Rendah Hati Itu….

Berawal dari pembicaraan yang serius santai antara saya dan suami, tadi dalam perjalanan ke kantor…

Suami: “Rendah hati itu salah satunya adalah ketika kita memiliki sesuatu tapi gak merasa memilikinya.”

Saya: “Kalo gitu aku ini orangnya rendah hati banget dong. Pertama, karena orang suka bilang aku cantik, padahal aku ngerasanya biasa-biasa aja. Kedua, karena papa suka bilang bajuku banyak, padahal aku hampir tiap hari ngerasa gak punya baju buat dipake. Nah, rendah hati banget kan aku berarti?”

Suami: Zzzzzzzzzzzzzzz………………….

Hahahahaha….

Oke, baiklah, mari abaikan saja percakapan di atas itu. Saya cuma becanda kok, suer. Tapi kalo pak suami paham sih harusnya bisa nangkap ya. Itu artinya istrinya minta ijin belanja baju baru….hahahaha…

Nah oke, kembali ke laptop. Kemudian setelah itu, saya dan suami kembali ngelanjutin obrolan soal rendah hati, sampai kemudian saya teringat pada salah satu pesan mama saya yang udah saya dengar sejak duluuu…banget.

“Orang yang suka minder dan merasa rendah diri, sebenarnya adalah orang yang sombong atau punya bakat sombong, karena itu berarti dia berpikir bahwa orang yang berada pada posisinya adalah orang yang rendah.”

Not exactly like that sih kata-kata mama, because you know, she speaks in Manado languange, so just imagine she speaks with tone like…”inga..inga….”   hehehe….. *kemudian ditabok mama*

Kalo dipikir-pikir, apa yang mama bilang itu memang bener banget kan? Kalo kami sih ngerasa iya banget.

Kalo ada orang yang secara ekonomi agak kurang, merasa minder sama orang yang secara ekonomi berkelimpahan. Itu artinya dia menganggap orang yang ekonominya kurang, lebih rendah daripada orang yang ekonominya berlimpah. Jika kondisinya dibalik, dia yang berlimpah sementara orang lain yang berkekurangan, maka kemungkinan besar dia juga akan memperlakukan orang yang ekonominya rendah secara kurang baik. Karena mind set-nya sudah begitu. Membeda-bedakan orang.

Gak cuma dalam soal ekonomi, tapi hampir dalam segala hal, prinsip ini bisa masuk.

Intinya memang harus bisa menganggap semua orang sama. Semua orang punya kelebihan dan kekurangan. Mengakui orang lain punya kelebihan, bukan berarti harus minder sama orang itu. Menyadari bahwa diri sendiri punya kekurangan, bukan berarti harus merasa rendah diri karenanya. Merasa punya kelebihan, bukan berarti harus sombong. Kalo liat orang lain punya begitu banyak kelebihan, jangan jadi iri, karena tak ada manusia yang sempurna. Bagai dua sisi mata uang, setiap kelebihan pasti dibareng dengan kekurangan.

Karena itu kenapa harus minder?

Kenapa harus sombong?

Rendah hati adalah mengakui bahwa semua orang sama. Punya kelebihan. Punya kekurangan. Tak ada yang lebih. Tak ada yang kurang.

Rendah hati adalah mengakui bahwa manusia ini hanya ciptaan Tuhan, karena itu tak bisa apa-apa tanpa Tuhan. Segala kelebihan dan kekurangan yang Tuhan beri, itu adalah talenta dan anugerah. Tinggal tergantung kita gimana mengelolanya.

Yah, gitu deh…sekian pembicaraannya…hehehe… Bersyukur, tadi ngobrol soal ini sama pak suami, karena jadi pengingat banget buat diri saya sendiri 🙂

Selamat hari Jumat, manteman...have a great weekend yooo…. God bless us!

Iklan

48 thoughts on “Rendah Hati Itu….

      1. Nanti klo 4700 fotonya udah berkurang separoh. Lah…. Perasaan kmaren 4500 deh. Ngapa trs nambah 200? Trs kapan berkurangnya?

      2. Ah mimin dan momod kan bs yg lain…. Yg ptg aku slalu di hati…. Hati siapa? Ya hatinya fedi nuril… #lhaaaa #koknyambungkesana #fedinurilKWmaksudnya

  1. Setuju mbak, rendah diri tak sama dengan rendah hati. Rendah diri harus dihindari, rendah hati harus ditanamkan sejak dini.

  2. Intinya memang harus bisa menganggap semua orang sama, betul banget ini buktinya mamanya Raja mengganggap semua sama tidak membedakan teman. Jadi weekend ini belanja baju kan? 🙂

  3. bener banget…ngapain harus minder?
    kalau kita kurang, jangan tunjukan kekurangan kita, justru malah tunjukan kelebihan kita.
    karena pastinya dibalik kekurangan pasti ada kelebihan 🙂

  4. Trim Mama Raja berbagi kerendah hatian. Godaan rendah diri yang suka menyamar merasuk hati dikepras tuntas oleh wejangan Mama Menado.
    Selamat berakhir pekan.

  5. Halu eda,

    Boleh juga tuh jurus minta dibeliin baju baru sama pak suami, hehehhe…. 😀

    Thanks for sharing & may GBU abundantly

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s