There’s Another Wonderful Plan For You, My Dear Friend…

Mampir bentar…

Sejak siang kemarin, pikiran saya sering melayang pada teman baik saya di sini yang hingga sekarang masih berada di rumah sakit yang sama dengan tempat saya melahirkan Raja dulu.

Teman saya ini kemarin baru saja melahirkan dengan usia kandungan yang sebenarnya baru akan memasuki usia 7 bulan. Melahirkannya secara normal tapi dengan rangsangan. Mengapa harus melahirkan cepat? Sedih banget, karena jawabannya adalah karena bayinya telah kehilangan nyawa sejak hari senin malam tanggal 14 Februari 2011 kemarin….

Tak terbayang gimana perasaannya…

Kemarin, saat saya menjenguknya teman saya ini baru saja keluar dari ruang observasi sehabis bersalin. Ia masih terlihat sangat lemah dan begitu saya menghampiri, air matanya langsung menetes.

Sebetulnya saya tidak ingin menangis. Sungguh. Karena saya tau dengan menunjukkan kesedihan di depannya, teman saya ini justru akan bertambah sedih.

Tapi begitu melihatnya, saya tak kuasa menahan air mata. Saya gak sanggup untuk bilang, “Yang kuat ya” atau “Yang tabah ya….” semua kata-kata itu hilang. Yang bisa saya lakukan hanya merangkul dan menciumnya sambil menangis.. Saya tahu dengan menangis di depannya itu salah. Tapi sebagai ibu, saya bisa rasakan bagaimana pedih dan hancur hatinya…

Hingga saat ini saya masih belum dapat informasi penjelasan dokter tentang bagaimana bayinya bisa tiba-tiba tak bernyawa. Tak mungkin bertanya pada teman saya dalam kondisi masih kalut begitu, suami dan keluarga besarnya juga kemarin terlihat sibuk sepertinya mengurusi pemakaman bayi mungil mereka. Tapi kata kakak saya kemungkinan besar kasus yang demikian disebabkan oleh kekurangan oksigen, bahasa kedokterannya hipoksia.

Ah, teman, terakhir sebelum ini kita bertemu, dirimu terlihat sangat sehat dan segar, makanya kaget sekali waktu mendengar kabar itu..

Ah, teman, tak ada kata-kata penghiburan yang bisa ku berikan kecuali bahwa Tuhan Yesus selalu memberkatimu dan bahwa Tuhan Yesus punya rencana indah untukmu dan bayi mungilmu yang tak sempat merasakan pelukan hangat dan belaian kasih yang nyata dari mu..

Tetaplah kuat, teman..

Bersemangatlah kembali…

Dan ingatlah selalu, bahwa bayi mungilmu sekarang telah damai di atas pangkuan Bapa di taman surga yang indah…

Iklan

13 respons untuk ‘There’s Another Wonderful Plan For You, My Dear Friend…’

  1. Turut berbelasungkawa buat temannya ya mam. Sebagai seorang ibu emang kita bisa merasakan bagaimana kehilangan buah hati. Semoga temannya tabah dan kuat dan segera diberi amanah lagi untuk memiliki anak. Amin.

  2. Ya Allah…
    Bisa dimengerti posisi temennya Mbak dan posisi Mbak Allisa saat itu. Jika aku yang di posisi Mbak dan temen Mbak, mungkin tidak memerlukan banyak kata-kata…pelukan dan ciuman sudah cukup berbicara.
    Sebagai seorang ibu, aku juga turut merasakan duka temen Mbak.
    Tetap percaya bahwa segala sesuatu yang terjadi pasti ada hikmahnya dan semoga cepat diberikan pengganti ya.

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s