Mengajari Logika Pemrograman Pada Anak

Sebagai seorang programmer, saya sebenarnya gak punya niatan untuk mengajari anak-anak saya pemrograman sejak dini. Buat saya pemrograman itu adalah tentang minat dan merupakan sesuatu yang bisa dipelajari kelak ketika mereka memang telah memiliki minat untuk itu. Itulah sebabnya mengapa saya bahkan gak berpikiran untuk mengenalkan dunia pemrograman pada anak-anak saya.

Tapi ternyata si abang yang tau persis kalo kerjaan mamanya itu adalah membuat aplikasi dan sering sekali melihat mamanya berurusan dengan bahasa pemrograman, akhirnya kemudian mulai minta agar diajarin pemrograman. Awalnya mintanya hanya sekedar aja, saya juga cuma jawab males-malesan sekedarnya, “Later, ok?”

Tapi kemudian ketika yang ‘later‘ itu gak kunjung tiba, dia pun mulai meminta dengan cara mendesak. Puncaknya pas dia lagi ikut saya ke kantor sehabis les piano. Itu dia mendesaknya bukan main deh, saya sampe gak bisa ngapa-ngapain karena dia terus-menerus minta diajarin pemrograman. Anak-anak di kantor sampe ngetawain saya yang tak berdaya dapat desakan terus dari si abang.

Sebenarnya saya tuh bukannya males ngajarin dia ya. Saya hanya bingung aja harus mulai dari mana ngajarinnya, mengingat anak ini tuh masih terlalu kecil. Saya tau memang kalo saya harus mulai dari logika pemrograman. Tapi bagaimana caranya? Gimana cara yang mudah untuk saya bisa jelasin ke dia tentang flow, procedure, loop, dan sebagainya? Ok, saya dulu memang pernah ngajar pemrograman. Tapi dulu itu kan saya ngajarin para mahasiswa yang memang udah sepantasnya bisa ngerti. Lah ini ngajarin anak SD kelas 1, darimana saya harus mulai?

Tapi meski saya masih bingung, saya tau saya gak bisa menghindar dari permintaan si abang. Akhirnya saya coba nyari artikel di internet tentang bagaimana mengajari logika pemrograman untuk anak.

O iya, mempelajari logika pemrograman ini merupakan hal yang paling penting. Kalo logika pemrograman kita udah jalan, maka mo belajar bahasa apapun tak akan terlalu menemui masalah, paling tinggal menyesuaikan aja karena bahasa pemrograman itu cenderung berbedanya di grammar-nya saja.

Dan o iya lagi, meski sekarang ini dunia pemrograman sudah ‘dikuasai’ oleh pemrograman berorientasi objek (yang sebenarnya gak ada satu pun yang full objek juga 😛 ), tapi tetap menurut saya untuk belajar pemrograman harus dimulai dari pemrograman prosedural dulu. Kenapa? Karena sebenarnya method dalam OOP (object oriented programming) adalah bentuk dari pemrograman prosedural juga.

Maka dari itu, saya mau mulai dari mengajari si abang konsep penting tentang pemrograman bahwa pemrograman adalah tentang bagaimana kita menyuruh komputer melakukan langkah-langkah tertentu (prosedural) untuk menyelesaikan suatu tugas. Itu sama halnya seperti dia melakukan operasi matematika, selalu ada step-by-step yang harus dilakukan.

Selanjutnya, kalau dia sudah paham itu, saya mau maju ke memperkenalkan ke si abang pemberian perintah yang menghasilkan alur (flow) serta penggunaan prosedur.

Dan sampai di sini saya bingung.

Gimana caranya???

Puji Tuhan, dari hasil pencarian di Internet, saya ketemu lah dengan games Lightbot – Code Hour yang bertujuan memperkenalkan dasar pemrograman kepada anak yang belum memiliki pengalaman pemrograman sama sekali. Pada dasarnya Lightbot adalah permainan puzzle pemrograman yang mana anak diajak memberikan perintah pada sebuah robot yang hendak menjalankan tugas menyalakan lampu pada lantai. Games ini terlihat sederhana, tapi bener-bener merangsang anak untuk mengerahkan kemampuan logikanya untuk menyelesaikan seluruh level dalam waktu 1 jam!

image

image

image

image

Games ini juga lumayan komplit mengajari anak logika pemrograman mulai dari flow, procedure, hingga loop. Satu hal yang saya suka, games ini gak pernah bilang kalo yang dibikin oleh anak itu salah, anak akan tau yang dia bikin itu salah atau benar ya setelah langkah-langkah perintah yang diberikan olehnya dieksekusi. Kalo salah tentu aja tugas si robot tak akan terselesaikan. Sama persis kan dengan cara kerja programmer, taunya kalo codingnya salah setelah aplikasi dieksekusi dan ternyata hasilnya tak sesuai dengan yang diharapkan..hehehehe…. Trus lagi, games ini mengajari anak menggunakan logika yang lebih efektif, karena sebenarnya memang banyak jalan menuju Roma, tapi kan ada dong jalan yang lebih efektif dan lebih efisien untuk ke sana. Gitu juga dalam pemrograman, kita harus mikir mana yang lebih singkat tapi efektif supaya kode programnya gak kepanjangan, mudah dipelihara, sekaligus gak memberatkan aplikasinya nanti.

Puji Tuhan, si abang seneng banget sama games ini dan meski dia masih belum bisa menyelesaikan seluruh level dalam waktu 1 jam (orang gede aja belom tentu lho bisa nyelesaikan semua dalam waktu 1 jam 😛 ), tapi dia cukup have fun dengan games ini dan keliatan banget kalo dia mulai memahami dan menggunakan logika pemrogramannya. Tar kalo si abang udah betul-betul paham dengan dasar pemrograman ini, baru saya akan mulai memperkenalkan bahasa pemrograman untuk dia. Yang seneng sama games ini gak cuma si abang aja sih, saya juga seneng karena paling gak sudah ada langkah yang bisa saya buat untuk memenuhi keingintahuan si abang tentang pemrograman, ya daripada dapat desakan terus sama dia kan ya, paling gak untuk sementara ini biarkan lah dia belajar dasar pemrograman sendiri lewat games ini…hehehe… Dan o iya, sebenarnya yang bisa have fun dengan games ini gak cuma anak kecil kok, orang gede juga bisa lumayan tertantang dengan permainan ini 🙂

Puji Tuhan ya pemirsa, dunia jaman sekarang ini memang amat sangat memudahkan. Persoalan ngajarin anak yang kayak gini aja pun udah banyak artikel dan tools-nya yang bisa digunakan dengan gratis dan mudah. Betul-betul deh, udah jaman praktis banget sekarang ini, tinggal gimana pinter-pinternya aja memanfaatkan yang baik-baik sehingga dampak buruknya bisa terhindari 🙂

Iklan

35 thoughts on “Mengajari Logika Pemrograman Pada Anak

  1. Wah abang pinter ya Lis langsung klik sama gamenya. Thanks for info gamenya. Aku langsung meluncur nyari.
    Andaikan game ini aku tahu dari dulu, ga akan jelek nilai komputasiku haha. Dulu bencii banget sama komputasi. Ehh sampai sekarang ternyata ga jauh2 dari coding mengcoding kalo lagi ngerjain project.

  2. Perutku langsung bergolak ketendang2 begitu membaca tulisanmu ini. Luar biasa kalian para programmer! (dan anak Teknik pada umumnya, hahaha). Enak dong klo Abang sdh menunjukkan ketertarikan. Sahabat Abi ada yg sejak SMP sukanya bikin game. Bikin ya, bukan sekedar playing. Sementara anak SMP lain cm bs playing computer games, he was already creating some. Kuliah sampe S3 di Sinjepoh trs sekarang kerja di Google. Who knows Abang juga ternyata minat dan bakatnya di bidang ini. Asik kan, didukung Mamma nya….

  3. Waah.. Keren yah jadi programmer. Dari dulu gue salut banget sama programmer. Ngeliat temen gue yang programmer, Kalo udah duduk depan laptop, bisa sampe lupa makan minum tidur. Hahaha

    1. Pas liat spam, ada komentar ini. Namanya ngingetin saya pada seorang programmer yang saya kenal bertahun2 yang lalu 🙂

      Memang, programming itu bikin lupa segalanya. Lupa makan. Lupa tidur. Hampir sama dengan kalo nonton drama Korea..hehehe

  4. Hai Mbak.. Aku baca postingan ini jadi inget mata kuliah Algoritma Pemrograman hihihi, jaman dulu dikenalinnya pake logika ngupas kentang.. :)) Sekarang udah keren ya, ada model game kaya begitu..

  5. aku gaptek Lis baca begini aku mangap mangap aja padahal Raja ngerjainnya sambil ketawa ketawa kan ahahaha. Katanya siapa ya aku lupa baca di mana, anak-anak itu malah gampang diajarin apa-apa karena logika mereka jalannya masih bagus belum kepolusi banyak hal macam orang dewasa ihik

    1. Iya memang ya Ndang, anak2 cepet belajar karena otak mereka belum penuh kayak kita2 gini..yang mikirin duit lah, orang tua lah, mertua lah, suami lah, anak-anak, kerjaan, dan belum lagi drama dalam pergaulan…aiishh…gak heran kalo otak kita suka hang..hihihihi

  6. wah, anak nya si mba hebat kecil2 udah ada bakat ngoding…saya aja yang jebolan informatika malah mlipir dari dunia percodingan, cukup jadi tester aja hahahha

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s