Abang’s Project

Setelah kemarin cerita tentang si adek, sekarang pengen cerita tentang si abang. Berhubung di sini ada hal yang sifatnya seharusnya tidak diketahui untuk umum yaitu tentang sekolahnya si abang, maka post-nya saya kunci. Kalo sebelumnya di cerita tentang si adek, post-nya saya buka karena ada point yang pengen saya share di situ yaitu tentang mengajari anak untuk lepas dari diaper dan membuat anak yang ogah mengunyah jadi mau mengunyah makanan keras. Pengalaman sebelum-sebelumnya, informasi-informasi seperti itu berguna untuk ibu-ibu yang mengalami masalah serupa. Waktu abang dulu saya pernah share juga tentang hal-hal itu, tapi sekarang kan semua post-nya udah saya kunci. Untuk post yang adek kemarin, meski terbuka tapi saya sudah lebih ngerasa aman karena semua foto sudah diberi watermark sehingga kemungkinan diambil begitu saja (dan kemudian digunakan untuk hal-hal negatif) jadi berkurang jauh.

Cerita tentang abang yang pengen ditulis sekarang adalah tentang social project dan proyek Bahasa Indonesia di sekolahnya.

Saat ini abang bersekolah di Sekolah Palembang Harapan yang mana kurikulumnya gak ngikut kurikulum nasional, salah satu prakteknya adalah di sekolah ini sering banget ngasih project untuk dikerjakan anak entahkah di rumah atau di sekolah yang mana setiap project selesai dikerjakan, anak harus bisa mempresentasikannya minimal di depan kelas. Jadi sering tuh ya anak-anak dalam kelas selesai belajar tentang suatu subject, mereka kemudian dibagikan kertas asturo trus masing-masing harus bikin poster yang isinya terserah mereka, mau tulisan atau gambar, yang penting memuat hal yang baru saja dipelajari itu. Sehabis bikin posternya, anak-anak masing-masing akan disuruh maju ke depan kelas untuk presentasi.

Keren yak?

Hehe…

Puji Tuhan deh dengan kurikulum sekolah yang kayak gitu, kan biar ngajarin kemampuan presentasi ke anak sedini mungkin dan juga untuk memupuk rasa percaya diri mereka.

Nah, beberapa minggu yang lalu, si abang dapat tugas dari sekolah untuk mata pelajaran sosial. Tugasnya adalah dia harus memilih salah satu perayaan favorit yang tidak termasuk dalam jenis family celebration. Jadi dia bebas memilih salah satu di antara perayaan yang termasuk dalam national celebration, religion celebration, traditional celebration, atau international celebration.

Setelah memilih satu perayaan favorit, anak dibantu oleh orangtua kemudian akan membuat poster menggunakan kertas asturo, di mana poster itu harus memuat 4 hal: foto/gambar perayaan, penjelasan mengenai perayaan, alat yang digunakan, kegiatan/kebiasaan dalam perayaan, serta alasan pemilihan  perayaan tersebut sebagai perayaan favorit.

Poster itu kemudian akan menjadi bahan dalam social exhibition di mana dalam exhibition yang akan dihadiri oleh orangtua murid tersebut, siswa akan mempresentasikan di hadapan orangtua mengenai perayaan yang tertuang dalam posternya.

Gak hanya itu, dalam exhibition tersebut, anak juga akan menggunakan kostum sesuai dengan perayaan yang dia pilih.

Pas tau soal project ini, saya sendiri langsung ngerasa bersemangat sekali. Karena apa? Karena ini project yang akan dikerjakan bersama orangtua, dan udah kebayang kaaann pasti seru lah kalo ngerjain kayak gini bareng-bareng. Dari mulai ngebahas perayaan apa yang mo dipilih, warna kertasnya nanti seperti apa, konsep posternya seperti apa, gambar apa aja yang mo ditampilin, dan sebagainya kemudian ngerjain posternya bersama-sama. Aakkk…pasti seru banget!

Maka mulailah kami ngebahas mengenai poster yang akan kami bikin itu.

Mulai dari memilih perayaannya. Setelah dipikir-pikir, kami akhirnya sama-sama memilih Independence Day. Alasan pertama, karena si abang punya kostum yang pas untuk itu. Inget dong, kostum yang dia pake waktu ikut Electone Festival di Batam kemarin. Alasan kedua, karena bisa dijamin kalo temen-temennya jarang atau malah gak ada yang memilih Indpendence Day sebagai perayaan favorit. Kalo bisa punya pilihan yang beda, jatuhnya kan keren dan terasa spesial, ya gak? 😀

Setelah itu kami mikirin konsep posternya seperti apa. Gak lama-lama sih mikirnya. Warna kertasnya pun udah langsung kami tentukan: merah dan putih.

Jenis perayaan dan konsep fix, saya kemudian nge-download gambar-gambar yang berkaitan dengan Hari Kemerdekaan dari Internet. Gambar-gambar itu saya edit, tambahkan bingkai serta space untuk tulisan tangan di bawah gambar, lalu saya cetak. Oh ya, semua gambar yang kami gunakan dalam poster itu, ada credit-nya saya tulis di setiap bawah gambar untuk menghargai orang/pihak yang meng-upload gambar itu ke Internet.

Setelah itu, yang kami kerjakan terakhir ya ngebikin posternya.

Adek juga ikutan heboh…hihihihi… Oh ya, kalo lagi bikin yang berkaitan dengan pekerjaan tangan kayak gini, saya harus pake sarung tangan plastik karena saya pengidap hyperhidrosis

Dan hasil akhirnya adalah kayak gini…..

Lumayan bagus kaaann?

Hehehe….

Puji Tuhan lihatnya 😘.

Itu posternya berisi mulai dari sejarah Hari Kemerdekaan, kemudian penjelasan mengenai Bendera Merah Putih yang wajib dikibarkan serta dipasang di depan rumah menyambut hari besar bangsa Indonesia itu, dilanjutkan dengan kegiatan-kegiatan yang dilangsungkan seperti penyelenggaraan permainan tradisional dan peringatan detik-detik proklamasi, kemudian diakhiri dengan penjelasan mengenai alasan memilih Hari Kemerdekaan sebagai perayaan favorit.

Narasi penjelasan dalam poster itu adalah kayak gini.

On August 17 1945, Soekarno, the first president of Indonesia proclaimed Indonesian freedom from colonialism. Since then, every August 17 we celebrate our Independence Day. This year, we will celebrate our 71st Independence Day.

There is a regulation to put up the Flag of Indonesia at the front of the house to celebrate the Independence Day. The flag is a simple bicolor red on top and white at the bottom. Red represents blood and courage, white represents spirit and purity of intent.

Independence Day is a day to be joyous and happy. Several days before August 17, people young and old start the celebrations by participating in many traditional games, such as The Marble Race, The Coin Bite, The Greased Pole Climbing Contest, Eating Crackers, The Sack Race, and many more.

On the day of August 17, Independence Proclamation commemoration is held at Independence Palace in Jakarta. Flag Ceremonies are also held at schools, government offices, and own state companies.

I choose Independence Day as my favorite celebration because I am a citizen of Indonesia and I love my country. I really thank God that my country is an independent country so I can study, play, and live in freedom. I hope that my country stay firm and get stronger.

God bless Indonesia!

Waktu poster itu dikumpulkan, kata si abang, guru dan teman-temannya surprise ngeliat posternya yang besar dan pada bilang kalo posternya bagus. Horeee!!

Nah, hari Selasa kemarin adalah jadwal Social Project Exhibition untuk kelas si abang.

Pagi-pagi si abang bangun semangat banget. Karena memang dia udah tunggu-tunggu banget saatnya dia akan ke sekolah dengan pake kostum yang saya adopsi dari kostum pak Soekarno itu, hehe…

Anak mama keren sekaliiii…. Puji Tuhan!

Jadwal exhibition-nya sendiri dari jam 07.30 sampai 08.30. Jadi kami nganterin si abang dulu trus ke kantor bentar trus ke sekolah abang lagi.

Pas kami nyampe, si abang dan teman sekelasnya udah pada nunggu di meja masing-masing yang udah diatur di auditorium. Beberapa orangtua murid juga udah terlihat hadir. Dan bener kan, udah terlihat dari kostum yang dipake anak-anak. Hanya abang saja yang memilih Indpendence Day. Selebihnya memilih Christmas dan Chinese New Year 😀

Gak berapa lama setelah kami duduk, gurunya si abang datang menghampiri kami trus bilang, minta tolong nanti setelah selesai acara salah satu dari kami mewakili orangtua murid menyampaikan kesan dan pesan. Suami nyuruh saya aja yang nanti ngomong. Katanya biar jadi contoh yang bagus untuk abang. Papanya ngomong di depan umum kan udah biasa dia lihat, tapi kalo mamanya kan jarang, jadi sekarang adalah moment yang bagus untuk dia lihat contoh dari mamanya. Ya oke deh. Siapa juga yang takut? *padahal gugup 😛 *

Setelah itu acara pun dimulai.

Ternyata anak-anak bukannya presentasi di atas panggung, melainkan di meja masing-masing di hadapan orangtua yang nantinya akan duduk di kursi di depannya, yang mana yang akan duduk di situ bukan hanya orangtuanya saja tapi juga secara bergantian dengan orangtua lain. Setiap presentasi dilakukan selama lima menit. Jika waktu selesai, gurunya akan membunyikan bel yang menandakan bahwa orangtua harus berpindah ke anak selanjutnya. Hal itu dilakukan sebanyak 4 kali. Jadi setiap anak presentasi sebanyak 4 kali dan masing-masing orangtua mendengarkan presentasi 4 orang anak. O ya, sehabis ngedengerin anak presentasi, orangtua juga harus mengisi lembar penilaian terhadap anak tersebut.

Si abang, sebelum presentasi di depan kami

Puji Tuhan, si abang presentasinya lancar.

O ya, yang dipresentasiin gak hanya tentang favorit celebration itu, tapi juga tentang family celebration yang di dalamnya ada tentang parents wedding day, baby birth, sama birthday. Itu bahan presentasinya ternyata dibikin sendiri oleh si abang di sekolah, foto-fotonya (foto nikahan kami, foto waktu dia lahir, dan foto ulangtahunnya) memang saya yang cetakin tapi trus dibawa ke sekolah dan dia bikin sendiri bahannya di sekolah.

Waktu saya pindah ke anak yang lain, saya sempat juga ngelirik si abang yang lagi presentasi di depan orangtua lain. Puji Tuhan dia tetap terlihat percaya diri dan waktu ditanya-tanya dia juga menjawab dengan lugas.

Selesai dengan sesi presentasi, semua anak maju ke depan panggung untuk mempersembahkan nyanyian dan tarian.

Pas lagu yang terakhir itu, yang untuk orangtua, saya terharuuu…sampe menitikkan air mata….huhuhuhuhu…. Apalagi si abang pun waktu nyanyi itu bolak balik ngeliat saya dan papanya. Tambah pengen mewek deh saya T__T

Sehabis anak-anak nyanyi, maka giliran saya untuk maju dan menyampaikan kesan dan pesan.

Puji Tuhan, anaknya lancar bawain presentasi, mamanya juga lancar ngomong di depan guru, kepala sekolah, dan orangtua yang hadir saat itu…cihuuuyy…!

Foto bareng para mama yang hadir saat itu. Sebagian aja sih ini, sebagiannya lagi udah keburu pulang

Anyway, selesai dengan project tentang celebration day itu, ternyata minggu ini abang ada project lagi yang buat dikerjain di rumah. Project kali ini adalah Bahasa Indonesia yaitu tentang kebersihan diri.

Di project kali ini si abang lagi-lagi harus bikin poster. Bedanya kali ini jumlah gambar sudah ditentukan yaitu lima buah gambar yang mana semua gambar di dalam poster haruslah gambar siswa sendiri 😀

Kalo untuk yang satu ini sih bikinnya lebih gampang ya. Abang saya foto-foto, lalu fotonya saya edit dengan menambahkan frame dan space untuk tulisan tangan di bawah foto. Jadi nanti di bawah foto itu akan dijelaskan mengenai aktivitas membersihkan diri yang sedang dilakukan di dalam foto, alat apa aja yang digunakan, serta kegunaan dari alat-alat kebersihan tersebut.

Di rumah, udah biasa kalo ketika abang sibuk, maka si adek pun harus ikutan sibuk. Dia kan prinsipnya harus setara dan sederajat dengan abang 😆

Ngerjain project seperti ini, walopun hanya poster sederhana, tapi terus terang bikin saya ikutan bersemangat. Hepi aja bisa seperti mengulang kembali masa sekolah dulu yang rajin ikutan bikin majalah dinding..hehehe… Harapannya semoga yang kayak gini bisa sering ada, karena beneran, asik deh ngerjainnya. Dan harapannya juga, semoga dalam satu semester bisa beberapa kali diadakan acara presentasi di depan orangtua supaya anak-anak semakin terlatih keberaniannya 😀

PS:

Saya mo tampilin video saya speech selesai exhibition itu. Tapi ternyata videonya ada di hp pak suami dan kelupaan dikirim ke saya -__-“

 

 

 

 

 

 

8 respons untuk ‘Abang’s Project

  1. Keren euy posternya, dan bener mengingatkan jaman2 bikin mading hihihi…
    Jadi kmrn smpt liat foto abang pkai jas presiden tnyta utk acra ini to, aku kira latepost jaman lomba electone.
    Aku tunggu video mamma yg lagi ngasih sambutan he…

  2. kereeennya… senangnya punya mama kreatip.
    abang kelihatannya udah gede banget yaa, pipinya udah ga chubby lagi 😀
    itu tulisan namanya raja sendiri yang nulis yaa lis ? udah bagus banget yaa tulisannya
    salut deh, mamanya bisa speech tanpa persiapan, kl aku yang disuruh pasti langsung gemetar ga karu2an wkwkwkwk

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s