Perjalanan mencari piano murah……

Saat awal masukin Raja ke sekolah musik, yang paling jadi pikiran adalah soal perlengkapan perangnya yang utama, apalagi kalo bukan alat musiknya sendiri, dalam hal ini piano.

Soal piano ini jadi kepikiran, karena sejak jaman dulu, walau satu-satunya pengetahuan saya tentang piano hanyalah terbatas pada bentuknya yang terbagi dua: grand dan upright, saya udah tau kalo piano itu harganya mahal. Kalo organ sih pasti relatif lebih murah, tapi kalo udah ngomong piano, dalam benak saya langsung terbayang lah itu duit puluhan hingga ratusan juta rupiah. Saya dulu memang nggak pernah cari tau ya berapa harga piano sebenarnya, tapi kira-kira udah bisa saya bayangkan lah harganya berapa mengingat hanya di rumah teman yang orang tuanya tergolong berpenghasilan besar aja yang punya piano. Kalo yang penghasilannya rada pas-pasan (seperti orang tua saya), palingan juga cuma ada organ…hihihihi… Dan ternyata, kesimpulan saya dulu itu memang gak salah kok, terbukti waktu pertama kali main ke rumah mertua (yang waktu itu statusnya masih calon) dan saya iseng-iseng nanya berapa harga piano upright di rumah mertua itu saat dulu dibeli, saya pun langsung ngerasa mules di perut begitu denger angkanya. Di rumah mertua memang ada piano bagus yang usianya udah bertahun-tahun, karena udah dibeli sejak suami masih kecil, tapi ya itu herannya kok mereka semua 6 bersaudara gak ada satupun yang bisa main piano, satu-satunya yang bisa ya cuma bapak mertua. Sayang banget ya 😀

Makanya karena sadar kalo piano itu harganya mahal sekali, waktu Raja kami masukin ke sekolah musik, saya dan suami cuma bisa beriman aja supaya tar bisa dapat duit buat beliin Raja piano. Pernah satu kali saya iseng-iseng nyari harga piano, dan ketemulah saya di sebuah situs yang ngejual piano-piano second….yang mana penemuan itu bikin saya nyesel. Ya abis gimana gak nyesel, gara-gara situs itu saya tambah pusing liat piano second aja harganya bisa nembus angka sampai hampir 500juta. Eyampun, beli sebiji piano aja bisa dapat satu rumah tipe 50-an…gimana ini?? T___T

Nah, setelah Raja mulai masuk sekolah musik, baru tau lah kami kalo ternyata piano itu ada jenis digitalnya juga….hihihi…memang lah pengetahuan kami soal piano ini ceteeekk banget. Kami taunya karena di sekolah musik Raja juga kan jualan alat-alat musik Yamaha juga, nah di situlah kami liat-liat… Oalah, ternyata bahkan yang grand pun ada yang versi digitalnya. Nah, harapannya kan dengan ada versi digital gini, maka harganya pun bisa menjadi lebih terjangkau. Seharusnya begitu kaann?

Kenyataannyaaaaa….

Ya memang masih bisa dijangkau sih, tapi tetep ya bok, Clavinova yang paling murah aja harganya masih kurang dikit dari 20jeti 😀

Untunglah saat tingkat awal di sekolah musiknya yaitu di Music Wonderland sampai ke Junior Music Course 1, siswa gak diharuskan untuk punya piano sendiri di rumah. Sebenarnya sampai sekarang pun gak diharuskan juga sih…cuma ya  dianjurkan harus punya karena bagaimanapun dengan semakin sering berlatih di rumah maka siswa pun akan menjadi semakin mahir. Oh ya, yang dianjurkan memang piano, bukan organ, karena kalo organ tutsnya ringan sementara piano tutsnya berat. Jika siswa belajar dengan organ maka jari jemarinya akan kurang kuat untuk nekan tuts piano yang berat.

Nah, karena sampai di tingkat JMC 1 pelajaran pianonya masih yang belom gimana-gimana alias masih gampang laahh (ukuran gampangnya karena si mamma masih bisa ngikutin pelajarannya..hihihihi), kami masih nyaman dengan ketiadaan alat bantu belajar berupa piano  di rumah. Eh, saat itu ada ding alat bantunya, yaitu berupa keyboard mainan yang pake baterai…wkwkwkwk… Jadi waktu di JMC 1 itu, keyboard mainan itu lah yang tiap hari dipake Raja buat latihan di rumah, pernah dia keasikan latihan sampe menjelang tidur, akhirnya itu keyboard ketimpa badannya dan patah…hihihi..kasiaaann :D.   Mungkin kalo orang lain liat mikirnya gini, ini orang tua berdua serius gak sih pengen anaknya bisa main musik? Udahlah dua-duanya buta soal musik, eh anaknya bukannya dikasih fasilitas yang baik malah cuma dikasih keyboard mainan gak jelas kayak gitu 😀 .

Ya maafkanlah yaaaa….bukannya gak pengen memfasilitasi anak, tapi saat itu memang kondisinya rada berat buat ngeluarin duit segitu, maklum baru beli rumah baru…hihihihihi… Puji Tuhan ya pemirsa, dengan segala keterbatasan kondisi saat itu, si Raja tetep aja semangat latihannya dan tetep bisa tambah pinter! 😀

Sampai kemudian Raja masuk ke tingkat JMC 2 dan tingkat kesulitan pelajaran musiknya mulai meningkat, kami pun mulai berpikir serius untuk segera membelikan Raja piano! Apalagi setelah kejadian Raja gak mau pulang dari kelas musiknya, udah kami bujuk-bujuk, dia tetep gak mau beranjak dari depan electone. Begitu ditanya alasannya kenapa kok gak mau pulang, dia cuma jawab dengan nada sedih, “Because I still want to play music, I don’t have piano at home, I can’t play music at home……..

Denger jawaban itu, rasanya hati ini sediiihhh banget dan langsung dalam hati bilang, “Don’t worry honey, I promise you, you’ll have your own piano at home, very soon!“. Pokoknya beriman aja bahwa di tengah kebutuhan yang lagi gila-gilaan dan bakal tambah banyak dengan kehadiran si adek yang udah makin dekat saat itu, duit kami akan tetap cukup untuk beliin Raja piano. Amin!

Saat itu sudah kami rencanakan untuk membelikan Raja Clavinova, seri berapa saya gak tau lagi, pokoknya judulnya Clavinova yang terpajang di show room di lobi sekolah musiknya. Rencana belinya berbarengan dengan jadwal sekolah musik Raja. Maka di hari itu, datanglah kami ke situ lebih cepat dari jadwal masuk ke kelas dalam rangka bertransaksi piano. Begitu nyampe, sebelum bertransaksi kami teteplah liat-liat dulu aneka piano yang dipajang di situ, gaya doang sih liat-liat padahal sebenarnya tiap minggu juga udah liat-liat dan udah tau kalo yang mo diambil adalah yang termurah….buat yang jual, buat kami sih tetep aja itu mahal! 😛

Dan ternyata pemirsa, saat sedang lihat-lihat itu, mata kami tertuju pada barang baru yang terpajang di situ. Sebuah piano digital tipe Arius YDP 142 yang mana harganya ‘hanya’ 7 jutaan, belom termasuk diskon sebagai siswa Yamaha!! Apaahh??? Seriusan ini piano harganya lebih murah dari gadget dan..dan…jauh lebih murah juga dibanding harga tiket kita sekeluarga kalo pulang kampung??? Kalo segini mah bisalah kita langsung bungkus sekarang barangnya…hihihihi…

Tapi walopun seneng liat ada piano yang harganya bahkan gak lewat 10 juta, kami gak mau lah main sembarang bungkus. Cari tau dulu lah ini piano gimana performanya. Jangan-jangan jelek suaranya, jangan-jangan gampang rusak, jangan-jangan gak bisa dipake lama, jangan-jangan ini, jangan-jangan itu….apalagi kami kan bukan orang yang ngerti dengan dunia per-piano-an, jadi mari kita tanya pada orang yang lebih ngerti dan bisa dipercaya: guru musik Raja! 😀

Di satu kesempatan, saya nelpon miss Mira, saya bilang kalo kami udah kepengen banget beliin Raja piano dan sempat liat ada Yamaha Arius yang harganya terjangkau sekali tapi kami masih ragu, itu piano bagus apa gak dan memang benar-benar bisa berguna untuk Raja belajar ato gak. Saya juga nanya, kalo dibandingkan dengan Clavinova, Arius itu kekurangannya apa, kok harganya bisa jauh lebih murah gitu.

Pertanyaan saya itu dijawab lumayan panjang oleh guru musiknya. Kurang lebih beginilah penjelasan beliau. Untuk level siswa, Yamaha Arius itu sudah sangat cukup. Berat tutsnya sudah pas, tidak seberat piano akustik memang, tapi tidak juga ringan. Jumlah tutsnya juga sama dengan piano-piano yang lain jenis apapun itu. Untuk kelas digital piano dan untuk rumahan (bukan untuk produksi musik atau untuk konser ya 😀 ), Arius ini sudah sangat ok dan bisa dipakai untuk jangka waktu yang lama. Jika dibandingkan dengan Clavinova, secara umum keduanya sebenarnya sama. Model hampir mirip. Teknologi yang digunakan sama. Suara sama. Tuts sama. Semua sama, kecuali fitur digital tambahannya. Clavinova lebih banyak fitur pilihan suara dan bisa ngatur timbre, trus speakernya juga lebih gede dari Arius. Sementara Arius memang fiturnya sedikit, cuma bisa milih jenis suara, ngerekam nada yang kita mainkan, dan ngatur volume. Tapi, kalo untuk belajar kita kan memang gak terlalu butuh segala macam fitur gitu jadi seharusnya soal fitur ini bisa lah kita tutup mata. Akhir cerita, kesimpulan yang saya dapat dari gurunya adalah… jika budget mama terbatas tapi sudah ngebet beliin Raja piano, maka silakan belikan Arius untuk Raja 😀

Jawaban gurunya itu bener-bener bikin lega. Tapi untuk lebih memastikan, saya pun nyari-nyari review dari Internet. Eh, orang-orang bule itu juga bilang yang gak jauh beda dengan apa yang dibilang guru musik Raja.

Ihiiirrrr…asik banget iniii!!! Lumayan ya bok, bisa irit banyak sekali anggaran untuk piano Raja!

Setelah sudah yakin, kami pun langsung menghubungi sekolah musik Raja dan deal untuk beli si Arius YDP 142. Gak bisa langsung bungkus sih, masih harus nunggu kurang lebih dua minggu karena barangnya baru mo dikirim jadi Jakarta.

Puji Tuhan, tak lama setelah Raja dapat hadiah adek baru di bulan November tahun yang lalu, dia juga dapat hadiah piano baru dari papa-mamanya. Kami gak pernah cerita ke Raja kalo piano ini mungkin adalah piano seri termurah dari Yamaha, sebaliknya kami selalu bilang ke dia kalo piano dia harganya mahal! Jadi karena mahal gak boleh disia-siakan, harus sering-sering dipake buat latihan biar pianonya memang berguna buat bikin dia tambah pinter main musik.

Karena memang Raja anaknya seneng sama musik, maka puji Tuhan tiap hari dia latihan pake si Arius ini. Dan memang, nampak benar bedanya antara sebelum dan sesudah ada piano di rumah. Perkembangannya sekarang jadi jauh lebih pesat, karena memang selain yang dia dapat di sekolah musik sudah lebih banyak, dia juga sekarang bisa sering bereksperimen di rumah sehingga kemampuannya bisa bertambah lebih dari apa yang dia dapat di sekolah musiknya 🙂

By the way, memang sebenarnya cerita tentang piano Raja ini sudah termasuk cerita lama karena kejadiannya sudah sejak Oktober-November tahun yang lalu, tapi saya tulis lagi di sini karena ternyata lumayan banyak orang tua yang anaknya sekolah musik dan gak tau kalo ada piano dengan harga semurah si Arius ini….mereka baru tau setelah saya kasih tau…hihihihi…. Dan rata-rata pada kaget lhooo…termasuk salah satu ibu-ibu blogger, si mamak yang mayan terkenal di jagad perbloggingan ini (dear mak, kalau dirimu baca ini, dirimu pasti tau siapa yang ku maksud :D). Selain rata-rata pada kaget, hampir semuanya begitu tau langsung tanpa pikir panjang lagi segera membelikan anaknya si Arius ini, hehe….

Dan oh ya, pernah ada yang tanya, apa sih bedanya piano digital dengan piano akustik? Saya sih sebenarnya gak ngerti-ngerti amat ya, tapi berdasarkan pengetahuan saya yang hampir tidak ada itu, kira-kira beginilah jawaban saya.

  1. Piano akustik gak ada fitur aneka ragam seperti yang ada di piano digital
  2. Suaranya bedaaaa… Piano akustik suaranya bergema dan terdengar berat, sementara piano digital suaranya hampir tak ada gema (sependengaran saya). Yang mana yang lebih indah? Ya piano akustik lah!
  3. Tuts piano akustik lebih berat, tapi sepertinya gak terlalu beda-beda amat beratnya. Soalnya Raja sama sekali gak ada kesulitan main di piano akustik meski latihannya di piano digital.
  4. Piano akustik tuh mesti rajin-rajin dirawat dan secara teratur musti distem suaranya. Kalo gak pernah distem, suaranya bakal fals, seperti piano di rumah mertua 😀 . Kalo piano digital suaranya memang udah statis, jadi minim sekali perawatannya.
  5. Kalo kata Raja sih lebih enak dan lebih nyaman main di piano akustik. Kalo poin yang ini saya gak ngerti segi lebih enak dan lebih nyamannya gimana, karena ini mungkin terkait dengan ‘feel’ si pemain kali yah. Raja juga gak banyak jelasin, dia cuma bilang main di piano akustik itu more comfort. Titik 😀

Begitulah pemirsa, cerita saya tentang piano ini, mudah-mudahan bisa membantu lebih banyak orang tua yang pernah mengalami kegalauan seperti yang saya dan suami rasakan dulu. Tapi sebagaimana yang selalu saya bilang pada semua orang yang bertanya ke kami, jangan jadikan pengalaman dan penjelasan kami sebagai satu-satunya referensi, cari juga referensi dan review lainnya di luar sana, karena oh karena….kami ini buta soal musik, kami hanya orang tua biasa yang dikasih Tuhan anak yang punya minat lumayan besar pada musik 🙂

Yamaha Arius YDP 142 di rumah kami
Yamaha Arius YDP 142 di rumah kami
Kalo yang ini sih foto si bocah lagi main piano akustik (yang suaranya udah fals) di rumah ompung. Sayang banget piano ini, udahlah suaranya fals, beberapa tutsnya pun sudah rusak, mungkin bisa diperbaiki tapi mungkin udah lumayan juga kali yah biaya perbaikannya...
Kalo yang ini foto si bocah lagi main piano akustik (yang suaranya udah fals) di rumah ompung. Sayang banget piano ini, udahlah suaranya fals, beberapa tutsnya pun sudah rusak, mungkin bisa diperbaiki tapi mungkin udah lumayan juga kali yah biaya perbaikannya…
Iklan

60 thoughts on “Perjalanan mencari piano murah……

  1. kita juga pake arius disini. karena murmer. 🙂
    dulu pas di indo punya clavinova, sedih banget mesti dijual pas pindah. secara kualitas, clavinova jauh di atas arius. yah emang beda harga beda rupa lah ya. hahaha.
    selalu sedih kalo inget clavinova gua dulu. gua beli masih murah banget dulu, pas clavinova baru keluar… 😀

    1. Man, dulu tuh waktu Sondang nanya2 ke aku, aku sempat bilang, kalo dari yang aku intip2 di foto2 Arman, sepertinya Arman jg pake Arius…ealah, ternyata bener…hihihihi

      Iya sih memang ya, di mana-mana ada harga ada rupa. Tapi kalo yang sekelasmu aja pake arius, aku tambah yakin lah udah beneerr beli arius ini..ahahahaha

  2. jadi ingat kejadian nieh ngomong ngomong Yamaha music school hehehe…kinan udah aku daftarin dibatam mulai kelas agustus ini, udah bayar pendaftaran 300 ribu dari bulan maret atau april yah heheh lupa untuk buku dan adminnya nanti aja pas masuk agustus begitu pikir kita, terus karena pertimbangan aku mabok di trisemeter pertama, bapaknya sering pergi pergi training dan aku rasanya blom sanggup untuk setiap sabtu nganter naik speed ke batam akhirnya aku batalkan dulu setelah 2 kali di telp sama petugas adminnya, awalnya mau change aja ke Tanjung pinang yang bisa perjalanan darat tapi butuh waktu juga sekitaran 1 jam an lebih lebih cepat kalo naik speedboot kebatam, tapi juga sabtu kinan masih sekolah…duh dilema..akhirnya dengan terpaksa ditunda dulu mungkin tahun depan kalo dia sudah di SDIT yang sabtu libur jadi bisa didaftarkan lagi…kepikiran sih…untuk mencoba mengembangkan bakat dan minatnya disitu…tapi apa daya…kita harus tunda dulu…hiks..senang lihat video bang raja main piano yang di share lewat FB..

  3. Lis, piano bekas yg harganya sampe 500 juta itu tipe apaan? Mungkin grand piano yg gede banget kali ya. Kalo upright bekas banyak kok yg under 10 juta. Barunya pun ada yg 30an juta, gak sampe ratusan juta.

    Piano digital itu ada gemanya juga kok Lis. Disebutnya sustain, kan ada pedal2nya tuh piano. Nanti sustainnya bisa diatur dengan pedalnya jg, bs lbh panjang atau lbh pendek. Di piano upright jg sama fungsinya. Cm namanya pake senar, pasti kerasa ya bedanya. Sama aja kayak main organ electone sama pipe organ kan beda banget hehehe.

    Nanti kalo Raja udah tambah jago, semoga papa mamanya cepetan ketiban duren biar beli piano upright hehe. Kalo durennya gede bs beli baby grand hahaha.

    1. Iya Le, grand. Steinway and sons pulak. Ahahahaha…cari perkara memang liat-liat yang begituan..hihihi…horor harganya 😀 😀

      Yg upright under 10jt itu yang merk apa Le?

      Tapi gema piano digital kan baru agak kedengeran kalo pedal ditekan, Le, kalo piano akustik tanpa nekan pedal pun suaranya udah terdengar grande dan bergema.

      Hahahaha…amiinnn buat doanya, Le 😀

      1. Kemarin ini temenku jual, tapi dia di Jakarta sih. Merek Schumann kalau nggak salah. Dia jual 9 juta. Terus sesudahnya dia jual juga hadiah dr Dubes Jerman, lupa mereka apa tp merek Jerman juga, 13.5 juta gitu. Temenku ini guru piano hehehe. Tapi sayang ya jauh dr tempat kamu.

      2. Aiiihh…asik banget temenmu itu ya, dapat hadiah bentuknya piano..ngiriiii…ahahahaha… Hadiah dari dubes buat guru piano, pasti pianonya gak yang main-main ya Le :D. Iya, sayang jauh dari sini. Kalo di sini kayaknya jarang orang jual beli piano bekas, mungkin ada cuma aku aja yang belom nemu komunitas ato tempatnya.

  4. Kalo beliin sesuatu walopun mahal tapi anak emang niat n serius memanfaatkan barang tsb emang melegakan hati ya Lis…gak sayang sama duit hihihi…btw makin pinter ya abang Raja, ntar gede jadi musisi kondang deh, amin…

  5. wew.. sekarang clavi paling murah udh deket angka 20 mbak? 2 taun lalu baru beli clavi, masih di 13 bisa cicilan 0persen setaun lagi.. klo tunai, diskon 20 persen lagi malah..

    1. Wew…murah sekali itu clavinya dapat harga segitu. Aku udah liat2 piano sejak dua tahun lalu juga, kalo di sini yang namanya clavinova pasti udah di atas 20jt, harga di bawah dikit dr 20jt (kurleb 18jt) aku dapat referensinya dari internet

  6. Wah thx buat info nya nih lis, aku uda cita2 mo kursusin musik jg buat marco terutama piano hahaha pdhl masih jauh bgt nunggu saat itu tiba :)) jgn2 tar pas marco uda cukup umur, harga nya jg uda makin melambung

  7. cita-citaku juga nyekolahin anakku taun depan di Yamaha, di umur 3 taun, sama kyk abang kan ya.. trus next masih bingung jurusin ke piano ato organ. Mudah2an pas saatnya itu arius udah turun harga hihihihihi…..

  8. Halooo aku mampirrr..hihihii

    Akuuh gak bs main piano..tp selalu menikmati permainan piano. Semoga Raja bisa jadi the next Ananda Sukarlan yaaah! Adeknya Raja ntar ambil piano jg? Atau biola? Waaah asik mamanya bisa tiap hari denger konser gratis.

  9. Lisa, maaf kepo dikit. Kalau orang tuanya buta musik, Raja bisa minat sama musik gimana awalnya ya?
    Tapi emang seneng kali ya kalau punya anak semangat bener belajarnya

    1. Aku sama suami memang buta musik, tapi mungkin dikit-dikit ada bakat musik jg yang diturunin dari keluarga kami. Soalnya bbrp keluarga kami pemusik dan sbnrnya yang buta musik di keluarga ku tuh cuma aku doang…hihihi..

      Kami juga awal-awalnya nyoba aja sih masukin Raja ke sekolah musik. Waktu itu dari dia umur 3 tahun. Eh lah Puji Tuhan makin ke sini makin keliatan ada semangat dan minatnya, ya udah…lanjut deh 😀

  10. Hai Lis, aku tau deh mamak siapa yg dimaksud soalnya dia juga nanya2 piano sama aku hahaah begitu aku bilang kl type U1 yg termurah bisa 50-60 juta tapi baru khs shok mamak turun ke clavinova trus dpt arius itu bagai dapat durian runtuh dia hahaah

    kl anakku lesnya udah JMC 4 skrg sama les piano private baru naik buku 3, sejauh ini kami blom ada budget buat beli piano krn mau beli yg bagusan dan akustik yg type U3 ngaruh ke suara katanya jadi selama ini kita di rumah pk electone (sama persis dgn di tpt kursus itu) untuk latihan dia begitu mau les baru dia latihan lg disana pake piano akustik soalnya kl main piano ada dinamikanya kan bagian mana harus teken tuts keras (forte) bagian mana lembut (piano) bagian mana lompat2 (stacato) jd ada istilah2 gitu utk cara bermain yg mana kl pake electone mau kita pencet keras atau lunak bunyi yg keluar sama hahahah

    sukses terus yah untuk Raja, semoga nanti bisa konser2, ujian, dapet sertifikat dan piala hihihi 🙂

    1. Ahahaha…iyaaa…mamak itu lah yang aku maksud 😀 😀

      Aih, electone pun harganya udah lumayan yaaa…hihihihi..mdh2an segera tercapai dapat U3nya yaa… Iya memang, gak mungkin belajar piano pake electone, karena memang keduanya bedaaa 😀

      Tengkyu, salam juga buat Clarissa yaaa..salam sesama teman seperguruan..ahahahaha

  11. Wow, makasih ya buat tulisan ini, memang mengincar jenis piano digital semacam ini untuk Al. Sekarang anakku sdh jmc 4 dan masih latihan pakai keyboard yamaha. Mungkin setahun lagi baru akan beli nih kalau sudah jxc.

  12. Coba cek Casio Privia dan Celviano,,harga kurang lbh sama dari Yamaha Airus dan Celviano,,celviano seri tertinggi kurang lbh harganya 18jt an..
    Tp ada prevew d youtube,,kalau tutsnya lbhs sesitif casio dr pada yamaha,,saya juga pake keyboard casio wk-7500,,suara grand piano nya mirip punya KORG..
    ini link revewnya d youtube: https://www.youtube.com/watch?v=UrM7TzRVWhI , https://www.youtube.com/watch?v=m8bDsMB37tM , https://www.youtube.com/watch?v=vQyiLEC5Ntg , https://www.youtube.com/watch?v=CeCBKWDCT_o ,

    Ini saran saja si untuk orang tua yang dananya terbatas tapi sangat ingin anaknya bisa bermain piano,,terkadang memang merk Casio d pandang sebelah mata,,tp 10 tahun terakhir ini casio serius menggarap keyboard dan digital PIANO,,mereka masi kasi harga murah,,tapi kualitasnya bisa dikatakan bagus dan mumpuni..

    untuk pertimbangan merk CASIO itu sudah kita kenal dari puluhan taun yg lalu kan,,dr merk jam,,jam digital juga,,sampe yang paling terkenal adalah brand G-Shock nya (harga jam 2jt keatas),,dia ga akan main2 dengan produknya…

  13. Tapi kalau main Piano Akustik akan mendapat beberapa advantages, kalau yg saya dapatkan ya, mainnya bisa adjusting di piano digital/grand/piano yang beda? (tapi entah juga sih), soalnya kalau saya gitu.
    Dirumah ada upright, saya minta tuner untuk memberatkan tuts (ini dikarenakan biar nggak kesusahan kalau tiba tiba main di piano yang tutsnya cukup berat). Oh iya, saran saya, kalau si Raja sudah agak besar-an, mending dibelikan piano akustik hehehe….. ya meskipun lebih mahal, cuma bisa tahan lebih lama asal dengan perawatan + steam yang baik.

      1. harus bawa orang yang ngerti buat cek senarnya sudah karatan/belum, sama cari yang ada garansinya selama 3 tahun..piano akustik makin tua justru makin cakep suaranyaa…. maaf belum bisa kasih referensi tokonya, karena saya sendiri juga masih cari cari,, hehe.. semangattt..

  14. Ya ampun.. tulisannya bner2 membantu.. terimakasih banyak mbak..
    sy lgi googling2 soal piano murah.. eh.. ketemu ini..
    bermanfaat sekali..
    skrg tau apa yg bisa di beli dgn budged di bawah 10jt..

  15. wahh membantu sekali tulisannya mbak sebagai tambahan referensinya .. anak saya baru mau belajar dan saya bingung mau beliin piano yg gmn secara saya ga gitu ngerti soal piano juga.. dan piano akustik mahall bingittttsss.. mudah2 an anak saya berminat di musik dan ada rejeki buat beli yg akustik… for now i go with arius too .. hehehe.. THX alot yah mbak

  16. terimakasih atas pengalamannya ka, Sangat membantu saya saat ini. karena memang saya lgi browsing cari2 piano buat anakku yang mau masuk SD. Saya blank untuk pemahaman piano, tapi saya sangat suka mendengarkan piano dimainkan. harapannya kalo anak sudah les piano, trus aku bisa beliin dia piano dirumah, aku akan ikut belajar nantinya. doakan supaya ada berkat biar bisa beli piano ya ka,,,,thanks. Tuhan memberkati kita

  17. Puji Tuhan banget, saya bisa menemukan blogger Ini Dimana saya sedang kebingungan Dan searching di internet untuk membeli piano bekas dikarenakan Dana yang belum cukup, Dan Ada argument Antara saya Dan Suami mengenai piano digital Dan autistic….pengalaman orang Tua raja 99 % mirip sehingga saya Dan suami membaca Nya sambil ketawa, kami pikir Hanya kami doang yg begini, terimakasih ya Tuhan memberkati.

  18. Makasih banget postnya sis, anak sy juga les piano. Mulai kepikiran beli piano beneran, soalnya tuts keyboardnya uda gak cukup. Oh ya dulu beli Ariusnya harganya 7 juta berapa yah? Biar hitung2 budget^^, tks yo

  19. Arius kyknya masih 2 sensor cari yg triple sensor lebih baik bisa main cepat lagu2 tempo besar (170 beat per minute) tapi yaa arius jg da bagus kok buat anak2 dan pemula 🙂

  20. Coba searching product Casio Privia series, untuk piano sound, data samplingnya menggunakan Steinway Piano (just like Korg). Product hybridnya Casio kerjasama dgn Steinway jg sdh ada.. Di Eropa dan US, Casio sdh jadi rising star, dengan spesifikasi yang sama, bisa ditemukan di product Roland/Yamaha/Korg/Kurzweil yang harganya bisa hampir 2x lipat harga di Casio. Saya bukan salesnya Casio lho, tp saya sdh pakai Privia PX860 dari 2thn lalu, sound dan action keybednya (triple action, sound dihasilkan berbeda menurut keras/lembut tekanan jari) sudah jauh lebih mirip dengan piano akustik. Dengan budget yang sama dgn Airus, bisa dapat Privia series dengan spek yang jauh lebih baik dari Arius. Minusnya jaringan sales dan service belum menjangkau banyak daerah di Indonesia, YAMAHA menang untuk urusan ini. Dulu yang pegang hak merk CASIO EMI di Indonesia PT. Kasindo xxx , skrg sdh dipindah kepada PT. Prima Cahaya Agung yang sptnya lebih baik dan serius. silahkan check FB dan websitenya http://www.pca.co.id

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s