Vanilla Chiffon Cake Baked With (FINALLY) Chiffon Tube Pan

Akhirnya ya pemirsa, setelah sejak dari tahun 2011 ‘kenalan’ dengan chiffon cake, jadi juga saya punya chiffon tube pan alias loyang chiffon beneran. Gak tanggung-tanggung, saya langsung punya tiga buah loyang chiffon. Satu bentuk lingkaran ukuran diameter 26cm, satu bentuk persegi ukuran 22cm, dan satunya lagi bentuk hati ukuran 22cm. Keistimewaan loyang chiffon adalah bagian tengahnya berlubang, bagian dasarnya bisa dilepas (untuk memudahkan mengeluarkan kue dari loyang apalagi karena dengan chiffon, loyang sama sekali tidak boleh dialasi atau dilapisi apapun (ungreased)), dan punya kaki penyangga (karena didinginkan dengan cara dibalik sementara chiffon pada umumnya mengembang melebihi tinggi loyang).

Setelah akhirnya punya juga loyang chiffon, saya langsung gak sabaran untuk segera nyoba bikin chiffon pake loyangnya yang ‘asli’ itu, penasaran, bakal tetep berhasil seperti kalo manggang pake loyang tulban gak yaaaa?

Setelah itu saya pun mikir, chiffon varian apa yang mo saya buat (i have made quite a lot of chiffon cakes dan selalu tertantang untuk nyoba varian yang lain) dan gak berapa lama saya udah langsung memutuskan untuk bikin Vanilla Chiffon Cake, karena sebenarnya saya lagi kangeeeennn banget sama keluarga di Manado, apalagi lagi kabut asap tebal gini bikin tambah kangen tak hanya sama keluarga tapi juga sama udara segarnya! Aroma vanilla tak hanya menggiurkan tapi juga selalu membuat saya merasa seperti pulang ke rumah, karena itu saya tak bisa lagi memikirkan varian yang lain kecuali vanilla…

Maka jadilah sore itu, saya kembali bikin chiffon cake di rumah. Syukurlah suami dan anak-anak gak bosan sama kue ini, meskipun saya (apalagi akhir-akhir ini) sering banget bikin chiffon. Mungkin juga mereka gak bosan karena saya bikin variannya berbeda-beda. Itulah asiknya dengan chiffon cake ini, variannya bisa macam-macam dan sejauh ini, jenis apapun yang saya pikirkan pasti ada aja resepnya tersedia di Internet. Contohnya hari ini saya lagi kepikiran pengen bikin Mango Yogurt Chiffon Cake, eh begitu dicari langsung ketemu aja dong resepnya…canggih! Hahahahaha…. And you know what? While I’m writing this post, I’m also waiting for my Mango Yogurt Chiffon Cake to be ready 🙂

Resep yang saya pake untuk Vanilla Chiffon Cake ini menggunakan 7 kuning telur dan 9 putih telur. Banyak yak…hahahaha….makanya jangan sampe gagal deh. Kalo sampe gagal, sayaaanggg sama bahannya. Karena pake banyak telur jadi untuk manggangnya, maka saya pakai loyang yang bentuknya lingkaran karena loyang itulah yang ukurannya yang paling besar yang saya beli.

Satu hal yang menyenangkan dari chiffon cake adalah bikinnya gak pake lama dan gak pake ribet. Total persiapan dan kocok mengocok paling cuma makan waktu 20 menit. Yang lama adalah proses memanggang dan menunggu kue siap untuk dikeluarkan dari loyang. Untuk memanggang, waktu yang diperlukan oleh oven saya untuk membuat chiffon terpanggang sempurna dengan suhu 180 derajat celcius adalah sekitar 50 – 60 menit menggunakan api bawah ditambah 5 menit menggunakan api atas. Setelah dikeluarkan dari oven, cake butuh waktu sampai hampir sejam untuk benar-benar siap dikeluarkan dari loyang.

Terus terang, saat itu saya lumayan tegang melihat perkembangan cake dalam oven. Saya sungguh ingin, chiffon yang saya buat dengan menggunakan loyang chiffon ini bisa mengembang sempurna sehingga menghasilkan kue yang terlihat tinggi, kokoh, namun sekaligus lembut. Saat itu rasanya kalo gak inget kerjaan laen di rumah, pengen deh mantengin itu cake dari depan oven…hehe…

Akhirnya, setelah hampir sejam kami semua dalam rumah dibikin ngiler oleh aroma vanilla dari dalam oven, si chiffon pun siap dikeluarkan dari dalam oven untuk didinginkan secara terbalik. Saat dikeluarkan, itu chiffon terlihat sangat sempurna. Ya warnanya, ya wanginya, ya teksturnya, ya ketinggiannya. Saya senang liatnya, tapi gak mau terlalu hepi dulu, karena kesempurnaan hasilnya baru akan benar-benar terlihat saat cake dikeluarkan dari loyang. Dan puji Tuhan, setelah menunggu sejam lebih, akhirnya itu cake bisa dikeluarkan dari loyang. Dan memang ya, pake loyang chiffon itu asiknya selain bentuk cake jadi lebih cantik juga membuat cake amat sangat mudah dikeluarkan dari loyang. Kalo kemarin-kemarin saya pake loyang tulban, bener-bener deh butuh usaha ekstra keras dan hati-hati supaya itu cake bisa keluar dengan sempurna dari dalam loyang.

Kayak gini nih ketika si chiffon udah siap dikeluarkan dari dalam loyang…

Chiffon cake pertama yang saya panggang dengan menggunakan loyang chiffon ini puji Tuhan berhasil dengan sangat baik. Bentuknya cantik, hampir tak ada cacat, dan terutama rasanya itu…mamaaa….enak banget!

Beautiful…beautiful….beautiful!

Di sini saya bagian resepnya ya, sapa tau ada yang mau nyoba bikin 🙂

Vanilla Chiffon Cake

Bahan-bahan:

Adonan vanilla:

  • 2 1/4 cup tepung terigu
  • 3/4 cup gula kastor (saya pakai gula putih biasa kemudian dihaluskan dengan blender)
  • 2 sdt baking powder
  • 1/2 sdt garam
  • 7 kuning telur ukuran besar
  • 3/4 cup susu cair
  • 1/3 cup minyak sayur
  • 1 1/2 sdm ekstrak vanilla

Adonan putih telur:

  • 3/4 cup gula kastor
  • 9 putih telur ukuran besar

Cara membuat:

  1. Panaskan oven dengan api atas bawah pada suhu 180 derajat celcius.
  2. Siapkan loyang chiffon, tapi jangan dialasi, ditaburi, atau diolesi apapun.
  3. Pada mangkuk sedang, ayak bersama tepung terigu, gula, baking powder, dan garam.
  4. Pada mangkuk besar, kocok menggunakan hand whisk kuning telur, susu, minyak sayur, dan ekstrak vanilla hingga tercampur sempurna. Masukkan adonan tepung lalu aduk hingga rata dan adonan menjadi licin.
  5. Pada mangkuk berbahan metal dengan ukuran besar, kocok putih telur dengan mixer pada kecepatan tinggi hingga berbusa lalu secara perlahan dan bertahap masukkan gula hingga putih telur mencapai tahap kaku (stiff peaks).
  6. Masukkan 1/4 bagian adonan putih telur ke dalam adonan vanilla lalu aduk rata dengan metode cut and fold. Setelah adonan tercampur rata, masukkan sisa adonan putih telur (bagi dalam dua atau tiga bagian) ke dalam adonan vanilla lalu aduk semua sampai rata dengan metode cut and fold.
  7. Setelah adonan tercampur rata, tuang adonan ke dalam loyang chiffon lalu panggang selama 50 – 55 menit dengan api bawah lalu setelah matang pindah ke api atas selama kurang lebih 5 menit atau sampai bagian atas kecoklatan.
  8. Keluarkan dari oven lalu dinginkan dengan cara dibalik. Jika sudah dingin, kikis bagian pinggir dengan menggunakan bantuan pisau lalu cake pun siap dikeluarkan dari loyang 🙂

Pertama kali memanggang chiffon dengan loyang chiffon dan pertama kalinya membuat varian vanilla, cake ini pun langsung menjadi favorit di rumah. Orang boleh bilang kalo vanilla cake itu too plain ya, tapi buat saya (dan puji Tuhan orang-orang tersayang di rumah juga!) vanilla flavor itu tetap bisa bikin jatuh cinta hanya dengan mencium wanginya saja dan tambah jatuh cinta pada gigitan pertama 🙂

Nothing beat this classic flavor especially when you enjoy it with a cup of coffee
Liat aja bikin ngiler ya bang? hehehehe…
Perfect vanilla chiffon cake for a perfect tea time!
Iklan

13 thoughts on “Vanilla Chiffon Cake Baked With (FINALLY) Chiffon Tube Pan

  1. Lis… aku kan udah liat postingan chiffonmu nih yg berbagai rasa ya. I just wondering, kamu pake baking soda dan cream of tartar ya? Resepmu itu jumlahnya mayan kenceng baking sodanya. Dr yg pernah aku liat biasa 10 telur aja cm pake 0.5 sdt. Aku suka bikin chiffon jg tp ga pake chemical sm sekali krn buat anak yg makan. Memang gak bs jadi se”kencang” kamu sih adonannya hahaha. Tp tetep lembut kok walau ga bs terlalu tinggi dan kuat.

    1. Ini resepnya dr tante Martha Stewart, Le, di bbrp resep chiffon si tante malah pake 2 1/4 sdt baking powder.

      Aku pake baking powder dan cream of tartar itu tergantung, le…. tergantung ada gaknya itu barang di rumah :p

      Seperti yg pernah aku cerita di sini, chiffon bisa banget mmg gk pake baking powder dan gk usah kuatir kue gk bakal ngembang selama meringue-nya benar.

      Anyway, aku sendiri gk tll kuatir dgn penggunaan baking powder atopun cream of tartar, Le. Karena meski itu chemical, tp sifatnya natural jg sama spt garam yang mana selama gak ada masalah dgn ginjal dan pakenya jg bknnya berlebihan maka akan aman2 saja. Baking powder, cream of tartar, bahkan garam pun bisa berbahaya untuk toddler jika dikonsumsi langsung sebanyak 1 sendok makan

  2. Aiih chifffoooon itu salah satu andalankuuu hhaha tapi meski udah coba coba bahkan coklat sekalipun , tetep kaporit si ketan item resep Fatmah Bahlawan, chiffon pandan sama tripple cheese resep NCC. Dan sekarang merinduuu gak bawa loyangnya di sini kagak ada dicari ke mana mana disuruh pake tulban biasa ish malesnyooo aku kebiasaan dari awal dimudahkan sama si loyang lepasan ini Lis kan dulu belinya cuma 25 rebu pula ihik eh kemudahan yg dulu menyulitkan sekarang, males banget rasanya uji coba pake loayang biasa

  3. Nyam—nyam….chiffon cake lezat buatan Mama duo R, kami penyuka orange variant buatan sahabat, dan belum pernah mencoba. Bagi dong Abang Raja….

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s