My Boys….My Joy…

Mereka, kadang begitu merepotkan dan bikin saya lelah….

Saya harus bangun tiap hari jam 3 demi supaya mereka bisa makan makanan rumah yang sehat dan agar rumah tempat kami tinggal senantiasa terurus, bersih, dan rapi.

Setiap pagi saya hampir tak bisa memprediksi waktu kapan bisa selesai dengan urusan rumah dan mulai siap-siap berangkat ke kantor karena si yang paling kecil jadwal bangunnya suka-suka dia. Kadang jam 2 pagi dia bangun, minta nyusu. Kadang pas jam 3 saya baru mo ngeluarin bahan masakan dari kulkas, terdengarlah suara dari atas, “Mamma….nenen…bobo…”, terpaksa masak-masak ditunda dulu, saya kembali ke tempat tidur buat boboin dia. Kadang juga dia bisa bangun pada jam paling pas yaitu jam 5, jam di mana saya sudah selesai dengan urusan rumah dan sudah selesai mandi sehingga yang perlu saya lakukan adalah menyiapkan abang ke sekolah dan adek ke kantor. Tapi terkadang dia juga bisa begitu nyenyak tidur, hingga setelah jam lewat pukul 8 pun dia tetap tak terbangun meski udah bolak-balik saya bangunin.

Tak hanya jadwal bangun, dia juga punya segudang hal lainnya untuk mengacaukan rencana yang udah saya susun. Udah bagus-bagus bisa masuk mobil jam setengah 8 untuk ke kantor, dia dan saya udah rapi, pintu-pintu rumah udah dikunci, semua udah oke, tapi sesaat setelah pintu mobil ditutup, dia dengan wajah tak berdosa menatap saya dengan kedua mata menggemaskannya sambil bilang, “Mammaaa…pupup!”, dan kami pun harus bongkar muat lagi. Aaarrggghhhh!!!!

Mereka juga bikin saya lelah, karena dalam sehari entah harus berapa kali saya harus ngeberesin rumah setelah habis diberantakin oleh mereka (terutama adek karena kalo abang udah ngerti abis berantakin ya beresin lagi).

Mereka, kadang bikin saya marah, kesal, pening kepala, dan ngomel-ngomel karena macam-macam alasan…

Kesal karena tiba-tiba harus beli sapu lagi karena gagangnya lagi-lagi patah setelah dipake buat nyapu lantai dengan tenaga superman.

Ngomel-ngomel karena si suami yang dititipin buat liatin belut yang lagi direbus ternyata malah tenggelam dengan kerjaan dia di depan laptop yang berakhir dengan si belut hangus dan panci pun gosong.

Marah, karena si abang terlalu heboh main, gak liat-liat, sampe akhirnya ada aja yang terjadi. Ada yang jatuh lah, kebentur lah, barang rusak lah, ah….bikin kesel aja. Padahal udah dikasih tau, kalo main jangan terlalu heboh.

Pening kepala karena tiap hari di rumah terjadi keributan. Menit ini ribut main, ketawa-ketawa, dan teriak-teriak kesenengan berdua. Menit berikutnya yang adek udah nangis sementara yang satu ngomel-ngomel marahin adeknya. Menit selanjutnya mereka udah ketawa-ketawa lagi. Aiihhh….

Mereka juga suka bikin saya galau. Gara-gara mereka, beli baju aja saya bisa galau. Bolak balik mikir, perlu gak ya? Padahal duit ada, tapi beli baju aja panjang mikirnya.

Mereka, ah bener-bener deh.. Ada-ada aja kelakuannya. Mereka seperti gak bisa liat saya santai. Apapun yang saya kerjakan di rumah harus terburu-buru, mumpung ini, mumpung itu….

Kadang ketika yang kecil sudah tertidur lelap dan saya berpikir bahwa inilah saatnya untuk saya rileks sejenak entahkah untuk baking, atau nonton, atau buka laptop buat nulis blog. Tapi belum juga yang namanya rileks itu saya peroleh, tiba-tiba yang besar menjatuhkan kontainer yang penuh berisi asesoris mainan rel kereta api. Seiring dengan dia menatap saya dengan kedua matanya yang besar bercahaya itu sambil berkata, “Ooopssyy…sorry, I didn’t mean to be noisy.. I just want to make railways…“, acara santai saya yang belum sempat dimulai itupun berakhir, karena dari dalam kamar sudah terdengar tangisan keras memanggil saya…tangisan yang tidak membolehkan saya untuk menunda-nunda lagi. Apapun kesenangan yang baru ingin saya lakukan, harus diakhiri pada saat itu juga….

Mereka….terlalu banyak cerita tentang mereka….

Karena mereka saya sering merasa badan ini capek. Karena mereka saya jadi sering cerewet. Karena mereka kepala suka berasap. Karena mereka saya harus banyak menahan diri. Karena mereka jadwal saya sehari-hari sering berantakan. Karena mereka banyak hal yang harus saya relakan.

Tapi karena mereka juga saya bahagia.

Karena mereka saya selalu bangun dengan bersemangat karena saya tau ada tujuan penting yang harus saya kerjakan hari itu. Karena mereka saya tak pernah bermalas-malasan. Karena mereka keahlian saya bertambah, terutama dalam hal masak memasak dan baking. Karena mereka saya belajar untuk sabar meski sampai hari ini saya tak pernah mampu mengatakan kalau saya ini istri dan ibu yang sabar.

Aktivitas saya setiap hari sering tidak sesuai dengan apa yang saya rencanakan. Tapi anehnya saya malah merasa itu seru karena tau bahwa setiap hari bakal ada kejutan dan akan ada hal beda yang saya jalani… Saya tak ada waktu untuk merasa bosan apalagi ngerasa kalau hidup ini segitu-segitu aja.

Ini tadinya udah bangun, trus sarapannya udah saya siapin. Lah kok nyari-nyari anaknya gak ada, pas dicek ke kamar ternyata udah bobo manis lagi aja dia 😀

Mengurus segala keperluan mereka itu melelahkan saya. Tapi mereka juga yang menghilangkan letih dan penat saya, cukup hanya dengan mendengar mereka tertawa atau melihat mereka bertiga melewatkan waktu bersama.

Ini ceritanya lagi camping berdua di bawah meja makan 😀
Mo camping malam-malam di bawah meja makan. Persiapannya pake topi dan bawa ransel yang isinya mainan 😀

liat ruangan berantakan kayak gini, tinggal kita putusin sendiri mau liat sisi bahagianya atau sisi peningnya. Kalo saya sih milih sisi bahagia…toh tar si abang bakal bertanggung jawab untuk beresin kok…hehe

Jika boleh memilih, saya akan lebih suka meringkuk di bawah selimut ketimbang harus bangun di jam 3 pagi demi memasak buat mereka. Tapi melihat mereka makan dengan lahap, mendengar semua pujian mereka tentang masakan saya, dan merasa tenang karena tau apa saja yang masuk ke dalam perut mereka, itu jauh..jauh..jauh… lebih memuaskan daripada tidur nyenyak.

Buatnya, mie goreng mamanya lebih enak daripada mie instan….ya iyalah, soalnya mie instan kan terlarang buat dia…hihihihi
You may ask him, “who’s the best cook in the world?”, and he will definitely reply, ‘it’s mom!” 😀

Kadang mereka bikin saya marah, tapi mereka juga yang paling mengerti saya, hingga dengan begitu mudahnya mereka membuat saya tertawa bahagia kembali. Mereka juga selalu bikin saya bersyukur, karena meski mereka semua laki-laki, tapi tak pernah segan turun tangan membantu pekerjaan saya.

Makasih, sayang….
Makasih lagi, cinta…

 

So sweet-nya kalian, naaakkkk
Bantuin mama jagain adek di kamar mandi…
Bantuin mama di dapur juga bisa lhooo…

Saat suami matahin gagang sapu atau gagang pel, saya kesal. Tapi cuma sedetik. Di detik berikutnya saya udah ketawa. Ah, pak suami. Bagaimana pun dia hebat sekali, karena di tengah kesibukan kerjaannya, dia selalu berusaha membantu saya dan melakukan yang terbaik untuk kenyamanan istri dan anak-anaknya. Ketika dia bikin panci sampe gosong, saya kesal bukan main, tapi begitu melihat dia yang langsung merasa sangat bersalah kemudian cepat-cepat mencuci panci gosong itu lalu mengeluarkan belut baru dari dalam kulkas, langsung bikin saya pengen mewek. Bukan karena pancinya. Bukan karena belutnya. Tapi karena melihat dia begitu ngerasa bersalah karena lalai jagain si belut…..

Mereka, dalam hal ini si abang dan si adek, kadang bikin saya ngomel-ngomel. Tapi mereka juga yang bikin saya setiap hari mengucap syukur, melihat mereka berdua yang selalu luar biasa, sangat pintar, sangat cepat belajar, dan selalu berusaha dengar-dengaran. Lihatlah mereka, yang satu masih kelas 1 SD, tapi untuk hal seperti belajar dan bikin PR misalnya, tak pernah perlu saya ingatkan, dia sudah tau sendiri kewajibannya. Dan lihat juga yang satunya lagi, usia belum genap 2 tahun, tapi pengetahuannya sudah banyak sekali karena dia rajin belajar. Dan ah ya, melihat mereka berdua saat lagi rukun, sungguhlah adalah sukacita yang tiada tara. Apalagi ketika mereka berdua sedang belomba-lomba menyenangkan hati saya, bener-bener bikin saya tidak tahu bagaimana lagi mengucapkan terima kasih pada Tuhan.

11u9ro9

Ini ceritanya habis kena omel karena lempar-lemparan mainan sampe mainannya pada jatuh ke lantai bawah… Dua-duanya malah meringkuk di tangga kayak gitu, bikin hati pengen langsung luluh liatnya 😀

Mereka hampir tak pernah membiarkan saya santai, apapun yang akan saya lakukan harus menyesuaikan dengan jadwal mereka. Tapi mereka juga yang bikin saya rileks setiap saat. Melewati waktu bersama mereka membuat saya tenang dan saya tak pernah mempermasalahkan apakah saya masih punya me time atau tidak serta apakah saya masih perlu bersosialisasi dengan teman-teman di luar rumah atau tidak. Mereka bertiga adalah teman saya, dan saya merasa lebih dari cukup, tidak pernah merasa sepi atau kurang teman karena hidup saya penuh dan tak ada bagian kosong di hati ini lagi yang perlu diisi. Bermain bersama mereka bagi saya adalah lebih menyenangkan daripada menyisihkan waktu untuk diri sendiri pergi ke salon atau belanja.

Abang adek bobo siang sambil nemenin mama nyetrika 😀

Saya lelah, saya capek. Tapi anehnya selalu penuh sukacita, karena tau bahwa diri ini punya arti yang sangat besar untuk mereka, saya dibutuhkan oleh mereka, saya dicintai oleh mereka, saya dilindungi oleh mereka, bahkan saya juga dipuja oleh mereka. Mereka adalah dunia saya. Dan saya adalah segala-galanya bagi mereka.

Mereka bertiga… Para jagoan saya…. Lelaki-lelaki istimewa yang Tuhan beri…

Tak akan pernah cukup rasa syukur dan terima kasih pada Tuhan Yesus karena memberikan mereka untuk saya dan karena sudah mengaruniakan keluarga ini untuk kami. Puji Tuhan, terima kasih Tuhan…..

My husband, my love, my friend, my patner!
They are my boys, and they are my joy!
Iklan

31 respons untuk ‘My Boys….My Joy…

  1. Haii mba alisa…salam kenal ya mba. Selama ini silent reader aja nih hehe… Sama bgt deh mba posisinya kita..eh ada bedanya sih, klo aku cuma IRT aja, dan anakku sepasang. Cowo dan cewe 🙂 Trus bedanya lg, aku LDM-an sm suami, jadi bener2 single fighter 🙂 Anakku yg pertama seumur sm si abang, kelas 1 SD jg. Yg bungsu 2y9m. Smoga kita selalu diberi kesehatan, dan kesabaran ya mba..biar bisa slalu jadi “wonder women” buat keluarga kecil kita. Amien..

  2. Halo mbaaak salam kenal.. silent reader dr Abang blm punya adik hehe..

    Ahh post nya bikin air mata saya ngembeng, tapi hati jd hangat. Mbak Lisa hebat sekali. Abang sm adik Ralph pasti bangga sekali sm mamahnya.

    Jd pgn meluk2 ibu saya jg krn pengorbanannya jg pasti super banyak buat anak2nya ini.

  3. Allisa, terharu aku bacanya. Jadi menghangat dihati. Langsung ingat Ibu, selalu bangun jam 3 pagi untuk menyiapkan makanan dan semua kebutuhan anak2 dan suaminya. Sampai sekarang kalau ditanya makanan apa yang paling juara, aku selalu jawab makanan yang dimasak oleh Ibu. Semoga sehat selalu ya Lisa keluarga kalian, bahagia dan rukun seterusnya.

  4. Definitely, you’re my inspiration. Sayang, aku masih manja banget, belom semandiri & setangguh Mba Lisa. I’m one of your big fans sejak nyasar dari googling menu MPASI nya abang. Bersyukur bisa kenal Mba Lisa *hugs

  5. ya emang kadang denger anak berantem, ribut, ngeliat rumah berantakan emang suka bikin kesel, tapi itu tandanya mereka lagi sehat kan…
    kalo sunyi senyap, rumah gak berantakan, most likely anaknya lagi sakit… jadi mendingan ribut dan berantakan dah. hahaha.

  6. Thanks for letting me know sisi lain dari keluarga mu mba… Sama kayak komen mba fitri dan mbak qonita… Kirain mba gak pernah ngomel dan kirain the boys selalu “sweet” …. Ternyata ya ttp seperti anak2 pada umumnya tp tergantung cara kira menyikapi dan mengarahkan ya… Salute to cikgu… Btw si ade yg bobo lg itu bikin guemesss deh 🙂

  7. LIsa… be strong dear… kamu bener2 inspiring… bener2 luar biasa… wonder woman sejati…
    ah gak cukup sejuta kata untuk mendeskripsikan dirimu…
    baca postinganmu ini bikin aku pengen nangis…. hiks hiks… gak bisa membayangkan kalau aku berada di posisimu…
    Tuhan Yesus memberi kekuatan sejati bagimu dan keluargamu ya….
    Amiiiiin amin amin….

  8. heubat ih mama raja bangun jam 3 pagi ..salut deh…

    anak2 dan suami kadang memang bikin lelah dan ngeselin..tapi disisi lain…gak ada mereka sepilah hidup kita ya

  9. hahahaha yang insiden pup itu emang juaraaaa, kok ya selaluuu pas udah mau berangkat kaaaaan . Semoga sehat selalu ya, Lis, emang hati yang gembira adalah obat (dan vitamin paling hebat kayaknya).
    Ciyum duo kicik yang ganteng yaaaa and someday, we will look back to this and smile ihik

  10. Serunya jadi istri dan ibu… bisa kesal dan bahagia diwaktu yang sama selisih sepersekian detik saja hahaha… adem bener baca tulisanmu kak, mengingatkan aku untuk bersyukur atas kehangatan keluarga yg bisa kita rasakan

  11. Love love love selalu baca posting Mba Allisa… Two thumbs up kayaknya ga cukup deh.. 😄 Selalu jadi inspirasi, keluarga yang perfect in its own way. Dan di balik keluarga yang hebat selalu ada sosok Ibu yang hebat…
    Semoga keluarga selalu diberkati dengan kesehatan ya Mba.. Aku selalu bercita2 pengen serajin n serapi Mba Allisa, tapi tetep aja malesnya ga ketulungan.. 😄

  12. sukaaaaa sekali melihat keluarga kalian lis, penuh dengan cinta.. 😀
    dan bener banget itu, bisa selalu bersama orang yang kita sayangi itu sudah melebihi dari me time apapun
    rukun terus yaa…

  13. lis… hebaaaaaat kmu..
    postingannya ngingetin aku untuk bersyukur juga.. tapi ya itu kadang ngeliat rumah berantakan dan kondisi mental yang masih cape abis menerjang macet alias baru pulang kerja.. bikin abis kesabaran tapi lagi lagi di ingetin, bahwa nanti kita akan kangen dengan hal hal itu..

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s