Special of Special…

Jadi per tanggal 28 Oktober yang baru lalu, saya sudah genap berumur 33 tahun. Duh, udah gak muda lagi ya…hehe…

Tadinya saya pikir ulang tahun kali ini bakal seperti beberapa tahun belakangan di mana saya merayakannya bersama keluarga kecil di sini plus bareng temen-temen kantor juga. Sama tentu aja dapat ucapan selamat dari keluarga besar dan teman-teman secara jarak jauh.

Tapi ternyata saya salah.

Sungguh tak disangka dan tak diduga, Tuhan rupanya menyiapkan sesuatu yang spesial dan berharga sekali buat saya di monen ulang tahun saya kemarin.

Berawal dari suami yang di hari kamis tanggal 22 Oktober ngabarin kalo dia ditugasin ke Manado di hari Senin tanggal 26 Oktober. Suami langsung nawarin saya, mau ikut gak? Rencananya berangkat Jumat malam ke Jakarta, Sabtu pagi ke Manado, lalu kembali ke Palembang hari Selasa berikutnya karena si abang ada agenda Parents Student Teacher Conference di sekolahnya.

Saya pengen banget ikut. Tapi masih pertimbangin beberapa hal. Pertama soal saya ngajuin ijin ke kantor. Kedua soal ijin si abang sendiri ke sekolahnya. Karena suami ngabarinnya Kamis sore, jadi saya bilang ke dia tiketnya nanti dipastiin sehabis saya ngomong dulu ke gurunya Raja lepas sekolah besokannya.

Jadilah sehabis sekolah hari Jumat keesokan harinya saya ngomong dengan gurunya Raja, nanya bisa gak Raja ijin hari Senin-Selasa. Gurunya langsung ngijinin karena katanya gak ada agenda yang urgent banget di dua hari itu. Horeeee….!!!

Saya langsung telpon suami, mastiin kami bisa ikut dia ke Manado. Udah deh, langsung Jumat siang itu suami nyari tiket buat penerbangan kami ke Jakarta di Jumat malam lanjut ke Manado di Sabtu pagi. Sengaja ngambil penerbangan malam dulu ke Jakarta biar bisa ambil penerbangan pagi dari Jakarta ke Manado supaya nyampenya di sana bisa lebih cepat.

Jumat sore itu, balik dari kantor kami langsung siap-siap deh buat berangkat malam itu juga. Pesawat kami berangkat dari Palembang sekitar jam 10 malam, harusnya sih jadwal take off jam 9 tapi karena kondisi kabut asap malam itu agak tebal jadilah ditunda sampai sejam lebih. Di Jakarta, kami nginep di hotel, lumayan buat tidur beberapa jam. Esok paginya habis sarapan langsung cabut ke bandara dan siangnya kami udah tiba dengan selamat di Manado.

Malam-malam ayo kita berangkat 😀
Siap-siap berangkat dari hotel ke bandara
hehe…bocaaahhhh 😀 😀

Puji Tuhan, bahagia sekali rasanya bisa ketemu lagi dengan orangtua serta keluarga di sana, apalagi karena udah lama banget sejak terakhir kali melihat mereka. Dengan kakak, adik, dan keponakan, kami terakhir ketemu waktu nikahan adek saya yaitu di Oktober 2013, sementara dengan papa dan mama pertemuan terakhir terjadi di akhir tahun 2013 yaitu waktu Ralph lahir….lama banget ya? Pantes saya udah rindu banget…hehe…. Apalagi sekarang rasanya lebih menyenangkan karena keluarga kakak saya juga udah pindah ke Manado, jadi sekali pulang bisa ketemu langsung dengan semuanya.

Ngumpul! Horeeee!!!

Waktu kami di sana gak banyak, malah bisa dibilang singkat sekali. Datang Sabtu siang dan rencananya Selasa pagi udah berangkat pulang ke Palembang. Singkaaatt banget, tapi puji Tuhan bermakna amat sangat. Bisa melepas rindu, bisa ngobrol langsung dengan orangtua dan saudara, juga sekaligus melihat langsung proses pembangunan lantai bawah rumah kos kami di sana dan oh ya sempat juga ibadah bersama di lokasi bakal rumah adek saya.

Tanah tempat rumah adek saya mo dibangun. Puji Tuhan, kiranya Tuhan memberkati semuanya supaya lancar. Amin!

Anak-anak juga seneng banget karena bisa ketemu dengan ketiga sepupu mereka di sana. Puji Tuhan mereka pada akur main bersama. Sayang memang waktunya hanya singkat banget, makanya gak heran kalo sejak Senin malam mereka, terutama si abang dan Fide, mulai uring-uringan, sedih karena esok pagi mo berpisah tapi yah mo gimana lagi, memang ini datangnya bukan pas lagi liburan jadi  ya gak bisa lama-lama juga.

Selasa pagi, kami ke airport dengan diantar mama, kakak saya, dan anaknya kakak, si Zeky. Fide gak bisa ikutan karena harus sekolah. Jadwal take off hari itu adalah jam 09.40. Jam 9 kurang kami tiba di bandara dan si papa langsung ngurus proses check in sementara kami nunggu sambil duduk-duduk di Dunkin Donuts karena si Zeky mendadak pengen makan donat.

Tak berapa lama kami di situ, suami datang menghampiri lalu ikut duduk sambil nyeruput kopi bareng kami. Eh, belum ada lima menit suami duduk, tiba-tiba terdengar panggilan boarding terakhir penerbangan Citilink tujuan Jakarta yang mo kami naiki. Kaget, kami pun buru-buru dadah-dadahan dan langsung berlari menuju gerbang keberangkatan. Begitu kami tiba di situ, suasana di gerbang itu udah sepi dan petugas di depannya langsung ngasih info yang bikin kaget banget. Pintu pesawat udah ditutup, jadi kami tidak diijinkan lagi untuk masuk. Nah lho! Jadi gimana ini??

Kaget luar biasa, kami sempat minta bantuan sama para petugas di situ buat komunikasi dengan kokpit supaya kami diijinkan masuk. Kami tau itu tidak mungkin. Kami tau kami tak bisa lagi ikut dalam penerbangan itu, tapi saat itu kami sedang panik. Banyak yang dipikirkan. Bagasi kami yang udah terlanjur ikut dalam penerbangan itu, suami yang harus ngantor keesokan harinya karena ada rapat penting yang musti dia hadiri, serta agenda parents-student-teacher conference di sekolahnya si abang. Yang terpikir adalah bahwa kami harus ikut dalam penerbangan itu, makanya kami berupaya mendesak para ground staff yang ada di situ supaya membantu kami untuk bisa masuk, tapi menghadapi kami mereka hanya diam aja hampir gak bikin apa-apa sampai akhirnya rasa panik dan kaget kami berubah jadi marah dan fokus kami pun berubah. Kalo tadinya berfokus di gimana caranya supaya kami bisa ikut terbang, sekarang kami berfokus di mengapa hal ini bisa terjadi. Sebenarnya letak kesalahannya ada di siapa? Kalo ada di kami, oke kami terima. Tapi kalo ada di pihak Citilink, maka berarti mereka harus tanggung jawab.

Kami pun minta diketemukan dengan DM mereka dan langsung kami dibawa ke ruang kantor Citilink. Tak berapa lama DM-nya datang, dan kami pun langsung nyampein komplain kami. Berkeras kami bilang bahwa kesalahan sepenuhnya ada di pihak Citilink karena dalam kejadian kami udah ada beberapa prosedur yang mereka langgar.

Kesalahan pertama terjadi saat check in yang mana jika dilihat dari waktunya, maka boarding sudah berlangsung saat suami saya check in. Seharusnya, petugas check in saat itu juga langsung memberikan info kepada suami saya untuk segera masuk ke dalam pesawat. Tapi saat itu tidak, tidak ada informasi apapun yang diberikan oleh petugas check in tersebut.

Kesalahan kedua terjadi saat panggilan terakhir untuk boarding. Mengingat kami sudah check in, lagi-lagi seharusnya mereka memberikan info nama-nama kami ke bagian Informasi bandara agar diumumkan dan nama-nama kami dipanggil. Tapi saat itu tidak, mereka tidak ada usaha sama sekali untuk mencari kami.

Kesalahan ketiga adalah selang waktu antara panggilan boarding terakhir dengan proses penutupan pintu pesawat terjadi terlalu dekat, tidak sampai 5 menit. Kalau seperti itu, untuk apa ada panggilan terakhir?

Kesalahan keempat adalah karena saat maskapai mengetahui bahwa ada penumpang yang sudah check in dan bagasinya sudah dimasukkan ke dalam pesawat tapi tidak ikut dalam penerbangan itu, maka seharusnya bagasi penumpang tersebut diturunkan. Tapi saat itu tidak. Bagasi kami tetap diikutkan dalam penerbangan tersebut oleh pihak Citilink. Ini kesalahan yang besar sekali dan melanggar prosedur keamanan penerbangan.

Sadar kalau pihaknya salah, DM tersebut langsung meminta maaf lalu mencarikan solusi untuk kami yang mana solusi yang terbaik adalah memberangkatkan kami dengan tiket green seat (tentu saja tanpa biaya) pada penerbangan keesokan harinya. Kami akhirnya setuju karena memang gak bisa dipaksakan lagi untuk terbang dari Manado sampe ke Palembang pada hari itu juga. Untuk persoalan bagasi kami yang udah terlanjur terbang, mereka janji akan mengurusnya saat transit di Surabaya dan dari situ bagasi kami akan dikembalikan ke Manado dengan waktu tiba diperkirakan jam 7 malam hari itu juga, yang mana ternyataaa itu bagasi pada akhirnya gak diurusin juga sih sama mereka. Bagasi kami dibiarin aja sampe tiba di Palembang, akhirnya sore-sore, suami, papa, dan adek saya ke bandara lagi buat komplain. Bolak balik mereka minta maaf, kesalahannya memang ada di ground staf-nya.

Suami dan saya kemudian terpaksa menghubungi kantor untuk minta ijin sehari dan selanjutnya saya ngehubungin sekolahan si abang untuk ngasih tau kalo kami gak  mungkin bisa hadir dalam agenda conference esok harinya. Puji Tuhan dari pihak sekolah mengerti dan berjanji akan menjadwalkan ulang agenda conference khusus untuk si abang.

Setelah selesai segala urusan di kantor Citilink itu, kami pun pulang lagi ke rumah orangtua saya. Perasaan jadi campur aduk.

Di satu sisi kesal karena ketinggalan pesawat, tapi di sisi lain ada rasa senang juga karena bisa nambah sehari melewatkan waktu bersama keluarga di Manado yang mana waktunya kok pas banget karena esok harinya itu adalah hari ulang tahun saya. Inget itu, kami jadi semangat lagi karena akhirnya setelah bertahun-tahun, bisa juga saya merayakan ulang tahun dengan kehadiran orang-orang terkasih secara komplit. Ada suami, ada anak-anak, ada papa-mama, ada kakak-adik dan ipar, serta keponakan-keponakan. Duh Tuhan, hadiah tahun ini alangkah besarnya. Luar biasa menakjubkan. Jika bukan karena peristiwa ketinggalan pesawat, maka ceritanya tak akan seperti ini. Puji Tuhan, Tuhan selalu punya kejutan dan selalu mengatur semuanya hingga berakhir indah 🙂

Satu-satunya masalah adalah karena kami gak punya baju ganti lagi. Anak-anak sih masih mending karena di tas saya selalu tersedia baju ganti buat mereka. Tapi saya dan suami gak punya baju sama sekali lagi, apalagi pakaian dalam. Ini nih yang bikin repot. Tapi yah, sudahlah, mari dinikmati saja kondisi yang ada dengan segala keterbatasan.

Gak punya bajuuu…jadi pake baju kakak Zeky dulu, jadilah daster..hahahaha

Hari itu kami habiskan dengan jalan-jalan sampe malam, setelahnya pulang ke rumah, berdoa bersama, lalu tidur.

Tengah malam tiba-tiba saya terbangun karena kaget ada rame-rame di depan pintu. Sontak saya terbangun dan surpriseeee!!! Semua orang-orang tercinta di hidup saya sedang berdiri di hadapan saya sambil nyanyiin lagu happy birthday to you lengkap dengan kue ultah di tangan suami saya. Aaaakk….saya bahagiaaaa dapat kejutan kayak gini. Puji Tuhan…puji Tuhan…puji Tuhan…. saya terharu dan bener-bener bahagia, rasa bahagia yang hampir gak bisa lagi saya ungkapkan dengan kata-kata. Akhirnya Tuhan, setelah bertahun-tahun, dari 2006 sejak saya meninggalkan rumah orang tua saya, bisa lagi saya rasakan kebahagiaan merayakan ulang tahun bersama mereka semua secara komplit. Duh Tuhan, hadiah ini benar-benar luar biasa…

Selesai tiup lilin dan potong kue, kami pun berdoa bersama dipimpin papa saya. Lagi-lagi saya terharu karena rasanya sudah lama sekali sejak terakhir kali bisa begini… Saya kangen, sungguh kangen, makanya bersyukur sekali kalau di tahun ini akhirnya bisa seperti ini lagi.

Malam itu, saya pun kembali istirahat dengan hati yang bahagia dan penuh syukur. Tiba-tiba saya amat sangat bersyukur karena kami ketinggalan pesawat, hehe…

Paginya, kembali kami bersiap-siap untuk ke bandara. Kali ini diantar oleh papa saya dan kali ini tidak ada kejadian ketinggalan lagi. Sebelum jam menunjukkan angka 10 pagi di Indonesia Tengah, kami sudah berada di udara menuju ke Surabaya untuk kemudian lanjut ke Palembang. O ya, sebelum berangkat dari Manado, pihak Citilink sempat menemui kami lagi buat ngasih cenderamata akibat kejadian yang kemarin itu, hehe…

Mari pulang ke Palembang!

Ada rasa sedih karena harus berpisah lagi. Tapi rasanya tetap bersyukur karena diijinkan Tuhan bertemu dengan mereka walo hanya sebentar saja.

Siang, sekitar jam 2 lebih kami sudah tiba di Palembang. Puji Tuhan penerbangan lagi-lagi lancar, anak-anak juga baik-baik saja sepanjang jalan. Apalagi si adek. Sepanjang jalan dia tenang, kalo ngantuk ya bobo, kalo pas bangun ya dia mainin apa yang bisa dimainin. Dia gak ada rewel sama sekali, syukurlah, udah gede udah tambah pintar ya dek 🙂

Di rumah, malamnya suami keluar buat beli kue ulang tahun lagi. Ini karena waktu tiup lilin tengah malam sebelumnya di Manado, anak-anak gak ikutan berhubung udah pada tidur, jadi sekarang ya kata suami harus tiup lilin lagi…hehehe…. Ya udah, saya sih seneng-seneng aja tiup lilin sampe dua kali 😀

Selain itu saya juga ternyata dapat kiriman buket bunga dari adik ipar di Medan. Buketnya ungu…cantiiikk banget.

Puji Tuhan, ulang tahun ke 33 ini berkesan banget. Bersyukur sudah bertambah usia dan sangat bersyukur dengan semua penyertaan dan berkat Tuhan di sepanjang usia hidup saya hingga kini. Semuanya luar biasa dan indah, bahkan semua pergumulan pun terasa indah. Kiranya Tuhan terus memberkati hidup saya dan keluarga agar terus jadi berkat bagi siapapun yang ada di sekitar kami. Amin.

11 respons untuk ‘Special of Special…

  1. wah senengnya yg ngumpul bsma kelg, pasti oma opa duo RJT happy bgt, krna hampir 2thn gak btemu,

    pasti selalu ada hikmah di balik kesedihan ya (ketinggalan pesawat), ikut terharu pas baca dpt surprise tengah malam 🙂

  2. wohoooo.. seneng banget deh bisa ketemu keluarga disaat ga direncanakan dan bisa ngerayain ultah juga bareng mereka ya ka hahahaha… Bener2 berkat luar biasa di balik kesedihan. Pasti kacau banget lah rasanya pas ketinggalan pesawat itu

  3. Ya ampuunn.. bikin panik aja karena ketinggalan pesawat itu…. Tapi happy ending ya….. Selamat ulang tahun ya….. Semoga berkah di sisa usia….. #telat, tapi tak apa lah yaaa….#

  4. selamat ulang tahun allisa…semoga selalu dalam lindungan-Nya
    bahagia bgt pasti yaa, bener2 surprise party itu namanya. untung aja terbangnya didelay
    dedek Ralph mirip bgt sama sepupunya, sama2 bule.
    Abang Raja juga gantengnya maksimal deh

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s