Christmas 2010 : Christmas Eve On The Air

*Udah basiiiii untuk cerita soal liburan Natal kemarin, tapi gak apa, saya tetap bertekad untuk menyicil ceritanya, sayang kalo sampe gak masuk di blog keluarga ini πŸ˜€*

24 Desember 2010, pesawat kami dijadwalkan berangkat dari Palembang pada pukul 10.45 pagi. Karena sejak malam sebelumnya persiapan sudah hampir rampung, maka pagi itu kami tidak begitu heboh lagi. Paling-paling ya saya bangun untuk beberes rumah, nyiapin sarapan, trus setelah itu siap-siap sambil memasukkan beberapa printilan ke dalam koper. Jam sepuluh kurang 15 menit, kami berangkat. Sebelumnya, cucian juga sudah kami bereskan dan dijemur di jemuran belakang dan dapur hingga tak ada pakaian kotor yang tersisa lagi. Sprei dari semua tempat tidur juga sudah pada dilepas-dicuci-dijemur. Kebiasaan saya memang kalo ninggalin rumah lebih dari seminggu semua sprei dilepas agar pas kembali lagi tak ada alasan merasa malas untuk tidak menggantinya dengan sprei yang baru :D.

Rasanya tenang banget ninggalin rumah dalam keadaan beres dan tidak grasak-grusuk. Selama kami pergi, rumah kami titipkan ke Asep yang memang masih bekerja untuk kami hingga tanggal 2 Januari 2011. Setiap sore, si Asep datang ke rumah untuk beberes sekalian mengontrol keadaan rumah. Terima kasih banyak, ya Sep. Meski sekarang Asep gak kerja untuk kami lagi, tapi semoga hubungan baik ini tetap terjalin dan semoga ke depannya Asep juga bisa sukses dan taraf hidup bisa meningkat. Amiin…

10 menit setelah berangkat dari rumah, kami sudah tiba di ruang check in. Si papa ngurusin check in dan airport tax, saya main-main dengan Raja yang asyik ke sana ke mari sambil membaca huruf dan angka. Sambil maen, sambil foto-foto juga, hehe, dasar narsis!!

Pesawat kami dijadwalkan take off pada pukul 10.45. 15 menit sebelum jadwal take off, kami sudah dipanggil untuk naik ke pesawat. Raja senangnya bukan main, berulang kali Raja berseru: β€œHoyeee….naik pasyuwat!!!”

Bahkan, ketika pesawat mulai mengudara, Raja berseru dengan penuh semangat: β€œHoyeee….naik ke atas auwan!!” Hehe, anak pintar! Raja memang udah ngerti banget soal naik pesawat ini dan karena Raja juga seneng sama mainan pesawat, makanya ni anak excited banget diajak naik pesawat gini.

Selama di udara, Raja tenang-tenang aja. Kadang liat awan, kadang minta dibacain cerita Daud dan Goliath dari buku Cergam Rohani-nya, kadang juga nyanyi. Overall, aman deh, Raja gak rewel sama sekali.

Nyampe Jakarta, kami pindah ke terminal IB di mana Opanya Raja sudah menunggu kami. Si Opa memang lagi di Jakarta setelah sehari sebelumnya menerima penghargaanΒ  untuk Bandara Pattimura sebagai bandara dengan pelayanan terbaik *Puji Tuhan, ini penghargaan kedua setelah sebelumnya juga penghargaan sebagai bandara terbersih dianugerahkan untuk Pattimura*. Omanya Raja sendiri sudah duluan berada di Manado. Seneng banget si Opa ketemu Raja, langsung deh Raja dibanjiri berbagai hadiah mainan yang memang sudah dipersiapkan si Opa. Katanya, biar Raja gak bosan nanti dalam penerbangan Jakarta – Manado yang membutuhkan waktu 3 jam 10 menit. Si Opa juga lumayan surprise ngeliat kemampuan berbicara Raja karena sebelumnya terakhir bertemu Raja belum berbicara selancar sekarang πŸ™‚

 

Play bubbles with Opa πŸ™‚

Lagi asik makan di cafe, tiba-tiba datang orang dari Maskapai bawain tiket untuk si Opa. Sebelumnya si Opa sudah pegang tiket tapi kelas ekonomi, jadinya ditukar dengan kelas bisnis. Enaknya si Opa ini, kemana-mana bisa naek pesawat di kelas bisnis dengan harga Rp 0,00 saja. Dan si petugas dari Maskapai gak hanya bawain tiket saja tapi juga membawa kabar kalo penerbangan kami yang tadinya dijadwalkan pada pukul 13.30 ditunda hingga pukul 16.30. Haiyaaahhh!!!!!

Karena bakal lumayan lama nunggu, kami akhirnya ngungsi ke Kedaton. Di situ kami menyewa satu ruangan, maksudnya sih biar Raja bisa enak istirahat dan kalo perlu bobo di situ. Eh, gak taunya Raja malah semangat maen di situ. Malah Opanya yang ketiduran sambil dipijat refleksi, papanya juga ketiduran karena kecapean, dan mamanya juga gak mau kalah ikutan merem karena keasyikan menikmati Java massage. Huahahahaha!!!

 

At Kedaton Airport Spa

Pukul 15.30, saya selesai dipijat, setelah itu bilas-bilas, pakaian, lalu ngasih ASI ke Raja yang sejak tadi udah lumayan sabar nungguin sampai mamanya selesai dipijat. Eh, gak taunya di situ malah Raja ketiduran, hampir bertepatan dengan boarding call untuk kami. Terpaksa deh Raja digendong mulai masuk ke gedung terminal, ruang tunggu, hingga ke dalam pesawat.

Setelah take off, kira-kira sejam kemudian Raja terbangun dan dimulailah segala perjuangan untuk membuat Raja tetap nyaman karena perjalanan masih dua jam lagi. Puji Tuhan, Raja mau-mau aja diajak bekerjasama dan malah jadi pusat perhatian penumpang lainnya di sekeliling kami karena semua celotehan lucunya dan juga hobi baca, hitung, serta tebak warnanya yang hampir semuanya bisa dilakukan Raja baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Agak terkejut para bapak itu ketika tahu Raja usianya belum ada dua tahun, hehe, puji Tuhan..

Sebenarnya jujur saja, yang bosan dalam perjalanan itu tak hanya Raja saja, tapi juga kami. Gimana tidak, jika mengikuti jadwal kami yang sebenarnya yaitu pada pukul 13.30 WIB, seharusnya dengan perjalanan selama kurang lebih 3 jam 10 menit, maka kami bisa tiba di Manado pada pukul 17.00 WITA *perjalanan dari Barat ke Tengah akan membuat kita hanya punya waktu 23 jam sehari sementara perjalanan dari Tengah ke Barat akan membuat kita menikmati waktu selama 25 jam dalam sehari*. Itu berarti, kami bisa dengan tenang menikmati Christmas Eve dalam suasana yang damai di rumah dan dalam kondisi tubuh yang juga tidak begitu kecapaian. Sejak jauh-jauh hari, saya sudah membayangkan kami beribadah Malam Natal bersama di Gereja lalu kemudian lanjut lagi dengan ibadah Malam Natal keluarga di rumah seperti yang dulu selalu kami lakukan. Suasana ibadah Malam Natal itu selalu saya rindukan karena rasanya sangat syahdu, teduh, dan damai. Ibadah yang hanya diterangi oleh cahaya lilin, diiringi lagu pujian Natal, dan di situ kami memanjatkan doa penuh ungkapan syukur bahwa Kristus lahir ke dunia sehingga manusia punya harapan untuk mengenal kebenaran dan memperoleh tiket masuk ke sorga…

Tapi apa daya, dengan adanya penundaan jadwal penerbangan, maka kami harus tiba di Manado lumayan malam dan sudah barang tentu, kami tak bisa lagi mengikuti ibadah Malam Natal di gereja dan paling hanya berdoa bersama di rumah saja. Jujur, awalnya saya merasa lumayan sedih. Sampai-sampai perjalanan itu menjadi terasa berkali-kali lipat lamanya. Sungguh, ini bukan suasana Malam Natal yang saya harapkan. Sempat menyesal mengapa harus ada penundaan jadwal. Mengapa kami harus masih berada di udara pada malam ini sementara seharusnya kami sudah berada di rumah, berkumpul bersama keluarga dan beribadah bersama…hikkkkssss…. Sempat ada rasa sedih dan kecewa di hati saya. Tapi sudahlah, mau bagaimana lagi. Yang penting penerbangannya lancar dan kami bisa tiba dengan selamat…

Kira-kira pukul 21.30 WITA, perjalanan udara kami akhirnya berakhir dengan selamat di Sam Ratulangi the International Airport of Manado. Pas landing, sempat ada ketegangan karena pesawat meluncur lebih cepat dan lebih lama dari biasanya di landasan pacu akibat licinnya landasan. Fiuuuhhh…rasanya lega dan bersyukur banget setelah akhirnya pesawat bisa juga berhenti dan parkir dengan selamat…

Dan setelah kami berada di gedung terminal dan berkumpul bersama Si Oma dan Papa Natan, barulah kami mengerti alasan Tuhan mengijinkan penundaan jadwal keberangkatan kami. Ternyata, sejak pagi Manado dilanda badai. Beberapa penerbangan sebelumnya sampai dibatalkan dan bahkan ada 1 penerbangan yang terpaksa dialihkan ke Makassar karena sama sekali tidak bisa mendarat di Sam Ratulangi.

Mendengar itu, langsung begitu banyak syukur kami naikkan buat Tuhan. Yupe, Tuhan memang selalu merencanakan yang terbaik hanya saja kita yang suka gak sabaran dan sukar untuk memahami bagaimana rencana Tuhan itu bekerja.

Wokeh deh…malam itu, setelah ngurus bagasi kami langsung pulang ke rumah. Wedewww…. di rumah telah tersedia aneka makanan yang bukan lagi hanya menggugah selera tapi yang membuat saya dan si papa agak-agak histeris, hehe, padahal si Oma bilang menu malam itu baru sebagian kecil dari menu yang dipersiapkan untuk Christmas day the day after…wewwww!!

Sehabis makan sekenyang-kenyangnya, kami ngobrol-ngobrol dulu sampe malam banget sampe kantuk benar-benar tak tertahankan lagi…

Dengan demikian, kami harus bobo dulu…

Then…see you on the next episode of Christmas 2010 The Series πŸ˜€

24 respons untuk β€˜Christmas 2010 : Christmas Eve On The Air’

  1. Waaww… cerita tentang christmas ya? Gpp belum basi kok. Lha kemaren malam, .waktu aku jalan-jalan ke salah satu pusat perbelanjaan di Solo, christmas tree n dekorasi natalnya masih terpasang dengan gemerlapnya :D. Ya,ya,ya… senang sekali kumpul dengan keluarga ya?

    Btw, aku baru mo ambil libur dulu ah ngeblog di blog yang biasanya. Lagi pengen konsen ke blognya Jos yang satu. Yoi, bertapa dulu, hihi…

  2. ih mama raja ceritanya kenapa bersambung…. pake delay segala kaya pesawat aja hehe…
    ditunggu mam lanjutannya kayanya seru banget deh eh di manado banyakin fotonya dong. aku paling seneng kalo mama raja cerita liburan yang banyak fotonya πŸ™‚

  3. Yah…, ceritanya belum selesai. Hmmm ditunggu next story nya. πŸ™‚
    dan betul jeng Lisa, segala sesuatu terjadi karena ada alasannya. dan pastinya itu alasan yg terbaik untuk kita πŸ™‚

  4. Mantaaafff, ditunggu sambuangnnya Jeng. Jangan lupa kue2nya dipotoin juga πŸ™‚

    Btw emang paling sebel yah boo kalo pesawat delayed. Pas kemaren dari KL mo balik ke Miri gw ilfill banget dah pesawatnya delayed 2 jam lebih. Udah mah Zahia lagi sakit, eh pesawatnya begituh pula. Hiks!!

    Ngomong2 Lis, kenapa Bokap lo bisa naek pesawat kelas bisnis dengan tiket 0 Rupiah? Pengeeeeennnn booooo πŸ™‚

    1. Iya, paling sebel kalo penerbangannya ditunda. Tapi sebenarnya kalo ditundanya karena pesawatnya ada apa-apa ato karena kondisi cuaca, keknya harusnya kita gak boleh kesel yah jeng…mending ditunda deh daripada kenapa2 πŸ˜€

      Papaku…hmmm…kenapa yah kok bisa gitu????? :mrgreen:

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s