Balada Rosalinda… (Bukan Telenovela)

Once upon a time, there was a beautiful girl… let’s name her….Rosalinda Perez Romero 🙂

Rosalinda ini cewek yang baek banget, tapi sayang punya serangkaian sejarah yang kurang baik soal pacar. Bisa dibilang dia gak pernah deh jadian sama cowok yang bener.

Adaaa aja yang gak bener.

Mulai dari Alfredo yang pengecutnya ampun-ampunan sampe gak mau satu kali pun diajak kenalan sama keluarga Rosalinda,  Raul yang beda keyakinan, Rodrigo yang pembohong kelas kakap (alias cheater),  Carlos yang keluarganya gak mau kenal sama sekali dengan Rosalinda apalagi keluarganya, sampe ke Mauricio yang pengangguran seumur hidup dan gak juga menunjukkan usaha untuk merubah diri. Macam-macam dah… yang intinya semua cowok itu bisa dibilang tak layak lah untuk jadi her lifetime soulmate….

Until one day, Rosalinda met Fernando Jose Altamirano del Castillo (untung saya bukan wartawan pos kota, coba kalo iya, bisa-bisa semua nama samaran yang biasanya berbau bunga, mawar, dan melati itu berganti menjadi nama-nama ala telenovela…hihihi…)

Fernando seemed a perfect match for Rosalinda. He’s kind of good, friendly, raised in a good family; he also has good education and good job.  He was actually in love with Rosalinda since a long time and he had gotten the courage to win Rosalinda’s heart after seeing all of her adventures which always ended up in a tragic way. At that time, he was sort of a hero who rides a pure white horse that came to save her.

Rosalinda ini punya sahabat baik bernama Veronica Fernandez-Negrete de Azunsolo (jiaaahhh…..). Veronica ini bisa dibilang punya kehidupan yang sempurna. Saat itu dia sudah menikah dengan pria yang jadi impiannya. She’s a hopeless romantic yang akhirnya memang menjalani sebuah cerita dongeng yang nyata tentang cinta. Bersama suaminya, ia membangun rumah tangga yang mandiri serta bahagia. Sebagai pelengkap kesempurnaan, saat itu Veronica tengah hamil anak pertama, dia dan suaminya lagi semangat-semangatnya mempersiapkan segala sesuatu untuk anak pertama mereka ini, mereka berdua…. Eh, ini baladanya tentang Rosalinda kan ya bukan tentang Veronica? Ya sudah, di-skip aja cerita soal Veronica yang hidup berbahagia itu…hihihi…

Rosalinda dan Veronica udah lama banget bersahabat, karenanya walopun mereka gak lagi tinggal di kota yang sama, tapi mereka masih sering saling curhat termasuk soal Fernando ini.

Veronica seneng banget sih ketika tau kalo akhirnya temen baeknya ketemu juga dengan pria ideal buat dia. Veronica sebenarnya kenal dengan Fernando tapi gak kenal-kenal banget karena gak pernah jadi temen maen mereka sejak dulu, tapi Veronica tau kalo orang tua Fernando itu memang terkenal baik dan lumayan terpandang lah.

Veronica turut berbahagia bersama Rosalinda ketika didengernya kalo Fernando telah melamar Rosalinda. Tapi sebagai temen baek, Veronica tetep ingetin Rosalinda untuk gak lupa sering-sering berdiskusi dengan Fernando untuk membahas hal-hal yang tidak hanya menyangkut persiapan pernikahan aja tapi juga tentang the life after the wedding.

Veronica ngingetin Rosalinda: you should think much about what your life with your new husband will be like after the wedding and you should discuss it with your fiance. Don’t let all the talk about it left behind the discussion about the wedding dress, invitation, venue, decoration, or any other things about the holy matrimony and the party. It’s true that since it’s about once in a lifetime, then we should prepare our wedding as best as we can. It must be the most remarkable wedding we’ve ever attended. But remember, the life after the bells ring is even more important!

Secara kan ya si Veronica udah nikah duluan dan di Gereja tempat ia dan suaminya menjalani pemberkatan pernikahan, mereka diharuskan untuk memulai konseling pernikahan 9 bulan sebelum hari H. Dan selama konseling itu mereka didorong untuk saling jujur dengan calon pasangan sehidup semati mereka termasuk saling buka-bukaan tentang masa lalu. Mereka juga didorong untuk banyak berdiskusi dan membuat kesepakatan tentang kehidupan pernikahan mereka kelak. Dan pada akhirnya memang semua diskusi itu berdampak luar biasa bagi Veronica dan suaminya dalam membangun kehidupan yang baru 🙂

Rosalinda sih setuju ya sama Veronica. Dan dia mau kok dengerin saran temennya itu dan memang akhirnya dia mengajak Fernando untuk ngebahas beberapa hal mengenai kehidupan mereka nanti. Mulai dari yang sederhana, seperti bakal tinggal di mana setelah ini karena mereka belom punya rumah pribadi, trus soal hal-hal sensitif tentang pengaturan keuangan, termasuk si Rosalinda juga ngajak Fernando buka-bukaan soal utang atau kredit atau tanggungan mereka berdua masing-masing. Rosalinda juga ngajak Fernando untuk buat beberapa kesepakatan termasuk untuk hal yang terlihat sepele tapi sebenarnya bisa jadi sensitif juga yaitu tentang kesepakatan soal urusan ‘ngasih-ngasih’ ke orang tua dan keluarga.

Dari semua poin yang dibahas, Fernando cuma ngasih jawaban untuk satu poin saja, yaitu soal tempat tinggal. Mereka harus tinggal di rumah orang tua Fernando berhubung Fernando ini kan anak cowok satu-satunya kesayangan mami gitu loh.

Untuk poin-poin lainnya, Fernando cuma jawab dengan enteng : “Rosalindaku sayang, semua hal itu bisa diatur nanti!”

Veronica waktu denger Rosalinda cerita soal kesepakatan yang berhasil dia buat bersama Fernando itu, sebenarnya udah ngerasa aneh sama tu cowok, tapi demi mendengar suara temennya yang tetep ceria sambil bilang, “Tapi buat aku gak apa-apa sih, aku yakin dia cowok baek dan bertanggungjawab, dan mungkin dia gak mau bahas soal hal-hal itu karena sebagai laki-laki dia udah tau persis bagaimana mengatur semuanya agar baik untuk aku… Pokoknya doain aja supaya hidup aku bahagia kayak kamu yaaaa…..”

Mendengar itu, Veronica cuma bisa angguk-angguk kepala. Dia juga gak mau ngerusak kebahagiaan sahabatnya. Dan yah, they are best friend, but things are not the same anymore… Veronica pun cuma bisa bilang, “aku selalu dan selalu doain yang terbaik untuk kamu….”

Tapi kemudian, beberapa hal kurang enak mulai muncul. Rosalinda mulai sering komplain soal Fernando yang makin ke sini kok makin aneh-aneh aja kelakuannya. Dia terlihat sayang banget sama Rosalinda, tapi acuh tak acuh sama persiapan pernikahan mereka.

Si Fernando kan kerjanya jauh, pulang paling cuma seminggu sekali, itu pun kalo bisa, seringnya dalam sebulan cuma bisa sekali pulang. Eh, giliran dia pulang malah ketimbang ngabisin waktu sama Rosalinda untuk nyiapin pernikahan mereka, dia malah asik jalan sama maminya. Waktu Rosalinda ngasih usul ya udah kalo gitu mereka perginya bareng maminya aja, jadi pergi bertiga gitu untuk survey gedung, ngetes makanan, meeting sama prewed fotografernya…dan segala macam urusan deh, eh si Fernando bilang kalo maminya tuh gak boleh terlalu capek, jadi lebih baik mending dia bantuin maminya selesaikan urusannya dulu baru kemudian dia nemenin Rosalinda….yang mana ternyata urusan maminya itu baru selesai lewat jam 9 malam!

Dan hal itu terjadi gak hanya sekali dua kali! Tapi berkali-kali!

Si Rosalinda gondok segondok-gondoknya! Tapi masih berusaha untuk terus sabar…sabar…dan sabar….. Masih berharap si Fernando bisa sadar dan karena dia cewek baek, maka dia pun berusaha melihat sisi baik dari sikap Fernando itu. Bukankah dengan mempercayakan semuanya mengenai pernikahan mereka di tangan Rosalinda, itu berarti bahwa Fernando sangat percaya pada selera dan penilaiannya? Dan bukankah dengan kesediaan Fernando untuk merelakan waktunya bersama Rosalinda demi maminya tercinta, berarti menunjukkan bahwa dia adalah cowok yang amat sangat penyayang dan berhati lembut?

Yah well, aneh memang. Tapi begitulah Rosalinda, hatinya memang seluas samudera…..

Veronica sendiri udah geregetan. Tapi dia berusaha nahan-nahan diri. Masak dia yang ngomel-ngomel, sementara temennya sendiri yang ngejalanin berulang kali bilang, “that’s ok.. I can handle it… Just pray for me, ok?”

Sampai suatu ketika, Rosalinda ribut besar sama Fernando.

Jadi begini, Rosalinda sebenarnya ok-ok aja jika dia harus tinggal di rumah mertua meskipun Fernando kerjanya jauh. Kalo mo mikir egois sih sebenarnya Rosalinda bisa propose untuk dia tinggal bareng orang tuanya aja, toh orang tua dan mertuanya tinggal di satu kota. Tapi Rosalinda sadar, hal itu bisa berdampak kurang baik dan akan membuat hubungannya dengan mertua semakin jauh. Jadi sudahlah, Rosalinda berusaha menerima keadaan, walopun sejujurnya dia juga gak kebayang bakal seperti apa nanti kondisinya dengan tinggal di rumah mertua sementara suaminya sendiri gak ada di situ. Nah, berhubung kerjaan Fernando membuat dia agak susah untuk sering pulang, maka Rosalinda pun mengusulkan agar dia aja yang seminggu sekali ngunjungin Fernando. Capek-capek dikit gak apalah yang penting nanti begitu mereka ketemu, mereka bisa menghabiskan waktu berdua dan gak mesti ngurusin urusan orang tua. Belajar dari pengalaman ye bok, si Fernando yang anak mami ini, kalo udah ketemu sama maminya yang diurusin ya cuma maminya ajah! Sampe di sini, Fernando ok-ok aja.

Ngerasa dapat lampu ijo, Rosalinda pun lanjut meminta agar di kota tempat ia bekerja, Fernando nyewa rumah. Fernando nih ceritanya masih tinggal di mess kantor gitu bareng temen-temen kantornya. Kan jadinya kurang nyaman lah ya buat berdua-duaan di situ. Apalagi si Fernando sebenarnya bisa dapat tunjangan tempat tinggal dari kantornya asalkan telah berkeluarga dan gak tinggal di mess lagi. Rosalinda bahkan bilang, dia bersedia kok resign dari tempat kerjanya sekarang dan ngikut Fernando tinggal di kota tempat ia bekerja supaya mereka bisa membangun keluarga yang mandiri di situ.

Eh, sampe sini Fernando menolak dong!

Soal rumah sewaan, katanya ngapain susah-susah nyewa rumah kalo Rosalinda cuma bisa sesekali ngunjungin dia. Mending tiap kali Rosalinda di sini, mereka nyewa kamar di hotel aja.

Rosalinda jawab, kan sayang duitnya buat nyewa kamar di hotel, toh kalo mo nyewa rumah juga kantor ngasih tunjangan kok jadi itu artinya gak akan mengganggu simpanan mereka.

Si Fernando masih gak setuju. Alasannya dia butuh bareng temen-temennya biar kalo ada info apa-apa dari kantor dia bisa cepet tau.

Gubbbraakkk!! Alasan macam apa iniiiihh? Udah macam mahasiswa aja yang takut ketinggalan berita soal bocoran soal ujian. Dan emangnya ini masih jaman batu yang mana orang masih ngirim informasi pake sandi asap apa? Bener-bener cuma nyari alasan doang kan ni orang dan si Fernando otaknya ternyata cuma bisa dipake untuk nyari alasan sedangkal dan sebodoh itu! -__-“

Trus soal usulan Rosalinda untuk resign dan pindah ke situ, Fernando juga said no…no…no! And yes, again he made another reason. Toh dia juga gak berencana lama-lama di sini, setelah menikah nanti dia akan propose untuk pindah ke kantor cabang yang lokasinya di tempat asal mereka, jadi ngapain Rosalinda mesti repot-repot resign dan pindah ke sini?

Dan akhirnya, jalan tengah terbaik menurut Fernando soal kunjung-mengunjungi ini adalah….

Ya udah deh, kalo Rosalinda keberatan ngunjungin dia  dalam kondisi dia tinggal bareng temen-temennya dan keberatan juga kalo tiap minggu dia datang mesti nyewa kamar hotel, ya jalan terbaiknya adalah…. Rosalinda tenang-tenang ajalah di rumah orang tuanya dan tungguin aja dia yang pulang dan nyamperin Rosalinda!

Sampe sini Rosalinda dah gak bisa lagi nahan kesabaran dan bahkan berencana membatalkan pernikahan mereka… Ya bisa dimengerti sih, masalahnya dia dan Fernando seolah gak pernah nemu jalan tengah, dan selalu aja setiap jalan keluar yang diberikan Fernando mengharuskan sisi Rosalinda yang mengalah.

Secara baik-baik Rosalinda kemudian cerita ke orang tuanya soal masalah dia dan Fernando. Orang tuanya selama ini sih memang udah lumayan geram juga sama si Fernando ini. Ya mereka ok-ok ajalah kalo Rosalinda memang pengen ngebatalin rencana pernikahan ini, walopun saat itu kondisinya undangan dah mulai disebar. Bagi orang tuanya, gak apalah malu sekarang, daripada nanti anaknya hidupnya menderita.

Tapi dasar memang si Rosalinda juga rada labil orangnya, setelah dibujuk-bujuk dan dirayu-rayu oleh Fernando, dia akhirnya maju-mundur. Sampe akhirnya dia memutuskan untuk meneruskan rencana pernikahan mereka.

Si Veronica sebenarnya udah gemessss banget liat temen baeknya itu. Ngeliat segala gelagat Fernando yang gak jelas begitu, dia ragu Rosalinda bisa bahagia dan membangun rumah tangga impiannya. Berulang kali dia ingetin Rosalinda untuk paling gak ditunda dulu lah rencana pernikahan mereka, pikirkan dan pertimbangkan lagi semuanya. Jangan sampe deh nyesel kemudian!

Tapi Rosalinda dengan berbagai pertimbangan yang dia punya, yang salah satunya adalah gak pengen bikin malu orang tuanya yang udah nyebar undangan, tetap berkeputusan untuk maju.

Pernikahan akhirnya tetap berlangsung. Pestanya meriah dan indah, meskipun gesekan antar dua keluarga lumayan kentara.

Setelah menikah, seperti yang sudah disepakati, Rosalinda tinggal di rumah mertua. Seminggu setelah hari pernikahan mereka, Fernando kembali ke tempat ia bekerja.

Di sinilah hidup Rosalinda semakin menderita.

Di rumah itu, dia dianggap gak lebih daripada orang yang numpang. Kalo ada keluarga jauh datang ke situ, maka dia disuruh untuk tidur di kamar belakang. Alasannya karena kamar Fernando adalah kamar terbaik di rumah itu, jadi sebaiknya kamar itulah yang diberikan untuk tamu.

Gak cuma sampe situ, suatu kali Rosalinda pulang menemukan kamarnya berantakan. Tempat tidur awut-awutan bukan main, isi laci lemari juga berantakan. Setelah dicari tau, ternyata siangnya, adek Fernando yang cewek yang udah bersuami pulang ke rumah itu dan sempat pake kamar itu untuk ‘tidur siang’….  Rosalinda nangis-nangis nelpon Fernando, dia ngerasa bener-bener gak dihargai di sini. Tapi Fernando dengan tenang cuma bilang, “Udahlah gak usah dipikirin, kan tinggal ganti aja spreinya….adekku memang kayak gitu, suka sembarangan tapi sebenarnya dia baik koookkk….”. Oh tidaaaakkkk!!!! Veronica waktu denger cerita itu rasanya udah pengen jedotin kepalanya di tembok! Ini Fernando hatinya terbuat dari apa siiiihhh???

Di rumah itu, Rosalinda juga gak boleh pulang telat. Telat dikit pasti langsung dicariin sama mertuanya, dan begitu nyampe rumah pasti diceramahin. Padahal kan ya namanya juga kerjaan, pasti adaaa aja yang bikin harus lembur. Dan Rosalinda juga kan kadang pengen juga lah dari kantor mampir dulu ke rumah orang tuanya, terutama untuk makan sih, soalnya biasanya begitu nyampe rumah mertuanya entah disengaja atau gak tapi seringnya makanan dah pada habis. Dan anehnya, kalo Rosalinda pulang bawa makanan, pasti juga ditegur sama mertuanya, katanya gak baik bawa jajanan dari luar. Kalo udah gitu ya terpaksa, walopun udah capek, Rosalinda masak bentar supaya dia bisa makan malam… Bener-bener deh mertuanya itu…

Dan yang lebih bikin sakit lagi, karena Fernando hanya mentransfer uang gajinya ke maminya saja. Untuk Rosalinda? Lima perak dibelah sepuluh pun gak ada sedikit pun! Alasan Fernando, berhubung Rosalinda tinggal bareng maminya, itu berarti kebutuhannya sehari-hari di-handle sama maminya, jadi ya berarti mending dia transfer uang ke maminya aja. Aje gileeee…..!! Ini suami apa bukan sih?? Apalagi yang dimaksud dengan kebutuhan sehari-hari itu adalah MAKAN aja, yang mana sebenarnya Rosalinda cuma malam doang makan di situ, itupun seringnya dia makan nasi beli dari luar trus makan diam-diam di kamarnya! Soal kebutuhan laennya ya terpaksa seperti dulu sebelum menikah, dipenuhi Rosalinda sendiri dari gajinya yang sebenarnya gak juga seberapa…

Tapi sudah begitupun, Rosalinda masih berusaha berpikir positif. Dia sebenarnya gak tau berapa sebenarnya gaji suaminya dan berapa yang ditransfer suaminya ke maminya. Tapi dia berharap agar suaminya punya simpanan untuk mereka bisa beli rumah atau minimal nyewa rumah sendiri deh. Kelamaan tinggal sama mertua yang modelnya begini bisa bikin dia depresi.

Eh, kagetnya Rosalinda ketika dia nanya soal itu ke Fernando, jawabannya cuma, “I saved zero rupiah!”. Katanya semua udah habis untuk ditransfer ke maminya juga untuk kebutuhan pribadinya di sini. Soal sewa rumah apalagi untuk beli rumah, Fernando dan maminya jelas gak setuju. Alasannya karena rumah itu bakal diwariskan untuk Fernando, jadi ngapain mesti buang duit nyari rumah lagi?? Isshh….gemes banget gak sih denger alasan macam itu??? Old-fashioned banget kali kalo seorang cowok masih harus nunggu-nunggu dapat warisan dari orang tua!

Dan oh ya, soal janji Fernando untuk mengajukan pindah setelah menikah, itu pun juga tinggal kenangan, karena sampe sekarang pun gak ada sama sekali tindakan Fernando ke arah sana. Tentu, karena menurut maminya, dia gak perlu lah pindah ke sini, tenang-tenang aja kerja di sana, Rosalinda baik-baik aja kok di sini. Dan memang, Fernando ini anak yang super duper berbakti pada maminya, sampe semua kata-kata maminya pasti diturutin!

Sewaktu Rosalinda menceritakan semuanya, Veronica udah gak tau mesti ngomong apa lagi. Yang bisa dia lakukan ya cuma jadi pendengar yang setia, berdoa bersama Rosalinda, nguatin Rosalinda untuk sabar karena bagaimanapun pernikahan adalah komitmen akan suatu pilihan dan dia harus bisa ngejalanin komitmen itu. Tapi di satu sisi Veronica juga meminta agar Rosalinda bersikap tegas dan harus bisa secara tegas dan berhikmat menyampaikan keberatan dan harapannya pada suaminya. Sayangnya untuk bersikap tegas itu yang sukar untuk dilakukan oleh Rosalinda. Rosalinda cuma bilang ke Veronica, “Aku cuma butuh kamu untuk doain aku aja terus agar aku bisa selalu sabar dan kuat…………”

Yah, Rosalinda…Rosalinda…. sampe sekarang kisahnya masih belum tamat dan masih belum terlihat adanya tanda-tanda happy ending.  Rosalinda keeps staying with the life she has chosen. Dan Veronica can only watch her best friend’s life from far away, pray that God provides a way out for Rosalinda and show Rosalinda what she should do… Rosalinda may have been wrong in taking one of the most important decision in her life, but the love of God is still there for her and for God, nothing is impossible, rite? Hopefully one day, Rosalinda will call Veronica with no cry and she can tell Veronica that finally she can live in a marriage life that all this time she were dreaming for : a marriage that’s full of passion to glorify the Lord…

===============================

Pesan moral terutama bagi yang belum menikah:

  1. Membicarakan dan membuat kesepakatan tentang hal-hal penting termasuk soal keuangan dengan calon pasangan bukanlah hal yang tabu, sebaliknya merupakan sesuatu yang HARUS dilakukan. Beberapa orang memang beruntung menemukan pasangan yang tanpa perlu dibahas dan bikin kesepakatan pun udah tau apa yang terbaik dalam membangun rumah tangga, tapi banyak yang gak beruntung dan akhirnya menimbulkan kekecewaan karena apa yang diharapkan tidak terjadi. Daripada nanti setelah menikah salah paham, mending sebelum menikah dibahas secara baik-baik. Diskusi ini berguna banget untuk menyamakan persepsi, kita dan calon pasangan kita memang pasti banyak perbedaannya ya tapi penting sekali bahwa kita dan dia memiliki persepsi yang sama tentang pernikahan.
  2. Jangan ragu untuk mundur ketika calon pasangan kita terlihat gak beres. Memang tak ada manusia yang sempurna, tapi hanya pria bertanggung jawab yang pantas untuk dijadikan suami. Daripada nyesel kemudian, mending mundur deh sebelum membuat komitmen untuk sehidup semati.
  3. Saat kita sedang jatuh cinta dan sedang ngebet untuk nikah, biasanya semua akan terlihat indah dan kita bisa saja mengabaikan ‘pesan-pesan alam’ di sekitar kita tentang orang yang kita pikir sempurna. Karena itu, penting untuk membuka mata lebar-lebar dan mau mendengarkan orang-orang yang sayang pada kita. Penilaian mereka memang tak seharusnya menjadi dasar keputusan kita, tapi seharusnya menjadi bahan pertimbangan penting karena biasanya mereka yang sayang pada kita lebih mampu untuk melihat bahaya di balik keindahan yang kita lihat…i’ve been thereit’s true

Demikianlah cerita sore ini tentang Rosalinda, saya sendiri sungguh berharap agar akhirnya nanti Rosalinda dapat sungguh berbahagia atas pilihan hidupnya ini.

Life is about taking decisions and it becomes easier when our will to please God outweighs our will to please the world.

God bless us all!

Iklan

65 thoughts on “Balada Rosalinda… (Bukan Telenovela)

  1. Wooow detail amat yaak hahaha jujur aja ga pernah ngikutin rosalinda, paling suka carita de angel :p tapi pesan moralnya ngena, kalo aku sik dapet calon macem fernando udah angkat kaki terus pisah. Males, cuma karna malu malah menjerumuskan diri sendiri -,-“

  2. kok jadi inget si Thalia maria mersedes jadi inget jeng salah satu pohon di KI Park itu kan yang nanem si Thalia itu ahahaha *reply yang ga nyambung* aku baca lagi deh postingannya td langsung scroll ke bawah 😀

  3. itu pepi polos amat siiih 😛
    ini loh mba veronika eh allisa, gw tuh sering gemes sama cewe yang sering mikir kalo laki-laki tuh pasti bisa berubah. Yaolo, sifat mah melekat kuat dan biasanya dibawa sampe mati.

    Daripada ribet nantinya mendingan terbuka lah dari awal, kalo ternyata cowo itu mundur teratur ya berarti emang gak jodoh.

    Dan setuju banget, semua terlihat indah kalo cinta lagi berbunga-bunga. Begitu bunganya layu keliatan deh jelek-jeleknya 🙂

    1. Soalnya mgkn ceritanya telenovela bgt kali’ yah, jadi Pepi bisa ngira kalo ini mmg cerita telenovela… Apalagi mmg Rosalinda kan bukan jamannya Pepi lg 😀

      Iya, yang namanya sifat tuh susah diubah. Karena itu perlu sepakat sejak awal. Kalo gak bisa sepakat, tinggal tergantung kita, sanggup gak nerima tanpa komplain. Kalo sanggup hayo terus, kalo gak mending gak usah deh…

  4. Tebakan detektip, yang jadi Veronica itu Allisa Subandono ya ? Hahaha…
    Tapi aku setuju, Lis. Banyak orang yang sungkan membahas masalah finansial sebelum menikah. Tapi aku juga membicarakan itu dengan Hani. Bodo amat dibilang cewek matre. karena kita kan gak mau beli kucing dalam karung.
    Dan hal begini nih penting, termasuk policy ntar siapa yang jadi Finance Manager dalam rumah tangga. Istri ? Suami ? Ato mertua kayak kasusnya Rosalinda ?
    Banyak orang yang memilih lanjut pernikahan beginian karena malu. Malu menanggung status janda, ato status batal menikah.
    Padahal hidup itu adalah pilihan kita. Begitu juga dengan kebahagiaan.
    kebahagiaan kita gak tergantung dari omongan orang. Wong kita yang jalanin kok.
    Sekian.
    Nice week-end

    1. Hihihi…dasar detektip 😛

      Iya Ndah, kesiapan seseorang untuk membicarakan hal-hal sensitif jelang pernikahan menunjukkan seberapa besar kesiapannya terhadap pernikahan itu sendiri. Gimana bisa kita bilang dia udah siap untuk berkomitmen kalo untuk mendiskusikan hal yang sedikit berat aja dia gak siap…

  5. Veronica nya bersuamikan org Batak ya? qiqiqiqi. Aku syuka postingan ini krn penuh drama eh I mean: pesan moral. Kapan2 aku reblog boleh ya ver eh lis 😉

    1. Xixixixi…Lucu kali’ yah kalo marga si Veronica yang udah sepanjang itu masih pulak ditambah dengan embel2 marga Batak.. 😀

      Boleh banget Tyk di-reblog, kan blog mu banyak dibaca sama muda-mudi juga kan..at least bisa ingetin buat yang belum menikah agar bisa mencegah hal-hal yang gak diinginkan dalam pernikahan nantinya. Semakin banyak pernikahan yang bahagia maka akan semakin baik pula generasi kita nantinya. Thanks ya Tyk 🙂

  6. Hidup adalah pilihan…dan aku ga mau pilihanku kayak Rosalinda.

    Betul!!dari awal, masalah finansial harus jelas. Tapi kadang ada juga pihak lain (red : kebanyakan ortu, entah pihak suami atau istri) suka ikut campur. Tau sih maksudnya baek cuman si mertua kadang ga pikir panjang, ada pihak lain yang merasa tertekan.

    1. Iya memang, mungkin sebaiknya selain pasangan yang ikut konseling pranikah, mungkin perlu ada juga konseling bagi yang mo jadi mertua kali’ yah, karena gak bisa dipungkiri banyak juga pernikahan yang kacau balau karena orang tua yang secara gak sadar masuk terlalu dalam di pernikahan anaknya. Apalagi kalo ditambah dengan komitmen yang kurang antara suami dan istri, bisa-bisa orang tua yang memegang kendali penuh 😦

    1. Amiinn…itu mmg yang didambakan baik oleh Rosalinda, orang tua Rosalinda, dan Veronica juga mbak… Dan semoga Rosalinda juga bisa menemukan cara agar apa yang ia dambakan bisa tersampaikan dan akhirnya didengarkan…

  7. Lah, kok tragis banget nasib Rosalinda..tapi dari awal sdh kelihatan sih kalau dalam rumah tangga itu Rosalinda akan selalu kalah set, terbelakangkan dll..Kalo dia nekat menikah juga mungkin karena cinta atau faktor kepepet yg berunsur macam-macam..Menurutku nih, Rosalinda mulai mendidik dirinya sendiri. Pendidikan akan membuatnya melihat mana yg patut dan tak patut yg berlaku atas nasib. Mana yg perlu dia perbaiki dan mana yg mesti dipertahankan..Belajar..belajar..sayang..:)

    1. Iya mbak, Rosalinda memang perlu belajar dan belajar how to manage all the things around her… Semoga semua berakhir baik untuk Rosalinda, dan aku masih berdoa agar Fernando bisa juga belajar untuk menjadi lebih dewasa dan bersikap seperti lelaki sejati untuk Rosalinda…

  8. setuju sekali sama ke 3 pesan moralnya Lis, apalagi yg nomor 2 dan 3 … krn pada kenyataannya banyak juga yg nggak berani melakukan

      1. Itulah mbak, makanya aku suka ingetin temen2 yang baru mo menikah utk gak lupa ngebahas hal-hal yang penting dan untuk gak takut ngambil langkah ekstrim jika memang diperlukan.

        Kemarin aku baru ngobrol-ngobrol juga sama temen yang lagi berencana utk menikah, dan bener aja temen saya ini kelupaan ngebahas hal sensitif sama calon suaminya… Yang dipikirkan masih seputar rancangan baju pengantin dan konsep acaranya, tapi soal gimana nanti ke depannya malah belom dibahas sama sekali :(. Tapi mdh2an aja stlh diskusi kami kmrn itu teman ku bisa terbuka pikirannya…

  9. Lis setuju banget sama pesan Moralnya…
    tuuh buat yang belom menikah..
    harap camkan baik baik..

    Rosalinda mungkin terburu-buru ya..
    Semoga nanti Rosalinda hepi ending ya..

    1. Gak terburu-buru tapi kurang berpikir panjang 😦

      Iya, buat yg belum menikah, hal2 seperti ini hrs dipikirkan agar jgn sampai nyesel kemudian ya teh…

  10. waduh ternyata cerita ala telenovela itu beneran ada terjadi di kehidupan nyata ya lis??

    menurut gua ya itu salah si rosalinda sendiri. tapi ya apa boleh buat, sekarang nasi udah menjadi bubur. dia harus menanggung kesalahannya sendiri.

    sebenernya masih bisa sih kalo dia mau berubah. rosalinda harus tegas ke fernando. dia harus bilang kalo selama ini semuanya itu gak bener. rosalinda harus berani resign dan nyamperin fernando dan ambil alih gajinya untuk keluarga mereka sendiri. well ya itu menurut gua. selama rosalinda gak bisa berubah untuk tegas, dia bakal tertekan dan ditekan terus…

    1. Hooh Man, ternyata bs jg kejadian di dunia nyata… Walo agak aneh tp ternyata adaaa aja org yang membiarkan dirinya diperlakukan kayak gitu 😦

      Itulah maksud si Veronica, Man. Mrt dia Rosalinda hrs tegas nyampein keberatan dan harapannya dgn cara ngambil tindakan. Kalo gak ya mo sampe kapan kayak gitu terus? Veronica jg udah pernah tuh ngasih usul resign dan pindah ke tempat Fernando, tp Rosalinda tll banyak pertimbangannya, sampe akhirnya gak jadi-jadi…hhh…

  11. Mbaaa….jadi ini review dari cerita yg mana ya? Fiktif or real? Yg pasti…setuju bagt deh sm pesan moralnya…tapi apkh ada di dunia nyata yg spt ini?

    1. Hehe…gak lah bu kalo jadi konsultan, cuma sekedar ngingetin aja untuk teman-teman yang belom menikah 🙂

  12. Hayyaaaaaaaaaahhh *garuk2 dinding, jambak2 rambut, tendang2 pintu lemari
    laki2 macam apah fernando ituh mbaaaakkk?? (penontonnya gondok >_<)
    Temenku ada juga sih yg begitu cm kasusnya beda2 tipis lah ya…dan sampe skrg pun sdh punya anak satu msh belom ada tanda2 hepi ending, emang bener sih jaman skrg kita kudu buka2an aja gitu yah dr awal mo merit drpd terlanjur nyemplung dan akhirnya merasa menjatuhkan pilihan yg salah.
    Krn yg menentukan hidup ini mau spt apa dan bagaimana itu kan diri kita sendiri, semoga yah si rosalinda segera menemukan jalan terbaik atas pilihannya 😉

    1. Ntah tuh, aku juga bingung ini Fernando tipe cowok yang seperti apa… mo dibilang suka kejam sama istri ya gak juga, tapi ya itu gak bisa tegas dan gak bertanggung jawab sama sekali…anak mami buanget!

  13. Wow kayak nonton opera sabun saja. Biasanya memang begitu, jika seorang suami anak mami, dia tidak bisa membuat keputusan sendiri. Ditambah lagi rosalina jg orangnya labil. Kita hanya bisa mendoakan supaya rosalina cepat mengambil suatu keputusan, apapun itu. Meskipun tidak harus dengan perceraian, yg penting dalam hal ini dia harus tegas. Paling tidak keluar dulu dr rmh mertua……

    1. Iya Uda, ternyata ada aja di kisah nyata yang kayak gini 😦

      Memang ya kalo cowok anak mami tuh susah bener ngambil keputusannya dan cenderung gak bisa tegas, eh bukan cenderung lagi sih memang asli gak bisa tegas sama sekali. Memang dalam kasus ini kalo mo ngarepin si Fernando, maka ya bakal susah, sepertinya memang Rosalinda yang harus bersikap tegas duluan..

  14. aduh aku bacanya ya kok gondok setengah mati deh…
    kok ya Rosalinda itu nggak mau lihat tanda2 sebelumnya ya …
    ,
    ada sih teman yg mirip ini, udah kita nasehatin segala macam ya tetap aja jadi nikah alasannya malu udah sebar undangan…
    tapi ya itu sekarang masih cerita ribut sama mertua

    1. Ternyata memang kejadian kayak gini ada aja ya kak, padahal sudah era seperti ini 😦

      Gak enak banget kan rasanya kalo sama mertua gak akur terus 😦

  15. hoaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhh pengen marah marah!!!! gila banget masa disuruh pindah ke kamar belakang!!! ini fernando apaan sih ga bener banget jadi laki!!! Aaaaahhh tapi kalo punya temen kaya Rosalinda pasti udah dikasih interfriendtion dari jaman belom kawin nih diomel2in suruh buka mata!!! duh asli gerem bawaannya 😦

    Kenapa ya orang memilih buat hidup ga bahagia, dan bukannya angkat kaki dari situasi yang seperti ini? Pergi itu bukan selalu berarti menyerah kan.. melainkan memilih buat “sudah” berhenti mengalah.

    btw, dirimyu nanti kalo punya anak perempuan akankah bernama Veronica, Jeng? 😀

    1. Iyaaa…disuruh pindah ke kamar belakang! Dan kamarnya bisa dengan sembarangan dimasukin adek ipar + suami adek iparnya! Geleng-geleng kepala deh…

      Veronica tuh siapa yak? Ya namanya ya Veronica :mrgreen:

  16. I guess….. Veronica is You… Veronica Krones… wkwkwkwkwkwkw…. Tapi aku gak tau Rosalindanya siapa… Mari kita doakan semoga kisah cinta Rosalinda ini bisa jadi happy ending lah yaaa…..

  17. ihh sangat2 kasian banget sama nasibnya si rosalinda itu. Bener2 kisah nyata lagi. Kok masih ada yak orangtua kayak maminya si fernando itu ? Tinggal di mana sih tuh orang ? *kayak yang mau nyamperin aja* 😛

    Smoga aja rosalinda menemukan jalan keluar dari masalah yang udah kayak benang kusut itu ya mba..

    1. Hihihihi…aku aja gak berani nyamperin, urusan rumah tangga orang gitu lho 😀

      Amiiinnn…moga Rosalinda bisa belajar untuk membela haknya dan kebahagiaan keluarganya 🙂

  18. hehehe sama dengan tebakan teman teman yang lain…veronika kawan rosalinda ini kayaknya yang nulis ini deh..hehehe
    mengiyakan banget tentang banyak hal yang harus kita lakukan sebelum pernikahan, jangan karena cinta aja..maksudnya ngebet banget gitu.., dan diburu usia atau keluarga kita memutuskan harus menikah…banyak hal yang kita harus realistis…
    semoga rosalinda menemukan kebahagiannya…dan diberikan jalan yang terbaik
    jadi ingat thalia pemeran rosalinda itu..*walah dulu maniak banget nonton rosalinda itu..nggak mau ketinggalan..:)

    1. Hihihihi…iya, aku juga dulu sukaa nonton Rosalinda, tapi klo skrg disuruh nonton lagi sih udah ogah 😀

      Amiinn…moga bakal ada perubahan di hidup Rosalinda 🙂

  19. Hmmm…sy dulu juga pernah cukup dekat dengan seseorang yg ternyata ketahuan dia pembohong besar. Memang jika kita berada di sisi Rosalinda, mikirnya selalu, ah pasti dia bisa berubah. Yaaa…manusia bisa berubah, tapi banyak juga yang cuma janji palsu mau berubah. Kadang perempuan suka ga kuat hati ngadepin begini. Kalau si cowok sudah menyembah2 minta maaf, langsung luluh deh :-(. Untungnya sih saya belum sejauh spt Rosalinda yang sudah nyebar undangan, jd mending bubar aja deh. Halah….malah curcol hehehe. Ya semoga Rosalinda segera menemukan kebahagiaan bersama suaminya ya. Amin 🙂

    1. Syukurlah Bundit sempat mundur sblm terjebak yah… Pernikahan itu sekali seumur hidup, makanya hr bener2 buka mata selagi masih bisa ya Bund..

  20. Nice posting mbk Allisa. Kayaknya sy di posisi Veronica deh secara mbk tahu kan soal temenku yang gagal married (pernah aku ceritain di blog) hemm memilih pasangan hidup itu emang bukan perkara gampang.

  21. Dari dulu aku emg ga pernah mau tinggal bareng org lain pas udah berkeluarga termasuk mertua sndr meski sebaik apapun dia krn mnrtku ga akan bs jd keluaga versiku sndr..
    Lah apalagi Rosalinda ini..aku bener2 geleng2 kepala..kok bs ya?
    Rasanya jd mengandai2 kl jd dia bakal gmn bla3..tp mgkn tiap org kan beda jd..aku jg idem ama Veronica..cm bs support n mendoakan yg terbaik..
    #dlm hati udah mau nyeret fernando buat getok kepalanya biat dia sadar gmn cara jd suami yg baik itu..hehehe

    1. Iyaaa…Veronica juga udah gemes banget tuh, pengen nunjukkin ke Fernando biar jadi lelaki sejati dooongg…. Tapi yah, mo gimana lagi, gimana pun itu adalah urusan rumah tangga orang lain kan, gak bisa juga kalo terlalu ikut campur….

  22. Veronica ini sptnya aq tau deh#sotoy 😀

    Kesian ya rosalinda.tp emg masalah finansial n hubungn calon suami dgn maminya itu HARUS qt cermati dr sblum mnikah mba.habit ga akan bs dihilangkan bgtu aja stlah mnikah.makanya dulu waktu aq pacaran lbih milih byk hang out brg kluarga suami drpd berdua2an doang mlulu.klo tau kebiasaan/budaya kluarga kan jd gak syoook sangat pas udh merit. Apalagi klo mo tinggal brg mertua dulu 🙂

    1. Oh ya? Siapa dia? Siapa? Siapa? 😆

      Bener bangeett!! Sebelum bilang yes i do, mending cari tau dulu semuanya kaaann…mending sakit di depan, daripada keburu terjerumus!

  23. HAI mbaaaa,,aku baru berkunjung dimari.arrrgghhhhh lelaki macam apa itu fernando?????pakai rok x ya dia tidurnya????semoga Rosalinda cepet keluar dari masalah ini ya mba

    1. Haiiii..dirimu ke mana aja? 😀

      Hahahaha….iya kali’ yah, jangan2 dia pake rok kali’ yah?? 😆

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s