Di PTC dan Di OPI

Pengen cerita tentang kegiatan musik si abang nih. Tanggal 13 Desember lalu dia ikutan dalam Swara Indah Music Christmas Concert di PTC Mall. Di situ dia bawain dua lagu, Cookie Boogie sama Jingle Bells.

Sebelum berangkat, latihan bentar dulu di rumah
Atrium PTC Mall

Lagu Jingle Bells-nya pake iringan musik yang diputer dari electone. Sayang waktu itu sound system kurang bagus pengaturannya, jadi si abang kurang gitu denger waktu musik pengiring mulai diputar hingga bikin dia agak ketinggalan mainnya. Tapi gak apa lah, tetep gak ngurangin rasa bangga kami ke dia kok..hehe…

Selesai maen, sebelum pulang singgah makan dulu

Harusnya tanggal 20 Desember si abang ikutan konser lagi di Palembang Icon Mall, tapi waktu itu kan ceritanya kami udah cabut ke Manado, jadilah si abang batal ikutan tampil di situ 😀

Nah, tanggal 30 Januari yang baru lalu, sekolah musiknya kembali ngadain konser di mall. Kali ini di OPI Mall yang berlokasi di Jakabaring yang mana saat itu sedang ada acara pembukaan Carrefour Transmart di mall tersebut.

Dalam konser kali ini, si abang dijadwalin tampil sebanyak 3 kali. Pertama bareng temen-temennya (musical ensemble) di mana si abang akan pegang piano, kedua solo di mana dia akan bermain piano dan membawakan lagu With Colors Flying, dan ketiga ensemble lagi dan kali ini si abang akan pegang electone.

Tema bajunya yang cowok item, yang cewek merah. Cuma si abang yang pake jas…hihihihihi….ini soalnya dia gak punya kaos ato kemeja item, adanya jas item, ya udah saya pakein jas aja 😀
Foto bareng siswa-siswa Swara Indah lainnya yang mo ikut tampil dalam konser kali ini
Bareng temen-temennya yang main ensemble sesi pertama

Untuk lagu yang mo dibawain solo kali ini, With Colors Flying, sebenarnya agak susah ya lagunya karena temponya cepat dan pindah-pindah pula (aih…apa ya istilahnya dalam musik untuk yang pindah-pindah kayak gini, saya gak ngerti…hihihihi). Terlebih lagi, itu bukan lagu yang diajari baik di Piano Forte maupun di kelas JXC. Guru musiknya, miss Mira, hanya nantangin si abang aja, bisa gak bawain lagu itu? Hehehe…. Jadilah si abang harus berlatih cukup keras untuk bisa mainin lagu With Colors Flying itu dan setiap kali latihan, dia pasti ada salahnya, pasti ada yang bikin dia tersendat di tengah-tengah lagu yang kadang bikin dia kesel…hihihihi…kasian liatnya. Gak heran kalo sebenarnya dia rada gugup saat udah dekat waktunya tampil. Saya liat dia di bawah panggung sebelum namanya dipanggil, berkali-kali dia mengepalkan tangan di depan dada sambil mulutnya terlihat bilang, “I can do it… I can do it!”

😀 😀 😀

Si bocah rupanya sedang menyemangati dan meyakinkan dirinya sendiri. Saya dan papanya yang liat rasanya seneng, gak perkara buat kami apakah dia akan main lancar ataukah tidak, yang terpenting adalah dia udah berusaha yang terbaik untuk menjawab tantangan gurunya dan kemudian saat dia gugup (dan mungkin sebenarnya ada rasa ragu juga) dia lebih memilih ngambil sikap menyemangati dirinya sendiri. Puji Tuhan banget liatnya.

Dan hasil tampilnya gimana?

Liat sendiri di video ini yaaa….

Puji Tuhan banget kan pemirsaaa… Meski sempat ada insiden dia salah pilih piano (mungkin karena agak gugup dan karena sebelumnya waktu ensemble dia pegang piano itu), tapi dia bisa bawain lagu itu dengan cukup lancar dan cuma agak meleset di bagian akhir. Sudah gitu kami juga seneng liat karena dia sambil main sambil goyang-goyang, tanda kalo dia ikut menikmati lagu yang dia bawain sendiri. Ah, puji Tuhan, kami juga ikut legaaaa dan feel so proud to him!

Selesai main piano itu, si abang tampil sekali lagi bareng temen-temennya dan setelah sekian sesi lewat dengan berbagai macam sajian musik mulai dari piano, electone, vokal, band, dan sebagainya, acara malam itu pun ditutup.

Sebagian keluarga besar Swara Indah Music Group

Selesai acara itu, kami singgah makan di Espresso & Co yang letaknya persis di samping atrium OPI Mall.

Malam itu kami bahagia sekali.

Bukan hanya karena si abang yang berhasil tampil dengan baik, tapi juga karena kami melihat kemampuan dia bermusik yang semakin ada progress-nya.

Dia lahir dari orangtua yang gak ngerti musik, saya bahkan sudah ikut tes dan ternyata masuk kategori tone deaf (buta nada) gak heran kalo suara yang keluar dari mulut saya selalu fals saat bernyanyi. Tapi puji Tuhan, dia (dan mari diamini agar adeknya juga) diberikan talenta bermusik oleh Tuhan yang mana talenta itu bisa kami lihat setelah dia kami masukin ke sekolah musik sejak kurang lebih 4 tahun yang lalu.

Andaikan dulu itu kami tidak memasukkan dia ke sekolah musik, mungkin sampai sekarang talentanya itu tidak bisa kami lihat.

Itulah sebabnya, saya selalu nganjurin teman-teman untuk tidak ragu mendaftarkan anak berusia di bawah 5 tahun ke sekolah musik meskipun kita sebagai orangtua ngerasa tidak punya kemampuan dalam bermusik dan mungkin berpikir bahwa bakat bermusik itu sifatnya hanya ‘diturunkan’ saja. Percayalah, sebenarnya setiap manusia, siapapun dia, mau anak musikus terkenal atau hanya anak karyawan kantoran yang di mata orang lain ‘bukan siapa-siapa’, telah terlahir dengan kemampuan menginterpretasikan musik, karena itu gak heran kan kalo balita pun udah bisa joged-joged begitu denger lagu. Dan btw, saya memang tone deaf, tapi saya punya bakat menginterpretasikan musik lewat tarian dan saya belajar balet dari sejak usia dini. Sekarang yang jadi penting adalah bagaimana mengeksplorasi kemudian mengembangkan kemampuan serta minat bermusik yang udah ada sejak lahir itu dan usia paling mudah untuk melakukannya adalah usia di bawah 5 tahun.

Gak hanya kemampuan lho, minat juga penting banget.

Kalo anak gak minat, meski bapak ato ibunya jago maen piano sekalipun ya tetep aja sulit untuk dikembangkan kemampuannya dan kalo minat udah gak ada tetapi terus dipaksa untuk belajar, maka manfaat baik yang harusnya diterima anak lewat musik justru akan berbalik menjadi dampak negatif.

Gimana caranya supaya anak jadi berminat? Ya itu dia tadi, sedari kecil sudah diajari musik dan biarkan musik betul-betul jadi bagian kesehariannya yang sulit dia lepaskan. Kalo yang orangtuanya pinter bermusik memang jadinya lebih mudah karena anak-anak dari orangtua pemusik cenderung tumbuh dalam lingkungan di mana bapak ato ibunya sering memainkan musik di rumah. Sementara kalo untuk orangtua seperti kami yang gak bisa memainkan satupun jenis instrumen, maka cara paling ampuh dan mudah yang bisa diambil adalah memasukkan anak ke sekolah musik.

Kami pilih Yamaha, karena jenjang pendidikan musiknya jelas serta terarah. Selain itu, unggulnya lagi, untuk pendidikan musik usia dini (Music Fantasy, Music Wonderland, dan Junior Music Course), di Yamaha mengharuskan keterlibatan orangtua yang bertujuan agar baik orangtua maupun anak bisa sama-sama menikmati musik yang mana ini berdampak pada perkembangan minat musik anak selanjutnya. #IniBukanIklanYamahaLhoYaaaa

Trus kalo ada yang tanya, memang penting ya manfaat musik itu. Kalo buat saya sih, hal itu penting pake banget! Selain dari manfaat yang dijabarin di sini, saya sendiri berpikir kalo musik itu penting untuk menyeimbangkan aktivitas anak di sekolah biar gak gampang stress dengan berbagai tekanan dan tuntutan pendidikan 🙂

 

Iklan

21 thoughts on “Di PTC dan Di OPI

  1. Abangggg always make mamapapanya proud ya. Good job bang! Si kakak G sempat les piano di purwacaraka da 3 bulan trus sekarang lagi off karena rasanya percuma krna kami belom jadi2 beli piano or sekedar organ-keyboard…hihihi…semoga adeknya juga ikut abang ya

  2. ikutan bangga deh sm abang raja. maen piano itu salah satu impianku yg tdk tercapai,hiks, makanya pgn salah satu anakq bisa maen piano.tp kadang bingung sendiri mulai dari umur brp.dan gmn taunya dia minat apa enggak.

    1. Kalo di yamaha dari sejak usia 2 tahunan udah ada kelasnya, tapi di usia 2 – 5 gitu memang belum yang bener2 pegang alat musik krn tujuannya bikin anak berminat dulu sama musik. Biasanya wkt usia 5 tahunan gitu di kelas udah keliatan anaknya minat ato gak. Usia 6 thn ke atas baru deh bener2 belajar maen alat musik

  3. Raja dah ganteng makin ganteng bs main piano, klo makin gede makin jago main pianonya.. siap2 emaknya bantu terima td tangan dari para fans.. hahahahaha… Good Job Raja.. 🙂

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s