When Samosir Meets Krones : After Having A Child….

Pernah nonton film The Story of Us gak? Itu adalah salah satu film Hollywood kesukaan saya. Mungkin buat sebagian orang, plot film ini agak-agak ngebosenin, tapi saya sendiri suka banget dengan pesan yang pengen disampaikan oleh sutradara film ini. Beberapa waktu lalu, film ini diputer lagi kalo gak salah di Warner TV dan bikin saya kepengen nulis tentang ini…

The Story of Us yang diluncurkan di tahun 1999 dan diperankan oleh Bruce Willis dan Michelle Pfeiffer ini, berkisah tentang a married couple yaitu Ben Jordan dan Katie. They have been married for 15 years, they have happy and comfortable life with two kids. But then, after 15 years, lots of things become different and they lost their romance. They fight, yelling, dine in silence, drive in silence. They lost even small pieces of conversation. At last, they have to struggle to remember what it is about their couple that made them fall in love in the first place.

Waktu nonton film ini pertama kali, saya masih perawan ting ting dan sama sekali belum memikirkan tentang pernikahan. Ya eyalah, secara waktu itu saya masih SMA booowww yang dipikirin baru seputar kimia, fisika, matematika, dan biologi sajah plus cowok-cowok ganteng di sekolah yang pas buat dijadiin gebetan siiiiyyyyy :mrgreen:. Dan meski film ini tetep berakhir indah, tapi sudah benar-benar membuat saya ngerasa aarrrgghhh gak banget deh kalo in my future marriage saya harus menghadapi permasalahan serupa. Saya kemudian bertekad, kalo menikah nanti kehidupan pernikahan saya HARUS selamanya mesra!

Bertahun-tahun kemudian, saya akhirnya bertemu dengan jodoh saya dan thank GOD, dia mantap menjadikan saya istrinya. Ketika mengikuti konseling pra nikah, kami mendapatkan nasihat yang gak jauh beda dengan pesan dalam Story of Us itu. Suami dan istri yang telah memiliki anak cenderung selalu mengedepankan kepentingan anak hingga melupakan kebutuhan romansa antara suami dan isteri. Kehidupan pernikahan kemudian menjadi seperti sebuah rutinitas yang berujung pada kebosanan yang akhirnya membawa rasa tidak puas dan rasa tidak bahagia. Banyak suami dan isteri yang membiarkan kondisi seperti itu terjadi dan berusaha menghibur diri bahwa toh anak-anak adalah yang terpenting, mereka lupa bahwa kebahagiaan anak juga ditentukan oleh kebahagiaan orang tuanya. Karena itu, adalah sangat penting bahwa suami dan isteri tetap mempertahankan romantisme di antara keduanya. Luangkan waktu hanya untuk berdua saja, pertahankan komunikasi yang baik, saling memberikan pujian, dan biarkan pasangan tetap mengetahui betapa kita mencintai dan mensyukuri keberadaannya,

Mama saya juga memberikan nasihat yang serupa: “Nanti, walopun sudah punya anak, luangkan waktu hanya untuk kalian berdua, karena itu penting untuk menjaga hubungan kalian…” Well, happy to say bahwa kehidupan pernikahan orang tua saya termasuk salah satu yang patut dicontoh. Sampai sudah tua dan punya cucu begini, they’re still holding hand when they’re walking 🙂

Puji Tuhan, ternyata saya tak bertepuk sebelah tangan. Si calon papanya Raja ini ternyata punya the same desire. Pengen terus romantis dan sayang-sayangan tak peduli telah berapa tahun pun kami menikah atau telah berapa anak bahkan cucu yang kami miliki. Sejak pacaran, sekalipun bukan pasangan yang romantis banget, tapi kata-kata “I love you” tak pernah ketinggalan untuk kami ucapkan, ya baik pas lagi bertelepon, sms, atau saat ketemuan langsung. Kami sering pas lagi ngobrol, trus salah satu bilang “I love you….” dan yang lainnya langsung jawab, “I love you too…” walopun sebenarnya topik pembicaraanya bukan tentang kami.

Kami bahkan punya secret dialogue yang hanya kami berdua saja yang tau:

“Aku sayang kamu…..” dijawab, “Sangat…!”

“Aku cinta kamu….” dijawab, “Banget….!”

“I love you….” dijawab, “So much!!”

Kami bahkan membuat akronim dari secret dialogue itu saking seringnya dialog itu terjadi di antara kami. Sengaja dibikin akronim, supaya gak terlalu panjang tapi masing-masing tau apa artinya. Apakah akronim itu??? Hmmm…kalo itu sih will remain a secret between us. Soalnya itu bener-bener kode rahasia kami. Kami bahkan pernah terpikir: if someday there’s something happen to one of us, that secret code will take it’s role -> ini sih gara-gara kebanyakan nonton film :mrgreen:

Setelah kami akhirnya menikah, saat masa pengantin baru ya jelas gak usah lagi ditanya yaaahhh… Segala yang dulunya saat masih pacaran dan tunangan gak boleh, jadi boleh saat itu, jelaslah happy banget dan berbunga-bunga rasanya, hehehe… Apalagi setelah menikah, kami hanya bertemu pas weekend, jelas dong pas ketemu itu bener-bener dunia hanya milik berdua deh…hihihi…

Trus, gak nyampe tiga bulan setelah resmi menikah, saya menemukan bahwa saya hamil. Senangnya! Bahagianya! Dia juga terlihat sangat bahagia dan memperlakukan saya lebiiiiihhh istimewa daripada sebelumnya. Perhatiannya bener-bener deh, apalagi karena saya di Palembang sendiri tanpa dia, jadi mungkin di hatinya ada rasa gimanaaaa gitu saat istri tercintanya sedang mengandung tapi dia sendiri jauh.

Saat hamil, BB saya yang tadinya 44 kg naek hingga menembus angka 70 kg, total 26 kg naek!! Aje gileeee!!! Saat itu saya memang hampir gak ada mualnya dan yang tadinya malas makan malah jadi pemakan segala. BB naek drastis, tapi saya tenang-tenang ajah. Habisnya suami selalu bilang saya masih sekseh dan cantik di matanya walopun genderang perang yang dibawa-bawa entah sudah segede apa 😀

Sejauh ini, semuanya aman. Romantisme kami ya jelas gak berkurang, malahan nambah, karena kata-kata sayang semakin sering mengalir dan saya semakin dimanjakan..huehehehehehe…

Setelah Raja lahir, perhatian saya benar-benar tercurah untuk Raja. 2 minggu pertama, saya hampir tak pernah mengurus suami. Segala keperluannya diurusnya sendiri. Kasian juga, udah selama jauh dari istrinya ngurus diri sendiri, eh, giliran pulang pas weekend juga musti ngurus diri sendiri. Puji Tuhan, dia gak rewel dan bahkan sama sekali gak mikirin soal perubahan yang terjadi dengan istrinya itu. Saya percaya, dia mengerti saya banget dan tau banget kalo perubahan itu sama sekali tidak berarti saya menjadi tidak peduli lagi dengan dirinya. Saat itu kami hanya sedang sangat bahagia dengan kehadiran anak pertama, jadi urusan tentang kami kemudian berada di prioritas ke sekian.

Walau begitu, dia tetap memperhatikan kebutuhan saya tanpa perlu saya berkata apa-apa. Dia tahu, setelah masa pemulihan dari SC dan dalam masa di mana saya mengurus Raja sendirian, saya butuh untuk refreshing, karena itu setiap kali dia pulang, kami selalu diajaknya jalan-jalan. Walopun jalannya hanya sekedar muter-muter kota pas malam minggu atau setelah ibadah minggu di gereja tapi itu sudah sangat membantu untuk saya merasa lebih rileks, makanya puji Tuhan yang judulnya baby blues sama sekali tidak saya rasakan. Dukungan suami bener-bener puooll sih. Meski jauh, tapi selalu intens menelepon saya, ngajak saya ngobrol, ngasih saya semangat ketika saya agak-agak down soal ASI atau ketika saya lelah setelah begadang semalaman dengan Raja, dan yang paling bikin saya semangat karena bahkan di saat itupun secret dialogue kami tak  pernah ketinggalan!

Semakin lama, saya semakin menyesuaikan diri dengan kehidupan yang baru dengan kehadiran seorang anak. Banyak hal tentang anak yang tadinya bikin saya mumet sebagai ibu baru kemudian menjadi semakin jelas dan saya sendiri semakin bisa santai *saya yakin, berjuta-juta wanita yang pernah menjadi ibu baru ngertiiii dengan maksudnya hal-hal yang bikin mumet itu 😀*. Mungkin karena pengaruh suami juga yang selalu membantu saya untuk rileks dan gak sampe ngerasa tertekan oleh segala ‘tuntutan’ sebagai ibu baru. Posisi suami yang tadinya agak-agak turun dengan kehadiran Raja, perlahan-lahan kembali menduduki posisinya yang semula dan kami pun semakin intens menciptakan moment for just the two of us.

Moment yang saya maksud di sini bukan berarti mesti yang honeymoon berdua lagi ke tempat yang jauh lho ya… Kalo soal itu sih tar-tar aja deh kalo anak(-anak) udah gede 😀

Maksud saya sih yang sederhana-sederhana aja termasuk tentu tetap menjalankan kebiasaan yang sering kami lakukan sebelum hadirnya seorang anak.

Kalo buat kami, misalnya pas mandi. Yupe, kami punya kebiasaan mandi bareng. Eiiitttsss…singkirkan semua pemikiran yang aneh-aneh itu ya, tar dosa sendiri lho! 😛 . Meski sekarang gak bisa selama dulu karena kalo kelamaan tar ada anak kecil yang ngetuk-ngetuk pintu kamar mandi dari luar sambil ngomong, “Tok…tok…tokk….. di sini Yaja…. pappa, mamma,  kita maen yoooookkkk!!!!”, tapi tetep aja kami gak mau kehilangan momen indah ini dan hingga sekarang, setelah kami bener-bener tinggal seatap, kegiatan romantis ini teuteup dong kami jalani.

Trus, moment lainnya tercipta adalah saat makan bareng, mulai dari breakfast, lunch, hingga dinner. Senangnya, sekarang sih bisa tiap hari bareng-bareng, jadi setiap hari di meja makan selalu terjadi obrolan antara suami dan isteri di dalam rumah kami. Kalo lunch  kami juga selalu bareng-bareng, mostly saya yang datang ke ruangan kantornya soalnya tempatnya kan jauh lebih private daripada ruangan saya, hehehehe….

Waktu bersama hanya untuk kami berdua juga terjadi di perjalanan pulang pergi kantor. Aih, asyiknya, sekarang yang kayak gini mah bukan lagi langka buat kami. Lumayan ya, jarak rumah ke kantor ada 30 menitan dan kami bener-bener pakai waktu itu untuk ngobrol dan ketawa-ketawa. Ih, gak banget deh kalo harus jadi seperti si Ben dan Katie yang sepanjang jalan adeeeemmm…diem gitu aja. Yang satu pikirannya ke mana, yang satunya lagi entah terbang ke mana. Jauh-jauh deh yang kayak gitu. Kasian amat 😀

Karena saat-saat ngobrol bareng di jalan itu berharga banget buat kami, maka dia pun tetap bela-belain sebisa mungkin nganterin saya pulang. Jam kantornya memang berbeda dengan saya. Kalo saya sih office hour-nya dari jam 07.30 sampe 16.00. Lha, kalo dia itungannya 24 jam bow!! Lagi asyik-asyiknya bobo sama istri tercinta juga kalo tiba-tiba di HT terdengar laporan gangguan trafo meledak, seketika itu juga mesti langsung meluncur ke lapangan. Karena kerjaannya super banyak, jadinya gak bisa dong ngikut saya jam 4 teng langsung go home. So, dia ngakalinnya dengan ngedrop saya pulang trus habis itu langsung balik lagi ke kantor dan berusaha bisa tiba rumah lagi sebelum Raja bobo biar masih sempet maen-maen sama anaknya.

Another  moment for just the two of us terjadi di waktu-waktu menjelang tidur malam. Saya pernah cerita di sini kan kalo saya tuh disiplin banget soal bersihin wajah. Nah, suami juga jadi ketularan, jadinya kalo dia di rumah, suka minta saya bersihin mukanya pake susu pembersih dan cairan penyegar. Dan memang, walopun suami rajin tiap mandi bersihin muka pake foam, tapi tetep aja begitu saya bersihin pake susu pembersih, masih lumayan juga tuh kotoran yang terangkat. Eh, yang butuh kulit bersih dan sehat gak hanya cewek aja kan?? Cowok juga butuh, makanya saya seneng juga punya suami yang sadar kebersihan. Biasanya saya bersihin wajahnya sambil dia tiduran di pangkuan saya trus sambil dipijit-pijit kepala dan wajahnya gitu biar dia-nya berasa rileks dan walaupun sedikit bisa membantu pikirannya jernih dari segala tekanan pekerjaan.

Selesai ritual bersihin muka itu kami lanjut saat teduh bareng. Saat teduh ni maksudnya ibadah kecil : berdoa-baca Alkitab-baca renungan-doa syafaat. Buat kami, ini adalah salah satu moment yang paling indah. Biasanya habis baca Alkitab plus renungannya, kami masih ngobrol bentar ngebahas yang tadi direnungkan itu trus aplikasinya buat kehidupan kami sendiri apa. Trus habis itu kami berdoa syafaat bareng, sambil pegangan tangan, bersatu hati mengungkapkan isi hati kami kepada Tuhan. Biasanya kami berdoa ganti-gantian. Seneng banget tau gak sih kalo saya denger di doanya dia bilang, “terima kasih untuk istri yang KAU berikan padaku….” huwaaaa….saya melayaaaannnggg… :mrgreen:

Kami juga masih suka ngobrol sebelum tidur sampe udah ngantuk banget trus akhirnya salah satu bilang, “met bobo sayang…good nite…i love you…” 🙂

Nah, trus,  moment for just the two of us-nya hanya segitu doang?? How about hang out??? Pernah gak siyyy??? Hehehe…. kalo untuk yang satu itu, kami masih nyuri-nyuri kesempatan nih. Kalo pulang kantor ya gak sempat lah jalan-jalan berdua baru pulang. Lha dianya aja masih harus balik kantor lagi, daripada musti spare time untuk jalan-jalan bareng istrinya, mending lah dia cepet-cepet aja nyelesein kerjaan kantornya biar bisa balik rumah lagi lebih cepet. Jadi yah itu dia kami nyuri-nyuri kesempatan aja. Misalnya pas lagi nge-mall, Raja ditinggal bentaarrr di playground bareng si suster, trus kami jalan berdua deh. Bentar aja, biasanya gak pernah sampe sejam, soalnya gak tega juga lama-lama ninggalin anak, but at least, for a moment kami bisa ngerasain yang namanya pacaran lagi…jalan hanya berdua sambil pegangan tangan…hihihihi… Kalo bareng Raja mah alamat hampir mustahil mamanya bisa pegangan tangan sama papanya :mrgreen:

Meski tidak banyak, tapi semua momen kebersamaan kami itu ngaruh besar banget untuk hubungan kami. Puji Tuhan, hingga hari ini kemesraan itu tidak hilang atau sekedar memudar. Saying i love you is still a part of us. Kami masih tertawa dan suka konyol bersama, pun kami masih nyaman dengan candaan kami. Good night kiss masih menjadi bagian hari-hari kami dan dilakukan bukan karena rutinitas tentu (ooppsss…kalo soal ini gak bisa dilanjutin ceritanya….hihihihi). Saat tidur pun meski tak bisa peluk-pelukan seperti dulu lagi, soalnya selalu ada Raja di antara kami, tapi kami masih pegangan tangan atau at least kaki kami saling bersentuhan…

Meski banyak hal yang tetap tidak akan sama lagi seperti dulu sebelum memiliki anak, tapi sekali lagi kami bisa bersyukur bahwa kami masih mesra dan sepertinya masih bisa bikin iri hingga saat ini. Mesra dan bikin iri bukan dalam artian karena jalan kemana-mana bergelayutan gak jelas gitu lho ya, tapi dengan dia yang bolak-balik nyariin ukuran dan model yang pas untuk istrinya yang lagi di dalam fitting room di toko baju sudah cukuplah membuat para tante dan eh, para gadis juga memandang iri ke saya…hihihihihi…

Semoga aja, kemesraan ini bisa berlanjut terus ya paaa…. jangan pernah ada kebosanan di antara kita. Jangan sampe hal-hal konyol yang selama ini buat kita lucu kemudian menjadi menyebalkan karena rasa sayangnya sudah terkikis. Moga sampe jadi ompung boru dan ompung doli juga kita masih tetep seperti ini ya pa..

Meski di depan kita akan lebih banyak lagi tantangan yang kita hadapi yang bisa membuat kita mengurai air mata atau bahkan mengumbar amarah, tapi semoga kita selalu ingat semua masa yang sudah kita lalui untuk sampai di tahap itu ya pa…

Aku sayang kamu, sangat!

Aku cinta kamu, banget!

I love you, so much………………….

Iklan

54 respons untuk ‘When Samosir Meets Krones : After Having A Child….

  1. so sweet banget ceritanya. bersyukur sekali ya dapat pasangan yang sama-sama bisa mengungkapkan rasa cinta juga romantis. Justru dari film-film itu kita bisa ambil hikmahnya syukur-syukur kita bisa mengikuitnya , hal positif tentunya

    1. Hehehe…iya, mbak, dr film kita memang bisa belajar banyak juga, tergantung bagaimana kita menarik pelajaran itu 🙂

  2. Hmm…so sweet…agak mewek nieh bacanya….pada bagian bagian tertentu…:) …jadi mikir mikir…antara saya dan Ayah kinan…:)..Yah kalo diantara kami disiang hari komunikasi kurang karena tak banyak waktu …saat kinan udah tidur ..barulah our time, ngobrol ngobrol dari hati kehati…terus mengingat masa masa indah …. dengan begitu rasanya hubungan kembali segar…:) …sentuhan kecil dan perhatian perhatian…:) walaupun ayahnya kinan nggak romantis blasssss..nggak papa saya akhirnya yang ngalah untuk memberikan perhatian lebih ..dan sok sok romantis…hehehe…:)
    ikut bahagia dan senang membaca nya mam..semoga keluarga kita selalu langgeng dan bahagia..kuat,tegak dan kokoh menghadapi segala cobaan…*halah bahasanya 🙂

    1. Hahaha…. yang pasti, kita dikasih pasangan yang paling tepat dan bisa mengimbangi kita, mam. Ayahnya Kinan dikasih istri yang romantis supaya bisa mengimbanginya kan… 🙂

      Amiiinn…semoga keluarga kita sll kokoh, mam 🙂

  3. Seru banget Jeng baca ceritanya :D. Jadi inget konseling pra nikah dulu, juga dinasehatin supaya ga kehilangan yang namanya romantisme. Iya lah, mo romantis-romantisan sama siyapaa kalo ga sama pasangan sendiri, iya kan?
    Btw jadi geli sendiri baca tingkahnya Raja yang ketok-ketok pintu, hiyaaa :D, soalnya punya pengalaman yang hampir sama, wkwkwk 😀 😀

    1. Di konseling pernikahan memang selalu ditekankan soal ini ya jeng… ya, karena memang penting banget 🙂

    1. Hahahaha….kalo soal itu gak berani ah, tar jadi lebih heboh lagi daripada kasus si peterpong 😀

  4. so sweet banget ya mba.. baca ini menambah inspirasi utk selalu mesra dan selalu cinta kepada pasangan..

    menghidupkan romantis di dalam rumah tangga itu penting bangeet..buat menjaga ke kekalan hubungan. 🙂

    1. Betul, mba, pentiiiinnnggg banget supaya tetap langgeng. Kalo mau pernikahan langgeng, memang butuh usaha kan?

  5. saya menangis membaca ini…

    bukan karena saya menganggap ini sesuatu yang tidak masuk akal

    karena saya iri, bukan karena saya benci, tapi karena saya bahagia di luar sana yang berbahagia dengan sebuah pernikahan sedangkan saya telah melihat sebuah pernikahan yang telah berusia 30 tahun yang tidak menyenangkan….

    saya juga masih menunggu seseorang yang bisa membahagiakan saya.

    Setidaknya saya tidak mengulang sejarah pernikahan ibu saya yang sampai sekarang masih berlangsung tidak menyenangkan…

    1. Semoga pengalaman orang tua ini bisa menjadi pelajaran for you, dear, and i pray you may find the right person for you. Jangan lupa, buka mata, buka hati, buka telinga ketika dalam masa PDKT, supaya gak salah pilih dan terutama teruslah berdoa..

      I pray also for your mom and dad, dear…

  6. Menganalisa komentar-komentar para sahabat di atas, saya menilai bahwa tulisan dan kehidupan pribadi anda sangat menginspirasi. Hihihihihi… Mesra terus yaaaa…. Seneng banget bacanya…

    1. Hehehe…yang namanya kemesraan selalu jadi inspirasi, No 😀

      Amiinn…semoga keluargamu juga mesra terus yaaa….

  7. Oiya, satu lagi… awardnya belum kuteruskan.. hiks.. inet di kantor lemooott…. gak bisa posting, padahal udah pengen cerita banyaakkk… bisanya cuman komen-komen kayak gini nih

  8. Ah…seneng deh baca kemesraan mama dan papanya Raja terutama yang bagian mandi bareng hahaha ups :D. Saya sangat setuju, kemesraan suami istri harus terus dipelihara. Dan setiap pasangan memiliki cara yang berbeda pastinya. Semoga mam Allisa dan suami selalu mesra ya, selamanya. Amin 🙂

    1. Betul bund, masing-masing pasangan pasti ada aja caranya untuk menjaga keharmonisan rumah tangga. Asal gak pernah lupa dan mengabaikannya aja 🙂

      Semoga BunDit dan AyDit juga selalu mesra yaaaa 🙂

  9. amiiin .. moga tetep mesra dan langgeng sampai maut memisahkan yaaah.
    emang banyak pasangan yg sdh menikah lalu beranak pinak .. kemesraan langsung byar hilang entah kemana. Si ibu sibuk sama anak2, si bapak makin sibuk nyangkul. hehehe

    1. Betul, karena banyak pengalaman seperti itu, maka kami berusaha supaya tetap mesra. Anak2 memang menyedot banyak cinta, tapi ada yang bilang jangan sampai lupa dengan cinta pertama : suami/istri kita 🙂

  10. So sweet Say. Hehehe, gw juga berpikiran smaa dengan dikau, bahwa yang namanya kemesraan kudu selalu dijaga. Mengenai mandi bareng ituh misalnya, hehehe gw juga ko sometimes melakukannya kalo waktu dan situasi mendukung. Terus gw juga selalu motongin kuku Abang setiap minggu. Hehehe, bagi gw itu romantis bange boooo

    Apapun ituh, kita harus bersyukur Lis diberikan pasangan yang mau mengerti kita luar dalam (baca: mau mnegreti betapa dangdut bininya padahal umur udah merangkak menuju kepala 3 hehehe)

    Salam metal untuk laki lo dari laki gw. Kapan yah Say kita bisa ketemuan? Dikau maen2 ke Miri atuuuuhhh 🙂

    1. Hihihihi….apapun itu, asal dilakukan dengan sayang, bisa jadi romantis ya San? 😀

      Toss ah sesama istri dangdut, untuk nikahnya bukan sama pedangdut :p

  11. senyamsenyum sendiri, inget diri sendiri,,, hehehehehhehe…
    jadi pengen bikin kamarmandi dalam kamar.. heu heuuuuu

  12. aih mba alissa…ceritanya seruuu..
    apalagi bagian mandi barengnya..huhuuuuu…selama ini cuma bisa di kamar mandi hotel doang..
    ga bisa sering-sering..wkwkkwwkkk…berat di ongkos..
    didalem kamar ga ada kamar mandi soalnyah..

    1. Hihihi..kamar mandi kami juga gak di kamar, mba, tapi mmg lokasinya persiisss di sebelah kamar dan hanya khusus digunakan untuk kami 😀

  13. aaaaa so sweet….. soal romantisme emang mama papa raja nih patut dicontoh deh 🙂
    aamiin… semoga api cinta tetap membara ya mam.
    Ngga bisa dipungkiri setelah ada anak pastinya banyak penyesuaian yang harus dilakuin, tapi smoga romantisme-romantisme masih bisa diselipin diantara rutinitas soal anak.
    mesra terus ya mama papa raja… 🙂

    1. Betull..betul…betul…

      Setelah punya anak banyak yang berubah, tapi tinggal gimana kita mengatur kondisinya supaya yang romantis2 tetep ada 😀

  14. pas baru baca artikel fase2 dalam pernikahan..trus baca ini..passs banget..
    jd senyum2 n terharu juga..
    kalau mandi bareng aku jg suka..hehehe 😀 oh iya udah nyoba luluran bareng jeng? asik jg tuh
    untuk masa2 terberatku pas habis melahirkan anak ke-2 tapi alhamdulillah skr udah makin membaik lg
    Semoga makin mesra terus ya jeng karena itu bisa menjadikan hidup ini lebih berarti 🙂
    Nitip sun sayang juga buat Raja 😉

    1. Saya kalo luluran pasti suami yang bantuin, jeng…dan memang, menyenangkan!! 😉

      Setiap pernikahan pasti ada aja fase2 berat ya mbak, tapi semoga cinta di antara suami dan istri justru semakin kuat ketika melewati fase itu 🙂

  15. Seneng banget bacanya. jadi mesem2 sendiri. banyak kesamaan ternyata. kadang aku berpikir, kalo kami sudah kumpul bersama satu atap, apa masih seromantis sekarang, karena setiap hari ketemu heheh. Tp semoga kemesraan itu akan selalu abadi untuk kita semua ya jeng.. Amin.

    *kiss.kiss buat Raja

    1. Dulu aku juga sempat terpikir begitu, jeng. Tapi ternyata setelah dijalani, ternyata kami malah lebih romantis dibanding sebelumnya….yah, yang namanya cinta, jeng 😀

  16. Ih bener banget, Mbak. Aku sama suami juga rasanya masih kayak pacaran aja.
    Emang bener sih anak adalah terpenting, tapi bukan berarti hubungan kita boleh hambar karena udah jarang mesra-mesraan, jarang bilang ” I love you” *walopun bagi sebagian orang itu dangdut banget. Ya kan? Semoga kita semua berjodoh dengan pasangan sampai mau memisahkan ya, Mbak

  17. baru inget aku belum baca link yg kamu berikan 🙂 … nih postingan terbit wkt aku blom kenal kamu ya 😉

    btw, postingan spt ini nih bagus buat memberi semangat kpd yg lain bahwa masa masa mesra bukan hanya pas hbs nikah saja, soal honeymoon, kami selalu melakukannya sekali setiap tahun 🙂 emang honeymoon milik yg baru nikah saja xixixixixi

    tiap pasangan emang punya cara tersendiri utk merawat dan mempertahankan kemesraan ya, dan bener sekali salah satu yg terpenting adalah komunikasi apapun bentuknya, krn rasanya byk pasangan yg kehilangan komunikasi satu sama lain krn kesibukan mengurus anak, dan kerja, pasangan spt ini buaaaaaaaaaaaanyaaaaaaaaakkkkkkkk sekali 🙂 termasuk tidur di bed yang berbeda, atau di kamar yg berbeda hanya karena sdh punya anak, yg ini juga buanyaaaaaaak sekali rasanya di sono ya, heran juga kalo dah nikah tapi tidur di tempat berbeda khan namnya pisah ranjang ya .

    kalau aku sama suami krn blom punya anak ya waktunya msh byk buat berduaan, bersepeda tentunya hampir tiap hari, kayak anak remaja saja cekakan sepanjang jalan atau kebut2 an 😀 Kalau malam sebelum tidur ada juga ritual saling mengucapkan terima kasih atas semua yg telah diberikan satu sama lain, dan saling curhat juga.

    rasanya memang semuanya kalau sudah dibiasakan sejak awal mula maka tak akan kesulitan bagi suami istri utk selalu melakukan hal hal positif yg akan membuat tali perkawinan tetap indah dan menguat dr waktu ke waktu

    semoga mama n papanya Raja selalu mesra dan bahagia selamanya ya, pasangan spt kalian patut dijadikan contoh buat pasangan yg lain spt Gudrun dan suaminya bahwa kemesraan tdk hanya bisa dirasakan saat awal2 nikah saja, tapi saat sdh punya anak juga msh bisa dirasakan tergantung mau apa nggak pasangan itu mengusahakannya

    Have a beautiful weekend !! 🙂

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s