Baru…

Hidup itu memang selalu penuh dengan kejutan dan yak, lagi-lagi kami sekeluarga harus menghadapi perubahan dalam keseharian kami. Perubahan ini kata sebagian orang di dekat kami disebut berat, mereka bahkan mendoakan kami untuk sabar dan kuat menjalaninya.

Kami bersyukur mereka mendoakan kami, karena memang kami benar-benar butuh itu. Tapi di sisi lain kami sendiri gak merasakan ini sebagai sesuatu yang berat. Yang kami lakukan ini memang sudah seharusnya seperti itu, inilah peran yang paling tidak adalah yang terbaik yang bisa kami lakukan untuk orang-orang tersayang dalam hidup kami, setidaknya untuk sekarang. Kehidupan baru yang telah terbit, semuanya hanya karena Tuhan yang ijinkan. Meski mungkin akan berat ke depannya, tapi Tuhan pasti punya rencana yang indah untuk semuanya.

Kami, entah bagaimana, menjalaninya dengan sukacita.

Tak ada rasa berat dan beban.

Bukan karena kami ngerasa kuat dan mampu apalagi hebat.

Kalau mau jujur kami sendiri gak bisa membayangkan dan masih tidak tau harus bagaimana ke depannya.

Tapi anehnya, kami tetap ngerasa sukacita dan bersemangat menjalani perubahan ini. Saya yakin Tuhan yang bikin kami bisa seperti itu. Dan saya bersyukur karena apa yang kini kami jalani membuat kami semakin belajar untuk mengesampingkan kepentingan diri sendiri demi orang lain dan belajar semakin yakin bahwa apapun itu, Tuhan beserta dengan kami dan berkat-Nya tak akan pernah berkesudahan.

Hidup memang sudah seperti ini. Kejutan selalu saja ada di setiap tikungan bahkan langkah. Semua penuh ketidakpastian, tapi dalam ketidakpastian itu selalu ada kepastian bahwa Tuhan pasti menolong 🙂

O ya, kemarin baru selesai hari raya Paskah ya. Hari Sabtu kami sekeluarga sama-sama nonton The Passion of The Christ di rumah. Udah wajib kayaknya ini tiap tahun nonton. Tapi setiap kali nonton tetep aja gak bisa kalo gak nangis.

Bagian paling sedih adalah melihat betapa hebatnya rasa tersiksa yang Tuhan alami ketika Dia yang begitu mulia, kudus, suci, bahkan maha tinggi harus menjadi pendosa oleh karena dosa-dosa manusia. Semua dosa manusia ditanggung-Nya saat itu. Semua hukuman (siksaan, caci maki, cemoohan, hujatan, dakwaan, bahkan maut) yang pantas manusia rasakan oleh karena dosa, juga ditanggung-Nya. Saya gak bisa membayangkan penderitaan Tuhan seperti itu.

Yang Maha Suci harus menanggung semua yang kotor.

Sumber gambar dari sini

Ibaratnya (walopun tentu ini ibaratnya jauuuuhh banget perbandingannya), saya yang biasa tinggal di rumah yang bersih kalo kemudian diharuskan nginap di kamar yang kotor dengan sarang laba-laba di sudut-sudut kamar aja rasanya tersiksa bukan main. Apalagi apa yang harus dialami Tuhan saat itu. Semua kemahasucian-Nya ditinggalkan-Nya karena Ia sangat mengasihi manusia, karena hanya dengan darah dan penderitaan-Nya saja manusia bisa disucikan dari dosa serta kebejatan.

Menyedihkan sekali.

Tapi sekaligus merasa sangat bersukacita, bersyukur, dan benar-benar berterimakasih yang tak terkatakan, karena lewat penderitaan-Nya, orang-orang yang menerima kasih karunia dari-Nya dimenangkan atas dosa. Karena itu iblis bener-bener gak suka kalo Tuhan mau menjalani penderitaan itu, karena iblis tau, penderitaan Tuhan dan kematian-Nya di kayu salib membawa kemenangan bagi umat-Nya yang mana itu artinya temen si iblis di neraka jadi berkurang banyak.

Dan gak hanya sampai di situ, Tuhan juga bangkit dan mengalahkan musuh terakhir dari manusia yaitu maut!

Maut di sini adalah kematian dalam kekekalan. Dan kebangkitan-Nya membuat orang yang percaya pada-Nya hidup dalam keyakinan bahwa setelah kematian jasmani nanti, yang akan dihadapi dalam kekekalan bukanlah kematian, melainkan kehidupan bersama dengan Tuhan dalam kerajaan-Nya.

Puji Tuhan…puji Tuhan..

Tuhan mengasihi manusia lebih dari apa yang manusia bisa sangka, pikirkan, atau bahkan sanggup rasakan. Salib adalah buktinya.

Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah. (1 Korintus 1:18)

Selamat Paskah!

=============================
Our other posts about Easter
Iklan

One thought on “Baru…

Komentar ditutup.