Ketika Isi Blog Diprotes Anak

Ceritanya semalam si abang baca cerita saya di blog ini tentang kesukaan abang dan adek sama Thomas and Friends yang kemarin itu.

Eh, baru juga masuk di paragraf kedua dia udah protes, “Jatuh cinta? You should change the words jatuh cinta, ma, don’t use it!”

Denger dia protes gitu, saya bingung trus nanya, “Why? What’s wrong with jatuh cinta?”

Si abang jawab lagi, “Because it’s jatuh and cinta, it’s negative and positive. Jatuh negatif. Cinta positif. Kenapa cinta harus jatuh? I don’t like that kind of words. Love is love, love shouldn’t fall. Tulis aja cinta banget atau suka banget, ma, jangan jatuh cinta.”

Saya denger dia jelasin gitu cuma bisa manggut-manggut. Aiiihh…anak saya memang masih polos sekali, dia belum paham apa artinya jatuh cinta. Saya pengen jelasin sih sebenarnya, tapi ah, sudahlah, nanti saja 🙂 .

Memang ini resikonya ya kalo anak udah tau orangtuanya punya blog dan suka cerita tentang dia di blog.

O ya, aslinya sih abang belum benar-benar mengerti soal blog, dia cuma tau mamanya punya semacam diary di internet dan bisa dibaca sama orang-orang. Memang saya yang pertama kasih tau ke dia dan dia pun tiap kali baca karena saya yang kasih. Dia juga udah tau soal post tentang dia dan adek yang saya proteksi, password-nya apa dia tau, dan dia ngerti alasannya apa yaitu untuk keamanan dia dan adek. Abang juga suka baca komentar teman-teman yang masuk, apalagi kalo yang ngomentarin dia main musik, dia bahagia banget kalo dapat pujian sekaligus masukan 🙂 .

Saya sengaja kasih tau ke dia tentang blog ini dan itu udah sejak lama banget saya lakukan, seingat saya sejak abang udah bisa membaca di usia 3 tahun, dia udah tau dengan keberadaan diary ini meskipun saat itu dia masih belum membacanya sesering sekarang. Buat saya dia harus tau sedini mungkin dari saya sendiri. Jangan sampe kan dia tau dengan sendirinya setelah dia besar nanti. Alamat jadi perkara deh. Lagipula kami mengedepankan keterbukaan di keluarga kami, jadi kalo bisa ya apa-apa diobrolin dan didiskusikan.

Di satu sisi saya senang dia udah tau tentang blog ini dan bisa baca sendiri.

Tapi di sisi lain itu juga menyadarkan saya bahwa memang harus semakin bijak membagi cerita tentang anak di sini. Penggunaan kata aja yang menurut dia kurang tepat seperti jatuh cinta itu bisa jadi masalah buat dia kan, apalagi kalo ada cerita atau foto yang menurut dia memalukan…beuuhh…bisa-bisa dia beneran marah sama saya.

Jadi memang seiring anak besar, apapun yang mo saya tulis di sini tentang anak juga foto apapun yang ada mereka yang mo saya tampilkan di sini, harus saya diskusikan dulu sama mereka. Itu pun karena sekarang mereka masih kecil, bisa jadi yang tadinya tidak apa-apa akan terasa memalukan ketika mereka gede nanti, karena itu saya udah siap kalo nanti-nanti mereka request agar cerita-cerita tentang mereka yang menurut mereka bikin malu itu saya proteksi.

Terkadang memang, apa yang buat orangtua wajar, belum tentu wajar juga untuk anak. Yah, namanya mereka pribadi yang berbeda dengan kita kan dan ngeliatnya juga dari sisi yang lain. Sebagai orangtua ngeliat anak sih lucu-lucu aja. Tapi anak ngeliatnya kan gak kayak gitu. Dan pandangan mereka akan berubah-ubah seiring perkembangan mereka.

O ya, saya jujur cerita, segimanapun saya berusaha berhati-hati ketika cerita tentang anak-anak, tapi sebenarnya ada satu cerita dalam blog ini yang bikin si abang malu. Tapi untunglah sejak sebelum dia membaca itu, post-nya udah dalam posisi terkunci…wkwkwkw….untunglah saya udah gerak cepat ya, jadi si abang gak banyak-banyak protesnya 😀

Kejadian yang buat dia memalukan itu memang bahkan dalam keseharian pun dia gak ingin saya ceritakan pada siapapun. Memang bukan pada saat kejadian dia langsung berasa begitu, karena waktu itu dia masih berusia 5 tahun. Tapi seiring dia gede, cerita lucu itu kemudian jadi terasa memalukan untuk dia, karena itu dia gak mau saya cerita ke siapa-siapa tentang itu.

Waktu dia baca cerita itu di blog, dia nanya ke saya, “Why did you write that story? That was very embarassing, ma…

Saya minta maaf dulu ke dia trus jelasin kalo saya tulis itu untuk mengingatkan diri saya sendiri betapa si abang adalah anak yang cerdas dengan pendengaran yang tajam serta kemampuan berkonsentrasi pada beberapa hal sekaligus dalam satu waktu, karena itu sebagai mamanya saya harus hati-hati dalam semua kata-kata supaya kejadian yang seperti itu tak terulang lagi. Lagipula dia dulu itu gak salah kok, sebaliknya menunjukkan kepolosan dan kecerdasan dia sebagai anak-anak, yang salah itu kami orangtuanya. Saya juga bilang ke dia toh post-nya saya proteksi jadi aman laahh….orang banyak gak bisa baca.

Untungnya sih dia ngerti ya.

Cerita yang ini juga, sekarang sih buat dia masih gak apa-apa saya cerita soal pengertiannya tentang jatuh cinta. Namun bisa jadi seiring dia gede dia akan ngerasa malu karena dulu gak paham jatuh cinta itu apa. Tapi harusnya sih gak perlu malu ya. Namanya juga ketika ini terjadi dia masih anak-anak, wajarlah belum paham apa itu jatuh cinta, ya gak? Malah bagus kan, karena itu menunjukkan bahwa meski abang punya sikap yang dewasa, tapi tetap, abang bukan pribadi yang matang secara karbitan.

Yah begitulah, post yang kemarin itu akhirnya saya ubah term ‘jatuh cinta’-nya dengan ‘suka banget’, supaya aman damai dan sentosa kalo nanti-nanti si abang baca cerita itu lagi 😀 . Untunglah yang diprotes hanya itu ya, bukan content-nya atau fotonya. Dan semoga setelah ini gak ada kejadian lagi isi blog ini diprotes sama anak yaa 😀

Dear jagoan mama #2 (#1 kan papanya 😛 ), makasih banyak ya sayang, karena sering sekali kalimat-kalimat polos namun cerdas yang keluar dari mulutmu mengingatkan mama untuk bisa jadi mama yang lebih baik untuk mu dan untuk adek. Meski mama adalah orangtua, tapi ingatlah selalu bahwa mama pun hanyalah anak-anak yang bertumbuh besar kemudian mempunyai anak, karena itu mama tak luput dari kesalahan juga. Pahamilah ketika mama salah. Tegur juga tak mengapa.  Tapi jangan sakiti hati mama karena kesalahan mama itu ya sayang. Love you so much, abang!

Iklan

30 thoughts on “Ketika Isi Blog Diprotes Anak

  1. wah.. berarti ada tim pemantau blognya mbak ya hihihii.. pola pikir anak yang masih polos emang suka bikin kita berasa “wow” ya mbak. jadi keinget salah satu penulis yang sering dapat inspirasi karena obrolan-obrolan dengan anaknya yang masih kecil.
    kalau aku mah belum ada yang protes. belum punya anak, wong belum nikah hehhee..

  2. Ha ha ha ya namanya anak kecil kadang2 suka membingungkan. Yang pentingkan si abang udah berani ngomong, nurutku itu bagus buat perkembangan mental si abang yang mau terbuka sama mamanya.

  3. Raja bener lho .. heheh

    Soal protes anak ttg isi blog, saya juga ngalamin. Makanya sekarang mulai jarang menulis ttg Fauzan. Dan kalau mau menulis tentang dia, harus minta ijin dulu. Kalau diijinin baru deh ditulis.

  4. hahaha Raja editor Mama yang hebat ya. Dulu aku denger dr pendeta kotbah gitulah pas ngomong soal maintain romansa sama pasangan, jatuh cinta itu karena gak sengaja (jatuh kan biasanya gak sengaja ya) dan terjadi di awal-awal berhubungan dan saat ada sesuatu yang baru dalam hubungan itu, dan kalau bisa dimaintain dengan sehat jadinya cinta gak pake jatuh lagi trus kalau fall in love kesekian kalinya untuk hal yang sama, ya biasanya ada hal baru yg ditemui dalam hubungan yg sama itu yang bikin fall in love again. Ah maap Lis perasaan waktu itu pendetanya neranginnya kata-katanya gak sebelibet ini hahahaa

    1. Iya nih Ndang, syukurlah ada yang bisa jadi inspirator sekaligus editor tapi gratisan..hihihihi

      Mungkin kali ya, gara2 itu disebut jatuh cinta, walo mmg kedengeran aneh lah ya kenapa musti pake istilah jatuh bukan istilah lainnya 😀

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s