Miracle….

Malam itu, adalah suatu malam di awal tahun 1986 yang tak akan terlupakan.

Saya masih seusia Raja, masih tiga tahun lewat beberapa bulan. Kakak saya masih berusia 6 tahun.

Saat itu, kami masih tinggal di komplek perumahan karyawan bandara. Tetangga yang ada cuma di samping kanan dan di depan rumah yang terpisah oleh jalanan lebar dan licin yang sering mengundang maut.

Menjelang malam, beberapa keluarga dari pihak mama datang ke rumah, mereka minta bantuan karena salah satu sepupu saya yang masih bayi sakit keras dan kondisinya sudah gawat, butuh untuk segera dibawa ke rumah sakit. Papa saya pun langsung meminjam mobil dari bandara untuk membawa sepupu saya itu ke rumah sakit. Awalnya dibawa ke rumah sakit AURI dekat rumah, tapi karena kondisinya sudah gawat sekali jadi langsung dirujuk ke RS Umum Daerah, yang waktu itu kami sebutnya rumah sakit Gunung Wenang (sekarang sudah berganti jadi hotel Sintesa Peninsula). Papa saya ikut dengan mobil ambulans bersama om dan tante saya, ninggalin kami bertiga, mama, si kakak, dan saya di rumah.

Sebenarnya sejak siang, kondisi badan saya gak begitu baik. Saya waktu itu lagi agak demam dan bawaannya lemas, tapi karena masih mau makan jadi saat itu belum terlalu mengkhawatirkan.

Lewat jam 7 malam, cuaca memburuk. Hujan deras datang tiba-tiba. Papa saya belum pulang, kami yang di rumah juga masih gak tau dengan kondisi terakhir sepupu saya. Yah, jaman dulu mana bisa berkomunikasi semudah sekarang. Untuk telpon ke luar pun, kami masih harus menghubungi operator bandara buat disambungin ke nomor luar.

Semakin malam, entah kenapa demam saya makin tinggi, sampe gak bisa ngapa-ngapain lagi kecuali tiduran. Demam saya begitu tinggi sampai pada tahap di mana semua badan saya dingin sementara kepala saya begitu panas. Mama berusaha nyari pertolongan, tapi tetangga pada gak ada, apalagi di luar hujan bukan main derasnya. Jadilah kami terjebak di dalam rumah.

Sekitar jam 10 malam, kondisi saya semakin gawat dan mulai menakutkan. Napas mulai satu-satu dan bunyinya udah berat banget. Bagi yang udah pernah menemani orang yang hampir mendekati ajal, mungkin ngerti dengan bunyi berat yang saya maksud.

Sambil nangis, saya bilang ke mama kalo di kamar ada banyak orang berbaju putih. Satu di antara mereka udah mo ngambil saya pergi, tapi saya gak mau, masih pengen sama mama di sini…..

Mama saya panik, kakak saya juga nangis ketakutan, karena saya terus-terusan bergumam, “Jangan…..jangan bawa Ika…..”

Mama saya, yang waktu itu masih muda banget (secara mama kan nikah di usia yang masih belasan), dalam kondisi panik, takut, dan bingung, sambil menangis , mama memegang tangan saya yang dingin kemudian berdoa.

Berdoanya singkat banget, karena bahkan untuk ngomong pun mama udah gak sanggup..

Mama cuma bilang begini ke Tuhan,

“Tuhan, aku tau anak ini adalah milik-MU, Engkau bisa mengambilnya kapan saja. Namun Tuhan, kalau saja Tuhan berkenan, ijinkan aku merawat anak ini sampai dia besar…. Dalam nama Tuhan Yesus, amin….”

Sehabis mama saya bilang amin, tak terdengar suara dari saya lagi. Napas yang tadinya berat gak terdengar, saya yang tadinya terus bergumam tentang orang-orang berbaju putih dan tentang penolakan saya untuk dibawa, tiba-tiba diam…..

Mama saya, masih sambil menutup mata, kemudian memeluk kakak saya erat-erat.

Mama takut membuka matanya dan menghadapi kenyataan. Sambil nangis mama bilang dalam bahasa daerah kami, “So nda ada Tuhan kita pe anak? So pigi dia??? So nda ada dia????”

Tapi karena mama tau, apapun yang terjadi beliau harus siap untuk menghadapinya, maka pelan-pelan dibukanya matanya.

Mama mendapati saya sedang tidur dengan tenang.

Segera diperiksanya napas saya, saya bernapas dengan normal!

Diperiksanya demam saya, ternyata demamnya hilang! Suhu badan saya dari kepala sampai ujung kaki normal semua!

Sesaat mama terdiam, lalu kemudian nangis lagi… kali ini lebih keras dari sebelumnya, karena saking terharunya oleh keajaiban yang Tuhan Yesus beri untuk kami malam itu…..

Kejadian malam itu gak lama berselang setelah Natal 1985 lewat…

Malam itu, adalam malam pertama saya dan mama berkenalan dengan mujizat yang seperti ini. Selanjutnya dalam hidup kami, terutama mama, banyak sekali mengalami mujizat…hal-hal yang secara ilmiah dan logika gak bisa dijelasin, namun benar terjadi.

Mama sembuh total dari sakit liver yang sudah parah juga dari penyakit alergi yang membuat hampir seluruh tubuhnya luka dan bernanah. Semua tanpa obat tapi semua dengan doa…doa…dan doa….

Dan benar memang, seperti Alkitab bilang, “doa orang benar bila dengan yakin didoakan akan sangat besar kuasanya….”, mama saya mengalaminya, kami menyaksikannya. Tuhan Yesus memang luar biasa πŸ™‚

Pengalaman hidupn dan mujizat yang dialaminya kemudian membuat mama selalu mengajari kami: apapun yang terjadi, tenangkan diri, berdoalah pada Tuhan, fokus pada bersyukur atas kasih Tuhan bukan pada masalah kita, maka semua akan baik-baik saja. Ketika kita berserah, di situ pertolongan Tuhan nyata πŸ™‚

Pernah suatu kali, saat itu saya sudah kuliah dan perlu segera membayar uang kuliah untuk pendaftaran semester baru. Papa dan mama dulu gak kenal dengan yang namanya investasi untuk pendidikan anak, karena dulunya saat masih berstatus pegawai negeri, gaji papa saya cuma 12ribu rupiah, gak cukup lah ya dipake untuk bayar asuransi, atau beli reksa dana, atau buat numpukin LM :P.

Sudah lewat beberapa hari, tapi uang kuliah untuk saya belum terkumpul. Apalagi saat itu kondisinya kakak masih kuliah di kedokteran, saya kuliah di universitas swasta, dan adek juga sekolah di SMA swasta, jadi pengeluaran untuk pendidikan kami lumayan besarlah, at least untuk ukuran papa-mama. Mereka udah berusaha, tapi uang untuk membayar kuliah saya belum cukup juga.

Waktu itu mama saya punya kios di rumah.

Satu hari sebelum batas pembayaran, pagi-pagi mama saya buka laci di kiosnya. Dengan tenangnya mama berdoa gini ke Tuhan, “Tuhan, yang membawa anak-anakku bisa sekolah sampe sekarang adalah Tuhan sendiri. Tuhan yang memilihkan setiap sekolah untuk mereka. Karena itu aku yakin, Tuhan bertanggung jawab agar anakku bisa kuliah dengan tenang. Aku yakin, hari ini aku akan melihat semua baik-baik saja. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin.”

Setelah itu, mama saya tutup laci, lalu mulai kerja. Seperti biasa, selalu dengan menyanyikan lagu-lagu rohani. Puji Tuhan, mama saya ini suaranya merdu, dan hobinya memang nyanyi. Kalo di rumah tuh, kalo lagi gak ngomong, pasti deh nyanyi dan yang dinyanyiin cuma lagu-lagu rohani aja πŸ˜€

Apa yang terjadi di hari itu?

Let me tell you.

Hari itu, orang-orang yang sudah bertahun-tahun berhutang ke mama, tiba-tiba datang membayar utangnya, padahal mama saya sendiri sudah lupa dengan utang-utang mereka :D.

Malam harinya, ketika mama menutup kios, keuntungan hari itu persis sama dengan yang dibutuhkan untuk membayar kuliah saya.

Yes, miracle is true!! And for us, Jesus Christ is truly amazing!

Karena itu, semua hal yang terjadi semakin membuat saya untuk tidak punya alasan meragukan apakah sebuah keajaiban bisa terjadi ataukah tidak. Apakah bisa suami saya sembuh dari fistula ani meski dokter bilang harus operasi, dan pada kenyataannya memang luar biasa karena Tuhan membuat dia sembuh tanpa operasi (butuh waktu khusus untuk cerita soal ini, tapi saya janji someday I’ll tell you about this πŸ™‚ ).

Meskipun saya masih harus belajar untuk tetap tenang dalam menghadapi masalah, apapun itu, namun yang pasti saya tak perlu ragu apakah bisa hal-hal yang gak mungkin menjadi mungkin. Semuanya mungkin karena buat Tuhan tak ada yang tak mungkin πŸ™‚

Bagaimana dengan teman-teman? Percayakah pada mujizat seperti itu bisa terjadi?

If You Don’tΒ Believe In Miracles,Β PerhapsΒ You’ve Forgotten You Are One

PS:

Cerita masa kecil saya ini saya ingat dengan jelas, karena terus menerus diceritakan ulang oleh mama saya. Dan oh ya, sepupu saya yang masih bayi itu, pada akhirnya malam itu juga menghadap Bapa di surga πŸ™‚

Iklan

72 thoughts on “Miracle….

  1. Ya Lis kami juga pernah merasakan itu.

    Waktu mau masuk kuliah, meski ibuku dulu pake asuransi pendidikan tetap kurang dooong dananya dan kurangnya banyak. Mana waktu itu kami baru pindah kota, jadilah dananya ga ada lagi buat tambahan daftar ulang kuliah. Tau-tau tanpa diduga sama sekali, ortuku dapat rezeki entah dari mana asalnya (sampai lupa, kalo ga salah Bapakku dapat bonus dari kantor) jadi bisa nutupin biaya daftar ulang Lis…

    Benar Lis yang penting berdoa.
    Ini juga aku sedang mengharap suatu mukjizat….semoga segera ada ya… Amin…

    1. Amiiiinnn….kalo Tuhan berkenan dengan apa yang kalian minta, pasti mujizat itu disediakannya, Ky! πŸ™‚

  2. luar biasa ceritanya…. seperti janjinya JS. kalau punya iman sesawi saja, gunungpun bisa di pindahkan. Saya rasa ini pengalaman yang luar biasa.. gimana rasanya bertemu dengan orang berjubah putih itu? πŸ™‚

    Wah turut berduka cita.. Mba itu kok pake smiley face pada akhir kalimat itu.. bener ya? cuma tanya saja… bisa positif bisa negatif…

    1. Iyah, bener, janji Tuhan itu ya dan amin. Gak mungkin salah πŸ™‚

      Rasanya apa ya? Aku sendiri udah lupa rasanya gimana, orang yang berjubah putih itu seperti apa juga aku udah lupa….mamaku aja yang masih ingat jelas perasaan takut dan paniknya saat itu πŸ˜€

      Memang, itu pake smiley face, tapi dalam artian positif….smiley-nya wordpress aja yang kurang kalem..hehehe….

  3. Emang kalo kita berdo’a bersungguh-sungguh pasti dikabulkan oleh Tuhan.
    Sebenarnya Tuhan selalu mendengar do’a yang kita sampaikan…
    Hanya saja terkadang DIA tidak mengabulkannya saat itu juga, seperti pengalaman Oma Raja waktu itu.
    DIA menunggu…
    Saat yang paling tepat untuk mengabulkan do’a kita, atau DIA malah menyiapkan rencana yang lebih baik buat kita.
    Jadi kita harus selalu berbaik sangka dengan Tuhan.
    Makasih atas sharingnya ya, Lis…have a nice week-end…

    1. Iya Ndah, selalu yakin sama Tuhan….pertolongannya selalu tepat pada waktunya…

      Thanks juga ya Ndah…have a great weekend for u too πŸ™‚

  4. hmmm membacanya dengan seksama….merinding…membaca cerita kisah usia tiga tahunnya mama raja dan juga pas kuliah itu…hmm nggak bisa berkata apa apa…
    saya percaya dengan kekuatan doa….agama apapun itu adalah mengajarkan kita untuk berdoa, bermohon dan bersyukur..sering kali kita diberikan jawaban dari doa doa kita….ketika menghadapi sesuatu kita harus berusaha sekuat tenaga dan jangan lupa berdoa, setelah itu hasilnya kita pasrahkan kepada Yang Maha Kuasa..
    btw agak oot, ada yang pernah nyasar searching soal fistula ani pake propolis ke blog saya karena waktu itu mama raja komen, cerita soal propolis untuk papa raja untuk pengobatan fistula ani…btw ditunggu sharingnya soal fistula ani jeng..pasti berguna…:)
    have a nice weekend

    1. O ya mama Kinan, aku br teringat kmrn udah diemail, tp krn kesibukan di rumah sama di kantor, jadinya kelupaan dibalas…lagian utk cerita itu gak cukup nyediain waktu sejam dua jam πŸ™‚

      Have a nice weekend too, mama Kinan πŸ™‚

  5. akuuuu nangis bayangin mamanya Lisa…. 😦
    Ika pasti yang kecil itu ya πŸ™‚
    Aku percaya keajaiban.
    berbicara tentang uang kuliah…sama…..apalagi ibuku janda dengan 3 anak yang sedang sekolah. tiap aku telpon untuk minta uang buat bayar sesuatu (kami kan beda kota) ibu jawabnya beres aja, seolah dia udah menggenggam uangnya….padahal setelah aku lulus, dia bilang….setelah itu, dia baru mengusahakannya……tapi beliau emang percaya sekali kalau Tuhan akan mencukupkan semuanya…Tuhan gak pernah tidur πŸ™‚ *jadi berkaca2 gini*
    btw, ibuku dulu juga hampir meninggal lho……tubuhnya kurussss bgt, nafasnya tersengal2 dan hampir gak bisa bicara, dan keajaiban Tuhan lah yang bikin beliau masih bisa menemani kami hingga hari ini πŸ™‚

    1. Makasih Lulu, komentarmu bikin aku terharu… πŸ˜₯

      Pasti ibumu sebenarnya berat banget bebannya ya Luk, tapi itulah kebaikan Tuhan, semua disiapin apalagi utk org2 yg mau kerja keras…

      Ikut bahagia dengernya Luk, ibumu sembuh dan sehat sampe sekarang, anugerah yg indah banget ya Luk…

      O ya, itu aku yang kecil, hehe

      1. masak sih bikin terharu??? aku kan biasanya ngomongnya ngaco….hehehehe
        iya Lis, ibuku tuh bebannya berat bgt, makanya dia juga jadi kelewat keras.
        iya Lis….yang itu miracle bangetttttt

      2. Keras krn beban hidup ya Luk..bisa bgt lah dimaklumi, tp yg ptg kan beliau berhasil ngedidik n nyekolahin anak-anaknya πŸ™‚

      3. iya Lis…aku saluuuuttt bgt sama beliau, dah gitupun tiap ada masalah, gak pernah anggep berat, makanya kalau aku lembek langsung berkaca sama beliau

      4. Aku juga salut banget, Luk…lah aku ngebandingin diriku sendiri, yg anak baru 1, punya suami, itu aja suka ngerasa capek dan kadang suka keder kalo ngebayangin biaya pendidikan anak…apalagi ibu mu yang berjuang sendiri…hebat banget Luk.. Gak semua single parent bisa berhasil utk urusan anak-anaknya krn mmg gak mudah mengurus anak tanpa ada teman untuk berbagi beban kan…

      5. iya Lis…..semoga kita selalu bersama2 suami sampai nanti ya, aamiin…. nah itu juga alasan aku belum pengen juga nambah anak Lis, karena liat perjuangan ibuku yang gak mudah. sedangkan usia pK kan tak lagi muda πŸ™‚ emang semua Tuhan yang nentuin sih…tapi aku kan juga manusia biasa yang punya keterbatasan
        jadi ibu tuh….berat juga, hehehe

      6. Amiiinn…moga kita selalu bersama suami smpe liat cucu-cicit ya Luk…bareng2 terus, sehat2 dan sejahtera bersama πŸ™‚

        Hehe…aku sbnrnya kmrn udah pengen nambah, tapi dgn kondisi kyk gini, jadi mikir memang udah benerlah kalo sampe skrg Tuhan blm juga ngasih kami punya anak kedua πŸ˜€

      7. aamiin

        kadang bingung ya Lis, walau kita tahu Tuhan pasti sediain yang terbaik. Semangat aja lha Lis…kalian kan masih muda…g kaya kami….hehehehe *akhirnya ngaku tua*

      8. Hihihi….dah mo kepala 3 juga nih Luk…sebenarnya tadinya targetnya umur 29 dah punya anak kedua, tapi ya…apa daya πŸ˜€

  6. Takjub plus seneng banget baca ceritamu mbak….Tuhan Yesus memang luar biasa, sepertinya iman yang ada di dalam diri Omanya Raja diwariskan ke kamu ya, ntar pasti Raja juga menerima warisan iman yang sama….nice story mbak. Have a nice week end, JBU πŸ˜€

  7. Mujizat itu memang nyata… banyak hal yg kulalui dlm hidupku dan keluargaku yg penuh dengan mujizat Tuhan. Salah satunya saat aku hamil Nela, saat itu banyak yg sudah meragukan keberadaannya tapi Puji Tuhan MujizatNya yg luar biasa boleh kami alami….

    1. Nela pasti jadi anak yg luar biasa, One…selamat ne One, ngana blh saksikan mujizat Tuhan lewat Nela πŸ™‚

  8. kekuatan doa memang amazing yaa..padahal kita udah hopeless, tapi ternyata Tuhan selalu jawab doa2 kita dengan caraNya sendiri. Dan yang ga kita duga2..

    nice story Lis..;))

  9. i believe in miracle!! krn pas TK aku pnh punya pengalaman yg s.d sekarang kusebut sebagai: “Momen pertama aku percaya bahwa Tuhan itu ada….” hehehe agak lebay memang. dan aku jg percaya bahwa doa orang tua itu luaaaaaar biasa efeknya thdp kehidupan anak2nya πŸ™‚

    I’m glad that u’re okay. mama dan suami bs sembuh dr penyakitnya. smoga sehat2 senantiasa ya πŸ™‚

    1. Hehe…emang butuh ‘kejadian’ sesuatu baru bener-bener nyadar ya Tyk πŸ™‚

      Amiinn…thanks ya Tyka πŸ™‚

  10. merinding bacanya.Tuhan memang Maha Besar… and yes, i believe in miracles πŸ™‚

    dulu tanteku divonis kanker getah bening stadium 4, dan perkiraan dokter maksimal bisa bertahan 6bulan saja. tapi dengan berserah diri & berdoa, ternyata dia bisa bertahan sampai 6 tahun sebelum akhirnya Tuhan memanggilnya pulang untuk mengakhiri perjuangannya.

    1. Wow..melenceng jauh bgt dari perkiraan dokter yah, dr 6 bln jadi 6 tahun..kalo Tuhan sudah berkenan, apa saja jadi mungkin…

  11. Oh takjub membacanya Jeng..Yah aku juga percaya, ketika kita betul2 memasrahkan semuanya kepada Tuhan, Dia akan buka pintu kuasanya untuk membantu kita..:)

    1. Iya mbak Evi, bener banget… Tuhan itu baik dan tau kapan saat yang tepat menyatakan pertolongan-Nya πŸ™‚

  12. Terharu baca cerita ini.
    Jadi inget kudu banyak-banyak berdoa ya Mba Lis..
    Semoga bisa konsisten untuk tetap tenang dan yakin sama Tuhan.. πŸ™‚

    1. kalo gitu kita sama-sama masih belajar untuk itu, tapi yakinlah bahwa Roh Kudus akan selalu mampukan kita, asal kita mau dibentuk…

      Jesus Christ bless u too!

  13. yup miracle itu emang ada lis! i feel you!!
    asal kita niatnya baik, pasti dikasih jalan ya ama Tuhan… πŸ™‚
    emang kekuatan doa itu luar biasa…

  14. ya ampun allisaaaa alhamdulillah kamu ga apa-apa. doa ibu emang segalanya ya. dan beruntung kami masih baik-baik sampe sekarang kalo ga, aku ga bakal punya idola 😳 btw, aku setuju dengan kata-katamu >> If You Don’t Believe In Miracles, Perhaps You’ve Forgotten You Are One. KEREEEEEN!

    1. Hehe…iya Pep, aku sampe sekarang masih ada krn Tuhan ijinin, salah satunya lewat peristiwa malam itu…

      Itu kata-kata aku dapat dari buku renungan harian, Pep…bukan kata-kata aku sendiri πŸ˜€

  15. I believe it too mbak.. berdoa itu bener2 bikin tenang sekaligus yakin kalau Tuhan tidak akan membiarkan umatnya bersusah diluar kemampuannya.. Duh, jdi inget wktu lulus SMA ortu lg kekurangan dan saya pilih kerja dlu. alhamdulilaaah bgt hbis sma kok ya lgs kerja, nabung dan butuh 2 th buat ngumpulin modal kuliah.. Hah, gak boleh lupa untuk teru bersyukur πŸ™‚

    1. Wow…salut aku sama kamu..gak mudah ngumpulin duit buat kuliah, apalagi duit sendiri… Tuhan pasti akan bukain jalan untuk orang-orang yang mau berusaha ya…

  16. Saya waktu usia 4 tahun juga sempat koma seminggu mam, sampai sekarang ibu saya pun gak percaya, saya bisa sehat sampai detik ini. Hehehe ya…keajaiban itu memang ada bagi orang2 yang percaya akan kekuasaan Tuhan. Jika manusia tidak sanggup lagi, tangan Tuhan yang bertindak, bagaimanapun caranya πŸ™‚

    1. Pengalamannya hampir mirip ya Bundit, rasanya bersyukur sekali diberi Tuhan kesempatan sampai sekarang ini ya bund…

    1. Bener banget, bu Prih, tak pernah terlambat pertolongan Tuhan…

      Terima kasih ya bu Prih. Salam kasih juga dari kami…

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s