The Other Christmas Gift

Tadi pagi, saya nonton sebuah video tentang anak-anak dengan ekonomi kurang di Metro Atlanta yang diwawancarai tentang hadiah Natal yang mereka inginkan dan yang orangtua mereka inginkan. Ada yang bilang pengen laptop, barbie house, lego, dan sebagainya. Dan mereka juga bisa jawab apa yang orangtua mereka inginkan, ada yang orangtuanya pengen perhiasan, TV, coffee maker, dan sebagainya. Surprisingly, dua hari setelah wawancara itu mereka diberikan dua hadiah. Satu sesuai dengan yang mereka inginkan, dan satunya lagi sesuai dengan yang orangtua mereka inginkan.

Happy?

Ya tentu banget. Mereka bahagia banget.

Tapi yang bikin mereka terpaksa menahan kebahagiaan itu, karena ternyata mereka hanya bisa memilih satu hadiah saja. Untuk mereka. Atau untuk orangtua mereka.

Apa pilihan mereka?

Yuk yang belom nonton, silakan nonton videonya di bawah ini….

Video ini sukses bikin air mata saya meleleh. Terharuuuu banget dengan kebaikan hati anak-anak itu. Itu pasti karena mereka dibesarkan dengan baik dan penuh cinta, hingga mereka lebih mementingkan orang yang mereka sayang ketimbang diri mereka sendiri.

Terharu. Bener-bener terharu saya.

Dari keterangan yang saya dapat pada komentar di bawah video itu, sekitar 80% anak memang benar memilih hadiah untuk orangtua mereka. Itu artinya ada 20% anak yang memilih hadiah untuk diri mereka sendiri. Tak apa. Itu sama sekali tak mengurangi makna, bahwa masih banyak anak-anak manis yang tak hanya memikirkan diri mereka sendiri dan benar-benar mencintai orangtua mereka.

Ngeliat video itu bikin saya bahagia sekaligus berpikir bagaimana dengan anak saya, terutama si abang yang udah masuk di usia yang bisa ngerti.

Gara-gara itu, saya pun jadi iseng. Pas tadi lagi ngebungkusin kado untuk dikirimkan ke keponakan di Medan dan Jakarta, si abang yang sedang duduk di lantai, saya beri pertanyaan seandainya dia diberikan kado Lego Thomas (yang saya tau dipengeninnya setengah mati), dia bakal bahagiaย gak? Si abang jawab, tentu saja dia bakal bahagiaaa luar biasa.

Trus saya lanjutin pertanyaan saya, jika seandainya orang yang ngasih dia Lego Thomas itu juga ngasih ke dia oven gede yang saya idam-idamkan tapi hanya membolehkan dia memilih satu hadiah saja, Lego Thomas atau oven besar untuk mama, dia bakal pilih yang mana?

Si abang sejenak diam, trus nanya lagi, “I can only chooseย one?”

Saya mengangguk.

Dia pun diam lagi, nampak berpikir, trus gak berapa lama dia bersuara, “Well, it’s gonna be so wonderful if I can have Lego Thomas and I will be so happy to have that, but I think I will choose oven for you because I know that will make you happy……

Dan saya pun tersenyum. Bahagia campur haru.

Iya, saya tau, ini memang hanya pengandaian saja. Tapi kata-kata si abang tadi sudah merupakan jawaban untuk saya tentang bagaimana hatinya. Ah, saya sebenarnya selalu tau kalo si abang bukan anak yang hanya mementingkan keinginan diri dia sendiri saja. Dia punya hati yang luas untuk mengasihi dan memperhatikan orang lain. Tak heran kalau di school report card-nya yang baru saya terima tadi siang, note penting yang gurunya tulis adalah tentang bagaimana kebahagiaan gurunya memiliki si abang dalam kelas yang selalu mau membantu teman-temannya dalam belajar serta memberikan saran yang baik untuk teman-temannya itu. Hal lain yang bikin saya salut juga ke si abang, adalah karena dia jauh sekali dari sikap sombong. Dia gak pernah lho ngasih tau sama temennya tentang kemampuan-kemampuan yang dia punya. Beberapa temannya ikutan Kumon juga tapi si abang sama sekali gak pernah kasih tau dia udah nyampe di level berapa padahal teman-temannya udah pasti masih berada di level di bawah dia (tau karena kan kalo levelnya sama dengan si abang, mereka pasti juga diundang dalam event tahunan Kumon Advance Student Forum). Pernah saya tanya kenapa dia gak pernah kasih tau. Jawaban si abang? Dia ngerasa mereka gak perlu tau sehingga itu jadi hal yang gak perlu diomongin…hehehe…

Duh abang, terima kasih Tuhan karena abang selalu mau jadi anak yang punya kasih dan kebaikan hati seperti itu. Tetaplah seperti itu ya nak, karena dunia yang semakin jahat ini semakin butuh orang yang punya kasih seperti itu… Love you..love you so much, nak!

Iklan

30 thoughts on “The Other Christmas Gift

  1. Satu sesuai dengan yang mereka inginkan, dan satunya lagi sesuai dengan yang mereka inginkan.–> mba maksudnya yang satu lagi yang sesuai dengan orang tua mereka inginkan kali yah

    Duh merembes mili banget nontonnya, anak2 ya emang punya kebaikan hati yang luar biasa .

  2. Terharu juga baca jawabannya abang. Semoga semakin bertambah pinter dan hikmatnya ya bang. Hebat mama papanya juga. Pasti ini si abang niru yang dilakukan ortunya ๐Ÿ™‚

  3. Hi Mbak, salam kenal ya, biasanya hanya jadi silent reader ๐Ÿ˜€
    Pasti senang ya punya anak yang thoughtful seperti si abang ๐Ÿ™‚
    Semoga selalu baik hati ya abang

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s