Pajang Foto di Blog dengan Media Upload Limit yang Menipis

Pernah ada teman sesama pemilik blog yang bertanya ke saya tentang berapa banyak media upload limit yang saya miliki di blog WordPress ini. Teman tersebut ngeliat saya tampaknya nyaman-nyaman aja upload foto banyak-banyak buat dipajang di blog ini. Mana foto-foto saya ukurannya lumayan gede pula kan. Jadi dia heran, saya udah 7 tahun ngeblog di sini tapi kok kayaknya gak habis-habis ya kuota untuk medianya?

Sebenarnya ya, media upload limit yang saya miliki untuk blog ini ya sama aja dengan yang lain, yaitu 3GB. Saya gak pernah upgrade untuk kapasitas media upload dan meski blog ini saya ‘dot com’-kan di WordPress, tetep aja WordPress gak naikin limit untuk media upload itu.

Dan sebenarnya pemirsa, udah lama banget pemakaian media upload saya itu mencapai 85%, yang artinya sebenarnya sisa kuota yang saya miliki hanya tinggal 15% saja dari 3GB yang disediakan sama WordPress 😀 . Sebenarnya kapasitas 3GB yang disediakan WordPress itu sudah cukup besar karena artinya jika kita bisa menjaga file foto yang kita upload di blog berukuran maksimal 1MB, maka kita bisa meng-upload file hingga sebanyak 3.072 foto. Udah cukup banyak kaaann… Tapi masalahnya, buat saya itu gak cukup banyak. Terbukti kan sekarang aja kuota yang tersisa tinggal 15% doang 😀 .

Kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama, yaitu sejak bulan Januari 2015 dan sampai hari ini kondisi tersebut puji Tuhan tidak berubah…hehe…

Sisa kuota yang saya punya masih tetap 15% dari 3GB atau setara dengan kurang lebih 460MB (atau paling banyak 512MB kalo pake hitungan 3.0GB dikurang 2.5GB).

Nah, anggaplah pake hitungan tertinggi yang 512MB itu.

Setiap file foto yang saya pakai untuk blog ini, sekarang-sekarang ini rata-rata memiliki ukuran 1MB – 1.6MB, yang mana artinya jumlah foto maksimal yang bisa saya upload sejak Januari 2015 hingga sekarang adalah sebanyak 320 – 512 foto.

Kenyataannya?

Sejak Januari 2015 hingga sekarang ini, saya sudah memajang foto di blog sebanyak kurang lebih 1.165 buah foto.

Nah trus gimana caranya saya bisa terus pajang foto di blog ini sementara kuota media upload saya gak berkurang?

Jawabannya yah, saya gak pake trik yang macam-macam. Dan mungkin juga udah banyak orang yang tau cara paling gampangnya untuk bisa pajang foto di blog tanpa terpengaruh dengan kuota yang udah disediakan oleh blogging platform yang digunakan.

Caranya yaitu dengan memanfaatkan file sharing websites, yang mana pilihannya tuh ada buanyaaakk sekali, tinggal kita sendiri yang pilih mau yang apa dan bagaimana. Kita tinggal pake fasilitas yang udah disediakan sama file sharing website yang kita pilih, misalnya dengan upload foto di situ dan biasanya situs tersebut sehabis kita meng-upload foto akan menyediakan image URL (image uniform resource locator)/image link untuk foto yang baru kita upload tersebut.

Nah, saat kita hendak meng-insert media ke dalam WordPress blog post, kita tinggal memilih “Insert from URL” kemudian memasukkan image URL yang diberikan oleh file sharing website tersebut ke dalam text box yang tersedia. Setelah image URL-nya dimasukkan, maka WordPress akan otomatis mencari gambar sesuai URL yang kita masukkan, jika URL-nya benar maka foto tersebut akan ditampilkan oleh WordPress.

Selanjutnya kita tinggal memberikan caption dan alternate text, mengatur alignment, serta mengatur arah link untuk foto tersebut. Setelah beres tinggal klik “Insert into post” dan selesai deh 🙂

Dalam dunia komputerisasi, memang apapun itu pasti ada alamat lokasinya dan semua file yang kita upload ke internet melalui media atau situs apapun, memang sudah pasti memiliki URL yang bisa diakses dan bisa menjadi sarana komunikasi antar website. Karena itu di blog ini kalo saya mau tampilkan gambar yang bukan milik pribadi, seperti misalnya poster film atau gambar ilustrasi, maka saya gak perlu susah-susah, capek-capek, dan repot-repot menyimpan/men-download gambar yang pengen saya tampilkan tersebut dari situs lain kemudian meng-upload-nya kembali ke blog ini. Yang perlu saya lakukan hanya memanggil URL dari gambar yang saya incar tersebut.

Trus mungkin jadi pertanyaan selanjutnya untuk yang belum tau, cara lihat dan mengambil URL dari gambar tersebut bagaimana? Gampang banget dan ada berbagai macam cara.

Pertama dengan mengklik gambar maka otomatis akan terbuka halaman yang hanya berisi gambar tersebut. Nah, pada address bar di browser akan otomatis tampil URL dari gambar tersebut. URL pada address bar itu yang perlu kita copy lalu paste ke dalam text box saat kita memilih opsi “Insert from URL” di blog post kita.

Kedua dengan menggunakan klik kanan pada gambar, lalu pilih opsi “Copy image URL”, lalu kemudian lagi-lagi tinggal kita paste ke dalam text box saat kita memilih opsi “Insert from URL” di blog post kita.

File yang kita upload ke media sosial pun memiliki URL dan kalo mau bisa ditampilkan juga secara langsung dengan memanggil URL tersebut ke blog post kita asalkan foto kita tersebut di-set untuk public, yang mana kalo saya sih gak akan memilih opsi ini 😀

Nah trus, kalo saya sendiri pake file sharing website apa dong?

Jawabannya, saya pake TinyPic!

Sebelumnya saya udah pernah nyoba pake Photobucket dan langsung gak ngerasa nyaman. Kenapa? Karena begitu image yang ditampilkan dari Photobucket tersebut diklik, maka akan langsung mengarah ke account saya di Photobucket dan siapapun akhirnya bisa mengakses semua foto yang saya upload di Photobucket tersebut. Nah, saya kan sering membuat protected post di blog ini, lalu buat apa dong post-nya saya protect sementara foto-fotonya masih bisa diakses? 😀

Karena itulah, akhirnya saya memutuskan menggunakan anakan dari Photobucket yaitu TinyPic.

Sebenarnya secara fitur, Photobucket jauh lebih lengkap dibanding TinyPic. Tapi justru fiturnya yang gak terlalu banyak itu yang bikin saya nyaman dengan TinyPic.

Nyaman pertama, karena di TinyPic meskipun semua foto bersifat publik (di TinyPic gak ada fasilitas membuat foto/video yang di-upload menjadi private), tetapi orang gak akan langsung bisa mengakses account saya di TinyPic hanya dengan mengklik foto yang saya tampilkan di blog. Kalo image-nya dibuka dari browser ya yang akan tampil hanya image itu doang dan sama sekali tidak ada keterangan mengenai pemilik akun ataupun akses menuju file lainnya yang di-upload oleh pemilik akun tersebut. Selain itu ya, kalo kita search by image di Google, apa yang ada di TinyPic gak akan tampil lho, meskipun image-nya sama 😀 . Setidaknya itu yang udah pernah saya coba.

Nyaman kedua, TinyPic tidak membatasi jumlah file yang bisa di-upload atau kapasitas penyimpanan maksimal dari pemilik akun. Untuk file gambar yang dibatasi hanya ukurannya saja yaitu maksimal 1600 pixels baik untuk panjang maupun lebar. Jika gambar yang di-upload memiliki ukuran lebih besar dari itu maka akan otomatis di-resize oleh TinyPic ke ukuran terbesar yang bisa diterima oleh TinyPic. Gak masalah lah ya, karena ukuran file 1600 pixels itu udah cukup gede kok untuk ukuran blog. Sementara untuk file video dibatasi pada ukuran maksimal 100 MB dengan panjang maksimal 5 menit. Kalo saya sih pake TinyPic hanya untuk gambar ya, untuk video tetap pake YouTube.

Nyaman ketiga, karena TinyPic sifatnya free (emang status ‘gratisan’ tuh selalu jadi nilai plus ya 😀 ). Tapi ingat, menggunakan TinyPic sebaiknya tidak dalam status sebagai user tanpa account (kita bisa upload foto langsung meski belum daftar sebelumnya), karena kalo kita gak terdaftar sebagai pemilik akun maka foto yang kita upload bisa jadi akan dihapus setelah berusia 90 hari kecuali kalo foto kita itu tingkat view-nya tinggi. Kalo untuk yang punya akun sih aman, foto gak akan di-remove oleh TinyPic sampai kapanpun (yah, setidaknya sampai TinyPic masih ‘hidup’ lah 😀 ).

Nyaman keempat, karena di-TinyPic tidak bisa melakukan pencarian berdasarkan nama pemilik akun. Jadi ya orang kalo gak tau persis nama akun saya, gak akan bisa mengakses atau mencari keberadaan saya di TinyPic 😛 .

Tiga hal tersebut di atas sejauh ini membuat saya nyaman menggunakan TinyPic dan supaya lebih nyaman lagi, saya memilih untuk tidak pernah menggunakan tag dalam setiap foto yang saya upload. Hal ini untuk menghindari pengguna TinyPic atau pemilik akun lain mengakses foto saya, karena kalo pake fasilitas search, maka aplikasi TinyPic akan melakukan pencarian berdasarkan tag pada file foto/video yang di-upload.

Gitu deh, sekali lagi mungkin informasi ini udah termasuk basi untuk pemilik blog yang lain ya, tapi ternyata masih ada aja pemilik blog yang gak tau soal ini. Semoga dengan saya share di sini bisa membantu untuk yang masih belum tau 🙂 .

 

Iklan

40 thoughts on “Pajang Foto di Blog dengan Media Upload Limit yang Menipis

  1. Bahaya juga emang photobucket Lis. Dan iya sih emang kelemahan simpan share foto ini gampang dicari dari tagnya ya. Gw sampe sekarang emang belom pernah pake karena self hosted dan ukuran file yang gw upload palingan 100kb. Hihihi. Btw eniwei gw membayangkan kalo dirimu misalkan mau jualan keahlian di IT bisa lewat semua tuh orang-orang yang rame di timeline facebook gw ngeklaim diri paling ahli soal ngeblog lalalili. hahaha… 😀

    1. Betul Dan, tag itu ngaruh banget dalam logika search engine mana aja memang ya, makanya khusus buat foto aku gak mau pake tag dan akun di file sharing websites manapun yang aku pake juga gak pernah aku publish 😀 😀

      Kalo cm pake file ukuran 100kB, dengan pake yang dikasih WP aja bisa upload sampe 30rb foto ya Dan, puas2in deh yaa…. 😀 . Aku nih yang memang maruk maunya pajang foto gede2, jadilah kuota yang dikasih WP cepet abis..hihihihi..

      Keahlian IT ku kayak gini2 aja Dan…hihihihi… Buatku asalkan lah masih ada keahlian yang spesifik yang bisa jadi bekal penghidupan dan kalo diajak ngobrol soal teknologi masih nyambung, ya udah cukuplah…wkwkwkwk

    1. Hahahaha…cupu dari mana, senior dari mana buuu? 😆

      TinyPic sama dropbox sama2 file sharing tools, tapi gak bisa dibandingin juga karena drop box jauh lebih powerful dan jangkauannya juga lebih luas ketimbang tinypic. Kalo kmu pake dropbox, bisa banget tuh image yang di dropbox ditampilkan jg di blog tinggal copy public link/URL-nya aja

      1. ga dari mana2 mbak.dr pandanganku aja, hahaha
        iya bbrp kali pake dropbox utk keperluan file sharing. blm aq gunakan maksimal utk nyimpen foto sih

      2. Hahahahaha….

        Aku juga pake dropbox di PC ku, cuma gak pernah ku pake buat share image ke blog karena kalo manggil link-nya dari WP ke image dropbox, dari WPnya gak memungkinkan untuk ngatur alignment sama kasih caption (kecuali kalo kita atur sendiri via html). Udah gitu yang tampil di editor kita juga cuma tag embed doang, bukan gambarnya langsung. Dan yang paling aku gak nyaman karena kalo user ngeklik gambar dari dropbox itu, jadilah yang kebuka halaman dropbox berisi gambar plus text box buat komen..aku tak sukaaa..hahaha…

  2. Siip. Bisa dicobain. Tapi dari dulu saya heran juga kenapa wordpress.com kok kuotanya segitu-gitu aja. Padahal klo saya upload gambar biasanya gak pake edit-editan sehingga ukurannya gede ha ha ha…… Mungkin di masa yang akan datang wordpress.com mau membuat unlimited buat file sharingnya.

  3. oo ngono toh caranya..
    kalo aku mau posting pasti foto aku kecilin dulu sizenya..dan itu yang bikin lama ya…trus blom lagi di kasih watermarknya…beeuhh itulah sebab suka males ngeblog karna harus edit foto dulu sebelum posting 😀

    tapi pake cara url ini, blom pernah aku coba.. next, aku mau coba ah cara ini… TFS ya Lis 😉

  4. Mba Lisa,aku baru tahu deh kalo insert pic pake URL itu berarti nggak memakan kuota yang di blog ya? Soalnya aku cukup sering pakai photobucket dulu,sekarang malah dari gallery aja. Trus baru tau juga kalo ternyata photobucket segitu “berbahaya”nya ya.

    Thanks buat postingan ini ya Mba Lis,aku mau coba buka TinyPic ah 😀

    1. Iya, kalo insert dari URL, WordPress hanya perlu link nya aja tapi gambarnya sendiri gak perlu masuk ke server WP. Resikonya ya paling kalo foto di server asli dihapus maka yang di blog kita juga jadi ikutan ilang 😀

      Sama2 yaa

  5. waaah terima kasih kakak cantik…. terbantu sekali blogger cupu nan gaptek yang udah mulai males nulis ini #hiks. soalnya pas awal2 ngeblog aku gak pernah resize photo, baru2 ini aja mulai di resize, alhasil kuota tinggal 35% aja 😀

  6. kalo dari iphone biasanya emang bisa di bawah 1 MB karena caraku manual kukirim ke email dulu ahahah, tapi kalo dari kamera kan gak bisa diresize langsung pas ngirim harus edit edit dulu dan itu emang malaasssss ya nambah nambah kerjaan, Thanks Lis nanti pas kuota menipis aku coba cara ini, skrg nikmatin aja dulu 85 persen lagi ihihi

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s