Serendipity

Penemuan kebetulan.

Kebetulan yang menyenangkan.

Pernah gak ngalamin ini dalam hidup? Pasti pernah lah ya… Karena sebenarnya hampir semua hal dalam hidup ini memiliki makna. Meski itu adalah sesuatu yang bagi kita hanyalah ‘kebetulan’, tapi karena Tuhan selalu punya andil dalam segala hal yang terjadi dalam hidup, maka yang kebetulan itu sebenarnya tak hanya sekedar kebetulan semata namun merupakan bagian dari rencana Tuhan dalam hidup ini. Tak jarang, hal-hal yang tiba-tiba terjadi kita anggap sebagai suatu kesialan, tapi seiring waktu kita kemudian melihat, ada rencana yang indah di balik kesialan itu.

Saya juga beberapa kali mengalami serendipity ini. Hal-hal kebetulan yang tidak direncanakan sebelumnya, tapi ternyata punya makna yang menyenangkan dalam hidup saya. Mungkin sebenarnya ada banyak, tapi saya mau cerita di sini beberapa hal yang saya ingat.

Luka di tangan akibat ulah rampok

Saya pernah cerita di blog ini tentang saya yang dulu pernah dirampok di jalan dan kemudian tangan saya kena tusuk pisau si perampok. Waktu itu rasanya takut dan sedih banget. Luka di tangan kiri yang kemudian dijahit juga bikin sedih karena meninggalkan bekas yang kentara banget. Sebagai cewek, saya gak suka dengan bekas luka di bagian tubuh manapun, apalagi di tempat yang keliatan banget. Tapi apa daya, waktu itu luka ini dijahit tanpa memperhatikan estetika, jadilah kemudian bekas jahitannya terpampang nyata dan cukup mengganggu pemandangan, paling tidak berdasarkan pemandangan saya sendiri.

Tapi saya tak pernah menyangka bahwa bekas luka yang tidak saya sukai itu, ternyata memiliki bentuk dan letak yang sama persis dengan yang dimiliki oleh orang yang jadi suami saya sekarang. Dia juga punya bekas luka yang sama akibat kenakalan masa kecil.

Tampak seperti kebetulan banget kan. Tapi itu menyenangkan sekali, menunjukkan betapa kami berdua memang berjodoh. Bekas luka aja bisa sama persis gitu…hahahaha….

Gak hanya itu, luka itu juga punya makna yang amat sangat dalam bagi kami…cieee..cieeee…di bagian ini hati rasanya jadi berbunga-bunga….hehehehe…

Kenapa?

Karena saat saya terluka itu, dia begitu takut dan khawatir, hingga membuat dia sadar bahwa dia memang gak bisa sama sekali kehilangan saya. Meski saat itu kami berdua masih tidak tau bagaimana cara menyatukan budaya di antara kami, tapi dia tanpa ragu lagi menyatakan pada mama saya, yang waktu itu datang jauh-jauh menjenguk dari Manado, keinginannya untuk menikahi saya…asiiikkk….

Ah, inget masa-masa itu jadi pengen pajang foto semasa pacaran aaahhh….

Waktu baru jadian dulu….foto di photobox..hihihihi…
Ini juga foto waktu pacaran, kali ini fotonya di studio foto… Kejadian saya kena rampok trus kena tusuk terjadi kurang lebih sebulan setelah kami berfoto ini
Ini juga foto masa pacaran. Bedanya dengan yang di atas, pacaran yang ini setelah sudah berstatus punya dua anak…ahahahahaha…. papa dan mama masih boleh dong pacaran, ya gak? 😛

Nomor kendaraan

Beda dengan kebanyakan orang, suami saya hingga hari ini tidak pernah memesan nomor kendaraan di kepolisian. Saya tau alasannya kenapa. Itu pasti karena buat dia, kendaraan adalah barang sementara. Usianya paling tinggi 3 tahun udah bakal dijual lagi. Akan terus begitu, sampai dia bisa punya kendaraan yang memang dia pengen bisa dia miliki, alias mobil impian dia.

Dihitung-hitung, selama kami menikah, hingga kini kami sudah 6 kali beli mobil (2 di antaranya mobil second) dan sekali beli motor yang dulu untuk operasional pak supir. Dan memang benar, semua kendaraan itu tak ada yang usianya lebih dari tiga tahun. Baik Miss Bahenol, Lady Vanzie, si Atoz (yang ini usianya cuma sekitar 3 bulan, jadi gak sempat dinamain 😛 ), Missus Goldie, Sir Terry, juga si motor, tak ada satu pun yang usianya melebihi 3 tahun. Si Earl Grey juga, mobil kami yang terakhir dan yang masih dipake sampe sekarang, usianya masih setahun lebih, tapi suami nampaknya udah mulai ambil ancang-ancang untuk menggantinya tahun depan.

Karena hanya sementara itulah, makanya suami gak pernah ada keinginan memesan nomor plat kendaraan yang angka dan hurufnya ada kaitannya dengan kami. Saya sendiri sih ngikut pak suami aja lah dan memang dalam hati juga pengennya punya kendaraan dengan nomor plat “1 KA” kalo udah punya mobil kayak gini….

Sumber gambar dari sini

Eaaa….mari ngayal….hahahahaha…

Tapi siapa yang sangka ya, kalo ternyata nomor kendaraan si Earl Grey berkaitan banget dengan saya (tapi maaf ya, gak bisa pajang di sini nomor kendaraan yang masih kami pake itu). Suami yang pertama nerima plat kendaraan dari kepolisian sampe kaget. Lho, kok nomornya bisa pas gini? Hehehehe…. Yah, mungkin itulah yang namanya jodoh ya. Padahal gak direncanain, gak diminta, gak dipesan, tapi kok pas banget angkanya menunjuk ke salah satu tanggal penting dalam hidup saya. Tak heran kalo kemudian saya ngerasa ada bonding dengan si Earl Grey, rasanya sayaaangg banget sama dia, sampe ada rasa sedih sebenarnya waktu suami bilang tahun depan pengen ganti si Earl Grey dengan yang laen.

Me and my Earl Grey

Yah gak tau deh, sampai kapan saya dan si Earl Grey akan berjodoh. Yang pasti semoga kalo pun nanti jodoh kami putus di tengah jalan, Earl Grey akan menemukan pemilik yang mencintai dan menyayangi dia apa adanya, seperti saya….hihihihi….

Warna pada aksen di dinding luar rumah

Yang namanya jodoh, itu biasanya ada tandanya atau ada sesuatu yang bikin kita ngerasa, “wah…pas banget ya…”. Dan lagi-lagi hal itu terjadi ketika kami untuk pertama kalinya melihat-lihat rumah kami yang sekarang. Semua terasa pas, ya desainnya, ya jumlah ruangannya, ya lokasinya, semuanya pas. Bahkan sampai pada warna aksen di dinding luar pun terasa amat sangat pas.

Kenapa? Karena warnanya hijau.

Kenapa warna hijau itu begitu pas? Karena hijau adalah warna favorit si abang.

Di rumah kami yang lama, ruang aktivitas si abang sampe dicat warna hijau semua ya karena itu, karena si abang sukaa banget sama warna hijau. Dan mungkin pembaca lama blog ini ada yang masih ingat dengan cerita saya tentang si abang yang gak rela kalo rumah lama kami dijual, padahal waktu itu kami udah deal untuk membeli rumah yang sekarang ini. Waktu itu si abang bener-bener berkeras agar rumahnya gak dijual dan dia pun sempat lho gak mau pindah ke rumah yang sekarang ini.

Tapi puji Tuhan banget, si abang akhirnya mau mengerti dan menerima juga kalo rumah yang baru akan lebih baik daripada rumah yang lama. Dan salah satu hal yang membantu kami membujuk si abang adalah aksen warna hijau pada dinding luar rumah itu.

Kami bilang ke si abang kalo rumah yang akan kami tempati nanti memang disiapin Tuhan untuk dia, makanya dindingnya ada yang warna hijau gitu, karena Tuhan tau kalo dia suka sama warna hijau…hehe… Puji Tuhan, kami kemudian bisa pindah rumah tanpa ada drama lagi 😀

Our home sweet home!

Ah, memang kalo sudah jodoh, semua bakal terasa pas bahkan hal yang tampak ‘kebetulan’ saja pun menjadi seperti sudah dipersiapkan sebelumnya 🙂

Nama ketiga jagoan

Mungkin yang baca blog ini udah tau, kalo kedua anak kami memiliki inisial nama yang sama, yaitu RJT-S.

Gak hanya inisialnya, tapi arti keduanya pun mengandung makna yang hampir sama.

Tapi kalo soal inisial, soal arti, itu memang kami rencanakan. Namun yang tidak kami rencanakan sebelumnya, adalah jumlah karakter nama mereka berdua. Waktu bikin nama si adek, kami sama sekali gak mikirin soal jumlah karakter. Setelah namanya udah jadi pun, kami merasa puas karena inisialnya dan artinya pun mirip. Sampai kemudian pada akhirnya kami sadar bahwa kemiripan nama mereka berdua tidak hanya sampai di situ, tetapi total jumlah karakter nama mereka pun sama! Lebih mengejutkan lagi, ternyata jumlah karakter nama mereka berdua juga sama dengan jumlah karakter nama pak suami. Heran deh, kok bisa pas banget gitu ya? Ah, mereka bertiga memang berjodoh banget untuk jadi bapak-anak serta abang-adek. Dan yang pasti juga, mereka bertiga sangat berjodoh dengan saya…hehehehe

Tiga jagoan mama!

================================

Itulah pemirsa, empat hal yang bisa dibilang serendipity di hidup saya. Sebenarnya termasuk hal-hal kecil semua ya, tapi kalo udah diingat-ingat kayak gini, rasanya jadi bahagia dan bersyukuuurr banget karena ‘kebetulan-kebetulan yang menyenangkan’ itu pernah terjadi  di hidup saya 🙂

Iklan

28 thoughts on “Serendipity

  1. Saya suka dengan kebetulan tentang luka kalian berdua yang mirip. Nggak tahu mengapa saya kok merasa kebetulan tersebut akan membawa keberuntungan #SokTahuDeh ha ha ha….

  2. Seperti potongan lukisan yang disatukan ya Jeng, masing2 pas penempatanNya. Luar biasa penyelenggaraan Nya. Suka sekali dg Plovea keluarga penuh syukur ini… Salam

  3. kata kata direkturku banget Lis, hihi dari awal aku masuk selesai kuliah kalimatnya “Tidak ada yang kebetulajn di dunia ini, karena Tuhan nggak pernah iseng,” aku suka juga nyocok nyocokin gitu ahahahaha gapapalah ya kan nyocokin hal hal beginian daripada ilmu cocoklogi-nya dipake buat komentator hal hal politik ahahaha

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s