Saya dan Saudara Ipar

Seperti yang saya bilang sebelum-sebelumnya,Β suami saya berstatus sebagai anak laki-laki satu-satunya dari enam bersaudara sehingga otomatis saya punya 1,2,3,4,5 orang saudari ipar!

Saya tau, di luar sana banyak cerita tentang ketidakharmonisan hubungan seorang istri dengan saudari iparnya. Yang saudara kandung aja sering mengalami perpecahan apalagi cuma sodara yang terikat oleh karena adanya pernikahan. Ditambah lagi hubungan antar perempuan justru lebih rumit dibanding antara laki-perempuan. Bener kan?

Ok, dalam kasus ini saya sebenarnya mendapat banyak sekali keberuntungan dari Tuhan.

Tapi bukan berarti semuanya mulus-mulus aja. Ya memang di dunia ini mana ada sih yang mulus lurus gitu aja? Yang namanya kerikil, lubang, kelak-kelok, hambatan, pasti ada aja dalam semua hal πŸ™‚

Demikian juga antara saya dengan saudara-saudara ipar ini.Β Terutama dengan saudara ipar pertama, kedua, dan ketiga yang foto bareng saya di bawah ini yang mana status eda-eda tersayang saya ini sudah duluan menikah.

Ki-Ka : Eda Pertama, Eda Ketiga, Eda Kedua, Saya

Awalnya ada penolakan yang cukup keras dari mereka yang dulunya bikin saya nangis bombay :mrgreen:.

Selanjutnya, ada banyak pengertian dan penyesuaian yang harus dikumpulkan agar hubungan kami bisa berjalan dengan baik.

Sering kami beradu argumen. Tak jarang ada hal-hal di antara kami yang mengundang ketidaksetujuan saudara yang lain. Beberapa kali saya melakukan hal yang tidak berkenan buat mereka. Begitupun sebaliknya beberapa kali saya harus menyatakan tidak setuju dengan mereka.

Tapi puji Tuhan, KASIH selalu menang!

Iya, kami tak pernah bertengkar, mengumbar amarah, apalagi sampai menyimpan akar pahit dalam hati.

Kasih itu yang akhirnya membuat mereka menerima saya sebagai istri dari ito sasada mereka dan kemudian mengajarkan saya banyak hal tentang budaya Batak. Kasih itu juga yang membuat kami sering berbagi cerita, tertawa bersama, serta saling mendoakan dan menopang.

Saya boleh bilang, dengan hubungan kami yang awalnya berisi pertentangan, makin ke sini kami semakin saling melindungi. Iya, karena isi hati kami sebenarnya sama : Β kami sangat sayang dengan keluarga ini :).

Orang luar yang melihat pun turut senang. Banyak yang bilang betapa rukunnya kami. Ya iya dong, kami boleh sering beda pendapat, tapi gak harus membuat kami jadi tak rukun, tak kompak, dan tak saling mendukung kan?

Buat eda-eda ku tersayang, aku tahu, kalian tahu persis bahwa aku sayang banget dengan kalian semua sebagaimana kalian begitu menyayangiku. Dan aku.. Β sangat bersyukur pada Tuhan karena kalian adalah saudara iparku πŸ˜‰

Tulisan ini diikutkan pada GIVEAWAY : Β Aku Sayang Saudaraku yang diselenggarakan olehΒ Susindra.

Catatan :Β 

Eda : panggilan untuk saudari ipar (kakak/adik perempuan suami)

Ito sasada : Β saudara laki-laki satu-satunya

Iklan

40 respons untuk β€˜Saya dan Saudara Ipar’

    1. Iya teh, yang namanya pendapat jelas dong boleh beda. Yang salah itu kalo pake amarah dan kepala panas dalam menyampaikan pendapat πŸ˜€

      1. Aq kok ya jd penasaran pengen tau crita ttg warna yg beda sendiri itu πŸ™‚ gk taunya panjang beneeeeeeeerrr ya mbak hihihiii tp seru yah prosesi pernikahan dan adatnya walo segitu panjang

        Btw…kt samaan yak, suamiku juga anak laki2 satu2nya ples bungsu lg πŸ™‚ alhamdulillah walopun sering juga beda pendapat atau ngotot2an tp tetep akur dan kompak sm sodara iparku yg dua itu…apalg urusan jalan dan belanja πŸ˜€
        O iya jd tau knp papanya raja ganteng ternyata mbak2nya juga cantik2 yah, beruntung bgt dikau mbak πŸ™‚

      2. Panjang tapi tetep dibaca kaaan…. hahaha…

        Aku waktu itu harus seragaman tema kebaya sama mama mertua, jeng, justru gak boleh kalo jadi sama dengan ipar2 yang notabene hadir di situ sebagai pihak boru πŸ™‚

        Aiihh,,.thanks ya jeng πŸ™‚

    1. Iya jeng, yang namanya menikah itu kan tak hanya menyangkut dua hati, tapi juga dua keluarga πŸ˜‰

      Makacih ya mama Kinan πŸ™‚

    1. Betul sekali, seharusnya beda pendapat tak perlu berujung pada pertengkaran. Karena itu, walo lagi berbeda pendapat pun kita harus tetap mengedepankan kasih itu supaya ujung2nya jadi gak berantem πŸ™‚

      O iya, sepertinya komentar saya di sana masuk ke spam ya? πŸ˜€

  1. Hubungan dengan saudara ipar perempuan tuh emang lebih complicated. Dulu, aku kalo milih pacar selalu yang sodaranya laki-laki semua. Tapi gak kesampean dan harus punya ipar perempuan. Hahaha…
    Pernah agak gak enak gara-gara kompetisi antara Athia dan Mischa dulu. Tapi sekarang, aku udah tebel kuping, ndablek. Soalnya setelah aku pikirkan dengan matang-matang, lebih banyak rasa sayang mereka ke Athia kok daripada sisi yang kurang menyenangkan itu. Dan aku kalo ke rumah mereka, seperti ke rumah kakak sendiri sekarang. heu heu heu…*aku kan kadang suka super cuek*

    1. Tapi Ndah, sebenarnya kalo dipikir-pikir, seandainya dapat saudara ipar laki2 malah lebih susah lho, soalnya bisa jadi persaingan dengan istri2 para saudara ipar ini bisa lebih garang. Ini soalnya pengalaman temenku sendiri πŸ˜€

      Iya Ndah, mending akur2 aja, di balik hal yang tampaknya seperti mo saling saingan kebisaan anak, yang namanya sodara dan yang namanya Athia adalah ponakan kandungnya sendiri pasti lah lebih gede rasa sayangnya πŸ™‚

  2. Dinamikanya menikah dengan beda suku yang telah mengakar kuat ya mbak. Penyesuaian dan pertentangan di awal pasti ada. tetapi mbak Allisa cepat sekali beradaptasi dengan keluarga baru sehingga mendapat dukungan penuh. Aih bahagianya….
    Salam hangat dari Jepara

    Susindra

    1. Iya mbak, syukurlah kami semua bisa sama2 saling menyesuaikan dan menerima sehingga bisa rukun walo sering beda pendapat, hehe…

      Makasih ya mbak Susi buat kesempatan giveawaynya πŸ™‚

  3. memang banyak ya cerita tdk mengenakkan ttg hubungan istri dgn ipar perempuan , kamu memang beruntung Lis, hubungannya harmonis begitu πŸ™‚

    sukses buat kontesnya ya πŸ™‚

    1. Iya mbak, banyak yang gak akur, makanya kalo bisa akur rasanya seneng dan bersyukur banget πŸ™‚

      Thanks ya mbak Ely πŸ™‚

    1. Iya Man, bisa akur dengan sodara ipar juga adalah keberuntungan yang perlu disyukuri ya πŸ™‚

  4. Betuull.. setujuuu… akupun juga beruntuuunnnggg punya saudara ipar yang super duper baiikkkkkkk……

  5. namanya manusia ya perselisihan selalu ada asal kita bisa mengimbanginya. iparku semua laki-laki kecuali istrinya:)good luck ya.
    GAnya belum ditutup kan? aku belum ikutan nih

    1. Hehe…ngadepin sodara ipar sebaik mereka sebenarnya gak perlu pake tabah. Mereka justru yang harus tabah ngajarin saya πŸ™‚

      1. Hehehehe…tetap kepake kok, kan yang namanya hidup ini memang kudu tabah πŸ˜€

    1. Hehe…biasalah Bundit, soalnya dulu kan mereka sama sekali gak nyangka kalo si anak laki-laki satu-satunya dalam rumah itu bakal jadian sama cewek Manado πŸ˜€

  6. Kalo saudara iparku jauhh…di waingapu sono…beruntungnya kalo punya saudara jauh…jd berasa seharum bunga yachh…(ingat pepatah jauh bau bunga…dekat bau t*i).

    Cuma susahnya kalo ada acara apa2 ngga bisa datang hiks…

    Btw saudara iparnya cantik2 yachh…..seneng dech lihat foto itu…

    1. Sodara iparku juga semua pada jauh, mbak, soalnya kami sendirian di Palembang ini πŸ™‚

      Makasih ya mbak Nia πŸ™‚

    1. Iya, banyak yang bilang kami beruntung banget bisa pada akur gini..syukurlah, hehe..

      Makasih ya mbak, makasih juga udah mampir πŸ˜€

  7. wah senangnya punya banyak kakak perempuan.. aku anak pertama dr dua bersaudara.. begitupun suami..anak pertama dari dua bersaudara… jadinya pupus sudah impian punya kakak..hihi..

    kompak terus ya dengan eda-edanya..

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s