Ketika (Merasa) Tersisih

Ada tiga hal yang bikin Raja merasa senang bukan main ketika tau soal rencana ke Manado kemarin itu dan setiap ditanya soal alasan yang bikin dia begitu sukacita, dia akan menjawab begini:

because the house is so big for me to play; because there are lots of people there; and because I can meet kakak Fide!”

Dan alasan yang terakhir sepertinya adalah yang paling bikin dia bersemangat 45 sampe bikin dia ngitung mundur hari-hari menuju ke tanggal keberangkatan kami. Bahkan di sepanjang jalan menuju Manado itu, berulang-ulang dia ngomong, “Yes..yes..yes..I will meet kakak Fide very soon!!

Bener aja, mereka langsung lengket begitu ketemu. Lengket karena minat mereka hampir sama. Usianya terpaut 2 tahun, Fide sudah di kelas 1 SD, tapi karena Raja sudah di TK besar jadi dari segi pengetahuan gak terlalu beda jauh lah. Omongan mereka nyambung walo beda bahasa, kalo maen game di gadget udah sama-sama pake logika, kalo bikin pe-er udah bisa bareng-bareng bikinnya, dan kalo baca buku atau majalah udah bisa bareng-bareng trus kalo ada kuis-kuis di majalah mereka udah bisa tanding-tandingan ngerjainnya.

Melihat mereka berdua begitu akrab, ya kita yang orang tua seneng lah yaaaa….

Tapiii…terkadang mereka berdua begitu sibuk sendiri, sampe-sampe lupa sama satu hal yang sebenarnya gak boleh mereka kesampingkan begitu aja, yaitu adek mereka sendiri: Zecky!

IMG_5878-rLihatlah gambar di atas itu. It’s happy, rite, to see those two boys read magazine together in the morning, waktu baru bangun, masih pake kostum tidur, belom sarapan apalagi mandi dan masih pada bau iler πŸ˜€

But, when we see the wider picture, we can see that not everyone was happy that time..

IMG_5873-rYupe, it was Zecky, the smallest boy yang belom sekolah, yang belom bisa baca, yang belom bisa bermain logika seperti kakak-kakaknya… Meski dia juga memegang majalah di tangannya, tapi gak ada yang bisa dia buat. Dia cuma bisa melihat gambar-gambarnya saja, tapi dia belum bisa ikut merasakan keseruan seperti yang dirasakan kakak-kakaknya saat itu….dia yang gak bahagia melihat kebahagiaan kedua kakaknya….

what are they reading about??
what are they reading about??
O God, i really don't understand what they are talking or reading about....
O God, i really don’t understand what they are talking or reading about….
I'm boriiinggg!!!
I’m boriiinggg!!!
I'm sad...they left me behind...
I’m sad…they left me behind…

Adegan di atas cuma satu dari sekian banyak adegan di mana Zecky merasa tersisih dari kedua kakaknya. Kecuali kalo mereka lagi bermain kejar-kejaran, mobil-mobilan, petak umpet, dan sebagainya, barulah Zecky bisa banyak berperan…itu pun kedua kakaknya memperlakukan dia secara berbeda, karena mereka terpaksa musti banyak ngalah sama si Zecky yang masih belum mengerti benar arti berbagi.

Waktu melihat kondisi di atas di mana tampak bener kalo Zecky ngerasa tersisih, saya sendiri sebagai orang dewasa gak berbuat apa-apa sih, kecuali ngambil foto-fotonya *dasar orang dewasa tak bertanggung jawab…hihihihi*.

Sebenanya bukan apa-apa, saya cuma pengen liat aja, setelah ini apa yang akan Zecky lakukan. Saya akan menasihati Raja tentu agar tidak terbiasa membiarkan ada orang yang merasa terasing di sekitar dia, tapi hal itu tidak saya lakukan di depan Zecky. Well, walo Zecky adalah keponakan, tapi buat saya dia gak beda juga seperti anak sendiri…both Zecky and Fide are like my own sons, dan karenanya saya mau punya kesempatan, sekecil apapun itu, untuk bisa mendidik mereka dengan cara yang sama seperti saya mendidik Raja.

Saat itu saya cuma pengen Zecky menghadapi dan mengatasi situasi itu dengan cara dia sendiri, dengan begitu saya bisa tau apakah ada hal yang perlu diubah dari cara mengatasinya itu ataukah Zecky sudah cukup ‘dewasa’ dalam mengambil sikap yang terbaik. Bagi saya, hal-hal kecil dan terlihat sepele seperti ini sangat penting, karena hal-hal yang seperti ini mau gak mau akan terus dihadapi sampai si anak dewasa nanti. Dan yang penting adalah bukan pada bagaimana dia tersisihkan, tapi bagaimana dia menghadapinya, itu yang akan membuat si anak menjadi pribadi yang kuat ke depannya.

Dan saat itu, tak ada yang Zecky lakukan. Dia cuma menunggu dengan wajah bosan sampai kedua kakaknya selesai membaca dan bermain dengan majalah lalu kemudian ketiganya dipanggil untuk sarapan dan mandi. Setelahnya kedua kakaknya memilih permainan yang lain, yang manaΒ  kali ini yang mereka pilih adalah permainan yang bisa mengikutsertakan Zecky: pompa balon πŸ˜€

Tapi ternyata, kejadian dengan majalah itu tak berhenti sampai di situ saja. Setelahnya saya dapati Zecky mulai pelan-pelan mengikuti. Ketika kedua kakaknya bermain kuis di majalah, dia pun mulai mengikuti bermain kuis meski masih agak asal-asalan. Ketika melihat kedua kakaknya mengerjakan pe-er, dia pun mengambil kertas dan pensil lalu membuat coret-coretan. Dan big news-nya adalah ketika pulang lagi ke Kupang, Zecky langsung meminta supaya dimasukkan ke sekolah πŸ˜€

Good job, Zecky!

Kalo buat saya pribadi, ada 3 hal terbaik yang bisa dilakukan ketika seseorang (dalam hal ini saya) merasa tersisih.

  1. Cuekkin saja, sibuk saja dengan diri kita sendiri juga…anggap aja mereka dan kita sedang berada di dunia yang berbeda, gak ada hubungan sama sekali. Buat saya sikap kayak gini perlu ketika kita tau kalo ‘dunia mereka’ itu memang gak menarik minat kita dan apalagi, bukannya bisa membuat kita berkembang…atau malah justru membuat kita mundur dari pribadi atau posisi kita yang sekarang…
  2. Berusaha masuk ke lingkungan mereka atau seenggaknya berusaha belajar tentang apa yang sedang menarik minat mereka. Menurut saya sih ini perlu dilakukan ketika kita tau bahwa ‘dunia mereka’ sebenarnya bisa membantu kita untuk mengembangkan diri.
  3. Tarik perhatian orang-orang itu, ketika kita merasa cukup percaya diri bahwa apa yang sedang kita lakukan atau yang menarik minat kita adalah lebih baik dari apa yang sedang mereka lakukan.

Buat saya 3 hal itu sudah cukuplah untuk bisa bikin kita survive dan gak cuma ngikut arus doang atau sebaliknya terlalu merasa nyaman berada dalam cangkang kita. Apa yang lagi heboh diikutin, padahal belom tentu juga yang lagi heboh itu berguna buat kita. Atau dunia udah sampe di mars, tapi kita masih tetep tinggal dalam cangkang kita doang dan gak mau tau dengan apa yang sedang terjadi out there.

Makanya sejak Raja kecil, kami berusaha ngajarin dia untuk bijak memilih sikap mana yang perlu dia ambil, dan langkah pertama yang selalu kami lakukan adalah memberi dia ruang bebas untuk mengambil keputusannya sendiri.

Puji Tuhan, Raja anaknya gaul, rata-rata orang senang menerima kehadiran anak ini. Entahkah anak kecil atau orang dewasa. Beberapa orang bilang, ketika berbicara dengan orang dewasa, cara Raja ngomong hampir gak kayak anak kecil lagi, walo tentu ciri khas polosnya masih tetap ada.

Tapi dengan kepribadiannya yang membuat dia begitu mudah diterima, bukan berarti Raja tak pernah ngalamin penolakan atau tersisihkan dari lingkungannya.

Puji Tuhan, so far Raja sudah tau harus bagaimana ketika kondisi itu terjadi.

Saya ceritakan satu peristiwa.

Suatu sore, sepulang kantor saya ajak Raja main di playground di tengah kota yang deket sama rumah. Kami sering bermain di playground gratisan ini, dan karena gratisan, jadi biasanya tempat ini dijadikan arena bermain oleh berbagai kalangan namun biasanya yang paling sering bermain di sini adalah anak-anak yang kondisi ekonominya agak kurang. Buat saya itu bukan masalah, Raja juga perlu kan bergaul dan kenal dengan anak-anak dari kalangan yang agak berbeda dengan teman-temannya di sekolah (walo tetep sih, mamaknya ngawasin pake mata elang…hihihihi).

Setiap ke playground ini, Raja selalu berpakaian rapi, dalam hal ini maksudnya pake sepatu. Selain anaknya juga memang taunya kalo ke playground itu pake sepatu maen, mamaknya juga ngerasa sepatu lebih aman sih daripada sandal, karena kalo pake sandal bisa lebih gampang jatoh *tetep ya protektif πŸ˜› *. Dan cara berpakaian Raja acap kali bikin sekelompok anak gak mau bermain bersamanya. Raja sih lebih sering cuek aja tapi tetep berusaha ngajak ngobrol anak yang kebetulan berada di dekatnya…puji Tuhan, dari usaha sederhana seperti yang ngajak ngobrol itu, setiap kali ke playground ini, Raja selalu mendapat teman bermain πŸ™‚

Nah, satu kali kami datang ke sini dengan membawa permainan bubble. Raja yang berkeras membawa satu set permainan bubblenya karena dia ingin bermain bersama anak-anak di situ. Ya oke deh, mamanya sih nurut aja, walo dalam hati udah terlintas sih, belum tentu juga anak yang lain mau ikut maen dengan dia.

Dan bener aja, begitu sampai di playground dan Raja mulai bermain dengan meniupkan bubble, gak ada satupun anak yang memperhatikan, padahal Raja berkali-kali udah dengan sengaja meniupkan bubble ke arah sekelompok anak dengan harapan mereka akan dengan bahagia mengejar, berusaha menepuk dan memecahkan the bubbles he blew.

Berkali-kali dia coba, tetep aja gak ada yang merhatiin dia, sampe dia nanya ke saya, “Why they don’t want to play bubbles?”

Trus abis itu dia keliatan mikir lalu ngomong lagi ke saya, “Maybe….they just don’t know how to play it….

Errrr…dalam hati sih saya ngomong, bukan sayang, bukan mereka gak tau, mereka cuma gak tertarik dengan permainan kayak gini πŸ˜€

Tapi Raja, tetap dengan keteguhan hatinya, bahwa permainan ini menarik, dan kalo temen-temen itu gak menanggapi, bukan karena mereka gak tertarik, tapi karena mereka gak tau.

Berbekal keyakinan itu (ecieee….bahasanya…wkwkwkwkw), Raja menyerahkan alat tiup bubblenya ke saya, lalu nyuruh saya yang meniup, biar dia yang mengejar-ngejar gelembungnya.

Ok deh baaanggg….mama sih nurut aja. Let’s see what will happen.

Saya tiup gelembungnya, dan Raja dengan sambil tertawa-tawa bahagia mengejar gelembung-gelembung itu dan berusaha menepuknya sampe pecah.

Dan yang kemudian terjadi adalah, beberapa anak mulai mengikuti Raja.

Awalnya satu anak, lalu tiga anak, lalu mulailah sekelompok anak berkumpul di situ.

Begitu dilihatnya sudah cukup banyak anak yang tertarik, dia segera mengambil alat tiup dari tangan saya dan mengambil alih permainan πŸ˜€

Saya yang ngelihat itu akhirnya cuma bisa tersenyum bangga. Yes, that’s my boy! Praise God for it!

Iklan

40 thoughts on “Ketika (Merasa) Tersisih

  1. oalah baruuu hahah pantes aja pas aku baca komenku aku mikir do I miss any of your journal (AGAIIIN?! ubark abrik wp reader kadang masuknya sampe 5 kali kadang kagak nongol eh ternyata ada yg udah di bawah)
    Lis yang Zecky itu kejadian di Gaoqi, Ephraim sama Glenn (sepupu beda 2 minggu doang). Kebayanglah ya Gaoqi cewek sendiri, dan lebih kicik. Awalnya ya itu, mainannya robot, Thomas dsb, dan kalo di rumah Ephaim mau berbagi lah ya sesekali ganti Barney tapi pas udah ada Glenn ya yg cowok makin mainan cowok lah ya. Tapi saat itu aku sih yg bilang ke Gaoqi, ikutin aja main sama abang dan aku bilang ke abang-abangnya coba sesekali ajak Gaoqi main yg bisa bareng (dan mereka terjemahkan itu dengan lari-larian). Setelah main bareng , pas yang dua main yg beda dia mau main sendiri juga udah oke, jadi udah mulai tau ada saatnya main bareng ada saatnya nggak cocok ya main nggak bareng juga oke kok.
    Ihihihi Bang Raja pas yakin bawa bubble itu aku bisa ngebayanginnyaaa hahah. Tapi kau udah bisa menangani dengan baik ya, Lis. Kalo aku, di aku-nya malahan yang masih mencla mencle hiks. Sejujur kacang ijonya, aku malah banyak belajar setelah anak-anak ada, loh. Pegimane sih ini dakuuuh

    1. Hahahaha…Ndang, bukan berarti aku udah bisa menangani dengan baik laahh…ini hati juga gak keruan rasanya tiap liat anak yang aku sayang ditolak ato disisihkan begitu, tapi ya demi anak, musti ditahaaaannnnn rasa gak keruan itu πŸ˜€

  2. wah zecky keren….berusaha beradaptasi tanpa kolokan ….ini itu nempel dan berkeluh kesah ke mama atau tantenya..:)
    jadi ingat kebersamaan kinan dan mbak dilla (ponakan yagn dijawa) hmmm menginspirasi neh jeng postinganya…semoga kapan kapan bisa posting hal yang sama…tentang kebersamaan sesama sepupu dan yagn dirindukan dari pulang kampung..:)
    tfs jeng tipsnya…hmm cara yang kita gunakan untuk mengatasi kala kita merasa tersisih….:)

    1. Iya jeng, salut juga lah, seenggaknya dia gak merengek2 minta diperhatikan πŸ˜€

      Aduh, ini bukan tips jeng, ini cuma cara nanganin menurut aku aja…hihihihi…

    1. Hahahaha..iya, kita dong Ye. Kalo aku sih jujur sampe sekarang juga masih sering tuh ngerasa tersisih πŸ˜€

  3. ya ampuun mukannya zekky kasian amaaat, ikutan sedih liatnya 😦
    kejadian kmrn tuh sama Aila dan Lika, Lika ketemu sepupunya yang dr rumah utinya, mereka langsung akrab krn emang dah biasa maen, si Aila terlupakan, anaknya sebel doong, berbagai macam cara dia lakukan buat narik perhatian si ade, padahal biasanya berantem hahaha

    1. Iyaaa…kasian banget mukanya, udah kayak pengen nangis, tapi ditahan2 πŸ˜€

      Hahahaha..giliran dicuekkin baru nyadar kalo si ade itu ternyata berarti banyak ya πŸ˜€

  4. duh,duh…
    ini tema postingan kita kok hampir sama yah Liiiiis…
    Semacam janjian gitu siiih…hihihi…

    Emang yah Lis, kalau ngikutin insting protektip nya seorang ibu sih, bawaan nya pengen kita bawa pulang aja sang anak supaya tak perlu menghadapi kerasnya dunia…halah…
    Tapi yah, kita emang harus berani tegas yah Lis..its a tough love deh…

    1. Hahahaha..iya ya Bi, selain aku dan dirimu, ada lagi si mak sondang dan Luluk yang nulis postingan yang hampir mirip gini…kok keknya kita lagi ngalamin hal2 yang sama ya…hihihihi

      Iyaaa teh, rasanya pengen selalu ngejagain anak biar jangan sampe terluka hatinya, biar kita deh yang ngerasain lukanya…tapi kalo kayak gitu, bakal jadi apa coba anak kita nanti?

  5. hihihihihi, wajahnya zecky lucu banget ya. ya ampun aku ini malah ketawa. padahal kan enggak enak banget rasanya tersisihkan. tp raja pinter ya mba akalnya buat menarik perhatian temen2 mainnya.

    1. Hahahaha…gak apa kok Nia, aku juga sebenarnya selalu pengen ketawa liat muka sedih si zecky ini πŸ˜€

      Iya tuh, akalnya jalaaan aja…dasar anak2 πŸ˜€

  6. jempol buat Raja
    Raja menggambil keputusan besar dengan meminta bantuan Mama. Karena ada kemungkinan lho, kalau anak lain menganggap Raja pamer dengan meniup2 ke arah mereka. Tapi ketika Raja memberikan contoh bahwa sebenarnya dia ingin mereka se-riang dia mengejar dan memecahkan bubble, mereka akhirnya jadi paham, kalau Raja mengajak mereka bermain dan menjadi se-riang dia. Ya…. mungkin aku sotoy ya….

    Masalah Zecky, jempol juga buat Zecky.
    dia gak merajuk dan minta bantuan Mama, apalagi sampai memusuhi Raja, yang sudah mengambil perhatian kakaknya lebih banyak.

    Buat kakak Fide…kamu ganteng banget deh :). Kenapa aku selalu berfikir Fide ini mirip Nathan ya Lis

    1. Iya yah, baru nyadar juga aku Luk. Bisa jadi anak2 itu mikirnya Raja cuma pamer aja yah…untunglah waktu itu dia minta bantuan aku, jadi akhirnya temen2nya bisa ikut maen bareng dia πŸ˜€

      Iyaa…fide dan raja suka dibilang orang mirip sama si nathan, padahal sih kalo dijejerin tampak beda juga…hihihi

  7. Ahhh.. Raja baik sekali.. Terus begitu sampai besar nanti ya Rajaa :’)
    Setuju sama kamu deh lisa, biarin anak2 belajar ngatasin situasi apapun sendiri.. *jempol*

    Dari jaman aku kecil juga udah ngalamin main sama saudara yg sepantaran, yg ngga ada “temennya” biasanya tersisihkan…
    Tapi untungnya, sekarang setelah dewasa sih ngga berlanjut ya… πŸ˜€

    1. Amiiinn…makasih mama Oddy πŸ˜€

      Iya sih, namanya yang peristiwa2 kayak gini semua anak pastilah ngalamin, makanya musti diajarin gimana ngatasin situasi dan perasaan dia sendiri…masalahnya ya kita ini yang jadi orang tua, suka gak tegaaaaa…padahal sbnrnya anaknya sih biasa2 aja πŸ˜€

    1. Iya Man, kasian πŸ˜€ *lah kasian kok malah dinyengirin πŸ˜€ *

      Bener, yang parah kalo perasaan tersisih bikin anak jadi minder…

  8. Ya ampun, ekspresi Zecky lucu amat pas dicuekin πŸ˜€
    Jadi inget anak keduaku, hahaha. Anak pertama-kedua (jarak 2 tahun) sebenernya selalu main bareng, tapi tiap anak pertamaku ketemu sepupunya (yang cuma lebih muda 1 tahun), adeknya langsung dicuekin pol πŸ˜€
    Btw, Raja pinter bangeeeeetttt!

    1. Iya bu, anak-anak pada dasarnya sudah diberi kebijaksanaan buat ngambil tindakan, kadang orang tua yang pengennya ngambil alih aja πŸ˜€

  9. Allisa, *Ketjup*
    Tau aja sih kegalauan hatiku.
    Djoedjoer, Inilah yang sedang berkecamuk di aku saat ini.
    Cuma, aku mungkin merasa tersisih karena emang dasarnya udah gak sejalan…

    Kalo emang udah gak nyaman dan gak nyambung, aku memilih melakukan hal-hal lain yang membuatku gak kalah hepi.
    Intinya lakukanlah semua yang membuatmu bahagia…bukan gitu bukan ?

    1. Hihihihi…sebenarnya pas nulis ini aku juga lagi ngerasain hal yang sama kok Ndah…dan untuk yang kejadian ini aku ambil sikap cuek dan asik sendiri juga πŸ˜€ *ketjup balik indah*

  10. Mmmm tersisih yah… kalo aku (dan Fira), juga kadang kejadian kayak gitu, karena dasarnya aku (dan Fira) aslinya pemalu binti pendiem, Jadi, kalo lagi sendirian, ya diem aja gituuuu…. hehehehehe…

    Itu Zecky…. jadi pengen cubiiittt.. gemes banget liyat bibir manyun nya

    1. Tapi kamu gak keliatan pendiam ah No, lebih ke ceriwis…wkwkwkwkwkwk..

      Iyaa…ngegemesin banget yak bibir manyunnya πŸ˜€

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s