Ketika Harus Berpindah Ke Lain Hati

Buat saya, perkara pindah ke lain hati itu bukan perkara yang gampang. Malah bisa dibilang amat sulit karena saya bukannya orang yang bisa dengan mudah beradaptasi dengan perubahan dan lagian saya tuh kalo udah sayang sesuatu, bakal sayaaaangg banget. Intinya, saya ini termasuk orang yang setia…*bukan segala tipu ada. Tapi SETIA as in its true meaning lho yaaa*.

Mungkin ada orang yang tau tentang cerita lama saya dan suami sebelum jadian dan kemudian begitu baca pernyataan di atas, malah ngomong…. “Bohong kalo kamu setia! Kalo memang tipe setia mah kamu gak mungkin ninggalin orang yang udah bareng kamu bertahun-tahun demi orang yang baru aja kamu kenal!”

Soal ini, yang bisa saya bilang adalah bahwa dalam soal cari mencari jodoh, perihal setia mah urusan belakangan. Yes, I said that! SETIA URUSAN BELAKANGAN.

Kenapa?

Karena yang terpenting nemu orang yang tepat dan memang adalah jodoh kita dulu dooongg!

Sekarang saya tanya, buat apa kamu mempertahankan kesetiaan buat orang yang jelas-jelas bukan jodoh kamu?

Seandainya ketika kamu pacaran dengan dia dan dia kemudian pindah ke lain hati, itu obviously dia bukan jodoh kamu. Kalo dia gak setia, ngapain kamu setia sama dia? Heloo…ini tarafnya masih pacaran lhooo…masa di mana justru cinta jangan sampai membutakan mata hati. Buka mata, buka telinga lebar-lebar, dengarkan hati nurani, perhatikan tanda-tanda alam, rendahkan hatimu untuk mendengarkan nasihat orang-orang yang sayang sama kamu, peka dengan pertanda yang Tuhan berikan, supaya jangan sampai kamu mengikat janji hidup semati dengan orang yang sebenarnya gak bisa hidup sama kamu apalagi mau mati demi kamu.

Atau seandainya kamu lagi pacaran dengan seseorang, yang somehow dalam beberapa hal ada yang gak sreg antara kamu sama dia dan ditambah keluargamu pun kurang ngasih lampu ijo buat kalian nikah, dan kemudian kamu ketemu dengan orang laen yang dalam segala-galanya kamu rasakan dan yakini adalah jodoh kamu dan dia pun merasakan hal yang sama ke kamu… Lah buat apa kamu tetap mempertahankan hubungan dengan pacar kamu sekarang cuma demi menjaga kesetiaan? Bodoh itu namanya, karena kemungkinan besar kamu baru saja melewatkan kesempatan paling besar dalam hidupmu untuk hidup bersama jodoh kamu.

Buat saya pribadi, berdasarkan pengalaman sebagai orang yang pernah dianggap sebagai kucing garong, orang yang saya yakini adalah jodoh saya *di luar segala prasyarat lain yang udah harus mutlak ada yaaa terutama tentang kesepadanan dalam iman, serta kemapanan, tanggung jawab, pendidikan, perilaku, level kegantengan *eh, cowok yang saya suka haruslah yang ganteng menurut saya kaaann*, dan sebagainya…dan selanjutnya* adalah ketika dalam masa saya menjalin hubungan dengan dia, saking terpesona dan kagumnya saya pada dia, serta saking besarnya rasa takut kehilangan saya, maka saya kemudian sampai di satu titik di mana tak pernah sekalipun saya terpikir untuk tebar pesona ke orang lain. Dengan ada dia, sudah cukup. Dengan perhatian yang hanya dari dia, saya sudah puas. Saya tak perlu lagi mencari perhatian dari laki-laki lain dan tak merasa bangga lagi ketika ada laki-laki lain yang naksir saya…bahkan perhatian dari orang lain itu justru bikin saya merasa tak nyaman.

Hal ini hanya pernah saya rasakan sebanyak satu kali (untuk selama-lamanya…amiiinn!!!). Tentu saja dengan dia yang jadi suami saya sekarang.

Kalo sebelum-sebelumnya mah jangan tanya. Begitu dandan yang dipikirin bukan cuma untuk bikin si dia ngeliat saya tampil cantik, tapi apakah penampilan saya sudah cukup untuk menarik perhatian si ini…atau si itu…atau siapa aja kaum adam (yang dalam batas umur sesuai lho yaaaa….) yang ngeliat saya.

Lalu, apakah dengan begitu sudah cukup?

Oh, tentu tidak!

Kenapa?

Karena dia juga harus berada pada titik perasaan yang sama dengan saya.

Jika dalam masa kami berhubungan dan dia gak pernah juga nyampe di titik itu, bahkan setelah bertahun-tahun, ya mending say good bye aja deh. Sori sori aja deh, tapi mending diakhiri sekarang daripada menjalani pernikahan dengan orang yang cuma berjodoh sebelah tangan dengan saya.

Lucky me, begitu saya bertemu dia dan kemudian merasakan hal itu, dia pun merasakan hal yang sama….bahkan dia udah lebih dulu nyampe di titik itu. Dan saya yakin, ketika kami tiba di titik itu, maka kesetiaan itu akan menjadi sesuatu yang datang dengan sendirinya, sesuatu yang tanpa disadari pun menjadi bagian dari hati dan hidup kami, dan bukan lagi sesuatu yang harus mati-matian dipertahankan, dijaga, atau diperjuangkan. Jika hati saya sudah benar-benar terpaut pada sesuatu atau seseorang, maka kesetiaan akan muncul dengan sendirinya…dan jika pada suatu titik kesetiaan itu berkurang, maka sebaiknya saya bertanya, apakah keterpautan itu masih terasa seperti dulu..ataukah hati saya mulai berpaut pada yang lain? Tanpa keterpautan hati, kesetiaan tak mungkin ada…karena kesetiaan hanya lah buah dari keterpautan hati itu sendiri.

Jadiiii….buat pemirsa blog ini yang sudah kenal saya sejak duluuuu, yang dulu ngakunya temen tapi ketika saya harus mengambil langkah penting di hidup saya, bukannya mendukung malah berbalik mencaci saya, dan karenanya gak terima dengan pernyataan bahwa saya ini tipe setia, maka di atas itulah penjelasan saya.

Sekali lagi, apa pun yang dibilang orang, saya tetap bilang kalo saya ini tetap setia.

Gak usah yang jauh-jauh deh. Dari jaman dulu sampe sekarang juga saya suka sama warna ungu. Dan itu gak pernah berubah, gak peduli ketika ungu bukan warna yang umum diterima, ataupun ketika ungu tiba-tiba jadi ngetren, dan atau ketika kemudian perlahan mulai habis masanya lagi. Saya suka ungu. Titik. Dan saya gak bisa berpaling untuk memfavoritkan warna yang lain.

Salah satu bukti kesetiaan saya yang lain adalah betapa setianya saya dengan produk perawatan kecantikan.

Udah dari SMP saya pakai Pantene. Dan itu tetap berlangsung sampai sekarang.

Sejak SMA saya pakai Nivea buat lotion tubuh, pelembab wajah, dan pembersih wajah. Dan saya tetap setia….

Sampai beberapa bulan yang lalu………..

Nah lho…

Katanya setia, kok ya tiba-tiba berpindah ke lain hati??

Nahhh…ini lah sebenarnya inti cerita dalam tulisan saya kali ini. Segala wejangan dan pepatah soal kesetiaan di atas yang ditulis dengan berapi-api itu mah cuma prolog aja, karena sebenarnya yang mo saya omongin sekarang adalah soal perawatan wajah….hihihihihi…

Jadi yaaa….setelah kurang lebih lima belas tahun menjalin hubungan bersama Nivea, akhirnya saya putus hubungan sebagian juga dengan brand ini. Putus sebagian, karena untuk body lotion, saya masih makai Nivea sampai sekarang.

Tapi jangan salah lhoo…bukan saya yang mutusin hubungan duluan. Ini mah gara-gara Nivea juga.

Sejak usia masuk ke akhir 20-an, saya kan mulai pakai produk anti agingnya, yaitu Nivea Visage Q10. Udah nyaman banget pake itu dengan harapan di usia saya yang 40 nantinya, kulit wajah saya masih sekencang waktu usia 20-an…hihihihi… Eh, gak taunya….tiba-tiba aja dari Nivea menghentikan rangkaian Nivea Visage, termasuk yang Q10 ini. Saya sih gak pernah dapat konfirmasi resmi dari pihak Nivea yaaaa (emang situ siapa???), tapi akhirnya narik kesimpulan sendiri setelah melihat produk-produk Nivea yang sekarang dijual. Perhatikan deh, sekarang gak ada lagi kan produk Nivea yang pake embel-embel Visage?? Keknya seperti di U.S, di Indonesia pun rangkaian produk ini ikut discontinued. Kabar-kabarnya sih kalo di U.K produk ini tetep ada dan dijual, karena katanya di sana Q10 termasuk salah satu produk yang paling booming *kata-katanya lho yaa….kata siapa juga saya gak tau 😛 *.

Setelah susah payah nyari tapi gak nemu-nemu juga, padahal krim malam Q10 saya udah hampir kosong, akhirnya saya mulai nyari alternative produk lain.

Sungguh, ini bukan perkara gampang, mengingat setelah bertahun-tahun pake Nivea, ada kekuatiran kulit saya akan sukar beradaptasi dengan formula dari produk lain.

Entah berapa kali tuh, tiap ke supermarket, saya berlama-lama memperhatikan satu demi satu produk perawatan kulit yang ada anti-agingnya. Ini bukan karena saya gila sama produk anti-aging ya. Bukan juga karena saking takutnya saya kulit bakal menua. Tapi ya karena menurut saya, penting juga lah menjaga keawetan kekencangan kulit, baik untuk sekarang juga untuk 10, 20, atau bahkan 30 dan 40 tahun ke depan.

Sampai akhirnya saya keinget si mama.

Beliau ini saya tahu pake produk revitalift dari L’oreal. Dengan asumsi bahwa tipikal kulit saya hampir sama dengan mama, normal cenderung berminyak tapi gak mudah jerawatan, maka saya pun melirik produk-produk L’oreal ini. Satu hal yang menarik saya adalah karena harga produk ini masih termasuk dalam jangkauan saya. Kalo udah harus lebih dari ini, rasanya saya bakal mikir panjang lagi…bener gak sih, sepadan antara pengeluarannya dengan hasil yang bakal saya dapat kelak? Dan lagian, saya belum sampai pada tahap di mana ngerasain rela ngeluarin duit berapapun for the sake of beauty.

Dan kemudian, setelah maju-mundur, yakin-gak yakin, dengan penyesuaian kulit saya dengan produk L’oreal ini, jadi juga saya membeli produknya. Awalnya dari krim malam dulu, karena memang yang paling mendesak adalah krim malam, dan memang perawatan anti-aging yang saya pakai sekarang masih terbatas di krim malam. Saya pilih yang ini….

night creamPertama kali pake, langsung kerasa enak dan nyaman di kulit. Reaksi alergi gak ada. Setelah beberapa lama pakai juga komedo gak muncul…apalagi jerawat, gak ada sama sekali.

Setelah udah ngerasa nyaman dengan krim malamnya, saya kemudian mulai melirik produk perawatannya yang laen.

Tadinya saya sempat pake L’oreal White Perfect Day Cream (pilih yang ada white-white-an demi formula perlindungan dari sinar UV-nya), sebelum akhirnya Pungky via TM mempromosikan L’oreal UV Perfect BB Max. Tergoda lah saya, dengan asumsi kan kalo produk L’oreal yang laen cocok dengan kulit saya, maka seharusnya yang satu ini pun bisa cocok.

bb creamPuji Tuhan, ini krim cocok banget juga di kulit saya.

Setelah nyoba krim malam dan paginya yang cocok di kulit, satu demi satu produk Nivea pun saya ganti dengan produk L’oreal ini, terutama dalam hal perawatan wajah. Pembersih wajah saya ganti dengan yang berikut.

facial scrub facial foam Loreal-Gentle-Cleansing-Milk-reviewstoning lotionSetelah beberapa bulan pakai, puji Tuhan hasil-hasil yang baik dari kecocokan antara kulit dan produk perawatan itu mulai saya rasakan. Waktu awal-awal ngantor lagi, banyak lho orang yang ketemu saya bilang kalo saya terlihat lebih cantik dan cerah sekarang ini. Ya mungkin karena memang wajah lagi berseri-seri juga oleh karena hepi sudah beranak dua. Tapi mungkin juga kan, sedikit banyak ada kontribusinya juga dari produk yang sekarang ini saya pakai?

Karena itulah saya kemudian jadi yakin untuk bakal setia sama produk ini. Mungkin cuma bakal ganti-ganti varian aja, apalagi karena usia udah lewat 30 ini, sepertinya udah harus lebih banyak pake yang anti-agingnya. Mungkin dalam waktu dekat, cleansing milk sama toning lotion-nya yang mo saya ganti ke revitalift. Mudah-mudahan yaaa…ditolong sama Tuhan supaya produk-produk ini bisa membantu mempertahankan kekencangan kulit saya untuk jangka waktu yang lebih lama. Amiiiinnn…..

Iklan

58 thoughts on “Ketika Harus Berpindah Ke Lain Hati

  1. Aw aw aw…senangnya dirimu juga cucok dengan BB cream ini….Akupun makin cinta lis ama BB cream ini….
    Aku jadi pengen posting yang beginian… 🙂

  2. paling sebel emang kalo kita udah cocok ama sesuatu trus tiba2 discontinued ya. gua masih inget dulu pas jaman2 masih jerawatan banget, udah cocok banget ama clearasil, eh tiba2 di discontinued. gak ada lagi clearasil di indo.sampe pernah nemu di salah satu toko obat yang masih punya stok celarasil beberapa biji, langsung borong semua. huahaha. gak tau sekarang clearasil ada lagi gak ya di indo?

    untungnya disini sih ada clearasil. 😀 dan masih manjur kalo pas lagi keluar jerawat. 😛

    1. Iya Man, kesel banget kalo udah cocok trus tiba2 produknya udah discontinued. Kalo clearasil gak tau deh masih apa ato gak di sini, gak pernah pake soalnya..hihihi…tapi klo di tivi sih keknya udah gak ada lagi iklannya

  3. Eh ini jd nya posting Cream muka ato pembersih lantai sih? hahaha bingung gt gw secara rencana kita blm terwujud kan :p

    Wah syukurlah Lis klo cucok emmsss.. smoga aja produk ini bakalan trs ada yah biar dirimu tetep kinclong 😀

  4. aah aku juga ngalamin tuh, udah cocok pake pembersih dan night cream salah satu produk, yg mana ga dijual dipasaran, belinya via temen eeehhh si temen ini tetiba ga jualan lg. hadoohh..kudu pindah ke lain hati juga kayaknya nih

  5. untuung ada gambarnya Lis, kalo cuma baca judul sama preambule nya kukira ini posting pemanasan palentin besok ahahahaha. Aku setioap kebayang L’oreal selaluu kebayang buat rambut, rebonding dan hairsmoothing mania sih akuu.

    1. Hahahaha..eh nanti aku sama suami ku ada rencana khusus buat palentinan nanti…mudah2an lancar semuaa…wkwkwkwkwk

      Kalo shampoo, aku udah mantep deh sama pantene…gak mau nyoba yang laen lagi 😀

  6. Wueeeeh. Kalo gw pakw gq bisa awcwmerlang lu gak ya Lis. Hihihi. Dulu gw suka tuh coba-coba perawatan muka. Sampe akhirnya gw bosen sendiri. Ribet euy olesoles. Kaguuum sama kaian para perempuan yang telaten banget. Hihihihi.
    Btw intronya sungguhlah setuju sayah.

    1. Daaann…ini kok iso banyak typo-nya? Dari hape yaaa? 😀

      Ya kan kami perempuan, Dan. Kalo cowok aja sekarang udah kudu pake pembersih wajah, apalagi kami kaannn 😀

      1. Hahahaha, iya Liiiis. tadi kadung kepencet kirim padahalan mau diediiit. Muaaap. Dihapus aja gpp kok. Maksudnya gini:
        Kalo gw yang pake gw bisa secemerlang lu gak ya Lis… Dulu gw tuh suka coba-coba…….
        Hahahaha…

      2. Hahahahaha…iya Danii..aku ngerti maksudmuuu..hihihi..gak usah ah diedit, biar ada recordnya di sini 😛

    1. Mbak Fit selalu cantik koook…tapi memang kalo menurut aku tetep perlu merawat wajah, mbak, buat nanti-nanti..hehe

  7. Hi salam kenal ya (panggilnya apa ya?)
    bener2 nipu ya proloquenya hahaha, bener kata mak sondang kalo ga ada gambarnya kirain cerita edisi valentine..hehehe
    kalo ada yang posting tentang perawatan wajah begini jadi sering penasaran pengen nyoba….

    1. Salam kenal juga 🙂

      Silakan panggil Allisa, atau Al, atau Lis, atau Sa…yang mana aja yang nyaman..hihihi..

      Kalo aku prinsipinya bila udah cocok, jangan pindah ke lain hati, kecuali sih kalo diputusin sendiri sama brandnya 😀

  8. disini rame ngetrend krim dokter, belum tentu cocok dan aman dan banyak juga abal-abal udah gitu jatuhnya mahal, aku juga milih produk pasaran aja tapi bagus dan aman aku juga make produk L’oreal udah lama sabun muka scrub white perpect malah hubby ikut2an make tapi pembersih teteup nivea BBcream aku L’oreal aku yg true match pilihan warna kulitnya cocok buat aku dan baguuuus, ngga takut tua siiiy…tapi pengen menua dgn cantik…hihihi

    1. BB creamnya L’oreal yang true match itu juga dapat banyak sekali review yang bagus yaaa….

      Eh, aku suka statemennya, menua dengan cantik. Iyaa…aku juga pengen gitu *ikut-ikutan* 😀

  9. aku juga suka sama Pantene…
    aku juga berencana buat ganti ini juga ah…. karena pelembab yang kupake ini kayanya emang perlu diupgrade karena udah mau 35 kan… 35 bokkk seremmm…

    1. Mo ganti ke L’oreal juga Luk? Coba kalo kita deketan yaaa…kamu bisa coba punya ku dulu buat tau cocok apa gak.

      Age is nothing but number, Luk…tapi kalo numbernya udah tambah banyak sih yaaa…jadi kepikiran juga..hihihihi

      1. wkwkwkwk….
        kulitku itu badak Lis… apa2 cocok.
        sebenernya aku suka sama Olay TE ini sih, cuman untuk ke usia 35 kan perlu upgrade regenerist, ternyata di aku kaya gak ada kasiatnya gitu, makanya pengen loreal aja

      2. Hahahaha..asik banget Luk, apa2 cocok…kalo gitu mudah2an L’oreal ini bs membantu ya Luuuukkk…at least sampe 10 taon ke depan kulit kita bisa sama kencang ato bahkan lebih kencang dari yang sekarang ini…hihihi

  10. Prolognya serius banget mbak, e ternyata intinya mau bahas perpindahan dari Nivea ke Loreal hi3,
    Yg Q10 night cream dulu aku sempat mau nitip ya, eh ternyata malah discontinue.
    Pengen juga nyobain Loreal Revitalift tapi berhubung rencana mau hamil lg sengaja menghindari retinol A

    1. Hihihi..iyo Tik, inget kamu kmrn sempat mo nitip, eh ternyata di sini gak ada juga.

      Rencana mo hamil ya? Diberkati Tuhan supaya lancar ya Tiikkk 🙂

  11. Ini penting iniiiii…. *bookmark*
    Aku kan kena racunnya lisa & pungky, pake bb cream loreal.. Dan sekarang pembersih muka pakai nivea.. Cocook..
    Cuma kalo krim2an sampe sekarang belum ada yg dicoba..
    Mau coba aaah…

  12. buru-buru catet. loreal. aku sih tipe petualang mbak lissa. semua yg diiklanin aku coba. makanya ga ada efek ke muka. abisnya keburu gonta ganti. hihi.. semoga loreal cucok jg di aku.

    1. Hihihi…sering coba-coba ya. Iya sih memang kalo sering gonta ganti jadi gak ketahuan suatu produk punya efek (baik/buruk) ke kitanya

  13. hai salam kenal..biasanya cuma silent reader, tp berhubung topiknya menggelitik #cieh kaum hawa, jadi pengen komen. Aku “baru’ nemuin produk yang cocok buat kulitku ya di l’oreal, sebelumnya pake perawatan dari klinik kecantikan, dan berbagai merk gak pernah cucok. bahagia banget pake ini karena ringan dikulit dan wajahku yg dulu berjerawat jadi lumayan berkurang. banyak yg komentar mukaku lebih mulus hehe. moga aja produk ini “setia” menemani kita yaaa..:)

  14. Slma ini msh pakai ponds dr jaman sma sampe skr g ganti ttp ponds klu pmbrsihnya hhehehhe… Klu dl pakai bdak bayi skr krn menjlang akhir 20an mulai pakai crim, pakai crim doktr slama ini tp sptnya akan beralih ke brand yg banyak dpsran, sptnya l’oreal ini layak coba hehehehe
    Tfs mba lis, kli aja sy jg bs kinclong kek mbak lisa 😀

  15. ini ceritanya mau curcol soal masa lalu apa ngomongin perawatan wajah sih 😆 ya gpp lah, kan keyword-nya sama, yaitu ST12…. eh maksudnya: SETIA.

    btw wanginya bodylotion Nivea masih sama seperti dulu kah?? wanginya itu mengingatkan aku akan sahabat jaman kuliah dulu deh, hehe. soalnya aku dulu sering minta bodylotion-nya dia, qiqiqi.

    1. Ya dua-duanya Tyk…hihihi..ini curhatan juga gak direncanain, mo ngomongin soal setia sama perawatan, eh malah ngomongin yang masa lalu 😀

      Wanginya udah beda, Tyykkk…eh, tergantung variannya sih

  16. jaman smp sma aku penggila warna hijau & ungu. tp begitu kuliah & sampe skrg jd netral smua warna suka. tapi tapi aku tetep setia kok orangnya .. hihihihi

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s