The Craiglist Killer

Bahas tentang film lagi aahh… ๐Ÿ˜€

Saya suka emang membahas film yang walopun gak ngetop dan ratingnya gak bagus, tapi somehow punya pesan khusus yang bagus banget yang bisa diambil. Setidaknya buat kami.

The Craiglist Killer adalah sebuah TV Movie yang diputar pertama kali di bulan Januari 2011. Kami sendiri nontonnya baru-baru ini sih, lupa di channel mana :D.

Film ini bercerita tentang Philip Markoff, mahasiswa kedokteran di Boston University School of Medicine. Philip adalah cowok muda bermasa depan cerah, lulusan summa cum-laude dari SUNY Albany. Di Boston University sendiri dia dikenal sebagai mahasiswa yang super pintar dan termasuk mahasiswa kesayangan profesornya.

Di awal film, diceritakan soal pertemuannya lalu jadiannya dia sama cewek yang kemudian menjadi tunangannya, Megan McAllister. Megan sendiri sedang dalam proses tes untuk masuk ke Boston University.

Sekilas, Philip terlihat punya segalanya. Masa depannya cerah, dikenal baik di mana-mana, dan punya tunangan yang sayang banget sama dia. Keluarga Megan sendiri kalo dilihat sepertinya lumayan berada (untuk level orang yang tinggal di Amrik kalo punya rumah gede dilengkapi dengan pembokat berseragam, berarti udah berada banget kan?). Awalnya mereka gak langsung setuju Megan lekas-lekas menikah sama Philip. Tapi nyatanya, sekali mereka ketemu sama Philip, mereka langsung OK! Philip emang pinter banget menarik simpati orang, secara omongannya tuh selalu yang cerdas tingkat tinggi gitu lho!

Apa yang ternyata tidak diketahui oleh orang-orang adalah bahwa Philip ini punya dua kehidupan. Menantu dambaan orang tua. Dan seorang pshyco!

Semua orang yang mengenalnya tak pernah menyangka kalo ternyata Philip senang mencari mangsa lewat erotic channel di Craiglist. Dari armedย robbery (barang yang suka dirampoknya adalah underwear cewek-cewek yang diajaknya nge-date lewat Craiglist dan underwear itu dikumpulkan di bawah ranjang yang dipake sama dia dan tunangannya…), kidnapping, kemudian meningkat ke pembunuhan terhadap salah satu teman nge-date-nya via Craiglist, Julissa Brisman.

Singkat cerita, Philip akhirnya ketangkap, meski tidak pernah mau mengakui kejahatan yang dilakukannya, pada polisi yang menginterogasi, dia cuma bilang begini:

โ€œIโ€™m a straight-A medical student. Iโ€™m getting married in a month. I mean, would you guys care to explain to me why I would go around and shoot prostitutes in hotel rooms?โ€

Tunangannya Megan yang sedang semangat-semangatnya mempersiapkan pernikahan mereka yang rencananya mo diselenggarain tanggal 10 Agustus 2009 mati-matian gak percaya kalo tunangannya adalah seorang pembunuh yang lagi dibicarain sekota Boston. Megan bahkan membuat pernyataan pers yang menyatakan bahwa tunangannya, Philip Markoff, is a beautiful person inside and out.

Namun pada akhirnya, dengan semua bukti yang disodorkan polisi padanya, Megan ย mau gak mau percaya. Beberapa hari sebelum pernikahan mereka, ketika mengunjungi Philip di tahanan, dia mengembalikan cincin tunangannya, meski Philip tidak secara gamblang mengakui apa yang dilakukannya, namun ketika Megan bertanya mengapa ia melakukan semua itu, dia hanya menjawab,

Maybe people who did something like this just feel that they don’t deserve to what they have..” (kira-kira sih begitu ya kata-katanya ๐Ÿ˜€ ).

Satu tahun satu hari setelah tanggal pernikahan mereka yang gak jadi, Philip Markoff bunuh diri dalam ruang tahanannya. Di dinding sel-nya terdapat foto dan nama Megan yang ditulis dengan darah. Selain nama Megan, di dinding itu juga tertulis kata Pocket yang merupakan panggilan sayang antara Philip dan Megan.

Filmnya berakhir sampai di situ.

Dan bagi yang belum tahu, perlu diketahui bahwa film ini diangkat dari kisah nyata kehidupan Philip Markoffย (kami sendiri baru taunya pas di akhir film juga sih…hihihi…soalnya di sini nama dan kejahatan Philip Markoff keknya gak terdengar deh :D). Film The Craiglist Killer diputar pertama kalinya oleh Lifetime channel pada tanggal 3 Januari 2011, gak nyampe lima bulan berselang setelah Philip Markoff ditemukan mati bunuh diri.

Semua yang ditayangkan dalam film itu adalah hampir semuanya sesuai dengan fakta, termasuk pernyataan pers Megan McAllister, juga termasuk fakta bahwa hingga pada kematiannya, tim penyidik bahkan siapapun tidak menemukan alasan mengapa Philip Markoff mengabaikan semua yang ia miliki dengan melakukan kejahatan tanpa rasa bersalah. Memang pada kenyataannya orang psycho tidak punya alasan terhadap kejahatan mereka kan?

Dan seperti yang saya bilang di atas, buat kami, film ini lumayan ngasih pesan-pesan moral yang bagus. Apalagi karena ini kisah nyata ya, sesuatu yang bisa saja terjadi di sekitar kita. Pembunuhannya pun sebenarnya termasuk ‘biasa’ kalo untuk kategori film thriller yang mana biasanya kalo di film-film kan pembunuhannya sadis gitu karena ya memang banyakan khayalan semata. Kalo ini kan gak, bener-bener peristiwa nyata.

Nah, pesan moralnya apa buat kami?

Pertama, hati-hati lho kalo kenalan via internet. Ini terutama ditujukan buat anak-anak remaja yah. Di dunia maya, orang bisa jadi apa aja. Foto bisa dipalsuin. Identitas bisa diganti-ganti. Kepribadian juga bisa diatur-atur. Jangan sampe ketipu deh.

Kedua, ujilah semua yang terlihat oleh mata kita. Apakah benar yang baik itu memang baik, yang jahat memang benar jahat. Megan adalah cewek yang pintar, sayang dia tidak cukup bijak untuk mengetahui kejahatan Philip. Ia lebih memilih percaya dengan semua kharisma yang Philip berikan. Walaupun yah well, dengan profil Philip yang kayak gitu, mudah banget memang menipu siapapun. Cuma yah tetep aja film ini ngasih pesan untuk jangan mudah percaya dengan apa yang terlihat oleh mata kita karena itu butuh banget kita selalu dekat sama Tuhan supaya selalu dikasih petunjuk dan pertanda termasuk menyangkut orang yang dekat dengan kita. Kalo saya sih percaya banget yah, selama kita selalu minta penyertaan Tuhan dan mau peka terhadap pertanda yang diberikan Tuhan, maka jauh-jauh deh yang jahat-jahat itu…amiinnn…

Ketiga, ini pesan untuk para orang tua. Berhati-hatilah mendidik anak. Philip Markoff berlatar belakang keluarga yang sepertinya berantakan. Pada Megan, dia menyebut bahwa keluarganya aneh. Pada akhirnya memang dengan latar belakang keluarga yang aneh itu, Philip tetap bisa jadi anak yang cerdas dan dikenal baik. Namun apalah arti semua itu jika ia punya sisi yang jahat dan brutal?

Banyak terjadi, anak-anak tumbuh dengan pribadi yang rusak karena telah diperlakukan secara salah oleh orang tuanya atau oleh lingkungannya. Anak tumbuh dengan rasa dendam dan tidak dihargai sehingga ketika besar ia memiliki kecenderungan perilaku merusak. Ada yang berhasil mengalahkan kecenderungan itu. Ada pula yang kalah. Seseorang pernah bilang ke saya, anak laki-laki yang semasa kecil mengalami dendam (terutama pada orang tuanya) atau bahkan mengalami pelecehan seksual, cenderung mengalami kerusakan mental yang sifatnya ekstrim.

Dan Philip Markoff, mungkin adalah salah satunya.

Ketidakberesan keluarganya yang meski hanya sedikit diungkapkan namun jelas dalam film ini, bisa jadi merupakan salah satu hal yang memicu Philip melakukan tindakan yang ia juga gak tau kenapa ia mesti berbuat itu. Kalo dilihat dari karakternya dalam film, saya dan suami berpendapat bahwa Philip ini sebenarnya hanya korban masa lalunya dan somehow, kasihan sih ngeliat dia, lebih kasihan lagi karena dia gak tau apa yang bisa dilakukan untuk menolong dirinya…dan sebenarnya banyak orang-orang seperti dia :(.

Menonton film ini, ngingetin kami sebagai orang tua untuk senantiasa berhati-hati dalam mendidik anak. Anak harus diberi ajaran moral yang baik dan harus dekat sama Tuhan. Jangan pula sampai anak-anak menyimpan dendam atau akar pahit dalam hatinya untuk orang tuanya karena hal itu bisa jadi pemicu perbuatan yang tidak menyenangkan setelah ia besar nanti.

Yah, semoga kami bisa jadi orang tua yang baik. Bisa mendidik anak(-anak) kami secara disiplin, tegas, namun penuh kasih sayang (ini yang mama saya bilang, “Kalo marah sama anak, silakan marah dengan ketegasan, bukan dengan emosi!” *doakan kami bisa mamaaah!*). Terutama bisa membimbing mereka dalam jalan kebenaran. Amin.

Amsal 22:6ย Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu .

Efesus 6:4ย Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.

Iklan

22 thoughts on “The Craiglist Killer

  1. biasany tiap dirimu review film aq langsung teracuni bwt ngrental VCDnya, tp utk kali ini,kayakny g deh, ngeri :mrgreen:
    meskipun sebenarny ada hikmah dlm film ini,
    trimaksh ya sdh diingatkan dlm mdidik anak ๐Ÿ™‚

    1. Hahahaha….tapi sebenarnya filmnya sendiri gak serem kok Tik, bener deh… Malah awal2nya agak2 lucu2 romantis gitu deh… ๐Ÿ˜€

      Thanks ya tik ๐Ÿ™‚

  2. Sebenarnya pembunuhannya mmg gak sadis yah, krn titik berat ceritanya jg ada di si Philip. Yang sadis malah bunuh dirinya. Aku baca di kisah nyatanya, dia mengerat2 bbrp bag tubuhnya, trus sayatan di tangannya ditutupin pake plastic bag, trus dia nelen toilet tisuues biar petugas penyelamat g bs ngasih napas buatan ke dia, trus dia tutupin mukanya pake plastic bag (kyk yg di flm), trus nyelimutin tubuh sm kepalanya biar gk kliyatan sama penjaga. Kebayang itu nahan sakitnya macam apa.

    Dia keknya mmg bs deh ya nipu semua org, tampilannya innocent gitu, mgkn krn emang dsrnya sisi kepribadiannya yg baik emang baek yah..jd pas dia lg baek ya mmg semuanya tampak sempurna ๐Ÿ˜€

    Aku setuju sih, walo bnyk review blg film ini krg begitu bagus, cast-nya pun pada gak ngetop kan, tp pesannya bagus jg..dan bikin kasian ya ngeliat dia sama megan, sayang bener dia tuh sama ceweknya…

    1. Wuiihhh…ternyata dikau juga ngikutin kisahnya si Philip yak ๐Ÿ˜€

      Iya tuh bener gak kebayang sakitnya waktu dia bunuh diri. Ya dia medical student sih ya jadi dia tau banget apa yang dia buat untuk menghilangkan nyawanya…

      Mukanya memang innocent yah. Aku liat foto aslinya, lumayan ganteng juga… Sayang banget memang

  3. wow…reviewnya komplit
    aq suka dengan pesan moral yang terakhir
    semoga qta bisa menjadi orangtua yang bisa membimbing anak qta ke jalan kebenaran…i like it

    1. Iya ya, katanya sempet rame ya… Temen-temennya juga katanya sampe bikin FB page gitu yang isinya mengkampanyekan kalo dia statusnya tetap gak bersalah sampai memang terbukti bersalah. Pada gak nyangka sih ya kalo dia bisa jadi pembunuh gitu..

      Mungkin karena diputer di TV dan pembuatannya juga dengan budget yang minim kali’ yah Man makanya hasil filmnya gak begitu bagus

  4. Serem ya, Lis. Semoga kita dan keluarga selalu dilindungi oleh Tuhan dari yang model beginian.
    Emang jangan suka ngeliat dari luar aja.
    Aku sendiri entah karena parno, kepo ato curigesyen, suka pasang alert kalo nemu sesuatu yang menurut aku TEGEBETEGE alias Too Good To Be True.
    Di dunia ini gak usah ngarepin yang sempurna lah. Yang biasa-biasa aja asal memenuhi kebutuhan. Yang penting manis dan baik. Kayak kita gini deh. Tul gak, Lis ? Hihihi *ujung-ujungnya tetep narcist*

    1. Hahahaha…iya sih, mendingan yang kayak kita gini…serba bagus tapi emang nyata…lho??? hahaha…malah narsisnya nambah ๐Ÿ˜†

      Anyway, ya bener banget itu Ndah, apapun yang kita liat, semuanya lebih baik emang diuji dulu supaya gak gampang ketipu, tul gak?

  5. mungkin kalau kisahnya “mas dari Jombang” di film seri kan sama orang hollywood bakal booming juga kali mba ya?
    aku juga punya banyak koleksi DVD2 crita pembunuhan/ phsyco, dan temen2nya, tapi tetep ngerasa aman2 aja, soalnya pikirku itu kan di negara bule sono, padahal kejahatan bisa dimana aja.dasar pikiranku yang aneh

    1. Hihihi…ya bisa jadi kalo di film-kan sama wong hollywood, filmnya bakal booming, apalagi pembunuhannya kan sadis tuh ๐Ÿ˜€

      Kalo aku sih gak bisa mikir bahwa itu cuma terjadi di luar sana yah, soalnya kenyataannya di sini pun kan banyak jg kejadian pembunuhan oleh org psycho gitu, contohnya ya kayak si mas jombang itu ๐Ÿ˜›

  6. Setuju sekali dengan pesan moral nya mam. Ya semoga kita bisa mendidik anak (-anak) kita dengan benar ya. Dunia ini semakin gak berjarak karena marak dan trend nya socmed, kalau gak hati2 mengarahkan anak, bisa fatal akibatnya. Semoga keluarga kita terlindungi dari hal2 yang tidak baik. Amin ๐Ÿ™‚

    1. Amin…iya Bund, semoga kita bisa jadi orang tua yang ngerti cara mendidik anak dengan benar yaa..

  7. Mbak Allisa, aku suka film2 gini….

    Film serem gini bikin deg2an nontonnya, tapi sebelnya kalo nonton film beginian si papap ga mau nemenin.hahahhaa… ๐Ÿ™‚

    Di toko DVD terdekat ada kan mbak? *langsung browsing di youtube, nemu trailer-nya

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s