lee Seo-jin yang justru masih keliatan berada di usia late 30’s padahal aslinya usianya udah 45 tahun 😀 . Sumpah deh, saya bener-bener gak nyesel udah ikutin ini drama dan sekarang bener-bener menanti-nantikan dua episode terakhir drama ini. Semoga yaaa…walo kemungkinannya terlihat kecil ke arah sana, tapi drama ini tetep akan berakhir indah.

Oh ya, di episode 14 di weekend kemarin, ada satu quote dari drama ini yang saya suka banget. Kalimat ini diucapin oleh ibunya Han Ji-hoon sehabis ngejalanin operasi transplantasi hati.

People lost their precious things when they got many things to protect

Bener banget kaann quote di atas itu. Manusia sering ketika udah memiliki banyak justru kehilangan apa yang paling berarti dalam hidup.

Coba lihat deh, berapa banyak orang yang merelakan kebahagiaan hubungan dalam keluarga hanya demi karir, jabatan, uang, kekuasaan, atau ketenaran padahal hal-hal itu hanya memberikan kebahagiaan semu semata.

Dan gak usah yang jauh-jauh sih, dari yang kejadian sederhana aja di rumah, banyak orangtua yang merelakan waktu bersama anak-anak demi menjaga eksistensinya di dunia maya. Secara fisik ada di rumah. Tapi sebenarnya gak bener-bener ada karena sibuk sendiri dengan dunia mayanya. Balesin komen orang-orang di foto anak yang lucu yang baru di-upload sementara yang si lucu itu sendiri yang lagi ada di depan mata gak diperhatiin…hehehehe… Dunia maya dan media sosial ini memang bener-bener menarik ya, sampe-sampe bisa membuat seseorang lebih memperhatikan yang maya daripada yang nyata di depan mata 🙂 .

Atau yang juga sering kejadian, ibu-ibu saking pengennya punya rumah secantik dan seindah yang ada di majalah-majalah, akhirnya bener-bener membatasi kesenangan anak-anak di rumah, jadilah anak-anak lebih suka main di luar daripada di rumah, padahal sebenarnya mau secantik dan seindah apapun rumah tetap saja tak akan sedamai kalau ada tawa ceria anak-anak dalam rumah itu.

Saya tulis ini untuk ngingetin saya sendiri juga supaya gak terjebak menjaga hal-hal yang kurang penting hingga akhirnya mengorbankan hal yang jauh lebih berharga dalam hidup ini. Amit-amit yaaa…jangan sampai, saya bener-bener pengen menikmati setiap momen berharga terutama bersama Tuhan, keluarga (baik keluarga kecil maupun keluarga besar), dan beberapa sahabat saya, karena ketiga hubungan itulah yang betul-betul bisa membuat saya bersukacita, berbahagia, merasa beruntung, serta menjadikan hidup saya berarti  🙂 .

Selamat menyambut hari pekan buat semua yaaa!

Iklan

27 thoughts on “Precious Things in Life

  1. aaaghhhhhh aku juga ngikutin dan mengharu biru di eps berapa ya, yang dia nangisss sendirian, dan mikirin nasib anknya, belum ada yang tau gimana dia dan keputusannya yang rela donor sgala, bla bla….
    aku suka juga quote2nya, eh kata2 pemain yang beneran oh my, sampe aq posting di FB da, biar awet, wkwkwkwk
    DOTS malah aq belakangan ngikutin iya sih marathon, dan bagus memang. Cuma tipikal film marriage macam ini, kayak goddess of marriage ini kok yah aku suka ambil kata2 dan moment yang natural dan sentimentil tingkat dewa.
    toss agh.. ga sabar nunggu apa akan berakhir indah…

    1. Dan ternyata endingnya begitu ya…open ending, mengharukan tapi bikin penasaran juga..hahahaha..

      DOTS keren memang. Aslinya dari dulu pengen bahas, tapi ternyata gak di fb gak di blog, adaaaa aja yang bahas, jadinya ya males deh bahasnya 😀

  2. Duhhh penyakit koreaku juga muncul lg nih da. Aku blom move on dari Oh my venus (haha..basi yaaa)

    Coba nnti kutonton ini deh. Ini pure melodrama atau ada comedynya?

  3. haduuuh…jangan sampai tergoda lagi deh..
    kk ini gampang ketagihan kalau nonton Kdrama sih.., nggak mau berenti sampai teler banget he..he..

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s