What I Do For Living: Building Applications

Setelah kemarin cerita soal weekend yang sibuk dan berhubung besok mau libur, sekarang pengen cerita soal kerjaan ah *gak ada hubungannya, tapi biarlah ya, daripada saya kelamaan nyari kata-kata pembukaan 😛 * .

Jadi pemirsa, mungkin ada yang udah tau, kalo kuliah saya dulu dan kerjaan saya sekarang berhubungan sama yang namanya Teknologi Informasi. Saya memang gak bekerja di perusahaan IT, tapi namanya udah era teknologi gini yah, bidang usaha mana sih yang gak bergantung sama IT? Gak usah di sektor usaha lah, kita-kita aja secara pribadi butuh banget kaaann sama yang namanya teknologi?

Nah, di kantor saya ini, pertama kali saya masuk ke sini, saya dikasih kerjaan sebagai programmer.  Waktu itu mungkin karena atasan ngeliat saya punya kompetensi dalam pengembangan aplikasi. Saya sih hepi-hepi aja, karena memang saya suka kok dengan dunia itu. Bahkan hingga kini, ketika kerjaan dan jabatan tak lagi hanya menyangkut soal pengembangan aplikasi tapi sudah merambah ke pengembangan dan pemeliharaan infrastruktur, tapi saya tetap tidak meninggalkan kerjaan bikin-bikin aplikasi itu. I like to do it so I will keep doing it.

Ada yang pernah bilang ke saya, agak aneh dan jarang sekali liatnya, ada cewek hobi dandan (saya udah seneng dandan sejak jaman sekolah :mrgreen: ), tapi seneng coding. Cewek yang seneng coding aja udah jarang. Apalagi yang hobi dandan, tambah hampir gak ada lagi katanya. Bahkan dulu pernah ada atasannya atasan ngomong gini ke saya, “Liat kamu pertama kali, saya gak nyangka kalo kamu programmer, karena secara tampilan kamu lebih cocok di marketing.” Hehehe….maafkan kalo penampilan saya menipu ya pak. Berarti kata orang bijak itu benar, don’t judge a book by it’s cover. Mungkin memang benar, yang seperti itu aneh dan jarang, tapi yah mo gimana lagi….saya kan memang unik….hahahaha… Namanya manusia ya, yang pasti unik satu sama lain. Saya memang sudah begini. Jadi mari terima saja apa adanya 😀

Tuh kan, jadi panjang pembukaannya. Padahal tadinya berencana mo langsung ke inti cerita yaitu soal aplikasi-aplikasi apa aja yang pernah saya bikin di sini.  Maksudnya yang saya bikin, adalah yang memang benar-benar saya kembangin sendiri dari awal sampe akhir, bukan dikembangkan bersama tim. Aslinya dari tim saya sudah banyak sekali aplikasi yang dikeluarkan, sekarang ini pun saya lagi supervise 3 aplikasi yang lagi digodok sama tim saya di sini. Tapi semua yang bakal saya taro di sini adalah yang memang benar-benar saya kembangkan sendiri….all by my self… dan semuanya adalah web-based applications, aslinya saya pernah bikin 3 aplikasi desktop buat kantor ini, tapi berhubung udah gak bisa lagi diakses, jadi gak bisa saya ceritain lagi…hihihihi…. Sebagian dari aplikasi yang saya ceritain di sini ada yang masih jalan, sebagian lagi sudah tewas oleh karena perkembangan proses bisnis atau karena udah gak dibutuhkan lagi oleh user 🙂 .

O ya, sebelum benar-benar mulai, ada beberapa catatan yang mo saya kasih tau dulu.

  • Pertama, semua data dalam screen shoot aplikasi yang saya tampilkan di sini adalah sifatnya dummy, bukan data sebenarnya. Jadi tak ada data kantor yang di-publish di sini.
  • Kedua, semua aplikasi yang saya bikin gak pake tools semacam Joomla. Tak ada alasan apa-apa, selain hanya karena sudah terbiasa bikin sendiri semua dari awal, dan lagian saya sudah punya template sendiri jadi makin ke sini makin mudah bikin interface aplikasinya 🙂
  • Ketiga, semua aplikasi ini hanya running di Unit saya saja dan tidak di Unit lainnya di perusahaan ini 🙂
  • Keempat, apa yang saya tulis di sini jangan dianggap serius banget (sifatnya informal lho yaaa), karena sungguhlah demi sesuatu dan lain hal, mengingat ini berkaitan dengan kantor, maka saya tidak bisa menceritakannya secara detil 🙂

1. Budget Management System (BMS)

Aplikasi ini saya buat pertama kali tahun 2008, terus mengalami update sampe sekarang karena proses bisnis anggaran yang beberapa kali berubah. Aplikasi ini masih aktif, tujuannya buat monitoring anggaran mulai dari perencanaan, persetujuan, penurunan, penerbitan SPK, dan pembayarannya. Sebenarnya di kantor saya untuk persoalan finance udah pake SAP, tapi proses perencanaannya sendiri masih belum ter-cover dalam SAP, makanya aplikasi ini masih dibutuhkan.

2. Office Automation (OA)

Aplikasi ini juga saya buat pertama kali tahun 2008, tapi waktu itu masih prematur sekali dan ternyata butuh effort yang besar sekali dan waktu yang lama untuk bikin aplikasi ini bisa dipake oleh user mulai dari kantor level 1 sampe level 3. Aplikasi ini lumayan banyak mengalami transformasi hingga sampe ke tampilannya yang sekarang yang mana puji Tuhan sekarang sudah dipake sama semua karyawan di kantor saya ini…walaupun, bentar lagi sepertinya nasibnya akan berakhir mengingat dari Kantor Pusat sudah mengharuskan implementasi aplikasi yang lain. Yah sudahlah tak apa. Sebenarnya aplikasi ini sudah pernah kami laporkan ke Kantor Pusat, tapi mungkin pada sibuk, jadi gak ada tanggapan sama sekali. Sekarang aplikasi ini sudah akan diganti. Terus terang ada rasa sedih, tapi saya bahagia, karena bagaimana pun aplikasi ini sudah memberikan kontribusi yang lumayan sekali dalam hal efisiensi pekerjaan dan biaya operasional 🙂

Tujuan aplikasi ini adalah untuk pengolahan berkas semacam surat, fax, nota dinas, MoU, SK, dan sebagainya. Jadi semua berkas (masuk ataupun keluar) di-scan trus di-upload ke dalam aplikasi ini dan langsung ditujukan kepada yang berkepentingan. Nantinya para penerima berkas bisa ngasih disposisi ke bawahan-bawahannya. Ngasih disposisinya tinggal dengan cara contreng-contreng doang..gampang…hemat waktu 😀

Ini tampilan halaman depan aplikasi OA

Dengan aplikasi ini, penerima disposisi juga bisa ngasih laporan tindak lanjut atas disposisi yang dia terima. Trus, sebagai atasan bisa monitor berkas mana aja yang belum dibaca atau belum ditindaklanjuti sama bawahannya. Aplikasi ini juga mengakomodir user untuk nandai sifat surat, mulai dari yang sangat penting, penting, sampe yang biasa. Kalo atasan nandainya penting, maka seluruh jajaran bawahannya gak bisa nurunin skala kepentingannya.

Ini gambar kalo salah satu surat dibuka. Filenya langsung tampil di sebelah, jadi mempercepat proses baca, monitoring, dan pengolahan.

Aplikasi ini juga mengakomodir penunjukan Pelaksana Harian (PLH). Jadi kalo salah satu pejabat lagi dinas luar atau cuti, bisa nunjuk PLH yang mana nanti surat-surat yang masuk ke pejabat yang bersangkutan akan secara otomatis diteruskan ke PLH untuk diolah oleh PLH yang bersangkutan. Sebenarnya aplikasi ini bisa diakses lewat Intranet maupun Internet, jadi seharusnya seorang pejabat meski lagi gak di kantor bisa ngasih disposisi. Cuma kan kadang pejabatnya gak sempat ngurusin surat dan kerjaan luar sekaligus, makanya fitur PLH ini tetap diadakan 🙂

3. e-Library

Dari namanya aja udah tau lah ya, aplikasi ini tuh tentang apaan. Apa lagi kalo bukan perpustakaan online. Ini termasuk aplikasi yang gampang sekali dikembangkan. Soalnya intinya cuma inputoutput doang. Dientri, lalu ditampilkan. Udah, segitu doang. Makanya dulu bikinnya cuma dua hari langsung selesai.

4. SIMATIK

Ini aplikasi untuk pengelolaan material di gudang kantor level 3. Sebenarnya untuk material management, kami udah pake SAP juga, tapi SAP tuh cuma ngakomodir sampe ke kantor level 2, sementara material itu sendiri kan banyak sekali bergeraknya di level 3 karena kantor level 3 ini berhubungan langsung sama pelanggan. Mereka yang berhubungan dengan pemasangan kWh meter dan MCB di pelanggan. Mereka juga yang berhubungan dengan perbaikan aliran listrik kalo terjadi gangguan di sisi distribusi. Dan semua kerjaan mereka itu jelas butuh material. Nah, untuk memonitor pergerakan material dari level 2 ke level 3 dan pergerakan material di level 3 itu sendiri, menjadi tujuan pengembangan aplikasi Simatik ini.

5. SiPREMI

Seminggu sebelum bikin aplikasi SIMATIK, saya baru selesai mengerjakan aplikasi SiPREMI, jadi jangan heran kalo tampilannya really look-alike 😀

Aplikasi SiPREMI ini tujuannya untuk memonitor penanganan kWh meter prabayar di pelanggan yang mengalami kerusakan. Ini saya gak bisa cerita banyak, karena proses bisnisnya sendiri terlalu teknis, tar yang baca juga pusing….hahahaha…yang pasti dengan aplikasi ini, petugas lapangan bisa selalu memonitor penanganan yang mereka lakukan atas kerusakan kWh meter prabayar di pelanggan.

6. EMERGENSY

Karena sesuatu dan lain hal, maka saya cuma bisa tampilkan halaman loginnya saja 😛

Yang pasti intinya berkaitan dengan penanganan kesehatan karyawan gitu deh. Gak tau nih gimana nasib aplikasi ini dengan adanya keharusan untuk ikut BPJS. Yah, kita liat saja nanti. Kalo memang akan tetap diimplementasiin, dari saya sendiri udah siap, karena aplikasi udah kelar sejak beberapa bulan lalu.

7. Rekrutmen

Ini aplikasi yang sudah lamaaa…sekali. Running di tahun 2008 dan 2009. Sekarang sih udah gak kepake lagi.

8. Website Kantor

Dulu, di perusahaan ini tiap-tiap Unit punya website resmi sendiri-sendiri. Waktu saya masuk, sebenarnya Unit kami ini udah punya website resmi juga, tapi dari atasan minta diganti, jadilah waktu itu saya bikin lagi website resmi untuk kantor ini. Seiring perjalanan, ternyata kemudian dari Kantor Pusat mengharuskan hanya ada satu website resmi yaitu yang dikeluarkan oleh Kantor Pusat saja. Dengan demikian, website bikinan saya pun harus off 🙂

9. LEMON

Aplikasi ini tujuannya untuk memonitor pekerjaan-pekerjaan penurunan susut. Bikinnya sebentar sekali. Kayaknya gak ada seminggu. Trus karena sesuatu dan lain hal (gak pengen salah-salahan, makanya gak mau ditulis di sini alasannya), aplikasi ini tertunda terus proses evaluasinya, sampe tiba-tiba dari business process owner minta ini aplikasi diimplementasikan yang mana gak sampe sebulan kemudian dapat kabar kalo dari Kantor Pusat udah berencana mengimplementasikan lagi aplikasi serupa yang dikeluarkan oleh Kantor Pusat. Ya sudah…

10. CIS Help Desk

Ini aplikasi yang pertama sekali saya bikin untuk kantor ini, yaitu di tahun 2006. Sekarang sih udah almarhum, seiring Customer Information System yang di-support sama aplikasi ini juga udah gak dipake lagi.

11. Aplikasi Forum

Saya juga pernah bikin aplikasi forum buat kantor ini. Waktu pertama kali diluncurin, aplikasi ini banyak sekali peminatnya. Anggotanya banyak dan forum diskusi selalu rame. Sayang, karena kurangnya support, aplikasi ini kemudian perlahan ditinggalkan. Awal tahun kemarin mo digalakkan kembali oleh Tim Knowledge Management, tapi kayaknya kurang galak penggalakannya, jadi sampe sekarang pun masih tetap sepi 😀

12. Owner-to-Owner System

Ini aplikasi paling anyar yang saya bikin. Business process owner-nya pak suami sendiri, jadi tambah semangat ngerjainnya…hahahaha… Aplikasi ini bertujuan melayani kebutuhan para pelanggan besar (Tegangan Menengah) dengan sasaran untuk mempercepat layanan dan meningkatkan keterbukaan dalam proses layanan.

Aplikasi ini udah melalui proses user acceptance testing, user training juga udah, secara legal udah, alamat juga udah (DNS-nya udah aktif, tapi karena belum di-launch, saya gak pengen kasih tau dulu di sini alamatnya), tinggal tunggu pukul gong aja. Mudah-mudahan lancar semua dan aplikasi ini memang bisa berguna buat pelanggan besar juga berguna buat pihak-pihak di kantor ini yang berhubungan langsung dengan para pelanggan besar tersebut 🙂

===================

Itulah beberapa aplikasi yang saya kembangin yang bisa saya ceritain di sini 🙂

Mungkin ada yang berpikir, banyak sekali ya aplikasi yang dipake di kantor ini? Apa gak capek ngapalin alamat, user name, dan password? Jawabannya, gak kok. Karena kami pake portal, jadi mau masuk ke aplikasi mana aja bisa lewat portal itu. Dan kalo soal ngapalin user name dan password, karena semua udah single sign-on, jadi user cukup perlu hapal user name dan password email korporat saja 🙂

Dari pengalaman mengembangkan aplikasi begini, sungguhlah terasa betapa keberhasilan implementasi sistem amat sangat bergantung pada dua hal: kebutuhan user (alias usernya ngerasa butuh gak sih sama aplikasi itu) dan dukungan manajemen. Kalo salah satu itu gak ada, maka mau sebagus dan semudah apapun aplikasinya dibuat, maka akan sia-sia saja.

O ya, terakhir, saya pengen bernostalgia, pengen tampilin di sini web pertama yang saya buat di hidup saya. Bikinnya waktu itu semasa kuliah, belum pake database dan murni HTML doang. Isi website-nya tentang bintang, karena saya suka sekali dengan bintang, apalagi karena masa itu adalah masa penuh impian jadi pas banget rasanya bikin website tentang bintang. Sekarang, saya masih punya banyak mimpi, tapi beda dengan dulu, sekarang pun hidup saya sudah seperti mimpi…asiikkkk 😀

Ya udah, sekian dulu ceritanya yaaa….. Selamat merayakan Imlek buat teman-teman yang merayakan dan selamat berlibur juga buat kita semua yaaa. God bless us!

Iklan

47 thoughts on “What I Do For Living: Building Applications

  1. Waktu saya masih kerja di salah satu bank BUMN terkemuka di Indonesia ada 2 hal yg menurut saya, walopun saya awam +gaptek. Tp kedua hal ini kalo ada aplikasi teknologinya bakal memudahkan pekerjaan. Teknologi gunanya utk memudahkan pekerjaan bukan?! Yg pertama, walopun saya ga bisa bikin aplikasi kayak Mba tp utk surat masuk keluar rasanya gak terlalu sulit utk dibuat. Kedua, aplikasi yg connecting dengan tour & travel rekanan. Sehingga utk booking, issued, hotel, bisa langsung mengajukan & approval. Kalo ini rada sulit tapi saya yakin pasti bisa. Sayangnya sampe saya resigned tetep purbakala sistemnya, entah apa alasannya. Buat saya aneh aja, kedua hal itu yg paling sering dilakukan dalam daily work.

    1. Mungkin krn bagian ITnya blom pernah dapat request untuk bikin aplikasinya. Soalnya kalo tanpa request, mmg biasanya jadi malas untuk bikin. Soalnya yang udah berdasarkan request aja kadang susah implementasinya, apalagi kalo yg tanpa request 😀

      1. Hehe..iya mungkin..

        Kalo di tempat saya, jika ada user/bidang tertentu yang pengen dibuatkan aplikasi, musti minta secara legal dan tertulis baru bisa dieksekusi karena harus ada persetujuan dulu dari big boss boleh bikin apa gak itu aplikasi dan karena kami juga musti ngatur schedule dan skala kepentingan dari setiap request 🙂

  2. Wah banyak banget yah aplikasi yang udah dibuat, suamiku juga anak TI ..dulu sering liat dia coding gitu tp skr udah nga pernah lagi tuh 🙂 mungkin karena kerjaannya dikantor udah berbeda..

  3. wow keren sekali Lisa…pantes aja dapet nilai tertinggi di kantor…. karena dirimu berkontribusi besar terhadap orang sekitar dan kantor…jadi gak cuma fokus ke diri sendiri tapi bermanfaat bagi orang banyak…
    Diriku semakin mengidolakanmu yang pintar, cantik, pekerja yang hebat, istri yang cerdas dan tetap jadi ibu yang luar biasa untuk anak-anakmu…. karena aku juga ibu bekerja jadi seneng banget baca-baca tulisanmu dan pengalamanmu…..dan tiap hari nunggu-nunggu postingan kamu lho…. 🙂
    tetaplah menuliskan hal-hal yang menginspirasi dan memotivasi orang lain ya supaya tambah semangat menjalani hari-hari….

  4. ebujeettt banyak amiirrr….kalo aku mah keblinger ama code pemograman Lis 😀
    apa emang kaga bakat yak..makanya dulu waktu kuliah ampe sempet down gegara kaget tenyata jurusan teknik informatika itu mostly bikin aplikasi..tapi Alhamdulillah aku survive juga waktu itu, hihihihi

    Happy holiday yaa.. ;))

      1. hihihihi.. mau komen sama kaya desi … hebaattt kmu lis.. aku sih udh blinger deh..
        ngeliat klo suami lagi coding aja aku udh mabok duluan 😀
        aku sama kaya desi ngga bakat jadi programmer udah survive pas kuliah aja bersyukur bangeet hahhahaha…

  5. mbaaaaaaaaakkkkkkkkk..super sekaliii dirimu..aq ini kuliah IT tp ga suka programming, jd dari lulus udh niat ga mau kerja yg ada hubungan sama coding, eh taunya dpt kerjaan jd programmer di kantorku skrg ini. ya sudah dijalani aja, bersyukurnya sih disini maintenance aplikasi aja jd ga ngembangin dari awal 😀
    salut aq padamu mbak 😀

  6. WOW *BoldUnderline* canggih ini ngodingnya, terus inget kalo semua tmn2 yg kutau pinter ngoding adalah laki2. mb alisa dulu kuliah dimana? pasti IPK-nya nyaris 4 😀 biasanya klo cewek hobi ngoding rata2 jadi Dosen mb,.. xixixii jadi malu sama diri sendiri, aku uda hmpir 10th maintain aplikasi billing system di kantorku, tapiii ga kepikiran ngembangin aplikasi2 baru wkwkkk.. makanya stuk aja ga naek2 jd SPV kyk dirimu.. *tampar diri sendiri* Jadi pengen ketemuan terus salaman,.. xixixiiii *maaf lebay* v^_^v

      1. asyik *salaman* moga ketularan pinter ngoding-nya hehehehehe..

        eew,, serius ya pgn jd dosen, mb skrg dosen bs jd sambilan looh.. xixixi *lah trs kpn wktu ut keluarga yaK?*

        btw pertanyaanku dulu kuliah mana kok ga dijwb sih *kepo* 😀

      2. Iya, serius, dulu emang sempat jadi dosen lepas di kampus…hihihihi…

        Dulu aku kuliah di Manado, di kampus swasta katolik. Tadinya pernah ku taro di sini nama kampusnya, tapi krn kejadian aneh2 belakangan, jadi ku hapus nama2 kampus ku dan suamiku 😀

  7. Biasanya teman-teman di build appl ini sangat akrab dengan kerja diburu tenggat waktu dengan jam kerja over. Apresiasi untuk manajemen waktu Jeng Lies semua terorganisasi cantik antara kantor dan keluarga bahkan untuk hobby ngeblog.
    Salam hangat

    1. Enaknya programming gini karena kita bisa ngatur sendiri gimana pola kerjanya bu. Kalo lagi stuck, bisa stop dulu dan ngerjain hobi (trmsk blogging), kalo pikiran udah lancar lagi baru mulai lagi dan biasanya kalo lagi mood bisa cepat sekali nyelesaikan modul per modulnya.

      Salam hangat juga ya bu

  8. Produktif sekali…!!!
    Saya punya latar belakang Manajemen Informatika kemudian melanjutkan ke Sistem Informasi Bisnis, senang sekali membacanya. Ingat waktu kuliah dulu saya bikin skripsi menggunakan COBOL utk buat aplikasi.
    Dulu juga belajar Fortran, Pascal, Assembly dll. Ketika masuk dunia kerja masih sempat mendalami Visual Basic dan Oracle 8 sekitar 1998, terakhir SAP.
    Nah sekarang sdh tdk pernah coding lagi. Sudah belasan tahun 😦

  9. wah mamanya Raja masih bergelut dengancoding ya keren nih, jadi malu aku udah lama gak pernah pegang coding. Paling liat punya suamiku aja tiap hari bergelut dengan coding.

  10. Baca ini melemparkan gw ke masa sepuluh sampai 15 tahun lalu Lis. Berkutat dengan PHP dan MySQl ato Oracle. Hahahaha. I had my time thus I went into banking. XD

  11. wahh ternyata mbak lis programer ya..hebat…ya kirian beneran di divisi sales or marketing..di kantorku juga ada CIS kayaknya kepanjangannya sama cuma isinya aja yang beda kayaknya ekh sama yang develop juga beda 🙂

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s