55 Years Old

Selamat ulang tahun ke 55 papa ku tersayang…

Puji Tuhan Yesus untuk semua penyertaan yang diberikan-Nya sepanjang 55 tahun usia papa ya.

Ini ulang tahun ke sekian tanpa kami di dekat papa, tapi papa tau pasti kan, doa dan cinta kami, anak-anak dan cucu-cucumu, selalu ada di dekat papa.

Tak terasa sudah 55 tahun ya pa, setahun lagi papa akan pensiun, padahal papa masih sangatΒ  bersemangat untuk kerja.

Tapi tak apa, anak papa ini yakin bahwa masa-masa pensiun nanti tak akan menyurutkan semangat dan keceriaan papa.

Sampai kapanpun, papa akan tetap menjadi sosok yang selalu bisa kami banggakan dan andalkan.

Tuhan Yesus memberkati papa selalu untuk menjadi berkat bagi sesama ya, pa, seperti kerinduan papa selama ini. Amin…

Peluk cium dengan kasih yang teramat dalam dari anak dan cucu papa di Palembang…

Iklan

38 thoughts on “55 Years Old

  1. kalau di sini 55 thn msh bisa lama kerja … pensiun rata2 wkt umur 67 .. skrg pemerintah lagi mempertimbangkan pensiun di usia 67 thn πŸ™‚

    met ultah buat papanya ya ….. wish him all the best ! πŸ™‚

    1. Iya ya mbak, saya juga pernah baca kalo usia pensiun di Jerman tuh termasuk ‘tua’, sampe 65 tahun gitu. Tapi katanya itu karena lambatnya pertumbuhan generasi baru, gara-gara orang2 di sana cenderung gak mau punya anak, bener gak mbak?

      Amiiiinn…thanks yah mbak El, we wish u all the best too πŸ™‚

      1. benar …. org sini akan mikir berkali kali kalau mau punya anak, walau anak dibiayai pemerintah tapi biaya anak itu sendiri buanyaaaaak sekali, maka memang byk org jerman lbh memilih nggak punya anak, walau nggak semua sih, jumlah penduduk jerman semakin lama semakin mengkerut, walau byk imigran asal turki, iran dan negara2 lainnya yg datang jerman dan beranak byk krn dibiayai pemerintah tetep saja masalah anak ada. Beda ya sama di tanah air, nggak ada masalah sama jumlah anak. namanya juga beda negara beda pula pemikiran orgnya

      2. Betul banget, mbak, memang justru kecenderungan di negara miskin dan berkembang yang pertumbuhan penduduknya gila-gilaan. Di negara maju yang masyarakatnya selalu berpikir panjang cenderung menunda untuk punya anak meskipun udah banyak juga benefit yang diberikan negara untuk anak. Tapi bener juga kata mbak Ely, meski benefitnya banyak tapi kebutuhannya lebih buanyak lagi. Contoh yang sederhana aja untuk pakaian. Kalo di sini beli 1 jenis pakaian bisa untuk dipakai sepanjang tahun. Lha kalo di sana, tiap musim otomatis harus beda2 jenis pakaiannya πŸ˜€

        Kalo di sini biasaya yang bikin orang tua berat untuk punya anak banyak karena biaya pendidikannya mbak. Judulnya aja ada program sekolah gratis, padahal teuteup di sekolah2 unggulan yang negeri pun bayaran uang masuknya bisa sampe jutaan bahkan berbelas-belas juta, denger2 ada juga yang puluhan. Makanya di sini selalu heboh investasi segala macam untuk nutupin biaya pendidikan anak yang tiap tahun naek aja πŸ˜€

      3. aku malah blom pernah denger soal program sekolah gratis di sana …. tapi kalu soal bayar yg berjut2 itu sdh denger , mikir saja bgmn anak org ndak punya yg sebetulnya pinter ya kalau mau masuk saja berjut2 bgt
        kalo di sini mah nggak bayar ya, cuma TK sama universitas, itupun nggak semua uni hrs bayar malah dulu semua gratis, beberapa thn kmrn aja mulai bayar beberapa uni.

        ironis ya kalau dipikir, aku jg kadang nggak tahu yg salah siapa di tanah air itu, rasanya bagaimana org nggak tergiur utk korupsi kalau semua serba mahal bgt ya di sana, ortu di mana saja biasanya pasti akan berbuat yg terbaik buat anaknya.

        kmrn baca2 soal angie sondakh …. kaget saja kalo memang beritanya bener, berarti di jerman sini dia termasuk org yg kaya krn sdh masuk jutawan euro. aku kok skrg kalau masuk ke koran online indo mblenger ya … beritanya itu itu mulu …. pengen variasi gitu jgn itu2 mulu, jadinya males mbaca

      4. Kalo udah ngomongin soal kacaunya kondisi tanah air, rasanya jadi ikut bingung dan sedih deh. Kapanlah negara ini bisa berubah kalo masalah yang dihadapi hanya melulu tentang korupsi dan mikirin diri sendiri.

        Kalo ngomong soal hartanya si Angie, keknya itu masih dikit deh mbak, apalagi kalo dibandingin sama si gayuce tambunce, hehehehe… buat koruptor di negara kita ini, yang segitu keknya masih kecil deh πŸ˜€

        Indonesia…Indonesia….kapan berubahnya???? πŸ˜€ πŸ˜€

    1. Hahahaha…thanks yah pak Zul. Puji Tuhan, papa memang masih sehat dan masih ‘gaya’ πŸ˜€

      Salam buat Susan…saya kangeeennn πŸ˜€

  2. Selamat Ultah buat Grand Pa nya bang raja yah..:) semoga selalu sehat, bahagia bersama keluarga…semoga tetap semangat meski telah purna tugas tahun depan..:)
    sama dengan komentar mama hilsya…”Papa-nya mbak allisa ganteng”..:) *maaf mbak kalo nggak sopan..hehehe ..menyuarakan kejujuran neh..:)

    1. Hihihi…no need to say sorry, mbak, gak apa-apa kok πŸ˜€

      Thanks yah mbak, amiiinn…semoga papa saya tetap semangat walo udah pensiun nanti πŸ˜€

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s