When Life Doesn’t Give Me Things I Want…

Berawal dari simple chat antara saya dan seorang teman yang ngomentarin foto Raja di facebook, saya kemudian ngeliat-liat profil teman saya itu. Saya dan dia lulus dari SMA yang sama. Dia kakak kelas, setahun di atas saya. Waktu kuliah, kami juga sekampus. Dia lulus 2004. Saya lulus 2005. Kami sama-sama lulusan terbaik di angkatan kami masing-masing. Bedanya, dia lulus dengan IPK bulat 4, saya masih kurang 0.02 dari angka 4 itu. Dia karena emang luar biasa cerdas, saya sih karena banyak beruntungnya aja…wkwkwkwk…

Setelah lulus, dia sempet ngajar di kampus sambil ngurus beasiswa S2-nya. Dari beasiswa itu dia kuliah di luar. Selesai S2, ngambil S3 di negara yang berbeda. Sampe sekarang masih tetap menetap di luar dan sering ikut konferensi di berbagai negara, gak hanya sebagai peserta tapi juga sebagai pembicara! Salut banget lah ngeliat foto-foto dia. Sebagai adek kelas dan adek tingkatnya, saya ikut bangga. Cewek lho ini, cantik, masih muda pulak (umurnya cuma lebih tua beberapa bulan dari saya, berarti masih muda kan?). Keren lah pokoknya ngeliat foto dia yang jadi pembicara dalam forum ilmiah yang pesertanya semua bapak-bapak bule.

Kakak kelas saya itu bukan satu-satunya cewek cerdas dan mampu menunjukkan kecerdasannya di bidang keilmuwan yang saya kenal. Ada pula seorang kakak kelas saya waktu SMP, dia ini adalah teman sekelas kakak saya juga sejak SMP-SMA. Beberapa waktu lalu, dia tampil di Kick Andy dalam episode Berjaya Di Negeri Orang. Pantas memang si ilmuwan ini tampil di situ. Kalo pengen tau kenapa saya sebut pantas, coba aja baca halaman ini.

Selain kagum dengan kercerdasan mereka, saya juga kagum karena mereka akhirnya mewujudkan impian mereka…

Ngeliat mereka berdua, saya jadi menilik diri sendiri. Ya well memang kalo mo dibandingin sama mereka ya saya tau diri, jelas jauh lah ya. Karena saya kenal mereka secara pribadi, jadi saya tau persis gimana cerdasnya mereka, lagipula dengan prestasi mereka sekarang siapa lagi yang bisa meragukan isi otak mereka? Walau tau diri, tapi setiap kali saya melihat mereka, saya jadi teringat pada impian saya sendiri…

Jujur, apa yang mereka jalani sekarang adalah apa yang pernah saya impikan juga…

Saya memang gak secerdas mereka, tapi sejak dulu saya bercita-cita untuk sekolah setinggi-tingginya, membuat penelitian, lalu mematenkan penelitian itu atas nama saya.

Lulus SMA, saya dapat surat dari sebuah universitas di Australia, isi surat itu bilang kalo saya keterima masuk ke sana. Tapi menuruti orang tua, saya urung masuk ke sana. Buat orang tua lebih baik sekolah yang dekat-dekat saja karena mereka ingin kami lebih lama menghabiskan waktu bersama mereka. Menurut orang tua, mereka hanya bisa bersama kami paling lama 25 tahun, setelah itu kami akan pergi, entahkah untuk bekerja atau untuk berkeluarga, yang pasti selepas usia 25 tahun itu, kami tak akan lagi selalu bersama mereka dan kami akan menghabiskan puluhan tahun hidup kami kemudian bersama orang lain dan mereka sendiri akan menghabiskan sisa hidup tanpa kami bisa selalu ada di dekat mereka.

In fact, I left home two years faster. I was 23 when I packed up all my stuff and flew away from home. In fact, I wish that I can be with them longer… In fact, I miss everything about my parents in every single day of my life…

Lulus kuliah S1, saya mempersiapkan diri untuk mengambil beasiswa. Pikir saya, ini saatnya meraih impian saya. Puji Tuhan nilai saya terbilang baik, hanya 1 mata kuliah bernilai B dalam transkrip nilai saya, itupun hanya 1 SKS (anehnya, di semester 5 saya dianugerahi nilai B itu, tapi di semester 7 saya malah jadi assdos untuk mata kuliah itu! Dasar ih si pak dosen!). Saya serius banget mempersiapkan diri. Proposal penelitian sudah mulai dikerjakan. Dan seiring persiapan itu, orang tua terutama papa mendorong saya untuk ikut tes rekrutmen di dua BUMN yang bikin saya sibuk bukan main. Hari senin tes untuk perusahaan A di Jakarta, Rabu ikutan tes untuk perusahaan B di Manado, dan karena tesnya bertahap jadi yang kayak gitu tuh beberapa kali terjadi. Mana waktu itu saya juga sambil ngajar di kampus dan sambil iseng pula kerja di sebuah perusahaan ritel.

Akhirnya kerjaan di perusahaan ritel saya tinggalin karena walopun di information system department tapi gak banget deh kerjaannya…hihihi.., ngajar di kampus tetep jalan, persiapan S2 tetep jalan walo mulai agak lambat dan mulai gak jelas, tes untuk rekrutmen di A lanjut, dan tes untuk rekrutmen di B juga terus lanjut dan akhirnya selesai duluan ketimbang A dengan hasil saya lulus semua tahapan tes.

Di sini dilema banget buat saya. Impian saya jelas ya, saya mau sekolah, mau mengabdikan diri di dunia keilmuwan……tsaaahhh! :P.

Tapi di sisi lain, orang tua bener-bener berharap bahwa saya bisa menerima yang di B itu, mama saya sampe bilang, somehow beliau yakin bahwa ini adalah yang terbaik buat saya. Mama saya tau persis apa yang jadi impian saya dan sejak awal ikut berbagai tes itu, mama saya udah berdoa kalo memang bukan ini yang terbaik untuk anaknya, Tuhan buat saja saya gagal dalam rangkaian tes itu. Tapi saya lulus terus, padahal saya gak pernah belajar di semua tahapan tes, saya gak pernah nyentuh-nyentuh apapun itu yang menyangkut latihan tes psikologi ataupun GAT, waktu mo wawancara yang saya tahu cuma visi-misi perusahaan ini saja, waktu mo tes kesehatan saya gak ada persiapan sama sekali (dan memang hasilnya ternyata kadar LDL saya berlebih tapi karena masih dalam batas toleransi jadi masih bisa diterima..wkwkwk..), pokoknya pasrah banget lah! Eh gak taunya lulus. Makanya mama saya bertambah yakin bahwa ini memang jalan Tuhan untuk anak ceweknya yang manja tapi suka keras kepala ini!

Akhirnya saya menyerah…bener-bener melepaskan impian saya dan membiarkan Tuhan ajalah yang atur semuanya, entah ke mana saya mo dibawa, entah apa yang akan terjadi pada saya…gak tau gimana masa depan saya…pokoknya terserah Tuhan saja. I surrendered…. totally…100%!

Saat itu adalah masa di mana saya merasa kasihan…amat sangat kasihan pada diri saya sendiri. Saya punya impian. Punya kesempatan. Tapi malah semuanya saya lepaskan. Untuk apa? Saya sendiri gak tau! Saya gak punya tujuan dan alasan mengapa memilih jadi karyawati di tempat ini.

Ketika teman-teman seangkatan di tempat pelatihan mengungkapkan visi-misi mereka ikut bergabung di perusahaan ini dengan berapi-api, saya cuma bisa terlongo… Apa visi-misi saya? Masak mo dibilang karena nurutin orang tua??

Ketika saat perpisahan waktu masa diklat pra jabatan selesai dan teman-teman saling say good bye sambil bilang, “see you on top“, saya cuma bisa tersenyum miris sambil dalam hati bilang, “sorry, I don’t have such a dream!“.

Ketika saya sudah mulai bekerja dan menjalani banyak drama tak penting dan tak perlu diceritakan….saya sering menangis sampai tersedu-sedu sambil dalam hati bilang, “Yes it’s true. I don’t belong here!!” *sekarang sih kalo diinget-inget lagi, saya kok berasa dulu saya cengeng banget sih, masalah segitu aja musti ditangisin, yang namanya dunia kerja kan memang kayak gitu…huehehehe…*

Namun, pada akhirnya…dengan cara yang tidak pernah saya duga sebelumnya, saya menemukan alasan mengapa Tuhan membawa saya ke sini.

I finally found the reason…

When the best man I’ve ever known in my life, held my hand and told me that he loves me…

When he proposed me on our engagement day…

When I said, “I do”, on our wedding day…

When I told him that I have his child in my womb…

When I gave birth to our son…

When I see my son grow day by day…

I finally found the reason why I am here now…

Yah, akhirnya emang tujuannya jauh bener sih dari hal menyangkut pekerjaan dan karir… 😀 😀

Tapi bener, sumpah, semua alasan itu adalah alasan yang saya butuhkan untuk menjalani hidup ini!!

Terlepas dari kerinduan saya untuk bekerja sebaik-baiknya untuk Tuhan, dan terlepas dari tekad untuk menjadi berbeda dan gak ngikut arus, keberadaan keluarga di mana saya punya suami yang saya cintai dengan amat sangat serta kehadiran anak yang lucu, sehat, dan pintar adalah dua hal yang membuat saya akhirnya berkata, “Thanks God, He brought me here….”

Gak kebayang kalo tadinya saya berkeras untuk meraih impian saya. Mungkin  saya akan sangat berbahagia karena berhasil menjalani hidup yang saya impikan *itupun kalo seandainya gak gagal di tengah jalan*. Tapi saya harus membayarnya dengan mungkin tidak bertemu dengan pasangan hidup saya sekarang.

Tapi Tuhan kan bisa saja membuat cara lain sehingga saya tetap bisa bertemu dengan dia?

Yah, saya juga gak tau. Tapi yang pasti, jalan inilah yang Tuhan pilih buat saya. Dan seiring keyakinan saya bahwa Tuhan selalu memberikan yang terbaik, maka demikian juga saya yakin bahwa cara inilah yang terbaik buat saya.

Dan meski apa yang saya jalani sekarang jauuuhhh banget dari apa yang pernah saya impikan dulu. Tapi sungguh, saya gak mau menukar hidup saya sekarang dengan impian itu.

Saya gak mau menukar kebahagiaan lewat percakapan sederhana ini:

“Raja bangga sama mamma!”

“Oh ya? Kenapa Raja bangga?”

“Karena Raja sayang sekali sama mamma!”………….

dengan kebanggaan mematenkan riset.

Saya mencintai…luar biasa mencintai dan mensyukuri hidup saya sekarang.

Jadi kesimpulannya, saya sama sekali gak menyesal karena selalu menuruti orang tua. Ketika mereka bilang untuk sekolah yang dekat-dekat saja supaya bisa lebih lama bareng mereka, saya nurut, dan akhirnya sekarang baru saya rasakan….ternyata 23 tahun hidup bersama mereka masih kurang! Dan saya terus berdoa agar mereka diberikan umur yang panjang agar saya masih terus punya alasan untuk pulang ke rumah, meski hanya sekali dalam setahun.

Pun waktu mereka mendorong saya untuk bekerja di sini, pada akhirnya saya juga gak nyesel, malah sebaliknya saya bersyukur bukan main.

Saya tetap salut dan mengucapkan selamat bagi mereka yang bisa mencapai apa yang mereka impikan. Pasti rasanya luar biasa sekali. Dan sungguh, orang-orang seperti mereka adalah inspirator bagi begitu banyak orang. Saya juga tetap percaya bahwa setiap orang harus punya mimpi dan berupaya untuk mencapai mimpi itu.

Namun terkadang, apa yang kita dapatkan tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan. Demikian pula yang terjadi pada saya. Tapi saya bersyukur karena Tuhan tidak membiarkan saya berlarut-larut mengasihani diri sendiri, sebaliknya Tuhan menunjukkan berbagai alasan mengapa memang inilah bagian yang terbaik untuk saya…

Menuliskan ini di sini bukan berarti saya ingin bilang bahwa sekarang saya tak punya impian lagi. Gak seperti itu. Saya tetap punya mimpi dan akan terus berupaya mencapai mimpi itu. Saya juga gak akan tinggal di tempat. Tapi sekarang saya melihatnya dengan perspektif yang berbeda dan sekarang impian yang saya punya gak hanya untuk diri saya sendiri, tapi juga untuk keluarga kecil yang luar biasa yang Tuhan beri untuk saya…

Sometimes, God doesn’t give me things I want…

But I know for sure that God will always provide me things I need…

PS:

Ngomongin soal impian, ada satu temen nih yang lagi berharap banget bisa dapat tiket gratis ke Korea. Saya sih gak bisa bantu banyak yah, cuma bisa ngasih dukungan dan doa semoga impiannya terkabul. Semangat ya mbak Erry!! 😀

Iklan

83 thoughts on “When Life Doesn’t Give Me Things I Want…

  1. Kak Sui mmg wonderful yah say…but u know what, for me u are also such a wonderful person. Udah pinter (skali ley :D), cantik, baik, rajin…pokoknya wow lah. Klo dulu ngana memukau krn sll jd the best diskolah, skrg pun tetap memukau through ur wonderful n lovely family…

  2. God is the best life planner ya mbak (eh, bener gak tuh ingg nya??hhaha)

    Kita gak pernah tau, mungkin menurut kita baik, belom tntu baik dimata tuhan buat kita
    😀

    1. Iya Ka, bener banget. Yang penting kita udah usaha, selebihnya biar Tuhan yang atur karena sebenarnya banyak sekali hal dalam hidup ini yang di luar kuasa kita…

  3. woww pinterny, hanya ada 1 nilai B, yg lainnya A!
    dikau anak berbakti mb, mnruti apa kta org tua, dan tnyta hikmahny luar biasa kan,
    bener deh mbak, hrs sllu mensyukuri jalan yg DIA berikan utk kita, krna pasti itu yg tbaik

    1. Kan udah ku bilang Tik, itu karena banyak beruntungnya…hihihihi

      Iya Tik, kalo dulu sih aku suka bertanya2 sendiri, kenapa kok aku mau2nya aja cuma nurutin orang tua, kenapa gak berkeras dengan keinginan ku sendiri…ternyata, baru sekarang aku sadar bahwa inilah yang terbaik buat aku 🙂

  4. Bersyukurlah .karena termasuk orang2 yang banyak beruntungnya..

    Terkadang keinginan yang menurut kita terbaik, belom tentu dalam kenyataannya ya..
    Percaya karena Dia akan selalu memberikan yang terbaik buat kita..

    1. Iya teh, sebenarnya orang yang paling bahagia itu adalah yang bisa selalu menyadari keberuntungannya 🙂

  5. kenapa siik semua blog yg aku kunjungi malam ini bikin mewek…huhu…

    kalo aku justru terbalik mba, ortu yang nyuruh kalo perlu kliling dunia untuk ngejar ilmu. tapi sebaliknya aku yang berat harus ninggalin mereka jauh-jauh. mana sekarang lagi kangen berat sama mereka sampe bikin nangis cecegukan.

    yah sekarang aku bisa bener-bener meresapi apa arti kata ‘berbakti’.

    1. Hihihi…iya yah, orang tua kita berkebalikan. Kalo orang tua ku pengennya sampe kuliah S1 kami masih di deket mereka, tar selepas itu baru deh silakan terbang sendiri 😀

      Iya yaaa…kalo inget orang tua…hiksss…rasanya pengen terbang nemuin mereka…

  6. Setuju Lis. Aku selalu percaya rencana Tuhan emang paling indah dan tentunya baik. Kalo ga begitu, aku ga mungkin dapet jodoh hihihi

  7. Sepertinya, setiap manusia pernah mengalami hal seperti ini ya…. Tapi gak semua bisa menemukan berkah dibalik hal yang sudah Allah tentukan, hanya karena kebanyakan mengeluh. Andai bisa bersyukur seperti Mama Raja, semua yang sudah terjadi itu pasti indah kok ..

    1. Iya teh, bener banget. Aku gak pernah nemuin ada orang yang semua impiannya mutlak tercapai. Pasti adaaa aja yang gak tercapai, sekeras apapun orang itu udah berusaha. Tapi yang terpenting kan adalah bagaimana sikap kita ketika impian kita gak tercapai. Tinggal pilih mau terus mengasihani diri sendiri ataukah bangkit dan move on?

  8. yup betul banget… emang gak selalu yang kita inginkan itu kita dapatkan. tapi emang jalan hidup itu kan udah ditentukan ama Tuhan ya… dan sebenernya emang jalan hidup kita tuh dipikir2 walaupun gak sesuai yang kita pengen tapi ternyata ada hikmahnya di masa depan ya… 🙂

    gua kadang juga suka nge-trace back.. dan ternyata emang jalan hidup gua semua nya baik yang menyenangkan maupun gak menyenangkan itu punya peran sampe gua bisa kayak sekarang… 🙂

    1. Iya Man, semua hal yang terjadi baik-buruknya sebenarnya adalah cara untuk membentuk pribadi kita yah. Bahkan termasuk orang2 yang datang ke kehidupan kita dengan tujuan hanya untuk menyakiti kita, pasti adaa aja perannya untuk membentuk pribadi kita jadi lebih baik 🙂

  9. boleh like 3 kali ga? gimana caranya sih? hihi
    tulisan ini bagus banget.. sukaaa, pas lah dg apa yg aku hadapi… cuma beda tipis di bagian IP.. beda satu angka..hahahaha… dodol yah!

    btw, gimana caranya supaya dapet A semua? whuaaaa…. *langsung minum air bakaran materi presentasi*

    1. Aiiiihhh….aku tersanjuuuungggg…hahahaha

      Aku juga gak tauuuu gimana dulu itu bisa dapat hampir semua A, kan udah ku bilang karena banyak beruntungnya…wkwkwkwk

  10. Bener banget, Tuhan akan kasih kita yang paling kita butuhkan. Manusia hanya bisa berenca ini itu, tapi tuhan pasti yang menentukan. Dan believe it or not, itu yang terbaik buat kita…

  11. WHAAATTT?
    Cuma dapet B satu kali? Wkwkwk…
    Waduuuw, iri aku hihi 😀

    Hihi hebat ya Tuhan.
    Meski impian mbak dilepaskan tapi mbak bahagia sekali dan bersyukur dengan keluarga mbak hihi 😀

    1. Hihihi…gak usah iri Una, itu karena banyak beruntungnya aja kok :mrgreen:

      Iya Una, walo impian besar ku akhirnya ku lepaskan, tapi aku sekarang malah bersyukur karena udah memilih jalan ini 🙂

  12. trus…trus…
    sukaaaaaaaa banget ama postingan iniiii….
    sukaaaaa….

    sama juga sih Lis, kadang aku juga suka bertanya tanya kenapa sekarang inih aku end up disinih yah?…
    dan aku juga dulu lulus cum laude lho Lis…*punten bukan nyombong yak cuman pamer doang…hihihi…* sempet kerja di tempat lumayan jugaaa…punya impian jugaaa…

    tapi kenapa sekarang kerjaan ku, malahan…bukain bungkus momogi, jemurin karpet, rebutan remote sama anak usia 3 tahun…mengapa…oh mengapaaaa….hihihi..

    ada masa masa dimana aku berasa down banget…

    tapi beneeeeer banget katamu Lis, setiap kali Kayla pulang sekolah minta peluk dan cium tangan, atau Abah yang rela dan ikhlas jagain anak anak sementara aku berkeliaran sendiri secara kalap di gramedia, atau ngeliat Fathir yang secara terbata bata sekarang udah bisa baca doa mau tidur…semua itu sirna…

    dan bener banget katamu Lis…
    Tuhan memberikan bukan yang kita inginkan, tapi yang kita butuhkan…
    gak ada penyesalan ama keputusan yang udah dibuat…

    1. Bener banget mbak, kita tinggal milih mau menyesali semuanya ataukah mensyukuri apa yang sudah Tuhan beri lalu bangkit dengan apa yang ada sekarang, karena toh sebenarnya apa yang kita punya juga adalah apa yang diimpikan oleh banyak orang juga kan? *geer*. Tapi iya lho, coba deh mau seterkenal apapun seseorang, sampe sejauh apapun pendidikannya, tetep aja apa sih yang paling dicari selain cinta..cinta…dan cinta? Albert Einstein aja yang sejenius itu tetep aja ujung2nya mencari cinta, sampe perlu bercerai dengan istrinya dan menikah lagi kaann? Jadi, kalo kita sudah berhasil menemukan cinta sejati lewat suami dan anak2 kita, maka sebenarnya kita sudah termasuk orang2 yang paling sukses :mrgreen:

  13. Hmmm….bingung mau ngomong apa, mau komen…komentarnya udah diborong sama mbak-mbak dan mas yang komen diatas….

    Aku juga sama mbak ( idem nih ceritanya) suka mikir lagi…jika saja dulu begini…begini….pasti aku sudah begini…begini….tapi lihat, lihat yang aku punya sekarang….Anak yang lucu suami yang sayang (bgt) ke aku….(hehehhe,,,,pasti dong ah…. 🙂 ) Jadi aku bersyukur dan bersyukur lagi….inilah hidupku sekarang…dan aku sangat cinta dengan kehidupanku ini…Alhamdulillah…

    Tuhan tahu pasti apa yang kita butuhkan, dan dia akan tunjukkan itu…yang kita lakukan adalah berusaha, berdoa dan bersyukur selalu….
    #katanya bungung mau komen apa, tapi kok panjang,heheheheh…. 😀

    1. Hihihi…bingung aja panjang gitu, jeng, apalagi kalo gak bingung yak…wkwkwkwk

      Kadang memang suka wondering ya, coba begini, coba begitu…tapi ujung2nya sadar kalo bukan beginilah yang terjadi pada kita, lalu akan seperti apakah hidup kita? 😀

  14. makkkkkkkkk….sama dengan teman teman diatas…Apa cuman nilai B satu saja dari sekian mata kuliah..semuanya A semua…What??!! *backsound dramatically…hhehehe…wah hebat mbak..*coba intip intip nilai IPK saya..heueheuheuue..yang C pun banyak hehhehe…
    wah bang raja bisa bisa IPKnya 4 nieh dan summa cumlaude neh…*nurun dari papa mamanya..:) * amien…
    well inilah kehidupan yah mbak..saya pun demikian….apa yang terjadi pada saya tidak lepas dari tangan dan takdir tuhan…saya bersyukur..walaupun banyak impian masa lalu saya tidak terwujud terutama cita cita…nggak bisa jadi diplomat nggak sempat S2, nggak bisa dapat beasiswa euyyyyy, ….hehehe……tapi diambil hikmahnya…memang ini jalan yang terbaik yang diberikan oleh NYA…dan tidak pernah sedikitpun saya menyesalinya…dan berandai andai..karena inilah hakekat kehidupan…
    bahagia dengan keluarga yang sekarang..dan akan lebih bahagia lagi jika kelak mampu membawa anak anak kami meraih impiannya..:)
    like this posting..:)

    1. sebenernya sih kalo dipikir2 begitu masuk dunia kerja, nilai IPK sama sekali gak berpengaruh lagi 😀

      Kita udah punya suami, punya anak, udah settle down, jadi kita pun sudah merupakan bagian orang yang sukses. Lagian orang mo sesukses apapun, seberhasil apapun, tetep aja ujung2nya yang dicari adalah CINTA 😀

  15. emang rencana tuhan yang paling bener deh. cuma bisa dingertiin kalo udah dijalanin trus liat lagi kebelakang… 😆

    walaupun tetep wondering sih, apa jadinya kalo gue dulu kekeuh milih A bukan B yah, hahahahahahahahah

    1. Iya sih, giliran noleh lagi ke belakang, baru deh ngerti…ooo…ternyata begono toh maksud Tuhan :D. Makanya, terkadang manusianya aja yang suka salah sangka sama Tuhan ya, kalo segala sesuatu gak berjalan seperti apa yang dimau, suka protes2, suka marah…giliran semuanya udah baik, baru deh nyadar 😀

  16. Gk salah toh tempo hr aq bilang kalo raja ituh berasal dr bibit, bebet, bobot yg berkualitas unggul hihihii secara gitu loh nilai2 dirimyu semasa menempuh pendidikan perfect begitu mbak 😀 *intip khs sendiri (sigh) banyak b dan c bertebaran disonoh
    Bener sih ya gk salah kalo kita manut sm orgtua, ini juga nih alesan knp aq nikah sm aping hahahaa *bongkar rahasia…pdhl dibebaskan utk memilih juga sih tp aq percaya orgtua gk mungkin salah feeling dan pastinya apapun itu orgtua kita ingin ngliat kita bahagia dan sejahtera 😉
    Utk yg ke sekian kali aq bilang postinganmyu keren mbak….

    1. Hahahaha…kan itu semua gara2 banyak beruntungnya jeng :mrgreen:

      Aku juga selalu percaya jeng, orang tua yang sering ngedoain anak-anaknya, pastilah dikasih Tuhan feeling so strong tentang anak-anaknya. Somehow, perasaan mereka bisa tau mana yang baik dan mana yang bukan. Dan bukankah itu juga yang kita rasain ke anak-anak kita sekarang…jadi emang gak salah deh untuk patuh sama orang tua, apalagi kalo kita tau beneerrr orang tua kita tuh jalannya lurus 🙂

      Hehe…makasih ya jeng buat apresiasinya 😀

  17. Kalo dulu orang melihat aku sebagai tipe superwoman kali ya. Yang mengejar karir setinggi-tingginya, mengejar pendidikan setinggi-tingginya, mengejar beasiswa ini itu, hidup di negeri orang.
    Dan saat melihat temen-temen meraih itu, aku ikut senang. Dulu emang keinginan itu ada,tapi sekarang ya meluap bersama air ketuban rasanya.

    Dan aku tetap merasa aku gak kalah sukses dengan mereka, Lis. Karena aku bahagia dengan apa yang aku jalani saat ini. Dan sukses seharusnya untuk mencari kebahagiaan bukan ? Ada hal-hal yang gak bisa dicapai orang lain, tapi bisa kita capai. *menghibur diri*.

    Seperti yang kamu bilang jika kita tidak menjalani yang sekarang sedang kita jalani, belum tentu hidup kita akan lebih bahagia dari yang sekarang. Tul gak ?

    1. Iya Ndah, seandainya dulu kita memilih jalan yang berbeda, mungkiiinn kita bisa bahagia, tapi aku ragu kalo kita akan sebahagia sekarang 🙂

      Aku sebenarnya salut lho Ndah, sama orang2 seperti kamu yang tadinya luar biasa mengejar karir tapi kemudian demi keluarga, memilih untuk mengesampingkan ambisi itu. Untuk bisa seperti itu kan butuh jiwa yang luar biasa besar 🙂

  18. cuma satu komen saya dan saya meyakininya bahwa restu Tuhan itu mengalir melalui restu orang tua. Jadi ketika orang tua menyarankan A maka lakukanlah A karena disitu pasti ada restu Tuhan yang mengalir. Dan orang tua pasti tahu yang terbaik utk anaknya.

    Aku salut banget dengan IPKmu jeng..dan kamu adalah orang yang sangat beruntung dan pandai bersyukur 🙂

    1. Entah apa jadinya kalo berjalan tanpa doa orang tua yah, apalagi kalo orang tua itu bener2 mengabdikan hidupnya untuk membesarkan anak2nya sebaik-baiknya. Aku selalu percaya, orang tua yang banyak berdoa pasti punya feeling so strong tentang anak2nya 🙂

      Hihihi…makasih yaaa Bunda Samara 😀

  19. ya sdh patuh saja sama orang tua hidupnya pasti selamat, dan prinsip Orang tua anak itu harus punya masa depan yang baik dikemudian hari, dan untuk mendapatkan prestasi yang baik adalah jg karena didikan orang tua serta minat belajar yang tinggi dari si anak dan asupan gizi yang cukup, termasuk fasilitas belajar.

    1. Betul sekali, orang tua yang baik pasti mengupayakan segala sesuatu yang baik juga untuk anaknya. Terima kasih yaa 🙂

    1. Hahahaha…Eciiii…akhirnya muncul juga di sini…hihihi… Ah, kalo dulu sih bukan hanya ngana yang nyontek dari kita Ci, tapi sebaliknya kita juga suka nyontek dari ngana…hihihi

  20. ooowwhh…….so swiiiiiiiiit
    aq suka banget dengan postingannya…kata2nya indah banget

    aq juga dari semenjak sekolah memiliki impian untuk menjadi wanita karier,setiap melihat ibu2 yg hanya jadi ibu RT biasa aja dgn daster sbg baju kebesaran aq selalu berteriak dalam hati “aq gak mau seperti ituuuu”
    dan akhirnya setelah beres kuliah aq bisa masuk kerja dan impianku menjadi wanita karier terwujud
    tapi ternyata impian itu menjadi satu dilema antara meneruskan kerja atau resign setelah aq melahirkan rafi dan dihadapkan pada kenyataan Rafi lahir prematur,susah minum susu dan segudang masalah2 lainnya yang HARUS aq sendiri sebagai ibunya yang merawatnya
    akhirnya aq putuskan untuk resign dan menjadi ibu RT yg seutuhnya,tapi semua itu tidak menjadi sebuah penyesalan tapi justru menjadi sebuah kebanggaan dan kebahagiaan melihat perkembangan tumbuh kembang Rafi yg sehat. mau jadi apapun qta sebagai seorang ibu,family is number one…

    1. Iya mbak, apalagi jika keputusan itu didasarkan kasih kita untuk anak, rasanya memang gak ada setitik pun yang pantas untuk disesali yah. Aku kagum lho sama mbak Dian yang begitu berani dan tegas mengambil keputusan karena aku tau betul butuh tekad yang luar biasa untuk melepaskan karir dan menjadi ibu rumah tangga seutuhnya. Salam buat Rafi ya mbak…he must be so much proud of you.. 🙂

  21. Suka sekali dengan postingan ini, betapa kita masing2 dianugerahi talenta dan bagaimana mengembangkannya. Amin, Tuhan mencukupkan semua kebutuhan kita bukan sekedar keinginan kita. Terimakasih sharingnya tuk menghitung berkat seraya mensyukurinya. Maju terus dalam karya dan cinta keluarga bersamaNya. salam

    1. Terima kasih bu Prih 🙂

      Bener banget, masing-masing kita sudah ada bagian karunianya masing-masing. Gak salah memang punya impian dan terinspirasi dari orang lain ya bu, namun kembali lagi, apa yang bisa kita lakukan hanya berusaha, selebihnya Tuhan yang menentukan jalan kita 🙂

  22. Kadang apa yang kita anggap baik untuk kita belum tentu baik buat Tuhan..
    Dengan semua yang diberikan Tuhan saat ini, bener deh rasanya gak rela menukar dengan apapun! *hug*

    1. Iya Dhir…kalo liat anak dan suami, kalo ngerasain betapa hangatnya kita bareng mereka di rumah, kalo pas lagi becanda, kalo pas baikan habis berantem (hehe)…rasanya bener deh, udah paling bener lah kalo ini yang terindah buat kita 🙂

  23. Hidup memang selalu dihadapkan pd pilihan dan saat kita sudah memilih, itulah masa depan yg kt jalani.
    Dan kebahagiaan terletak pd seberapa besar kita bs bersyukur atas apa yg sdh diberikan Tuhan.
    Btw mamaRajajghebat 🙂

  24. Yaaa…kadang apa yang kita inginkan belum tentu kita dapatkan. Saya pun merasa apa yang tjd dengan hidup saya khususnya pekerjaan, jauuh dari impian saya. Tapi ya Allah kan sudah mengaturnya demikian. Ya nikmati saja yang terjadi sekarang 🙂

    1. Iya Bundit, hal terbaik yang bisa kita lakukan adalah menikmati apa yang Tuhan berikan untuk kita, sambil terus berusaha untuk jadi lebih baik lagi 🙂

  25. IPK kita beda tipis lah. Kalo IPKmu 4 kurang 0.02….nah IPKku 3.01 😆

    Salut untuk orang yg dikaruniai niat dan semangat untuk tetap melanjutkan pendidikan ke jenjang yg tinggi dan tinggi lagi.

    Tp lbh salut kalo ketemu orang yg mampu melihat bahwa Tuhan memberi kita, apa yg kita butuhkan. Bukan apa yg kita mau. Salut sama org yg mampu bersyukur sejak sebelum dia mengerti benar apa rencana Tuhan dan org yg mampu bersyukur setelah dia paham.

    Caelah komenku bijak bener. Lagi rebahan santai2 ni abis ngerjakan pesanan gelangmu (ya ampuuuuuun itu udah dr jajan baheula br dikerjaken sekaraaaaaang? 👿 ). Eh tp kuberi bonus2 cantik ciamik lho 😀 foto menyusul ya….

    1. *bernapas lega*

      Syukurlah, tak kirain kamu udah lupa sama pesananku kemaren…hihihi…

      Btw, nanti kirimin aku via email dong ke kronesallisa@yahoo.co.id untuk total pembayaran sama noreknya..ya..ya..? hehe.. Aku tak sabarrrr…mau dong foto-fotonya 😀

      Bersyukur itu jauuuhhh lebih menyenangkan daripada mengasihani diri sendiri kan? 😉

      1. Nyampe kok emailnya, tapi sempet nyasar di spam..hihihi…

        Ku tunggu fotonya yaaa…hehe

      1. masak mbak (gpp kan panggil mbak?)?
        saya juga gk tau kenapa ini, saya sering komen, gk di FB gak di blog, waktu dikirim malah jadi link, gk tw link apa…

      2. Iya, gak apa panggil mbak 🙂

        Memang untuk komentar ini sepertinya yang bermasalah adalah akismet-nya wordpress, banyak tuh komentar baik2 dianggap spam sama dia 😀

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s