Jakarta Oct 20th – 23rd 2010

Satu lagi cerita tentang keluarga kami yang sudah hampir basi…

Akhir-akhir ini kok rasanya mulai kebiasaan nulis cerita basi di sini sih? Hihi…

Ya sudahlah, gak apa-apa, biarpun udah basi tapi sayang aja kalo gak didokumentasikan di sini. Penting gak penting buat orang lain, yang penting kan penting untuk kami…nah, mulai deh ngaco nulisnya ๐Ÿ˜€

Perjalanan kami ke Jakarta kali ini dalam rangka mengikuti final English Olympiad kemaren. Gak seperti sebelum-sebelumnya, kali ini formasi anggota dari bumi Sriwijaya yang berangkat ke tanah Betawi terdiri dari si papa, saya, Raja, dan bou Dewi *waktu itu kondisinya si suster Kartini dah brenti, sementara si Suster Vika masih di Jakarta*. Senangnya waktu itu, karena pas di pesawat Palembang – Jakarta, Raja tertidur pulas, jadi mamanya ini bisa asik bergosip ria bareng bou Dewi..hehe… Secara nih ya, kami jarang-jarang bisa ketemuan kayak gini, jadi tiap ada kesempatan untuk ngobrol, mesti dimanfaatkan sebaik mungkin karena tidak tiap hari kan saya bisa mengenal saudara ipar saya lebih dekat? O ya, kemarin itu karena kami naek Sriwijaya, jadi sempat-sempatnya juga beli gelang kembaran ๐Ÿ˜€

Nyampe Jakarta, hari masih pagi menjelang siang. Dari Soetta, kami langsung meluncur ke rumah kakak ipar saya di Pondok Kelapa. Nyampe sana, langsung ketemu sama suster Vika yang ternyata hanya butuh beberapa menit saja untuk akrab dengan Raja. Siang itu juga, suster Vika sendiri yang nyuapin Raja. Oh LORD, how amazing You are!

Setelah Raja makan siang, kami meluncur ke Ambassador. Tujuannya bukan untuk belanja-belanja, tapi buat ketemuan sama temen kami si Henri untuk berkoordinasi soal lomba keesokan harinya, secara si Henri sejak seminggu sebelumnya sudah berada di Jakarta jadi kami belom sempat berkoordinasi apa-apa soal lomba di Palembang.

Di sana, kami milih nongkrong di Pizza Hut, secara ya, di Ambassador inilah tempat yang paling bisa diterima, secara tau sendiri kan gimana kondisi di sini, hampir gak ada tempat buat nongkrong. Kenapa pilih pusat belanja ini karena faktor nyari tempat terdekat aja baik dari tempat kami juga dari tempat Henri. Tau sendiri kan gimana Jakarta, kalo nyari tempat yang jauh-jauh, beuh…tar gak tau bakal nyampe jam berapa, pulang jam berapa, padahal kami targetnya sebelum jam 8 malam dah nyampe rumah lagi.

Di situ, kami sempat latihan bentaarrr banget, karena lagi-lagi baik si papa sama Henri still needed a little time to study the presentation. Nah, sambil mereka belajar, saya jalan-jalan keliling bareng bou Dewi, Raja, dan suster Vika. Lumayan, hasil jalan-jalan kami adalah bisa menemukan batik seragaman warna ungu ini ๐Ÿ˜€

Selesai latihan, si Henri balik sementara kami sendiri masih muter-muter, bukan dalam rangka apa-apa sih, tapi buat ketemuan sama opanya Raja yang pas saat itu lagi di Jakarta juga tapi yang malam itu juga udah mo langsung cabut ke Bandung. Selesai dari meeting di kantornya di Jakarta, si opa langsung meluncur ke Ambassador, ketemuan dengan kami di food courtnya. Ah, lumayan, bisa melepas kangen meski total waktu ketemuan kami cuma 1,5 jam saja karena si opa udah mesti langsung ke Bandung, another meeting was waiting for him that time ๐Ÿ˜ฆ Nasib….nasib…jauh-jauhan gini, ketemuan sama orang tua sendiri cuma bentar-bentar, itupun ketemu di tempat orang lain yang asing buat kami. Ah…Tuhan, pengen menyesali semuanya, tapi buru-buru saya kubur dalam-dalam segala bentuk sesal dan keluh itu karena bagaimanapun Tuhan selalu beri yang terbaik buat anak-anakNya yang selalu melibatkan Dia dalam segala hal ๐Ÿ™‚

Sehabis ketemuan sama si Opa, kami balik ke Pondok Kelapa, si Opa melaju ke Bandung. Puji Tuhan, malam itu jalanan gak terlalu macet, jadi lumayan sekitar pukul 20.30 kami dah bisa nyampe rumah.

Esok harinya, pagi-pagi banget kami udah bangun, siap-siap, trus berangkat ke Kantor Pusat PLN, meninggalkan Raja yang masih tertidur pulas…hikkksss….sediiiihhhh!!!!! Mana pulangnya udah malam banget lagi….tambah sedih deh ngeliat Raja yang gak bisa bobo karena nungguin mamanya pulang. Puji Tuhan, saat itu ada bou Dewi dan suster Vika yang selalu ngajak maen jadinya Raja gak begitu ngerasa sepi ๐Ÿ˜ฆ

Di final kali ini kami kebagian undian di hari kedua. Jadi yah, rada bete juga hari pertama gak ngapa-ngapain tapi musti pulang malam. Selesai presentasi tim, nama saya kembali kena undian untuk presentasi individual. Jadi lumayan, pas presentasi individual udah gak begitu gugup lagi, secara baru selesai on fire di sesi tim ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

Dan ini dia, beberapa foto kami saat lomba kemarin…

ย 

We called our team as Lingua Team, coz we got a husband, a wife...and...a bodyguard!! wkwkwkwk
The Presentation...
Individual presentation : The judges questioned me about COLLABORATION and look at what i wrote...yupe, i've got no idea but one thing: JESUS will always help me ๐Ÿ™‚
Top : With one of the judges. Bottom : With director of human resources

Hasil lombanya????

Hehe, kami gak masuk bursa first to third place, but we got achievement as the best team work… thanks GOD. Untuk individualnya, ternyata saya berada di urutan keempat saja ๐Ÿ˜€

Hasil ini, meski kami gak bisa dapat urutan 1 – 3 udah sangat kami syukuri, karena sekali lagi yang terpenting we can performed all the best we can…

Yang menyenangkan dengan mengikuti lomba kayak gini adalah bisa menambah kenalan dari unit PLN lain. Secara, perusahaan ini total memiliki hampir 50ribu pegawai yang tersebar dari Sabang sampe Merauke. Kalo jarang ngikut yang kayak ginian, paling ya kenalnya sama yang seangkatan yang melalui diklat bareng-bareng, sama yang sebidang, ato dengan yang pernah bekerja bersama di satu unit. Nah, dengan mengikuti kompetisi kayak gini, kita bisa ketemu dengan rekan-rekan lain yang datang dari bidang dan unit berbeda. Selain itu, manfaat positif yang didapat adalah bisa mendapat banyak ilmu dari unit lain, karena isi presentasi dalam olimpiade ini harus berbau inovasi yang telah diimplementasikan di unit bersangkutan. Yah, begitulah kira-kira manfaat positif yang kami dapatkan di sini.

Kami pulang ke Pondok Kelapa ketika hari menjelang malam, bertepatan dengan suara menggelegar di langit yang kemudian disusul hujan deras disertai angin kencang. Dengan kata lain, kami pulang ketika Jakarta sedang didera badai. Hiiiiyyyy….ngeri banget deh pokoknya. Puji Tuhan, Henri nunjukin kami jalan yang macetnya masih bisa ditolerir jadinya nyampe rumah gak terlalu malam. Jadinya gak terlalu lama untuk segera bermain bersama anak kami tercinta ๐Ÿ™‚

Esok harinya, pesawat kami ke Palembang dijadwalkan sore hari pukul 18.30. Bou Dewi juga akan segera kembali ke Medan, pesawatnya pukul 15.00. Pikir-pikir, karena pesawatnya sore, jadinya kepikiran untukย  jalan-jalan dulu dan Mangga Dua menjadi pilihan kami semua. Lumayan, di situ bisa dapat tas Thomas untuk Raja, mainan Raja, 1 set asesoris Barney *yang tentu saja berwarna ungu :mrgreen:* untuk mobil kami si Vanzie *the story about this car will be on the next post when i tell you about my birthday presents ๐Ÿ˜‰*, dan tas untuk mamanya Raja yang…hehe…again berwarna ungu!!! wkwkwkwkwkwk…

Sayangnya, kami diburu waktu karena pesawat bou Dewi berangkat jam 15.00. Jadinya jam 1 kurang udah cabut dari Mangga Dua. Eh, pas keluar kami kejebak macet yang puanjaaaanggg….dan luamaaa…. hikkss…. Karena waktu udah sangat mepet dan karena bou Dewi masih harus ngambil koper dulu di Pondok Kelapa baru ke Soetta, jadinya bou Dewi pergi duluan naik ojek, ninggalin kami yang masih kejebak macet, yang masih ngerasa nyesel kenapa gak koper bou Dewi tadi dibawa sekalian aja biar jadinya gak keburu-buru gini, biar jadinya kami bisa nganterin dia ke bandara, biar bisa saling pamitan dengan cara yang lebih layak…hikkksss….

Setelah nyampe bandara, adik ipar saya itu mengirimkan pesan singkat ke HP saya, dia juga nyesel karena gak sempat pamitan pake salaman dan pelukan dengan kami… Tapi yah, sudahlah, Tuhan pasti akan kasih waktu yang terbaik untuk kami ngumpul lagi. O iya, sama dua adik ipar saya yang bungsu ini (bou Dewi dan bou Corry), harusnya saya memanggil mereka dengan sebutan eda juga sama seperti saya memanggil ipar saya lainnya yang sudah menikah. Tapiiii…karena usia mereka yang terpaut 5 tahun (bou Dewi) dan 6 tahun (bou Corry) dengan saya, jadinya saya lebih nyaman memanggil mereka dengan sebutan ‘adek’, mereka juga memanggil saya ‘kakak’. Dan bukan hanya karena alasan itu aja sih kami lebih senang saling memanggil ‘kakak dan adek’, tapi karena memang, jujur di hati saya, mereka gak ada bedanya dengan adek kandung saya sendiri, secara nih ya saya gak punya adek cewek jadi berasa asik aja bisa ngerasain punya adek cewek sendiri ๐Ÿ™‚

Setelah nyampe di rumah kakak ipar saya di Pondok Kelapa, kami juga mulai siap-siap untuk berangkat. Sebelumnya, Raja makan sore dulu. Puji Tuhan, perjalanan lancar-lancar aja nyampe Soetta…

Yang gak lancar adalah karena pesawat kami mengalami penundaan… tak hanya sekali, tapi beberapa kali sodara-sodara. Yang harusnya berangkat jam 18.30 jadinya jam 22.00 baru pesawat kami take off… Oww yeahhh!!!

Sepanjang perjalanan dari Jakarta – Palembang, Raja yang di bandara gak bisa diam ke sana ke mari, akhirnya tertidur kelelahan. Begitu juga dengan mama, papa, dan susternya yang kemudian terbangun dikagetkan oleh hentakan pesawat yang landingnya sama sekali jauh dari sebutan mulus karena mengundang teriakan kaget hampir dari seluruh penumpang. Oh JESUS, thanks for keeping us safe…

Malam itu, si Asep yang menjemput kami di bandara Palembang…

Raja tetap tak terbangun hingga kami tiba di rumah, hingga pakaiannya diganti, dan hingga matahari terbit di ufuk timur pada keesokan harinya, hehe..

Puji Tuhan, semua lancar… puji Tuhan, apapun yang terjadi, sukacita selalu Tuhan taruh di hati kami….

Ah, demikianlah cerita pendek kami selama di Jakarta. 30 menit lagi, jam 4 akan tiba…itu berarti, 30 menit lagi saya harus pulang…

Tomorrow is weekend, so, have a great weekend, fellas!!

God bless you all!!

ย 

ย 

Iklan

22 thoughts on “Jakarta Oct 20th – 23rd 2010

  1. Saluuut…wife, husband and bodyguard kompak hahahahah. Piss Pak Henri ๐Ÿ˜€ . Alhamdulillah semua dilancarkan ya mam. Raja juga sehat. Oh ya soal manggil adik ipar itu, saya juga manggil adiknya Ayahnya Dita dengan “dik”, mereka manggil “kakak” ke saya. Dulu malah gak diajarin tuh manggil “eda” hehehe

  2. Lis, inet gw lagi buruk neh signalnya, makanya kaga kebuka poto2nya ๐Ÿ˜ฆ Padahal kan pengen liat tampang bodygard keluarga Samosir – Krones ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚

    Btw Raja hebadd yah staminanya. Cucox neh jadi backpacker bareng Zahia *tu anak emak bapake udah kelenger eh dia masih full ajah baterenya*

    1. Yang pertama x ngasih usul papanya raja, jeng. Itu jg idenya muncul di detik2 terakhir mo presentasi, jeng, lgs deh heboh nyari2 gambar lingua trus nambahin isi slide presentasinya ๐Ÿ˜€

  3. wah, Mama Raja ini bener2 super mom ya, karir dan keluarga bisa berjalan selaras. selalu aktif ikut acara2 bagus seperti ini. oh iya, ini bisik2 aja ya hehe, kemaren kan aku cerita2 ma suami kalo skr suka baca2 blognya jeng, eh dia bilang gini “hayo.. ngefans ya ama Alissa” hehehe.
    Aku cerita kalo banyak bgt dapet informasi disini, dan aku juga suka gaya menulisnya, detail dan lengkap ๐Ÿ˜€

    1. Waduh jeng, jadi malu aku… Aku jg cerita lho, sama suami ttg dirimu, dan suami sampe komentar, “mending kalian bikin komunitas blogger ibu/istri pegawai PLN aja” hehe..

  4. aihhh kompak banget ya Lingua Team, kereennn… ga apa2 mom ga menang, lain kali di coba lagi, pasti menang deh, hehehe

    Raja hebat ya ditinggal mamanya ga rewel, tetap main dg semangat… sun sayang ahh utk ka raja dari dek shishil

  5. hahaha…kepikiran ya pake nama Lingua (mereka sekarang pada kemana ya hehe…).
    Betuull..hebat ya mama raja..karir oke keluarga juga….sukse terus ya mom…

    1. Iya, Lingua skrg udah hilang entah ke mana, tp mmg suaranya kurang begitu bagus sih…hehe…

      Tks ya jeng…sukses terus juga untuk dirimu n keluarga yaaa…

    1. Gak apa-apa, yang penting udah perform yang terbaik, kan… Sampe sekarang aku masih inget lho dengan topik presentasi kalian ๐Ÿ™‚

      O ya, tar salam buat pak Hariyanto yaaa…

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s