The Song

Lagi nunggu suami buat pulang nih dan jadi pengen nulis di sini tentang film.

Tadinya mo nulis tentang Kung Fu Panda 3.

Tapi pikir-pikir kalo Kung Fu Panda 3 pasti udah banyak yang cerita. Pengennya sih kalo bisa cerita tentang film yang belom banyak diceritain orang. Teringatlah saya pada satu film yang saya dan suami tonton di channel HBO Signature sekitar kurang lebih 4-5 minggu yang lalu (udah lama juga ya nontonnya..hahaha).

Judulnya adalah The Song.

Tadinya kami mengira film ini sekedar drama romantis yang isinya ada cowok ganteng dan cewek cantik. Tapi makin ditonton kok rasanya kalimat-kalimat yang diucapkan oleh para tokoh terutama tokoh utama cowoknya tuh terasa familiar.

Familiar karena kalimat-kalimat yang dia ucapkan kurang lebih sama dengan yang tertuang dalam kitab Raja-Raja, Kidung Agung, dan Pengkhotbah.

Pria muda yang meminta hikmat dari Tuhan. Pria muda yang sangat memuja istrinya dan kemudian menciptakan puisi-puisi indah untuk istrinya. Pria yang akhirnya jatuh dalam dosa perzinahan.

Akhirnya saya cari tau dan ternyata benar, ini film terinspirasi dari kisah hidup King Solomon alias Raja Sulaiman alias Raja Salomo 😀

Tagline-nya sendiri keren banget. Even the wisest of men was a fool for love.

Dari insipirasi ceritanya serta dari tagline-nya, pasti udah bisa nebak lah ya, ini jalan ceritanya mo ke mana. Apalagi kalo liat posternya di bawah ini….

Sumber gambar dari sini

Udah keliatan banget kaann arah ceritanya hendak ke mana dan mau apa? 😀

Film ini dibuka dengan sebuah quote yang diambil dari Kitab Pengkhotbah 1:14.

I have seen everything done under the sun. All of it is meaningless, a chasing after wind.

The Song bercerita tentang pria muda bernama Jedidiah King atau Jed King (yang mana Jedidiah adalah nama lain dari Salomo, kalo di Alkitab Bahasa Indonesia Jedidiah disebut dengan Yedija). Jedidiah ini sebenarnya dalam usaha melarikan diri dari bayang-bayang ayahnya, David King, yang dulunya adalah country icon tapi yang kemudian terlibat dalam alkohol dan perselingkuhan dengan backup singer-nya. Hasilnya adalah pernikahan yang hancur, istri kedua, rasa bersalah yang menumpuk, serta seorang anak laki-laki bernama Jed yang kemudian mewarisi bakat musiknya.

Bertekad untuk menjauhkan diri dari dosa-dosa yang dilakukan oleh ayahnya, Jed tiba di sebuah perkebunan anggur di daerah Kentucky. Di situ, dia bertemu dengan seorang cewek baik, cantik, lembut, polos, dan tentu saja virgin, bernama Rose.

Sumber gambar dari sini

Udah bisa ditebak, Jed jatuh cinta sama Rose dan kemudian dengan berbagai usaha berusaha mendapatkan Rose dan mengajaknya menikah. Sebenarnya bapaknya Rose kurang setuju sama Jed ini, tapi akhirnya nyerah juga. Jed dan Rose kemudian menikah di kapel yang dibangun oleh Jed sendiri di tengah kebun anggur itu. Saat mereka menikah itu, kapel itu sebenarnya belum selesai dikerjakan hingga masih berupa rangka kayu. But still, it was a very beautiful wedding 🙂

Sumber gambar dari sini

Setelah pernikahan mereka, keesokan paginya Rose terbangun, menemukan Jed sedang duduk di teras sambil memetik gitarnya. Dia sedang menciptakan lagu bergenre country untuk Rose.

Lagu yang dia ciptakan itu kemudian menjadi hits dan Jed King menjadi penyanyi terkenal.

Di sinilah drama yang sebenarnya dimulai.

Jed King menjadi penyanyi country terkenal dan berduet dengan pemain biola sekaligus penyanyi, Shelby Bale. Shelby ini orangnya cantik dan menggoda. Demen pake baju ketat dan terbuka, memamerkan tato-tato seksi di banyak bagian tubuhnya.

Mengiringi ketenarannya, Jed pun harus pergi konser ke berbagai tempat dan harus sering meninggalkan Rose dan anak laki-laki mereka, Ray.

Saat itu, chapel yang dulu dibangun Jed masih tetap belum selesai dibangun.

Dalam satu kesempatan ketika Jed pulang, dia pun menyempatkan waktu untuk melanjutkan pembangungan chapel itu. Namun belum kelar, dia udah ditelpon oleh managernya untuk segera kembali konser. Jed sempat mengajak Rose untuk ngikut, tapi Rose menolak karena harus jagain papanya yang lagi sakit.

Sebenarnya si Jed udah berusaha menjaga dirinya, cuma yang namanya godaan ya….yah gitu deh. Mana lagi jauh juga kan dari istri. Jadilah si Jed kemudian jatuh dalam alkohol, drugs, dan tentu saja…perselingkuhan! Dosa bapaknya dulu yang pengen dijauhi oleh Jed akhirnya dilakukannya lagi.

Pernikahannya pun di ambang kehancuran.

Jed diusir keluar dari rumah oleh Rose. Chapel saksi cinta mereka yang sampai dengan saat itu masih saja belum rampung, malah dihancurkan oleh Jed. Dan Jed pun jatuh kian dalam. Hidupnya berantakan sampai pada satu titik dia mencoba untuk bunuh diri. Ketika Shelby menemukannya sekarat, Shelby meminta Jed untuk tetap sadar dan mengucapkan sesuatu. Yang diucapkan oleh Jed hanya, “Rose…….”

Jed kemudian terbangun di sebuah rumah sakit. Rose ada di sampingnya. Tapi sayang, bukannya menerima kembali Jed, Rose malah memilih untuk berpisah selamanya dengan Jed meskipun saat itu Rose dalam kondisi hamil anak kedua mereka. Cincin pernikahan mereka dikembalikan oleh Rose dan dia pun pergi meninggalkan Jed…

Sedih banget ya… Dan saya paham sekali dengan keputusan Rose itu, karena memang waktu mereka bertengkar sehabis Rose tau perselingkuhan Jed, kata-kata yang dilontarkan Jed itu amat sangat menyakitkan hati. Kalo saya jadi Rose juga kayaknya gak akan mudah luluh hati ini bila disakiti seperti itu.

Memang akhirnya bukan di situ sih. Setelah itu Jed masih berusaha bangkit, membuat keputusan besar dalam hidupnya, dan kemudian berusaha mendapatkan Rose kembali.

Apakah usahanya berhasil?

Ya silakan ditonton sendiri aja yaaa….hehehe…

Menurut saya dan suami, film ini termasuk kategori bagus dan layak ditonton. Memang bukannya yang bagus-bagus banget ya, tapi bisa bangetlah dinikmati dan menghanyutkan perasaan. Para pemeran juga oke, yang cowoknya ganteng, yang ceweknya (terutama si Rose) cantik. Akting mereka cukup oke. Udah gitu, lagu-lagu di sini bagusss…walo terdengar mirip-mirip, tapi gak masalah buat saya soalnya saya sukaaa banget sama lagu-lagu country. O ya, yang jadi Jed King itu adalah Alan Powell yang memang penyanyi, kalo yang Kristen mungkin pernah denger band The Anthem Lights, nah si Alan Powell ini adalah vokalis The Anthem Lights itu.

Alan Powell

Yang paling utamanya di sini adalah pesannya, yaitu tentang menjaga komitmen dalam pernikahan, yang mana itu memang butuh niat dan perjuangan yang seringkali tidak mudah. Memang gak mudahlah, yang termasyur seperti Raja Daud dan yang penuh hikmat seperti Raja Salomo aja jatuh kaann dalam dosa seperti ini, yang mana akhirnya setelah tua baru semuanya ia sesali dan menganggap betapa sia-sia semua yang ia jalani. Punya istri sebanyak 700 dan gundik 300 (banyak amat yak, itu ngebayangin tiga tahun sekali ya bok baru dapat jatah…hihihihi) pun tidak membuat Raja Salomo bahagia. Semua adalah kesia-siaan. Pada akhirnya ia justru berpesan untuk menikmati hidup dengan isteri (bentuk tunggal ya, bukan jamak) yang dikasihi seumur hidup karena itulah bahagian manusia dalam hidup dan dalam usaha yang manusia lakukan dengan jerih payah di bawah matahari (Pengkhotbah 9:9).

Cuma ada satu masalah saya dengan film ini. Saya agak gak setuju aja dengan cara penyelesaian masalah Jed dan Rose. Dari awal masalah muncul sampe akhirnya masalah selesai, gak ada satu kali pun ditunjukkan mereka duduk dan bicara baik-baik. Waktu masalah muncul trus bertengkar hebat sih wajar ya, tapi masak sampe mo menyelesaikan pun gak ada mereka ngobrol untuk meluruskan yang sudah terjadi. Agak aneh aja. Tapi yah, namanya juga film ya 😀

O ya, di akhir film ini juga ada nasihat yang diambil dari kitab Pengkhotbah buat para muda-mudi. Nasihatnya adalah tentang bersenang-senang di masa muda sambil tetap mengingat bahwa pengadilan Allah itu selalu ada 🙂

Buat ngelengkapin cerita tentang The Song ini, di sini saya taro trailer-nya. Enjoy dan happy weekend yaaa semua! God bless us!

Iklan

6 thoughts on “The Song

  1. Kalo memperturutkan hawa nafsu gak ada habisnya. Kata orang bijak seperti minum air laut makin diminum makin haus. Semoga kita semua dapat hikmah dari cerita film diatas. Trims Lis sudah berbagi.

  2. baru selesai nonton filmnya di HBO HITS… keren. Ada sisi bright dan dark side yang mendapat porsi seimbang.. Penulis skenario yang juga adalah sutradara film ini memang membuat penonton bisa terinspirasi dan mendapat pelajaran di dalamnya. 😊

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s