This Is It! Something Special from Our Kitchen : The Complete Review

Ngelanjutin cerita sebelumnya soal bencana di dapur kami

Setelah ide paling T O P untuk membuat kitchen set keluar dari mulut suami tercinta, saya langsung membuat desain yang saya mau. Trus siang itu juga kami langsung keliling kota Palembang untuk nyari tempat khusus pembuatan kitchen set ini. Setelah nyari-nyari gak ketemu, saya teringat sama Rumah Konsep yang lokasinya di jalur pulang kami. Saya memang belum tau persis jasa apa yang disediakan oleh Rumah Konsep ini, tapi sekilas saya lihat sepertinya mereka spesialis dalam hal interior desain.

Si papa pun setuju untuk kita ke situ, pas pula kami udah deket sama lokasinya.

Tebakan saya benar, Rumah Konsep ini menyediakan jasa yang berkaitan dengan interior, baik desainnya maupun pembuatannya. Mereka bisa bikin apa aja sesuai dengan mau kita, ya bikin sofa, bikin meja, dan tentu saja bikin kitchen set! Di situ juga dipajang salah satu contoh kitchen set minimalis yang mereka buat. Jelas, desainnya modern dan bagus! Samalah seperti yang saya lihat di majalah-majalah, hehehe…

Yang bikin saya sreg banget sama mereka, karena memang mereka menawarkan jasa secara profesional. Semua harga per bahannya jelas, jadi kita tinggal lihat mo pake bahan apa yang sesuai dengan anggaran kita.

Di situ kami langsung deal untuk pake jasa mereka.

 Sorenya, setelah kami tiba di rumah, desainer interior mereka datang. Desain yang sudah saya buat dipelajarinya lalu semuanya diukurnya lagi. Si desainernya ini gak hanya sekali lho ngadakan pertemuan dengan kami melainkan sampe berkali-kali sampe akhirnya dapat desain yang paling pas. Kami juga kan beberapa kali melakukan perubahan keputusan. Misalnya yang tadinya gak mau ganti kompor lagi, akhirnya berubah pikiran pengen pake build-in hob. Walopun terkesan simple, tapi perubahan keputusan itu pada akhirnya menyebabkan perubahan desain terutama di letak drawer.

Nah, dari pengalaman kami membuat kitchen set ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yang mungkin bisa menjadi referensi buat teman-teman kalo nanti pengen bikin kitchen set juga.

1. Desain

Prinsipnya, kita tak bisa mencaplok sebuah desain dapur untuk rumah kita. Kenapa? Karena setiap dapur berbeda terutama soal peralatan dan kebutuhannya. Ada yang senang mengoleksi perkakas semacam piring, gelas, mangkok, cangkir dan sebagainya dan pengen supaya semua perkakas itu bisa tersimpa dalam kitchen set-nya. Ada pula yang gemar sama alat-alat elektronik untuk dapur. Ada yang peralatan masaknya begitu lengkap dan banyak sehingga semua peralatan itu harus punya tempatnya sendiri supaya gak bingung nyarinya.

Dan sebagainya.

Pertimbangan dalam hal desain ini kira-kira sebagai berikut.

  • Tujuan. Hanya untuk dry area kah atau akan memuat wet area-nya juga. Bakal sering masakkah di situ atau hanya untuk bikin sarapan dan manasin makanan aja?
  • Luas / ukuran
  • Bentuk dapur, mau yang bentuknya single line, L, U, atau bentuk island.
  • Ruang penyimpanan apa saja yang dibutuhkan serta kitchen appliances apa saja yang akan membutuhkan tempat khusus.
  • Titik listrik. Yang ini jangan sampai terlupa. Jangan sampe kita bikin ada tempat untuk oven listrik misalnya, tapi gak ada colokan listrik di situ. Ya jelas gak lucu dong ya 😆
  • Pencahayaan dan sirkulasi udara.

Nah, mengikuti panduan itu, maka desain yang dihasilkan dari oret-oretan saya adalah seperti ini.

Desain lengkap dengan ukuran, gambar virtual setelah jadi, juga rincian biaya. FYI, biaya yang dikeluarkan sudah termasuk biaya pasangnya juga.

Tujuan, luas / ukuran, dan model

Dapur yang akan dipasangi kitchen set ini bakal sering dipake untuk masak, tapi tidak untuk kegiatan cuci mencuci. Dibilang murni dry area ya gak juga, karena aktivitas memasak akan sering terjadi di sini. Saya trauma dengan yang judulnya kebocoran dan karena bahan kabinetnya akan terbuat dari kayu, maka saya memilih untuk menempatkan sink di tempat yang berbeda di dapur kami.

Panjang kitchen set ini sekitar 3,7 meter. Lumayan panjang lah, karena memang area dapur kami lumayan juga luasnya. Selain itu perlu juga didesain tinggi dari lantai ke countertop lalu tinggi dari countertop ke kabinet atas. Kalo rancangan saya, tinggi countertop 85 cm, sementara jarak antara countertop dengan kabinet atas adalah 60 cm.

Modelnya yang paling sesuai dengan rumah kami adalah single line. Pengen sih yang modelnya island, tapi jadi gak cocok karena di situ udah ada meja makannya juga 😀

Ruang penyimpanan

Saya tahu diri kalo saya ini hobi banget mengoleksi aneka perkakas, maka saya membutuhkan storage area yang luas. Karena itu saya merancang kitchen set ini sampai ke langit-langit rumah. Biar puas sekalian, kalo pengen beli barang-barang gak pake mikir lagi, “tar nyimpennya di mana????”

Selain itu saya juga mendata barang elektronik apa saja yang akan membutuhkan tempat khusus di sini. Saya butuh tempat untuk kulkas mini, dispenser, oven listrik, mixer, blender, magic jar, dan panggangan roti. Selain itu saya juga butuh tempat untuk menyimpan panci presto listrik dan slow cooker. Nah, untuk kompor, seperti yang saya bilang di atas, awalnya agak ogah untuk mengganti kompor, selain sayang sama kompor yang lama, rugi juga sih sebenarnya karena kalo pake kompor tanam tak berarti harga granit untuk countertop-nya berkurang meski dilubangi sebagian. Tapi akhirnya setelah lumayan lama bersemedi, si papa pun memutuskan, “udahlah, pake yang tanem aja, biar lebih keren keliatannya. Biar mama lebih semangat juga masaknya!”  😀

Saya juga merancang dua buah laci sebagai tempat penyimpanan sendok dan perkakas sejenis. Dan karena sebelumnya saya sudah punya dua mini kitchen cabinet, yang sayang banget kalo dikeluarkan dari area kitchen set ini, maka saya merancang agar keduanya bisa menyatu dengan rancangan keseluruhan.

Di samping ruang untuk menyimpan aneka perkakas, saya juga membutuhkan ruang untuk menyimpan galon-galon air mineral. Di rumah kami nyetok sampe 4 galon air, jadi harus ada tempat untuk keempat galon itu. Selain itu saya juga tidak lupa menyediakan area khusus untuk tabung gas.

Nah, semua appliances yang akan dimasukkan dalam kitchen set ini harus diukur dengan cermat dimensinya.

O iya, tak boleh lupa juga untuk sejak awal merancang di mana kita akan meletakkan aneka bumbu kita!

Titik Listrik

Seperti yang terlihat di gambar, semua titik listrik juga digambarkan sesuai dengan kebutuhan akan letak barang elektronik. Untuk titik listrik di atas countertop, ketinggiannya saya bikin sekitar 20cm supaya gak begitu tinggi. Kalo terlalu tinggi tak nyaman rasanya melihat ada kabel bergelantungan di dindingnya 🙂

Pencahayaan dan sirkulasi udara

Seperti yang saya tulis sebelumnya, rumah kami ini bentuknya terbuka lurus hingga ke belakang. Memang tak ada jendela di dekat kitchen set ini tapi tak juga kurang banget pencahayaannya. Karena itu saya hanya butuh pencahayaan untuk menunjang aktivitas memasak yaitu di atas countertop. Kenyataannya, karena ada perubahan desain di mana saya menambahkan ambalan kaca di samping tempat dispenser, maka ternyata di situ juga butuh pencahayaan khusus biar terlihat lebih manis.

Untuk sirkulasi udara, meski ruangan ini bukannya benar-benar tertutup, tapi kami tetap pengen supaya ada cooker hood di situ yang berfungsi untuk mendaur ulang udara. Cooker hood-nya yang model simpel aja, gak usah yang modelnya chimney gitu, selain mahal, malas ah pake acara ngebolongin atap segala :D. O ya, untuk cooker hood ini, jangan lupa menyediakan tempat untuk colokan listriknya juga.

2. Warna

Sekalipun bukan menjadi esensi, tapi penting banget nih menentukan warna yang tepat. Ada yang memilih warna berdasarkan feng shui, ada juga yang berdasarkan warna favorit, dan ada pula yang mengikuti warna keseluruhan dari rumah.

Kalo saya pilih yang mana??

Kalo berdasarkan Feng Shui, jelas gugur, karena saya gak ngikutin Feng Shui.

Kalo berdasarkan favorite color. Hmmm…gak kebayang deh punya dapur warna ungu. Cantik juga sih, tapi kalo inget bakal sering masak-masak di situ, kira-kira bakal terjamin gak yah kelanggengan warnanya??

Kalo berdasarkan warna keseluruhan dari rumah, hmm…saya agak kurang sreg kalo kitchen set-nya berwarna krem.

Akhirnya diputuskan bahwa warna kitchen set ini akan merupakan perpaduan dari : coklat tua hampir hitam (biar sama dengan warna meja makan, lemari buku, dan rak sepatu yang letaknya deket sama dapur ini), logam/stainless steel (biar sama dengan warna kulkas dan kaki-kaki meja makan), serta putih (untuk memberikan kesan terang dan biar sama dengan warna kedua mini kitchen cabinet dan show case).

Trus, sama sekali gak ada warna ungu dong???

Siapa bilang, hehehe…. Saya gak kehilangan ide untuk memasukkan warna favorit saya dalam desain kitchen set ini.

Di mana saya menaruhnya?

Yap, di bagian back panel! Saya menggunakan mozaik kaca berwarna ungu!

3. Bahan

Kabinet

Biasanya kitchen set terbuat dari bahan kayu meski ada juga sih yang stainless steel. Tapi kami lebih suka yang bahannya kayu, karena terasa lebih manusiawi…hahahaha…apaan sik?? Finishing-nya juga perlu diperhatikan, apakah pelitur atau melamik. Kalo kami pilih melamik, soalnya biar mengkilap! Untuk finishing bagian dalam pake polyurethane  warna putih biar di dalamnya terang!

Countertop

Macam-macam sih ada yang acrylic, keramik, marmer, beton cor, kayu, stainless steel atau granit. Kami sendiri memilih yang berbahan granit berwarna hitam, soalnya granit tuh kesannya lebih kokoh dan sepertinya gak mudah kotor juga gampang dibersihinnya.

Penggunaan material kaca untuk penutup laci

Penggunaan material kaca untuk pintu laci memang patut dipertimbangkan, karena menurut saya akan menambah kesan elegannya. Di sini kami menggunakan material kaca es (kaca buram).

Handle pintu

Kami memilih yang stainless steel biar cocok dengan tema keseluruhannya.

Back panel

Untuk back panel-nya, seperti yang sudah saya jelaskan di atas, saya pilih mozaik kaca warna ungu. Ada ceritanya juga nih. Jadi waktu itu kami survey-survey dan hanya nemu satu toko yang menjual mozaik kaca seperti ini di Palembang. Pas tau harganya, saya langsung keder, mahal juga yah…alamat gak jadi nih… Sebenarnya sih memang kalo dibilang perlu banget pake mozaik kaca itu ya memang gak juga. Bisalah diganti dengan bahan lain yang lebih murah. Tapiii…saya udah naksir berat sama mozaik kaca ungu itu.

Dan ternyataaa…walopun sempat si papa bilang bahwa harganya  lumayan mahal, tapi tetep aja tuh langsung dipesennya, hehe..

Pas di mobil saya nanya apa gak kemahalan pake mozaik kaca gitu? Si papa cuma jawab, “Ya gak apa-apa, kan mama suka…” hoyeee!!!  Saya langsung tersipu 😳

Harga glass mosaic by Venus Rp 119.ooo per sheet.

Sink

Walaupun dalam kitchen set yang akan dibuat tak akan memuat sink di situ, tapi tetep aja sink dibutuhkan di dapur meski akan diletakkan di area yang berbeda. Untuk nyari ini, kami juga survey-survey ke mana-mana lho sampe akhirnya dibelilah sink dari Berchta dan keran Toto.

Memilih kitchen sink-nya juga saya bener-bener selektif. Pokoknya maunya yang dalam biar leluasa nyuci perkakas  trus gak mau yang ada sayapnya, karena dari pengalaman, sayapnya itu justru gak berfungsi malah cuma bikin repot pas bersihinnya. Better pake sink yang gak ada sayap tapi dalam dan di sampingnya ditaro rak untuk tirisan.

Harga sink Berchta (depth 20cm) Rp 800.000

Harga keran Toto Rp 300.000

Stop kontak dan saklar

Kami pilih yang memang sudah dipake di rumah aja dan merknya memang sudah terpercaya, Panasonic. Pengen sih pake Clipsal, tapi kemahalan..hahahaha.. Lagipula desainnya si Panasonic udah cukup keren kok! Lihat deh gambar-gambarnya…

Saklar 1 titik
Saklar 2 titik
Stop kontak 1 lubang. Untuk di atas countertop kami pake yang 2 lubang. Stop kontak ini dilengkapi pengaman untuk anak-anak juga 🙂

Lantai

Syarat utama : lantai tidak boleh yang licin!

Di kami, kasusnya cukup beruntung. Lantai dapur kami terbuat dari keramik yang tak mengkilap dengan motif kayu. Di tulisan sebelumnya, mbak Ely (saya ijin pasang link-nya ya mbak 🙂 ) sempat nanya, apakah lantai itu lantai kayu. Beberapa teman yang ke rumah juga suka terkecoh, dipikirnya lantai dapur kami terbuat dari kayu. O iya, Tika  (ijin pasang link yang Tik) juga pernah nanya di bbm, “Mbak pake lantai kayu ya di dapurnya?”

Memang lantainya sekilas terlihat mirip kayu sih dan karena tidak mengkilap serta agak kasar gitu, jadinya bahkan yang lihat langsung pun sempat mengira kalo itu lantai kayu. Yang istimewanya dari lantai ini adalah karena tidak saja tidak licin, tapi juga mampu menyerap air tanpa meninggalkan bercak! Keren kan? Dan the best part of it adalah karena lantai ini sudah ada sejak kami beli alias yang milih dulu adalah pemiliknya yang lama. Keren juga selera mereka ya? 😀

4. Perhatikan dinding di belakang kitchen set

Jangan sampe kitchen set udah bagus-bagus, tapi dinding belakangnya lembab, niscaya kitchen set yang biasanya terbuat dari kayu itu bakal lapuk dan ambruk juga.

Kemarin, hal pertama yang kami lakukan adalah memperbaiki dinding belakang. Dinding belakang kami ini sejak dari pemilik lama dipakai bersama dengan tetangga belakang. Mereka agak keberatan kalo dindingnya kami apa-apain. Ya sudah, kami mengalah, bikin dinding baru tapi yang nempel dengan dinding lama. Untuk batanya kami pakai yang bata tipis karena fungsi dinding ini bukannya untuk memperkokoh tapi hanya gimana supaya tak ada rembesan air terjadi di situ. Supaya lebih mantap dan anti bocor, sebelum dilapis semen, dinding ini luar dan dalamnya dilapisi terlebih dahulu dengan Sika yang memang ampuh menolak air!

Nah, karena kami sekalian bikin dinding belakangnya, jadi pengerjaan titik-titik listrik dilakukan sebelum dinding dilapisi semen. 

Begitu juga untuk pengerjaan mozaiknya dilakukan berbarengan dengan pengerjaan dinding ini. Untuk pemasangan mozaik ini, kami menggunakan nat (bener gak yah ini bahasanya??) untuk mengisi sela antar kepingannya. Maksudnya untuk menghindari kotoran nempel di antara selanya itu. Ada juga yang memasang mozaik ini tanpa mengisi sela-selanya, tapi kalo kayak gitu, walopun mungkin memang terlihat lebih cantik, tapi kebayang susahnya membersihkan sela-selanya itu…

Selain memperbaiki dinding, bagian atap juga diperhatikan supaya jangan sampai ada rembesan air juga dari atap.

5. Harga

Ini nih yang harus selalu menjadi perhatian. Yang pasti, bagaimanapun juga ada harga, ada barang. Jangan sampai karena untuk menekan biaya, maka kualitas kemudian dikurangi. Apalagi kan penggunaannya untuk jangka waktu yang lama, agak mengeluarkan uang lebih untuk sesuatu yang ‘besar’ seperti ini buat kami terdengar lebih rasional daripada menggunakan bahan sekadarnya tapi hanya bisa bertahan untuk jangka pendek saja. Tapi ya tetep, selama bisa dapat barang dengan kualitas yang sama tapi harganya lebih murah, ngapain pilih yang lebih mahal?? Huehehehehe…

Setelah semuanya oke, mulai dari desain, warna, bahan, dan harga, maka dimulailah segala aktivitas renovasi dapur. Meja keramik yang tadinya menjadi tempat untuk mencuci piring dibongkar habis; meja keramik di bagian lainnya yang tadinya jadi tempat masak memasak dilubangi untuk menjadi tempat cuci piring; dinding dapur diperbaiki; ruang cuci pakaian diganti keramik lantainya dan dibuatkan rak beton di situ; serta yang terakhir pemasangan kitchen set-nya.

Dan hasil akhir dari renovasi itu adalah terbaginya dapur kami menjadi tiga bagian :

  1. Semi-dry area
  2. Wet area
  3. Super wet area

Kalo dibilang bahwa yang namanya dapur itu pasti unik, maka dapur kami ini memang super duper unik, karena saya yakin tak ada dapur lain yang punya bagian-bagian dengan istilah seperti di atas itu 😆

Semi-dry area

Dibilang semi karena tak ada aktifitas mencuci di sini tapi aktifitas memasak (baca: goreng-goreng, masak-masak, tumis-tumis :mrgreen: ) sangat aktif dilakukan di sini.

Area ini terdiri dari sebuah kitchen set yang saya rancang sendiri dan kemudian disempurnakan oleh seorang desainer interior yang untuk ukuran kami sudah lumayan oke lah 😉

Ini dia gambar waktu proses pemasangannya yang butuh waktu sampai 3 hari!

Setelah jadi, terlihat seperti berikut ini.

Mini refrigerator dan dispenser ada 'rumahnya' masing-masing. Kedua mini kitchen cabinet warna putih itu sebenarnya bagian yang terpisah dari kitchen set ini, tapi di belakangnya diberi panel kayu yang sama dengan warna kabinet agar terlihat menyatu.
Kabinet berbahan kayu, countertop berbahan granit, backpanel berbahan kaca mozaik, handle pintu stainless steel ditambah aksen kaca pada salah satu penutup laci. Fungsi Kabinet bawah (dari kiri ke kanan) : tempat gas, tempat penyimpanan perkakas makan/dapur (2 pintu warna logam), tempat galon air mineral, blok untuk kulkas mini. Di atas tempat galon dan kulkas mini terdapat dua buah laci.
Ini beberapa area penyimpanan. Puaaasss karena area penyimpanannya buanyak dan lega! Untuk drawer organizernya kami beli secara terpisah di Ace Hardware. Tempat gelas (yang warna ungu itu) berada tepat di samping dispenser dan karena menggunakan ambal kaca diberi penerang supaya terlihat lebih cantik. Untuk alas kacanya, saya pakai alas jaring yang dijual di Ace Hardware, maksudnya supaya kacanya gak gampang kotor.

Karena lagi bahas soal dapur, sekalian aja cerita soal kitchen appliances kami yaaa…

Kalo soal peralatan macam panci, wajan, dan teman-temannya gak usah lagi lah ya diceritain. Ya standardlah, hanya paling saya sudah berhenti menggunakan yang bahannya teflon, semua saya ganti ke piranti tanpa anti lengket : stainless steel dan alumunium.

Kompor tanam punyanya Rinnai

Pilih Rinnai karena meski produk lokal tapi ketahanannya sudah terbukti kok dan jelas harganya lebih murah dibanding Teka (itu mah memang antara langit dan bumi 😆 ). Keunggulan produk bertipe RB – 2 GHIII (BK) ini more or less kayak ginilah (sumber dari sini):

  • Top Plate Tempered “Schott Glass” teknologi Jerman (bewarna hitam) tahan panas dan lebih kuat menahan beban hingga 50 Kg.
  • Dilengkapi dengan Safety Device yaitu saluran gas akan langsung tertutup bila pada saat memasak api padam.
  • Pemantik Electrik sehingga mempermudah penyalaan dan lebih nyaman.
  • Burnar head dilapisi keramik : tidak mudah berkarat

Tuh, keren juga kan keunggulannya?

Harganya mungkin kalo di Jakarta sekitar Rp 1.600.000,00. Tapi kalo di Palembang harganya menjadi Rp 1.800.000. Di Palembang belinya di mana?? Jalan-jalan aja ke Ario Sakti, di situ kalo menurut kami udah paling lengkaplah semuanya 😀

 Cooker hood punyanya Rinnai (lagi!)

Sekalian aja lah ya pake punyanya Rinnai, karena dari review beberapa teman yang pake, cooker hood Rinnai oke kok, artinya memang mampu menyerap asap dari area yang lebih luas, bahkan yang lebih luas dari ukuran cooker hood-nya sendiri. Dan saya sudah membuktikan. Kompor saya ukurannya panjangnya 73 cm sementara cooker hood-nya sendiri ukuran panjangnya 60 cm, tapi semua asap bisa terserap dengan sangat baik! O iya, cooker hood ini juga dilengkapi dengan penampung minyak jika ada minyak yang ikut terserap bersama asapnya.

Spesifikasi dari cooker hood Rinnai tipe RH-60EV ini sebagai berikut (sumber dari sini):

  • 60 cm Slim Cooker Hood
  • Rectifier panel : suck more smoke froam a greater area
  • Alumunium Slot Filter
  • Deodorizing Filter
  • Turbocco Fan
  • Oil Pack
  • 515 m3/hr Exhaust Capacity
  • 3-Speed Setting
  • Light Bulbs : 1 X 20W
  • Power consumption : 121 Watt
  • Dimensions (WxDxH) : 600x530x150 mm

Harganya Rp 851.000

Magic jar Kirin

Piranti ini bagus, tapi musti sering-sering banget dibersihin 😦

Philips sandwich toaster

Ini dulu hadiah dari teman-teman bagian SDM waktu saya nikah…asiknya yang dapat gratisan. Tempatnya harus di countertop karena sering dipake 🙂

Blender Philips, Mixer Philips, Oven Listrik Signora

Di belakang ketiga piranti ini, ada colokan listrik 2 titik. Sebenarnya untuk blok ini ada kayu-kayu pembatasnya juga, tapi sengaja saya lepas supaya terlihat lebih lega tempatnya. Memang terutama untuk oven, saya minta supaya gak dipatok permanen bloknya supaya nanti-nanti kalo pengen ganti dengan yang lebih besar, saya gak perlu mengubah desain kabinetnya.

Blender Philips ini dipake khusus untuk buah-buahan. Kalo untuk nge-blend bumbu dapur saya pake blender satunya lagi yang ditaro di wet area :D. Blender ini juga gratis, dikasih dari kantor pas pembagian SHU Koperasi Karyawan 😀

Mixer Philips, lagi-lagi hadiah dari teman-teman waktu nikah….mantap dah pokoknya, banyak dapat gratisan! Mixer ini kalo mo dipake biasanya saya turunin dari tempatnya.

Oven Signora tipe Royal. Oven ini lumayan recommended lho buat yang seneng bikin kue. Proses pemanggangannya cepat, hasilnya pas! Saya sudah beberapa kali baking pake oven ini dan hasilnya puas! Oh ya, beli oven ini dikasih bonus 1 buah wok yang keren dan buku resep kue yang asli..keren dan gampang banget resep-resepnya!! Harga oven Rp 1.300.000.

Toyomi Slow Cooker, Miyako Slow Cooker, dan Mini Electric Stove

Kalo soal si Toyomi, saya gak banyak cerita lagi deh, yang pasti inilah teman sejati dalam membuat MPAsi buat Raja dulu. Sayang banget, tutup pancinya sempat jatuh dan pecah. Untung saya punya panci kedaung yang ukurannya pas dan juga pake tutup kaca jadi bisa pake itu sebagai gantinya 😀 

Nah, kalo si Miyako, lagi-lagi itu hadiah pas pembagian SHU Koperasi Karyawan. Sampe sekarang slow cooker itu gak terpakai 😆

Di bawah si Toyomi, ada kompor listrik yang dulu jadi teman sejati setiap Raja saya bawa untuk pergi dinas. Lumayan, dengan kompor listrik ini, saya bisa kasih home made baby food buat Raja meski jauh dari rumah 🙂

Panci Presto Listrik Hamada

Benda ini udah sejak hamil Raja dulu saya beli. Berguna banget sih untuk bikin masakan daging-dagingan. Harganya berapa saya sendiri sudah lupa, hihihi..

Knife set by KrisChef

Ini nih yang paling anyar yang paling saya demen…hihihi… Demennya apalagi kalo bukan karena warnanya yang ungu itu! Tapi memang pisaunya enak banget kok dipake. Gagangnya kokoh, mata pisau tajam, dan memang anti karat karena stainless steel-nya asli. Nemunya di Ace Hardware pas lagi diskon jadi tinggal Rp 80.000 saja! Mantap!

Bumbu-bumbu dapur

Halah, sampe bumbu juga dibahas. Tapi gak apalah, namanya juga sekalian…hihihi…

Ruang di antara kabinet putih dan kabinet atas saya manfaatkan sebagai tempat aneka bumbu dengan memanfaatkan keranjang berbahan stainless steel.

Bumbu yang harus selalu tersedia di rumah: lada hitam, lada putih, bubuk lengkuas, bubuk kunyit, bubuk ketumbar, bubuk pala, bubuk oregano, angciu, saus tiram (dulunya pake yang Saori, tapi belakangan saya ganti ke Lee Kum Kee yang gak pake pengawet dan MSG), saus teriyaki, kecap ikan, minyak wijen, kecap inggris, kecap asin, soy sauce (Kikkoman), saus tomat, saus sambal, kecap manis, dan tentu saja garam serta gula.

Untuk garam, gula, dan lada putih karena paling sering dipake jadi saya letakkan di dalam tempat bumbu imut warna hitam di atas countertop.

Minyak dan beras menghuni bagian kabinet putih yang terbuka.

Ada juga bumbu dapur lainnya macam bawang merah, bawang putih, bawang bombay, lengkuas, jahe, kunyit, jeruk nipis, dan sebagainya yang memang tidak perlu disimpan di kulkas saya letakkan di tempat bumbu gantung di wet area.

Nah, karena udah nyinggung wet area, mari lihat wet area di dapur kami!

Wet Area

Area basah ini terdiri dari :

Pertama, area mencuci dan mengeringkan piring cucian. Area ini juga berfungsi sebagai preparation area yang mana di sinilah saya mempersiapkan bumbu dan bahan-bahan yang diperlukan. Kan memang biasanya bumbu dan bahan saya siapkan dari malam, paginya tinggal memasaknya saja. Jadi semua sudah dipersiapkan di sini, tinggal pas mo masak dibawa ke cooking area. Blender yang ada di situ juga dipake untuk menghaluskan bumbu. Nah, karena di sini juga merupakan tempat persiapan bumbu, maka tempat bumbu gantung juga saya letakkan di sini (kelihatan kan di gambarnya?).

Kedua, storage area di bagian bawah. Fungsinya untuk menyimpan hardware tools-nya si papa dan aneka plastik. Untuk penyimpanan plastik, saya pakai kotak kontainer yang bisa disusun (itu lho yang warna ijo dan merah di gambar itu). Kotak paling atas untuk plastik sampah, kotak kedua untuk kantong plastik yang biasanya didapat habis belanja dari swalayan yang ukurannya sedang dan kecil, kotak ketiga untuk kantong dari kertas juga kantong plastik yang berukuran jumbo. Dipisah-pisah gitu, biar gampang urusannya kalo nyari plastik 😀

Ketiga, storage area juga berupa lemari alumunium. Lemari jenis ini banyak banget deh ditemukan di rumah-rumah, hehehe… Dulu lemari ini kami beli waktu pertama kali pindah ke sini. Fungsinya untuk menyimpan makanan juga susu/teh/kopi/gula. Bagian bawahnya dipake untuk menyimpan panci dan loyang. Di situ juga ada tempat piring bertutup, itu dipake untuk menyimpan perkakas makan Raja yang pernah saya cerita di sini.

Super Wet Area

Hohohoho…ini nih area yang paling buasah di dapur kami!

Ini sih aslinya tempat cuci pakaian, tapi emang gak bisa dipisahkan dengan dapur kami. Biasanya, saya membersihkan ikan sehabis belanja mingguan dari pasar tuh di tempat ini. Bersihin ikannya sambil duduk di bangku kecil di lantai. Leluasa deh. Setelah selesai tinggal lantainya disikat supaya bersih. Biasanya juga kalo di rumah ada acara, area ini jadi tempat cuci piring, karena emang lebih enak mencuci piring dalam jumlah banyak tuh di lantai deh…hahaha… Emang tradisional banget kami ini!

Di ruangan ini terdapat mesin cuci, ember-ember, tangga juga ditaro di sini, dinding kirinya jadi tempat menggantung sapu dan alat pel beserta teman-temannya, dinding kanan buat gantungin panci dan wajan. Selain itu, di sini juga terdapat rak beton yang dibikin bersamaan dengan renovasi dapur. Rak ini merupakan solusi untuk tempat meletakkan deterjen,  pewangi pakaian, cairan pembersih lantai dan kaca, juga terutama stok-stoknya karena saya belanja dengan sistem bulanan jadi butuh tempat untuk menyimpan semua stok barang itu.

Komplit deh semuanya!

Itulah dia, cerita soal dapur kami.

Yang pasti saya seneng banget sama dapur kami yang sekarang ini. Penataannya enak, jadi butuh apa-apa sementara lagi masak gampang banget ambilnya. Sebenarnya sekarang kami masing memikirkan bagaimana membuat partisi antara area semi kering dan basahnya. Sudah lihat-lihat beberapa contoh partisi minimalis tapi belum ada yang menarik minat kami. Saya sendiri masih mikir-mikir, karena dengan tanpa partisi gini rasanya lebih leluasa untuk saya bolak-balik antar area.

Yang bikin saya sangat nyaman juga berada di dapur ini adalah karena dapur ini adalah pusat dari rumah. Dari dapur ini, saya bisa melihat langsung ke tempat bermain Raja juga ke ruang depan, jadi rasanya sama sekali tidak terisolasi. Ketika sedang masak, saya masih bisa ngobrol dengan si papa yang lagi duduk membaca di ruang depan, ato becanda sama Raja yang lagi maen di ruang bermainnya. Kadang pas saya lagi masak, Raja duduk manis di meja makan trus ngobrol dengan saya, kalo dia bosan duduk di situ, dia tinggal pergi ke ruangan lain sementara saya masih bisa tetap mengawasinya.

Dulu, saya masih sering merasa risih karena dapur kami yang sifatnya terbuka agak kurang sedap dipandang mata. Tapi kalo sekarang sih malah udah bangga…hihihihi…. Yang bikin seneng karena yang terlihat dari depan hanya kitchen set-nya saja, sementara tempat untuk cuci piring sama sekali tak terlihat dari depan, jadi kan gak keliatan kalo ada tumpukan piring kotor. Kalo dulu malah yang terlihat banget dari depan yang tempat cuci piring itu 😀

Setelah dapur sudah cantik dan apik, sekarang tinggal soal menjaga kebersihannya. Untuk countertop, back panel, serta kompor tanam di kitchen set, saya menggunakan kain kanebo dan cairan pembersih kaca untuk membersihkannya. Kalo bagian yang lain tinggal dibersihkan pake kain biasa dan supaya kayunya tetap mengkilap, gunakan pembersih khusus untuk material kayu. Yang tak boleh ketinggalan juga selalu membersihkan sink dan saluran pembuangannya karena bakteri gampang banget bertumbuh di situ.

Demikianlah cerita panjang lebar soal dapur kami ini.

Semoga berguna 😉

Iklan

101 thoughts on “This Is It! Something Special from Our Kitchen : The Complete Review

  1. Weitsss.. ceritanya komplit plit plittt……
    Dapurnya kereeennnnn….. kayaknya selain lebih bagus, keliatan lebih lega juga dibandingin sebelumnya…. Kupikir ada tembok yang dijebol juga yah?? bener gak??? salah yah???

    Oiya, selamat liburaaannn….

    1. Tembok yang sebelah mana No? Yang digantung bumbu itu bukan? Itu memang udah dari sononya bolong 😀

      Thanks ya No dan selamat liburan juga yaaa… Salam buat Fira yaa 🙂

    1. Hehe..thanks ya Risna 🙂

      Iya, karena teroganisir itu jadinya enak banget beraktivitas di sini, jadi tambah semangat memasaknya! 😀

  2. Wuuihhh lengkap banget review nya, lengkap dengan harganya juga. Bermanfaat bgt nih buat yang kepengen bikin dapurnya jadi cantik begini. semoga nanti bisa punya dapur cantik juga nih… Amin.
    Yang menarik dari dapurku saat ini cuman mosaic kacanya aja. selebihnya masih harus nabung lagi..hihihhi….

    oh iya, dengan dapur cantik begini tambah semangat terus donk ya eksperimen masak memasak nya 😀

    1. Hihihi…iyaaa aku jadi tambah rajin masak sejak punya dapur ini..wkwkwkwk

      Thanks ya Dea… Amiinn..semoga segera terwujud ya, jangan lupa direview juga yaaa 🙂

  3. aaaaku suka dapurnyaaaaaaaaaa *iri…iri…iri*

    sampe sekarang belom turun surah keputusan renov dapur dari jendral nih. soalnya dapur peninggalan penghuni sebelomnya emang masih bagus & berfungsi dengan baik. tapi urusan selera kan gak bisa diboongin yaaak…*cari temen, hihihihi*.

    kalo gue sih ngebet abis sama konsep dapurnya ikea. tapi dapur gue panjangnya sampe 4 meter gitu (manjang kebelakang apt)…di katalog ikea harganya bisa nyampe 5rb dole aja doooonk. pupus sudah mimpi gue… hahahahahahah

    1. Setuju…setuju..! Urusan selera gak bisa diboongin, tetep aja ada aja bedanya. Biar kata masih bagus, tp klo agak krg masuk di selera tetep aja kurang sreg..hihihi *nyari pembenaran :lol:*

      Moga mimpinya terwujud yaa..sapa tau bentar lagi turun juga SK persetujuannya dr si jendral 😀

  4. Ceritanya komplit dan detil….
    Dapurnya bagus plus bersih dan rapih, pasti tambah semangat nih Mama Raja untuk memasak makanan yg lezat dan sehat.
    Kapan ya aku bisa punya dapur sebagus itu, hehehe… (sambil menghayal nih…..:) )

    1. Hihihi..iya say, jd tambah semangat masaknya…

      Gak apa mimpi dulu say, semua kan mulainya dari mimpi. Someday bs jadi kenyataan juga kan? Amin!

  5. pertama mo bilang hihihi.. namaq disebut (GR.com )
    dapurnya mantaaaaphhhhh, sampai ayah damar jg pengen,
    rapi banget yak,sampai tas kresek2 jg terorganisir..,
    hihihi.. namaq disebut (GR.com ) ,
    keren postingannya, dari design sampai harga2nya, komplit, plit, pasti berguna buat yg sedang nyari ‘pencerahan’ bikin/renov dapur

    1. Hehehehe…aku jg geer ah krn dikau geer disebut di sini hihihi

      Iya, tik, aku orgnya well organized banget, soalnya pelupa dan malas ngabisin waktu utk nyari2 barang 😀

      iya, semoga ini bs berguna buat yg baca. Thanks ya Tik 🙂

  6. Sis, baguuusss…. baguuussss…. mantap!!!I loveee it 😉
    Semoga impianku juga cepat terkabul deh punya kitchen sendiri, hehehehehe 🙂

  7. wow .. terlihat banget kamu cinta sekali sama isi rumah ya termasuk dapur, kalau nggak tidak , nggak mungkin sampe detil uraiannya, komplit, beserta fotonya hasilnya juga cantik dapurnya., elegan 🙂 …… kalo di sini, iklan penawaran dapur diselipkan di koran hampir tiap 3 – 4 kali seminggui deh, kadang heran, emang orang di sini tiap saat ganti dapur ya ? 🙂 … tapi mungkin juga bisa dipahami knp iklannya byk, krn yg butuh juga byk, , dan dapur bagi kami adalah tempat yg paling sering dikunjungi selain tempat tidur, di dapur kami biasa mbaca koran, curhat,nyantai selain utk masak dan makan. Selamat ya buat dapur cantiknya 🙂

    1. Hehe iya, mbak, saya cinta banget dengan rumah ini 🙂

      Kalo orang bule mmg biasanya dapurnya cantik-cantik bgt ya mbak, sll mupeng klo liat dapur org sono, dan mmg di situ biasanya jd pusat aktivitas ya mbak, gak hanya utk urusan masak aja. Jadi kebayang nih pasti dapur mbak Ely juga khas bule bgt hehehe..ya iyalah ya, secara tinggal di sana gitu lho 😀

      Thanks ya mbak 🙂

  8. AWESOME…keren…cerita dan reviewnya komplit mbak…wah berguna banget neh buat kelak kalo punya rumah sendiri, pingin dapur idaman seperti punya mbak allisa…nabung dulu yang banyak neh..:)
    asli mantap mbak, detail banget…pertimbangannya..
    hope one day bisa punya dapur sekeren ini…:) konsepnya bagus dan saya setuju banget dengan ide ide nya tentang wet area, semi dry area dan super wet area
    makin eksis didunia masak memasak yah jeng…:)
    jangan lupa sharing sharing resepnya..

    1. Thanks mbak buat apresiasinya 🙂

      Konsepnya itu jadi karena berdasarkan pengalaman dan kebutuhan mbak, memang kami butuhnya dapur yg seperti itu 😀

      Amiinn…semoga mama Kinan jg bs punya dapur impiannya ya..

      Mudah-mudahan nanti lbh banyak resep yg saya share di sini 😀

  9. Nantulang RaJa bisa desainin buat Rumah Favian gak….kamar dapur dsbnya sekalian dech
    Gambar mommy ancur mulu apalagi gambar Favian
    jadinya rumahnya belom renovasi

    btw harganya gak kelihatan jelas bisa di pm da….

    1. Hahaha…aku masih belom pede klo ngerjain punya org da, pedenya msh ngerjain punya sendiri dulu 🙂

      Ok deh. Tar ku PM yaa 🙂

    1. Hehe..iya nih, dua minggu terakhir lumayan sibuk. Semoga bisa segera nulis tentang Raja yaa.. 🙂

      Thanks udah kangen sama Raja ya Gisella 🙂

  10. Dapur baru, semangat dong ya masaknya, hehe. Setuju jeng, untuk desain dapur yang nyaman baiknya pake jasa interior. Cucok, karena dapurnya juga dipake setiap hari.
    Eh, kompor tanamnya beneran segitu harganya. Wah, tfs jeng, ada referensi baru nih….

    1. hehehe…iya, mbak, dua minggu jadi ibu rumah tangga yang terisolasi nih 😀

      Thanks buat perhatiannya ya mbak 🙂

  11. woooowww kereeennn…komplit lg..!!!
    Selamat ya jeng akhirnya jadi jg nih dapur cantiknya 🙂 rapi banget jadi suka ngeliatnya 😀
    pasti jadi lebih betah masak nih..
    btw itu dry n wet areanyanya nyambung ke sebelah gitu ya mom?
    wah jadi ngebayayin dapur impiaku nih..kapan ya bisa kesampaian hehehe..
    thanks ya jeng info dapur komplitnya sampai ke isi2nya jadi bisa tau deh cara naroh-naroh barang di dapur..hahaha…
    *salam kangen buat Raja ya

    1. Iya mbak, nyambung sebelah-sebelahan semua. Pengen dipasangin sekat, tapi keknya bakal bikin jadi keliatan sempit deh 😀

      Sama2 ya mbak, salam juga buat anak-anak ya 🙂

  12. ya ampuun..dapur keren gini…dambaan smua ibu2 hehe…yang tadinya ga suka masak pun langsung hobi masak mbak hehe…..posting resep2nya dari dapur barunya ditunggu lho mbak hehe

  13. Tks mbak untuk infonya, saya juga sedangf cari referensi untuk bikin kitchen set di Palembang. Tapi harganya berapa yah? Kurang jelas terlihat di gambarnya. Jika berkenan, mohon ditampilkan yang lebih jelas lagi, mbak. Terima kasih sebelumnya.

  14. wuih Hebat nih mama raja
    kitchen setnya canggih banget deh

    pingin punya seperti itu
    tapi, aku gak bisa masak… jadi buat apa yaa…
    kalo Mama Raja kan jago masak banget tuh

  15. hi mba.. salam kenal.. today ga sengaja ketemu blognya. trus baca2.. seru ternyata…

    palagi soal Raja yang pengen sekolah n ingetin papa mamanya nyariin sekolah.

    Demen banget d dapurnya..cantik… moga tar dapurku juga secantik ini, walo skrg belom bisa masak.

    1. Haloo…salam kenal juga. Thanks yah udah mampir sini 🙂

      Amiiinn….saya yakin pasti nanti Diana bisa punya dapur yang bahkan lebih cantik dari ini 🙂

    1. Hi juga. Alamatnya di Jl. Basuki Rahmat. Nomornya berapa, saya lupa, tapi lokasinya berseberangan RM. Pagi Sore 🙂

  16. mbak, thanks ya reviewnya lengkaaappp 🙂
    aku lagi mau bikin kitchen set juga nih, cuma tadi siang ke rumah dekor kok tutup ya, terus ditelpon ga aktif 😮

    boleh minta password harga kitchen setnya mbak? pengen bandingin juga dengan penawaran yang aku dapet dari dekorator lain.

    thanks before

  17. tadi pagi lg dibikin pusing ngatur wet-area di rumah, trus browse malah nyasar kesini.Dapurnya kuereeeeeeeeeennnnn, infonya komplitttttt.. Mau nyonteekk agh!! rapiiih & teratur bgt seneng liatnya 🙂

  18. Mbak, dipalembang beli appliance merk signora atau hamada dimana ya??? Pengen beli presto listriknya… bagusan mana ya signora sama hamada? Trims mbak..

  19. Hallo mba allisa, salam kenal. Dapurnya bagus mba.. jd bs buat referensi niy. Btw setelah bbrp tahun ini kompor rinnai dan hoodnya apakah msh awet? Krn saya jg lagi cari2 niy. Terima kasih

  20. mba allisa… saya suka banget sama kitchen set nya. kereeen keliatan mewahnya 🙂
    boleh gak kalo saya minta PM gambar kerja nya mba? buat gambaran titik lampu n kebutuhan bahannya kalo misal mau bikin sendiri tanpa pesen ke desain interior? trma kasih ya mba… hehe

  21. Hi Allisa

    Salam kenal,Dapurnya keren bgt.btw

    oven s*gn*r* sampe skrg msh hidup?

    dan msh berfungsi normal?

    klo msh hidup uda pernah rusak blm selama ini?

    klo udak rusakny knp?

    soalny lg nyari review oven s*gn*r*.nyari review s*gn*r* di inet susah bgt.ak cari2 inet s*gn*r* made in korut.ak selama ni blm pernah pake produk korut jd g tau kualitasnya.tny ibu2 pada blm pernah denger merk s*gn*r* jd g bsa ksi review.rata2 k*r*n pakenya ibu2

      1. hi mba emejing bgt 5th msh awet.itu selama 5th kok bisa awet dipake tiap hari atau 1mgu sekali atau 1bln sekali atau?kmd selama 5th kinerja nya menurun ga(kaya panas nya uda ga panas spt waktu baru)?trims

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s