Farewell Lahat… Farewell Tebing Tinggi

Tanggal 26 – 27 Mei yang baru lewat kami melakukan perjalanan ke Lahat dan Tebing Tinggi dalam rangka serah terima jabatan Manajer Ranting Tebing Tinggi juga sekaligus acara perpisahan.

Tanggal 26 pagi, kami berangkat dari rumah. Agak telat sih, harusnya berangkat subuh jam empat, eh, molor sampe hampir jam 5 pagi. Bukan karena persiapannya yang lama sih, lha wong tinggal ganti baju trus naek mobil aja kok, tapi karena Raja yang gak mau diajak berhenti mimid. Padahal udah dibilangin tar lanjut mimid lagi di mobil setelah mamanya cuci muka trus ganti baju dulu dan Raja sendiri pipis dulu biar tar di jalan gak minta pipis lagi. Dooohhh….membujuknya lama banget. Trik si papa ngebangunin si Raja dengan menirukan suara kokok ayam kali ini tidak laku sama sekali. Setelah hampir sejam di mana segala usaha kami gagal total, tiba-tiba Raja mendapat ilham, langsung melek, melepas mimidnya, bangkit, turun dari tempat tidur lalu dengan tanpa rasa bersalah ngomong, “yok…kita naek obil, mo pegi ke lahat!” hadeeehhh!!!! 😀 😀

Puji Tuhan, perjalanan kami selama 5 jam pagi itu aman dan sejahtera. Raja juga sama sekali gak rewel. Kalo capek dan ngantuk ya dia tinggal tiduran di atas bantal Barney-nya. Kalo lagi melek ya Raja dengan santai menikmati dan mengomentari pemandangan yang dilihatnya. Paling seneng kalo ngelewatin rel kereta api tapi sayang justru pas keretanya lewat, Raja malah sedang dalam posisi tertidur. Raja juga menikmati sarapannya  yang dibawa dari rumah di perjalanan ini. Semangkuk bubur cheese oatmeal berhasil masuk dengan lancar ke dalam perutnya 😀

Feel so comfort with his Barney pillow

 Pukul sepuluh kami tiba di hotel Bukit Serelo trus langsung masuk ke suite room-nya.

Serah terima jabatan berlangsung pagi hari itu juga di Kantor Cabang Lahat. Karena pengganti si papa di Tebing Tinggi belum ada, jadinya serah terima dilakukan dengan manajer cabang Lahat aja. Acaranya bentar aja, hanya sejam.

Makan siang kami lakukan di kamar hotel *percayalah, di Lahat tidak banyak tersaji pilihan resto lezat! 😀*. Sebenarnya Raja sudah pengen nyemplung berenang tapi puji Tuhan, Raja termasuk anak yang mudah dikasih tau untuk hal-hal yang beginian. Jadi Raja bisa ngerti begitu kami bilangin kalo di luar masih panas, jadi mending tar sore aja baru nyemplung ke  kolam. Puji Tuhan juga, selama perjalanan ini Raja makannya pintar banget. Hari pertama, menu makan siangnya adalah nasi plus mujair goreng plus sup ayam. Mujair gorengnya yang seekor ternyata kurang buat Raja, hihihihi…. Nasinya juga tandas lho, tinggal supnya aja yang bersisa karena memang supnya banyak banget porsinya kira-kira untuk dua-tiga orang dewasa lah…

Menunya sederhana, hanya sup ayam dan mujair goreng tapi sukses membuat Raja ngiler 😀

Sore, sekitar jam tiga, cuacanya udah enak banget. Cerah, tapi gak panas. Kami pun memutuskan turun ke kolam. Kali ini Raja memilih maen di kolam bentuk persegi alias kolam untuk orang dewasa. Awalnya, hanya Raja dan si papa aja yang turun, saya duduk-duduk aja di pinggir kolam sambil foto-foto, soalnya kelupaan bawa baju renang. Tapi lama kelamaan gak tahan juga saya pengen nyemplung, secara saya cinta banget berenang, jadi mana mungkin tahan melihat kolam asik begini dianggurin, hehehe…. Langsung deh saya pun ikutan nyemplung dengan kostum renang seadanya : kaos dan celana pendek…hihihihi…. Asiiiikkk banget rasanya berenang sore itu. Gak hanya Raja yang keasyikan, tapi saya juga berhasil memuaskan hasrat renang. Lumayan, dapat beberapa kali putaran dan ternyata saya memang tak sanggup lagi berenang secepat dulu. Mungkin karena sudah bertahun-tahun tidak latihan untuk kompetisi kali’ yah….

Look…how happy he was 🙂

O ya, yang menyenangkan juga dengan renang kali ini adalah karena Raja mulai berani belajar lompat ke dalam air dari pinggir kolam. Kemajuan nih, karena sebelumnya Raja masih takut kalo ditantang loncat dari pinggir kolam. Kemarin, karena dilihatnya beberapa anak berumur 8-10 tahun bermain seperti itu, makanya Raja merasa tertantang untuk nyoba dan ternyata anak ini malah keasyikan dan tertawa-tawa ketika tubuhnya nyemplung ke dalam air.

he’s getting braver 🙂

Setelah renang selama sejam, kami balik ke kamar, langsung pada mandi di mana setelah mandi Raja justru ketiduran dengan sangat lelap dan bangun kelaparan hingga menghabiskan ikan nila sebesar ini 😀

…just for Raja…

Daaaannn…gara-gara tidur sore tadi, malamnya Raja susah banget diajak tidur. Jadilah anak ini begadang sambil nonton Thomas and Friends dari YouTube pake Galaxy Tab papanya sementara papa dan mamanya ngorooookkk…hihihihi…. Udah hampir jam 1 pagi baru Raja juga akhirnya menyerah oleh rasa kantuknya dan kemudian ikutan ngorok bersama kami setelah sebelumnya membangunkan saya untuk mimid tentunya 😀

Beginilah anak-anak jaman sekarang…kecil-kecil udah melek teknologi 😀

Esok harinya, pagi-pagi kami segera bangun dan bersiap-siap. Sebelum check out, kami sarapan dulu di resto hotel di mana kami semua sepakat makan bubur ayam ditambah roti selai saja. Sehabis sarapan, kami pun segera check out karena perjalanan akan dilanjutkan ke Tebing Tinggi.

Di sepanjang jalan ke Tebing Tinggi, lagi-lagi Raja tertidur setelah sebelumnya agak protes karena menurutnya seharusnya pagi ini ia berenang….hihihi…kasian…

Perjalanan ke Tebing Tinggi memakan waktu sekitar dua jam. Medannya berupa tanjakan berkelok-kelok, kalo tidak terbiasa berada di jalan seperti ini, dipastikan bakal mual dan muntah.

Pukul sepuluh pagi, kami pun tiba dengan selamat di kantor PLN Tebing Tinggi. Suasana di sana sudah meriah, para staf dan undangan sudah berkumpul semua. Saya sempat kaget dengan suasana ini, karena tadinya pikirnya ini hanya perpisahan biasa tanpa acara-acara seperti ini. Eh, gak taunya disiapkan pula tenda dengan segala hiasannya plus ada organ tunggalnya juga yang menyajikan musik dangdut khas melayu banget. Makanan yang disajikan secara prasmanan juga terlihat melimpah. Mungkin memang jika dibandingkan dengan pesta yang sering kita hadiri, buat sebagian orang acara ini terkesan ‘kampungan’, tapi di mata kami, semua yang telah mereka lakukan ini sangat berarti dan membuat kami terharu. We know, they did all the best they can and we appreciate them for that…..

Begitu mobil kami masuk ke komplek kantor, Raja langsung terbangun demi mendengar suara organ tunggal yang super meriah. “Suara apa tuh??? Waaahhhh….rame kaliiii!!!”, gitu katanya dengan mata yang mengerjap-ngerjap antara penasaran dan menahan kantuk yang masih terasa 😀

Si papa turun duluan dan langsung disambut oleh para subordinate-nya. Saya masih belum turun karena selain masih harus nungguin Raja yang lagi digantiin bajunya sama si suster, saya juga masih ngurusin masalah di kantor by phone. Eh, gak taunya rombongan para ibu juga gak mau ketinggalan menghampiri mobil kami dan berbaris di depan pintu untuk menyambut saya turun. Haduh….rasanya masih belum terbiasa diperlakukan dengan penuh hormat seperti ini niiiihhhh 😀

Begitu saya turun, satu per satu para ibu menyalami saya kemudian saya diantarkan untuk duduk di samping si papa. Segera setelah itu, acara pun dimulai. Kami, suami dan isteri ini tentu saja didaulat untuk menyampaikan kata sambutan. Di menit pertama si papa memulai kata sambutannya, Raja yang baru pertama kali melihat orang tuanya bicara di depan umum seperti ini langsung terkesima lalu dengan polosnya berseru dengan suara yang cukup kencang volumenya, “Wooowww….hebat papanya!!!!” and people laughed as they heard that 😀

Selain menyampaikan sambutan, kami juga didaulat untuk menyanyi. Hadeehh…ini bagian yang berat untuk saya, secara suara saya dipakai untuk ngomong aja fals, gimana buat nyanyi???? Hiiikkkksss…. Tapi mo gimana lagi, kata orang, salah satu keahlian yang harus dimiliki oleh pejabat dan istrinya adalah menyanyi, meski keahlian itu hanya sebatas di bisa menyanyi saja… Ya sudah, mo gimana lagi, setelah giliran si papa, saya mau gak mau harus maju, tapi supaya gak nampak bener gak bisa nyanyinya, saya pun mendaulat para ibu untuk bernyanyi bersama saya…hihihihi…gotcha!!!

Nah, pas saya lagi nyanyi ini, Raja yang melihat papa dan mamanya bergiliran untuk maju ke depan, mulai deh cranky. Kenapa??? Karena dia juga pengen maju ke depan dan bernyanyi sendiri!!! Saat saya sedang bernyanyi dengan para ibu, Raja merengek dari tempat duduknya, “Sudah mamma…sudah…. Yaja mo nyanyi Thomas e fennn!!!!” wkwkwkwkwkwk…..

Daaannn….begitu saya selesai bernyanyi, Raja dengan full confidence langsung maju ke depan, mengambil mikropon dari tangan saya, dan mulai bernyanyi the theme song of Thomas and Friends di mana orang-orang bengong karena gak tau apa yang dinyanyiin oleh Raja…hihihihi… Selesai sama lagu itu apakah Raja puas??? Maaf pemirsa, tapi belum. Raja masih lanjut lagi dengan menyanyikan ABC’s song di mana setelah selesai ia bernyanyi, orang-orang langsung memberikan tepukan tangan meriah. Tepukan tangan itu cukup membuat Raja puas, hingga setelah itupun ia langsung turun panggung dengan bangganya…. :mrgreen:

Sayang seribu sayang, saking terpesona dan salutnya kami oleh keberanian putra pertama kami ini, sampai lupa deh ngambil fotonya…haduuuuhhh….nyeseeeelll!!!! Padahal biasanya Raja ngapa-ngapain aja difoto, eh, malah pas moment penting gini malah urusan foto gak keinget lagi. Tapi ya sudahlah, yang penting ceritanya saya dokumentasikan di sini, supaya jejak sejarahnya tetep ada :mrgreen:

Setelah beberapa rangkaian acara, kami kemudian bersama-sama menyantap hidangan makan siang dan kemudian seluruh rangkaian acara itu diakhiri dengan saling memberi kenang-kenangan dan foto bersama.

PLN Tebing Tinggi dengan kesederhanaannya 🙂
Ibu yang pake jilbab merah itu sudah punya cucu yang lebih gede daripada Raja, dan beliau teuteup memanggil saya IBU…hadooohhh :mrgreen:

O iya, si papa juga sempat melakukan tendangan pertama ke gawang di atas lapangan futsal yang baru saja selesai dibuat seminggu yang lalu. Lapangan futsal yang juga kompatibel dengan lapangan bola voli itu sudah dicita-citakan si papa untuk dibuat di halaman kantor PLN Tebing Tinggi sejak awal ditugaskan ke unit ini dan baru terlaksana pengerjaannya sebulan yang lalu. Pengerjaannya selesai tepat di minggu yang sama kami menerima kabar kepindahan si papa. Hingga sekarang, belum pernah sekalipun si papa bermain di lapangan itu dan yah, pada akhirnya lapangan itu menjadi sebuah kenang-kenangan untuk PLN Tebing Tinggi 🙂

Lapangan futsal yang menjadi kenang-kenangan untuk PLN Tebing Tinggi 🙂

Dari para staf, kami juga menerima cukup banyak kenang-kenangan termasuk valuable things seperti yang ada di dalam empat kotak kecil di foto di bawah ini.

Thanks PLN Tebing Tinggi 🙂

Perpisahan di Tebing Tinggi kemarin cukup mengharukan. Puji Tuhan, para staf di sana sangat terkesan dengan kepemimpinan si papa. Suasana di Tebing Tinggi yang tadinya tidak kondusif, menjadi sangat baik setelah si papa bertugas di situ. Puji Tuhan, kami percaya itu oleh karena hikmat Tuhan saja dan kami berdoa semoga setelah ini PLN Tebing Tinggi akan mendapatkan manajer yang lebih baik lagi…

Setelah bolak-balik mengucapkan salam perpisahan, akhinya sekitar pukul 2 siang kami meninggalkan Tebing Tinggi dan melaju menuju Palembang. Perjalanan yang sangat panjang dan melelahkan hingga kami baru tiba di Palembang hampir tengah malam.

Puji Tuhan, meski lelah, tapi ada banyak sukacita dan bahagia yang kami rasakan.

Esok harinya, kakak ipar saya dari Jakarta yang adalah pengusaha songket datang ke Palembang untuk yang kesekian kalinya. Meski kami masih berasa lumayan capek setelah perjalanan panjang malam sebelumnya, namun di paginya tetap saja kami merasa bersemangat melayani kakak kami ini untuk berburu songket di berbagai penenun dan penyalur selama dua hari. Puji Tuhan, perjalanan bisnis kakak ipar saya ini juga berlangsung lancar hingga kemudian kembali ke Jakarta di hari minggu malamnya.

Ah, betul-betul minggu yang lumayan sibuk untuk kami, tapi puji Tuhan, semua terasa amat sangat menyenangkan 🙂

Iklan

31 thoughts on “Farewell Lahat… Farewell Tebing Tinggi

    1. Hihihi.. yang mengenalkan Barney ke Raja yang siapa lagi kalo bukan mamanya, mbak Lid. Dan mamanya jelas suka sama Barney soale warnanya ungu :mrgreen:

  1. Haduh mama raja..terbuai membaca ceritanya dan membayangkan bagaimana kurang lebih suasananya…saya mengikuti banget..mulai dari perjalanan sampai sambutan di tebing tinggi yang meriah,sampai bang raja yang nyanyi, berani yah bang raja didepan banyak tamu…..waduh…ikutan heboh membayangkannya 🙂 …kinan masih suka malu malu…diem gitu waktu kemarin ke ultah kawannya suruh nyanyi..jadinya mamanya lah yang akhirnya nyanyi..hehehe…
    bersyukur yah mama raja banyak yang perhatian dan terkesan dengan kepemimpinan papa raja..terbukti meriahnya sambutan dan cinderamata bukti mereka sayang dengan keluarga mama raja 🙂

    1. Wah, Kinan bersyukur punya mama yang bisa nyanyi…kebalikan sama Raja. Anaknya doyan nyanyi, mamanya malah keder kalo disuruh nyanyi..

      Amiinn…semoga mereka tetap mengenang kami yang baik2nya mam, hehehe…

  2. Raja hebat ya, berani tampil depan umum tanpa malu, pasti gara2 makan ikan tuh .. hehehe *nyambung gak ..

    Mudah2an selalu banyak dapat berkah ya …

  3. Senang ya, Jeng akhirnya acara yang melelahkan itu selesai sudah, hehe… Sekarang baru sedang enjoy2nya nih berkumpul sebagai sebuah keluarga nih.
    Btw, Jos juga suka ikan. Ikan goleng. Pernah aku buatin pindang tapi ga begitu suka dianya. Emang kok, kalo sedang berpergian lihat anak makannya pinter jadi tenang deh 🙂

    1. Raja juga kurang begitu suka sama pindang, jeng, mungkin karena rasa bumbunya yang terlalu terasa jadi masih kurang bisa diterima anak-anak…

  4. Senang ya, Jeng, akhirnya acara yang melelahkan itu selesai sudah, hehe… Sekarang baru sedang enjoy2nya berkumpul sebagai sebuah keluarga nih.
    Btw, Jos juga suka ikan. Ikan goleng. Pernah aku buatin pindang tapi ga begitu suka dianya. Emang kok, kalo sedang berpergian lihat anak makannya pinter jadi tenang deh 🙂

  5. Waw…saya ikut terlarut dengan suasananya saat membaca cerita di atas. Raja hebat nih sudah berani nyanyi di depan org banyak. Lucu deh, ngebayangin Raja turun dr nyanyi dg bangga hehehe. Liat Raja renang jd inget lama gak ngajak renang Dita nih, pas liburan ada acara mulu Semoga selalu sehat ya buat mam sekeluarga 🙂

    1. Kami juga kaget dan surprise Bun ngeliat keberanian Raja…saking kagetnya sampe lupa direkam, hehehe…

      Amiiinn…semoga Bundit sekeluarga juga selalu diberkati Tuhan yaaaa… 🙂

  6. wah lis berarti ojt 7 udah gak ada lagi ya yang di lahat
    dulu kan kalo gak salah yang disana teguh,windra,poltak ya
    poltak yang terakhir out nih
    hehe

  7. Dari ceritanya bisa berasa ikut suasananya..
    Suka pas raja berani lompat dari tepi kolam renang..trus pas Raja nyayi di depan orang banyak..hebat ya Raja dan pasti nggemesin banget, tante jd ikut bangga jg loh sayang 🙂
    Wah raja mamamnya banyak jg ya..sip sip..
    Berarti sekarang udah ngumpul ya mam mama & papanya Raja?

    1. Wah, tks juga mbak Rully sudah ikut bangga untuk Raja, hehehe..

      Iya mbak, kami sekarang sudah ngumpul…hoooorraaayyy!!!!

  8. Hepi bangt pastinyaaa…. ikut seneng bacanya… selamat ya….
    oiya, raja ebaaattt……. ayo mama diajarin nyanyi, bang… hihihihihi

  9. waaaa Raja hebat ih nyanyi depan org banyak 🙂
    itu raja asik banget ya mam tidurnya sampe jam 1 malem padahal papanya udah ngorok hihihi…
    aku udh duga mama raja pasti kostumnya ungu, eh ternyata bener di foto pake baju kembar ungu hehe.. 😀

  10. Waaah…tentunya Papa Raja sedih ninggalin rekan-rekan yang gitu perhatian ya, Mbak ?
    Tapi demi berkumpul dengan anak istri tercinta dan karir yang baru.
    Selamat bertugas di tempat baru, Papa Raja.
    Dan Mbak Allisa, selamat menjalankan rutinitas baru ya…

  11. Berkesan banget yah Say farewell part nya. Semoga manager yang baru (pengganti Papa Raja) bisa bikin suasana tambah harmonis di PLN Tebing Tinggi

    Btw Raja hebbat euy udah konser 2 album. Kapan2 duet yah sama Zahia 🙂

    1. Hihihihi….ayo Zahia, konser bareng Raja….pasti seru dan pasti langsung tanda tangan kontrak rekaman deh, ngalahin si Anang dan Ashanty :p

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s