Tentang Sumber Bahagia yang Sejati

Suatu kali suami bertanya, menurut saya, apa sumber kebahagiaan sejati manusia?

Pertanyaan itu membuat saya berpikir. Iya ya, apa ya yang jadi sumber kebahagiaan sejati?

Terus terang, sebelum ini saya gak pernah berpikir tentang itu. Saya ngerasa bahagia, itu udah cukup buat saya, sehingga saya gak pernah mempertanyakan ke diri saya sendiri tentang apa sebenarnya yang membuat saya bahagia.

Pertanyaan suami itu membuat saya akhirnya bertanya ke diri saya sendiri.

Apa yang membuat saya bahagia?

Perasaan dalam hati ini yang membuat saya selalu ingin tersenyum, memandang dunia dengan indahnya, merasa selalu ada harapan dan semangat dari diri saya sendiri. Apa yang menyebabkannya?

Apa karena saya punya Tuhan? Apa karena saya punya suami, anak-anak, keluarga, dan teman? Apa karena saya punya pekerjaan, penghasilan, serta sandang-pangan-papan yang cukup? Apa karena saya dan keluarga dalam kondisi sehat?

Benarkah hal-hal itu cukup membuat manusia bahagia?

Kalau begitu lalu mengapa orang yang terlihat taat beragama masih sering juga bermuka muram?

Mengapa ada orang yang berharap surga turun ke bumi setelah menikah dan memiliki anak-anak, tapi kemudian setelah menikah justru menemukan neraka?

Mengapa juga ada orang yang meski punya penghasilan begitu besar bahkan termasuk ketenaran serta nama besar, tapi merasa hidupnya hampa?

Mengapa ada orang yang secara fisik sehat, tapi selalu mengeluh dan seperti tak memiliki semangat hidup?

Kalau begitu apa sejatinya yang membuat manusia bahagia?

Saya bertanya semakin dalam ke diri saya sendiri. Apa hal paling mendasar yang membuat saya bahagia.

Dan saya pun akhirnya menemukan jawabannya.

Sumber kebahagiaan sejati itu ada pada relasi.

Orang bisa beragama, tapi tanpa relasi yang dekat dengan Tuhan, maka keyakinannya tak akan membawa sukacita dan kebahagiaan di dirinya.

Orang bisa punya pasangan, tapi tanpa relasi yang harmonis dengan pasangannya, maka sama saja, kebahagiaan pun tak akan datang.

Orang bisa punya anak, tapi jika relasinya dengan anak jauh, maka boro-boro bahagia yang didapat, yang adanya dia akan ngerasa kalau si anak cuma ngerepotin dan membawa masalah saja.

Orang bisa masih punya orangtua yang sehat, tapi percuma saja jika relasi dengan orangtua tidak terjalin baik. Itu juga tak akan membuat bahagia.

Orang bisa berstatus punya banyak teman, tapi jika tak ada sahabat dengan relasi yang erat di antara teman-teman itu, maka sekali lagi percuma. Banyak teman tak akan membuat bahagia.

Orang bisa punya duit banyak, harta berlimpah, ketenaran, nama besar, tapi jika tak ada orang-orang dekat dengan relasi yang baik, maka percuma saja. Bahagia gak. Hampa iya.

Relasi adalah kuncinya.

Karena relasi yang baik dengan Tuhan, maka iman dan keyakinan akan membuat kita selalu bersyukur hingga bahagia pun selalu datang apapun kondisinya. Relasi yang baik dengan Tuhan membuat kita bisa merasakan kasih-Nya sekaligus merasa mengasihi-Nya, dan itu buat saya, benar-benar sangat membahagiakan!

Karena relasi yang baik dengan pasangan, maka pernikahan menjadi berbahagia. Meskipun ada badai cobaan, ada pertengkaran, ada perdebatan, bahkan ketidakcocokan, namun jika relasinya tetap terjalin baik serta harmonis, maka pernikahan akan tetap jadi hal yang membahagiakan serta bertahan bukan karena anak-anak atau karena hal lainnya, tapi karena suami dan isteri memang punya relasi yang indah yang sulit sekali untuk dilepaskan begitu saja.

Karena relasi yang baik dengan anak-anak, maka kehadiran anak-anak menjadi hal yang membahagiakan tak peduli betapapun repotnya mengurus mereka dan betapa besar pergumulan membesarkan mereka.

Karena relasi yang baik dengan orangtua serta keluarga, maka kita merasa bahagia ketika berkumpul bersama mereka.

Karena relasi yang baik dengan sahabat, maka tak peduli berapapun jumlah sahabat itu, meski hanya satu saja, tapi cukup membuat kita bahagia.

Karena relasi yang baik dengan orang-orang di sekeliling kita, maka hal-hal duniawi menjadi berarti karena kita menikmatinya bersama orang-orang terdekat. Sesederhana apapun itu.

Jadi relasi adalah sumber kebahagiaan yang sejati. Relasi dengan Tuhan, dengan orang-orang terdekat, termasuk dengan diri sendiri, dan segala hal di sekeliling kita.

Itu menurut saya. Kalo menurut teman-teman gimana?

 

 

Iklan

40 thoughts on “Tentang Sumber Bahagia yang Sejati

    1. Aku setuju banget Man, bersyukur bikin hepi. Tapi kalo gak ada relasi yang bener, untuk bisa bersyukur jadi susah.

      Misalnya nih, meski selalu bersyukur, tapi kalo hubungan suami/isteri berantakan karena salah satu selingkuh, hati patah juga kan? 😀

      Selain itu, menurut aku, orang bisa selalu bersyukur karena memang udah duluan punya relasi yang dekat dengan Tuhan dan dengan dirinya sendiri.

  1. Menurut pendapatku, sumber bahagia itu adalah syukur dan melakukan sesuatu berdasar apa yang kita butuhkan bukan inginkan, karena Tuhan nanti yang akan mencukupkan (ini untuk segala lini dalam kehidupan)

    1. Betul banget, rasa syukur itu menghadirkan bahagia. Yakin bahwa Tuhan tau dan mencukupkan juga bikin bahagia.

      Tapi itu baru bisa dipahami dan dirasakan kalo relasinya udah bener dulu sama Tuhan kan 😀

  2. Menurut saya, bersyukur, selalu berbaik sangka dengan rencana Tuhan, itu yang bikin bahagia.

    Lama ngga komen di sini, cuma lewat aja .. hehe

    1. Hehe…apa kbr teh Dey?

      Aku setuju bgt teh utk sll bersyukur, tp itu dia, manusia bs sll bersyukur krn relasi yg indah dgn Tuhan. Dan klo aku ditanya apa yg plg ku syukuri dlm hidup ini, maka buat ku relasi dgn Tuhan dan keluarga adalah yg plg ku syukuri…

  3. Dalem…. blm nyampe kesitu kek heheheh
    Tp slah stu yg buat bahagia kalau kita Mersa cukup,, g iri sm kebhgiaan orng lain….. sukur nikmat mungkin klu kt orng bijk….. hehe

  4. Mau bilang bersyukur Lis kayak yg selama ini Edi sama aku omongin ke anak-anak (dan masih belajar mempraktekkan juga sih ihik karena teori khatam ayatnya juga ada tapi pas praktek ya masih sering belum lulus juga dududududud) , tapi kubaca rata rata komen bersyukur kau tetap giring ke relasi jadi aku ikut ajalah ahahahaha iya relasi yang baik Liiis hahahaa

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s