Acne… A Skin Problem Never Ending Story…

Judul yang aneh.

Tapi memang bener kan, mungkin sejak jaman dunia ini diciptakan dan manusia jatuh ke dalam dosa, masalah tentang jerawat udah ada dan mengganggu, terutama buat para kaum hawa. Secanggih apapun dunia perawatan kulit sekarang, tak ada satu produk pun yang menjamin bahwa kulit kita bisa selamanya 100% bebas dari jerawat.

Sebenarnya untuk masalah kulit, saya termasuk beruntung. Tuhan menciptakan saya dengan tipikal kulit yang kata orang mulus, pori-porinya kecil jadi terlihat licin, warnanya juga lumayan cerah, dan tentu saja jarang sekali ada jerawat yang nyasar di wajah saya. Dan yang menyenangkan, saya memperoleh itu secara alami. Saya gak pernah melakukan facial di salon. Hingga hari ini saya juga belum pernah menyambangi klinik-klinik kecantikan.

Satu-satunya usaha yang saya lakukan adalah mendisiplinkan diri untuk merawat kulit. Kedisiplinan ini sudah saya terapkan ke diri saya sendiri sejak masih duduk di bangku SMP.

Untuk kulit wajah: selalu dibersihkan dengan facial foam setiap kali mandi. Setiap malam sebelum tidur, tak peduli apakah di hari itu saya ber-makeup ria atau tidak, saya harusΒ membersihkan wajah pake pembersih dan penyegar, setelah itu mengoleskan krim malam. Beberapa bulan terakhir, sebelum mengoleskan krim malam, saya terlebih dahulu mengoleskan virgin olive oil ke wajah (didiamkan sekitar setengah jam, lalu dibasuh air bersih). Setiap pagi setelah mandi, sebelum menggunakan foundation, terlebih dahulu saya mengoleskan krim wajah yang mengandung SPF 20 serta formula anti aging *yay…saya memang sudah mulai menggunakan krim yang ada embel-embel anti aging, kan ceritanya udah mulai masuk usia akhir 20-an… jangan menyesal kemudian, hehe*. Trus dua kali seminggu yaitu pada kamis sore dan minggu sore, saya membersihkan wajah saat mandi dengan menggunakan facial scrub. Untuk perawatan wajah ini, semua produknya saya menggunakan merk Nivea *kecuali untuk olive oil nya* yang sudah saya pakai sejak jaman SMA dan hingga sekarang saya tidak pernah berpindah ke lain hati πŸ˜€

Untuk kulit tubuh: yang pasti ya mandi dua kali sehari. Tapi saya tidak menggunakan sabun yang menggunakan detergen (kebanyakan sabun mandi ada kandungan detergennya lho πŸ™‚ ). Saya pakainya olive shower gel keluaran BodyShop. Sehabis mandi pagi, saya mengoleskan day lotion lagi-lagi dari Nivea. Untuk sore hari, sehabis mandi, saya mengoleskan olive body butter by BodyShop ke seluruh tubuh. Dan malam hari sebelum tidur *biasanya sudah dalam pe-we di atas tempat tidur niiihhh*, saya mengoleskan Nivea night body lotion. Trus setiap seminggu sekali yaitu di hari minggu sore, saya menggunakan olive body scrub.

Saya memang cocok dengan kedua brand yang saya sebutkan di atas. Dan sekali lagi, gak pernah terpikir untuk berganti.

Sounds ribet? Ah, gak juga. Saya sudah menjalani ritual itu sejak dulu, jadinya terasa biasa-biasa saja, dan malah kalo salah satu aja gak dikerjain rasanya gak enak πŸ˜€

Semua yang baca pasti bisa lihat. Saya tidak menggunakan produk-produk yang harganya fantastis. Sebenarnya kalo untuk perawatan kulit, masalah harga produk bukanlah yang utama. Yang paling penting adalah masalah cocok apa tidaknya. Dan saran saya, sekali nemu yang cocok, berhentilah untuk mencoba produk lain. Berusahalah supaya tidak termakan bujuk rayu iklan πŸ˜€

Tapiii…sekali lagi, bagaimanapun kita menjaga kulit kita, semulus apapun kulit ini, teteeeeppp aja paling gak sesekali ada aja jerawat yang mampir.

Begitu juga dengan saya.

Dan beberapa waktu lalu, saya sendiri sudah lupa kapan tepatnya, tapi kayaknya sih akhir tahun lalu, ada jerawat yang muncul di pipi kanan saya. Jerawatnya kecil, dan seperti biasa, hanya saya cuekkan saja karena toh tar bakal hilang sendiri seperti yang sudah-sudah.

Dan benar, dalam waktu kira-kira 3 hari saja, jerawat itu sudah pergi.

Dengan meninggalkan bekas.

Awalnya tak terlihat. Tapi makin lama, makin jelas. Biji jerawat yang mustinya ikutan pergi, ternyata terbenam di balik jaringan kulit.

Awalnya sih gak masalah, hanya agak menganggu aja. Ada bercak hitam di pipi, meski samar tapi gak enak aja diliat.

Tapi, yang tadinya gak masalah itu, kemudian mulai menampakkan ciri yang tidak baik. Kulit di sekitar biji jerawat yang terbenam itu mulai agak membengkak dan perlahan-lahan semakin membesar dan mulai mengeras. Sedih deh 😦

Tapi itupun, dasar saya memang agak malas kalo harus berurusan dengan dokter kulit, bekas jerawat yang membekas itu saya biarkan saja. Sebenarnya sih bukan murni malas, tapi susah ngatur waktunya itu, lho…

Saya mulai agak was-was, ketika kakak saya datang waktu libur lebaran kemarin, dan sekilas diperiksa olehnya, katanya ini bisa berbakat menjadi tumor, walaupun sifatnya jinak tapi karena perilakunya membesar maka sebaiknya cepat diangkat.

Namuuunnn….itupun saya masih berlama-lama menyelesaikannya.

Sampai akhirnya kira-kira tiga minggu yang lalu, ketika sedang ngobrol bersama kedua temen kantor saya, Puput dan Dania, gak sengaja kami ngomongin soal masalah kulit. Dania pengen ke dokter kulit tapi masih belum tahu di mana *ni anak memang aslinya Solo dan baru beberapa bulan tinggal di Palembang*, saya kemudian menyarankan ke dokter Suroso saja yang memang setahu saya adalah dokter kulit terkemuka di Palembang. Sekalian nemenin, saya juga pengen memeriksakan bekas jerawat di pipi saya itu.

Maka jadilah kami mengatur jadwal ke dokter Suroso di hari Jumat tiga minggu lalu.

Sekali lihat, si dokter langsung mengajukan untuk dibedah. Ya, saya juga sudah tau, hampir tidak ada cara mengeluarkan bekas jerawat ini selain dengan cara dibedah.

Ok, dok, in the name of JESUS, i’m totally ready for any surgery!

Kami kemudian membuat jadwal bedah ringan di hari Rabu tepat tanggal 1 Desember 2010.

Proses bedahnya berlangsung di siang hari. Saya disuntikkan obat bius lokal sebanyak dua kali. Lumayan sakit, bo’, tapi seperti yang saya bilang, saya tidak pernah takut sama segala bentuk surgery kayak gini. Puji Tuhan, saya diberi ketenangan, hehe…

Sekitar 15 menit setelah obat anestesi disuntikkan, proses bedah pun dimulai.

Dokter Suroso ternyata lumayan berhati-hati juga. Sebelum mulai, beliau memastikan letak tulang rahang dan pipi saya. Beliau juga merencanakan terlebih dahulu lebar dan panjang jaringan yang akan dibedah.

Proses bedahnya berlangsung cepat dan dalam beberapa menit kemudian, saya sudah bisa melihat isi kantung kelenjar yang selama ini mengakibatkan bengkak di pipi saya.

Menurut penjelasan dokter, biji jerawat yang tertanam itu menutup saluran keluarnya lemak. Pada akhirnya, terjadi tumpukan lemak yang membentuk kantung di bawah jaringan kulit. Kata dokter, jika tidak segera ditangani, akan semakin banyak lemak yang bertumpuk, kantungnya akan semakin besar, dan lama kelamaan bisa merusak jaringan di sekitarnya… hiiiyy…syerem juga siiiyy…

Puji Tuhan, semua akhirnya berlalu dengan baik πŸ™‚

Setelah pembedahan itu, selama seminggu ke depannya saya harus menggunakan perban di pipi saya. Sedikit gak nyaman, sih, tapi sudahlah…

Dan beginilah penampakan saya selama ada perban di pipi saya πŸ˜€

Perbannya Keliatan Kan?? πŸ˜€

Yang bikin risih, karena banyak yang mengira saya lagi sakit gigi dan lagi pake koyo…iiihhh…gak keren amat sih πŸ˜€

Dan syukurlah, hari Rabu kemarin akhirnya perban saya dilepas. Yeee….senangnya!!! Selamat tinggal perban, selamat tinggal biji jerawat, selamat tinggal bengkak. Akhirnya, pipi saya mulus kembali πŸ˜€ πŸ˜€

Ah, sekarang sudah weekend lagi.

Tar sore ada Ibadah Natal Keluarga Besar PLN se-kota Palembang.

Besok Sabtu, kembali kami berencana ngurusin Christmas Decoration at home seperti yang sudah kami lakukan dua minggu belakangan ini.

Hari minggu, ada pertemuan punguan Samosir yang mana dalam pertemuan ini terasa istimewa karena suasana Natal mulai dihadirkan.

Ah, bahagianya.

Tambah bahagia karena sejak tengah malam tadi si papa udah tiba di Palembang berhubung si papa juga diundang untuk menghadiri perayaan Natal PLN se-kota Palembang tar sore.

Asiiikk….asiiikkk….

Gak sabar jadinya….

Terima kasih Tuhan Yesus. This morning YOU provide us so many blessings and spirit πŸ™‚

Iklan

34 thoughts on “Acne… A Skin Problem Never Ending Story…

  1. Wah, yang di atas tuh salah ketik apa beneran Jeng, mandi 2 hari sekali? Kalau aku mandi sehari 2 kali, belum lagi ditambah bonus karena dimandiin Jos alias diciprati air sampai baju jadi basah, heu…
    Jangan kalah ma ikan ah, ikan setiap hari mandi lhoo……

    1. Huwaaaa…tengkyu so much for the correction, jeng Bekti…tuh udah diganti..hampiir aja aku dikira tarzan yg jarang mandi, hehe…

      Ih, klo sama ikan mah ya jelas kalah jeng. Dan yg jelas aku gak tertarik ngalahin mandinya ikan..ih, tar kulitku lumutan dunks πŸ˜€

  2. Lamaaaa…banget gak buka blogmu, Say. Kangeeennn!!!!

    Iyaaa waktu SMP dulu aku selalu suka liat kulitmu, Lis. Putih mulus dan aku gak inget pernah liyat ada jerawat disitu. Sampe skrg masih mulus aja ya, beda ama aku yang udah rajin facial tapi tetep aja ni pori-pori kayak kulit jeruk πŸ˜€

  3. Saya walaupun jarang dandan tapi selalu membiasakan diri membersihkan muka sebelum tidur. Sudah jadi rutinitas saja. Wah…serem juga ya bekas jerawat sampai dioperasi begitu. Gak takut mam? Saya paling ngeri kalau denger kata “operasi” walaupun operasi sekecil apapun. Oh ya FYI, ada kuis di blog saya, ikutan yaaaa… πŸ™‚

    1. Iya, bund, rajin bersihin wajah itu sbnrnya wajib hukumnya πŸ˜€

      Aku jg gak nyangka, bundit, lha jerawatnya kecil gitu kok ya bisa2nya sampe musti berakhir di meja operasi segala πŸ˜€

  4. wah,r ajin amat ya. kalo aku cuma pake sabun muka dari dokter aja. terus tidur deh. tapi emang sih pake make up apa enggak, tiap mau tidur pasti cuci muka dulu. btw, dulu akuk berjerawat banget…eh sekarang udah enggak lagi. berakhir dg sendirinya

  5. ” Untuk kulit tubuh: yang pasti ya mandi dua kali sehari. Tapi saya tidak menggunakan sabun yang menggunakan detergen”

    Sumpeh jeng aku langsung ketawa baca bagian itu πŸ˜€

    Wah patut di contoh nih langkah2 perawatan kulitnya. Aku termasuk orang yg malas perawatan, mungkin karena itu ya kulit wajahku gak mulus2 bgt, tp syukurnya jerawat juga jarang bgt sih singgah di mukaku. hehehe. jadi kepengen nyoba pake nivea juga hihi πŸ˜€

    1. Hiyakakakakak…malah mw langsung coba2 dia πŸ˜€

      Klo jarang2 ngerawat aja jerawat dah pada takut mendekat, apalagi klo rajin, wahhh…bisa2 nyamuk aja takut deket2 jeng πŸ˜€

  6. Ih Toss, Mbak Allisa.
    Aku juga pake yang cocok aja karena gak punya masalah dengan kulit. Kebetulan aku juga pake yang body shop. Tapi yang vit.E. Kalo pake yang mahal-mahal, asa rugi. Wong TBS aja cukup kok buat aku..nyehehehe

  7. Hehehe, setubuh dengan jeng Puti. walopun pake koyo dirimyu teteup keliatan terang benderang ko Lis *emang lampu?!*

    Btw jadi tertarik di scrub-in sama misua. Selama ini kan gw udah jarang luluran. tapi kalo sering2 jangan2 Zahia langsung cepet punya adik neh *hihihi ngomong apaan seh ekye!!*

    1. Lho, memang hubungannya antara scrubing dibantu misua sama punya dedek apa to San? Aku gak ngerti, maklum, belum lewat 18 tahun….hahahahahah…kabuuurrrr!!!!!

  8. wow body scrub dibantuin suami??? wah nampak plus plus tuh hahahah πŸ˜€
    eh eh eh, tapi mama raja emang bener lho, kalo perawatan itu harus dilakuin sedini mungkin.
    itu kan investasi ya mom, hasilnya nanti pas udah tua baru kerasa hehe…
    ah aku baca step2 perawatan mama raja jadi pengen lebih disiplin nih. aku masih suka bolong2 perawatannya, kadang ada step yang aku lewatin. ah jadi semangat lagi nih πŸ˜€

    1. Ehemmm…plus-plusnya apaan tuh, mam? hihihi… ah, kok jadi mikirin yang jauh-jauh niiihhhh..hihihi

      Ayo, mam, semangat ngerawat tubuh dan wajah, demi kebahagiaan suami…lho???

  9. wah telten bangeeeet,,saya yg FTM aja ga bisa lho setelaten itu..mama Raja nih telatennya mirip mama saya, dan pasti kalo ke luar kota perlengkapan lenongnya banyak yaaa πŸ˜€ klo saya beli2 lotion dkk cuma rajin dipake seminggu pertama, setelah itu loyo lagi πŸ˜€

  10. Hai! Ini postingan lama yah.. Tapi semoga tetep dibales yah comment-nya. Saya mau tanya tentang dokter suroso. Dari beberapa artikel yang saya baca, kayanya dokter suroso terkenal bgt ya di Palembang? (Maklum, saya baru 2 bulan ini pindah dari Jkt ke Palembang). Tapi saya pengen tahu range harga-nya. Apakah mahal banget as in ditujukan untuk menengah ke atas, atau gimana? Saya lagi punya masalah sama jerawat, dan pengen ke dokter ini. Bisa kasih gambaran harganya? Thanks in advance! πŸ™‚

    1. Kalo tarifnya sih setahu saya cukup terjangkau untuk semua kalangan, kalo gak salah biaya konsultasinya Rp 90.000-an gitu πŸ™‚

    1. Aduh…saya kurang tau juga ya, soalnya sudah lama gak ke dokter suroso lagi. Mungkin sebaiknya hubungi tempat prakteknya saja, biar infonya lebih jelas dan tepat πŸ™‚

  11. Hai mba mau tny itu pas operasinya brp lama waktunya dan ada buka jahitan lagi gak ya mba.anak saya juga ada kantung lemak gtu.

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s