My Dearest Namboru

Sebelum lanjut, pengen ngasih catatan dikit šŸ˜€

Bou = panggilan sayang untuk ‘Namboru’ oleh anak yang belum lancar berbicara. Dengan kata lain, Bou = Namboru

Namboru = saudara perempuan dari pihak Bapak. Pasangan Namboru adalah Amangboru

Nah, sekarang pengen cerita tentang kehadiran dua namboru Raja (bou Dewi dan bou Corry) di tengah-tengah keluarga kecil kami.

Udah tau dong ya, mereka datang sebagai sebuah solusi dari masalah yang kami hadapi tentang pengasuhnya Raja.

Puji Tuhan, Raja cukup beruntung punya bou yang meski masih muda-cantik-seksi-pinter *bisa cas cis cus gak hanya in English tapi in Mandarin juga looohhhhh!!!*, tapi kalo soal ngurus anak gak usah diragukan lagi.

Senin malam, tanggal 11 Oktober 2010, sekitar pukul 19.30 pesawat Sriwijaya Air yang ditumpangi kedua bou Raja mendarat dengan selamat dan sentosa di bandara Sultan Mahmud Badarudin II di Palembang, bertepatan dengan nyampenya kami di bandara. Jadi lumayan, gak pake nunggu lama, kami sudah berpeluk-pelukan mesra melepas kangen di terminal kedatangan.

Senangnya, akhirnya bisa juga mereka berdua main ke Palembang. Dipikir-pikir, peristiwa si suster Kartini ini lumayan bawa banyak hikmah yang menyenangkan juga. Jadinya, meski tanpa rencana sebelumnya, lagi-lagi rumah kami kedatangan keluarga dan kedua bou Raja juga lumayan excited karena memang sudah lama pengen main ke sini. Ya, Palembang memang gak punya apa-apa untuk dikunjungi, however, no matter what, when you have someone you love there, then a ‘have nothing’ place can be a ‘have everything’ place šŸ˜€

Kedua bou Raja yang memang cantik itu terlihat lumayan menonjol di antara penumpang lainnya, gak heran kalo dari luar aja kami sudah bisa langsung melihat mereka šŸ˜€ O ya, mereka berdua sekarang ini statusnya memang masih mencari pekerjaan, bou Dewi baru aja resign dari pekerjaannya yang sebelumnya dan bou Corry baru aja lulus kuliah, makanya dengan senang hati mereka pun bersedia maen ke Palembang.

Dari bandara, kami langsung meluncur ke rumah. Hari ini gak pake jalan-jalan, karena sudah malam dan besok subuhnya si papa musti udah balik ke Tebing Tinggi. Awal ketemu, di malam itu, Raja masih jaga jarak dengan kedua bounya. Diajak becanda, ni anak cuma senyum shy-shy cat aja dan sama sekali gak mau didekati, apalagi untuk dipeluk cium. Dasar…. Karena udah malam, pas di perjalanan pulang dari bandara itu, Raja tertidur dan tetep gak terbangun ketika kami memindahkannya ke atas tempat tidur.

Malam itu, saya dan suami sama-sama berdoa, agar keesokan harinya, Raja sudah mau ‘berdamai’ dengan kedua bounya, supaya di hari Rabu nanti, Raja sudah bisa saya tinggal di rumah bersama bounya. Ya…ya..ya… saya harus yakin bahwa Tuhan yang memiliki hati Raja, Tuhan sanggup membuat Raja bisa menerima kehadiran kedua bounya di sini…

Esok harinya, jam 3 pagi si papa berangkat ke Tebing Tinggi. Ah, meski sudah tiap minggu mengalami perpisahan kayak gini, tapi kok ya teuteup aja rasanya masih kurang rela!! šŸ˜€ šŸ˜€

Waktu bangun pagi, Raja masiiiiihhhh aja jaim sama kedua bounya. Iiihhhh dasar anak ini!!!

Tapiiiii…

Tanpa disangka-sangka, pas mau sarapan, Raja malah senyum-senyum aja waktu bou Dewi mendekat dan bilang kalo sekarang, bou Dewi yang akan nyuapin Raja.

Dan saudara-saudara….keajaiban itu memang datang. Di moment itu juga, Raja langsung akrab-nempel-deket-lengket sama kedua bounya. Praise the LORD!!!!

Raja pertama kali disuapin sama bou Dewi šŸ˜€

Setelah sehari memperkenalkan kebiasaan-kebiasaan Raja, gimana meracik makanan untuk Raja, gimana ini-gimana itu, akhirnya saya bisa dengan tenang melenggang ke kantor keesokan harinya šŸ˜€

Bersama bounya, Raja makan dengan sangat lahap bahkan porsinya lebih dari yang biasanya. Ngemilnya juga tambah gencar. Belajarnya tambah efektif. Mainnya tambah asik. Intinya, everything was so..soo…fine. So once again, praise the LORD!!

Gak hanya itu, saya beruntung banget punya dua adik ipar kayak mereka. Untuk segala urusan rumah, saya gak perlu minta tolong, langsung dikerjain bo’!!! Asiknya juga, kalo malam di rumah jadi rame, saya jadi punya teman untuk nonton dan bergosip, hehe… Seneng juga sih jadi bisa curhat-curhatan banyak dengan mereka, saya jadi punya kesempatan lebih untuk mengenal jauuuuhhhh lebih dekat kedua adik ipar saya ini. Terima kasih banyak, Tuhan….kesempatan kayak gini gak bakal sering-sering kami jalanin, makanya so much happy deh šŸ™‚

Hari Sabtu, seperti biasa si papa pulang ke Palembang. Itu berarti, waktunya juga untuk kami jalan-jalan plus shopping!!! Biasalah ya, yang judulnya cewek-cewek šŸ˜€

Lagi asyik-asyiknya shopping, tiba-tiba dapat kabar kalo bou Corry lulus tes tahap pertama di PTPN II dan musti ikut tes tahap kedua di hari Rabu tanggal 20 Oktober. Langsung deh, cepet-cepet ngurusin tiket baliknya ke Medan untuk hari senin tanggal 18 Oktober. Hari udah sore ketika kami selesai dengan acara shopping. Nah, karena si bou Corry bakal segera balik ke Medan, jadinya setelah balik ke rumah, kami siap-siap, Raja makan dulu, trus setelah itu lanjut jalan lagi, kali ini dengan tujuan ngeliat jembatan Ampera dan sekitarnya di malam hari šŸ˜€

Dan saudara-saudara, saksikanlah foto-foto kedua adik ipar saya yang sangat saya banggakan ini šŸ˜€

in skirt : Bou Corry; in pants : Bou Dewi
The Ampera Bridge will never be nicer without them šŸ˜€
Tks a lot yah adek ipar ku, u're the best!!!

Puas foto-foto di sekitar jembatan Ampera, kami kemudian makan di Sriwijaya Suki Restaurant. Hmm…makanan di situ T O PĀ  B G T, deh, it’s quite recommended jika pengen makan di tempat yang asik dan enak di Palembang ini.

Si papa mirip gak yah sama kedua adeknya?????
They Took Pictures Everywhere šŸ˜€ šŸ˜€

Selesai makan, udah malam banget, kami langsung cabut pulang, sementara si Raja sejak sebelum kami nyampe di restoran ini sudah tertidur dengan sangat lelapnya di dalam strollernya.

Esok harinya, sebenarnya gak ada rencana untuk jalan-jalan lagi karena kan ceritanya senin subuh si papa musti berangkat lagi. Tapi, karena kami belom sempat nyari seragam untuk Final English Olympiad, jadinya kami jalan lagi, kali ini dengan tujuan PTC Mall. Seragam yang kami cari, ya, gak jauh-jauh lah dari Batik. Batik Keris pun jadi andalah. Akhirnya, nemu juga seragam yang oke…dan…ternyata ada untuk anak kecil seumuran Raja juga!!! Hore…horeee….jadi kan bisa sekalian seragaman juga sama Raja, hihi… Lha kok kemarin nyari-nyari di Jogja gak nemu, malah dapetnya di Palembang šŸ˜€

Kami dapat seragam, bou Dewi dan bou Corry juga puas belanja, kami pulang dengan bahagia.

Esok paginya, si papa kembali lagi ke Tebing Tinggi šŸ˜¦

Siangnya, saya, Raja, dan bou Dewi dengan diantar si Asep melepas bou Corry di bandara. Sediiiiiihhhh…bou Corry sampe nangis… apalagi waktu Raja memberi ciuman untuknya…hikkkssss…. Saya juga sediiihhh banget, rasanya masih kurang saat-saat bersama dengannya. Duh, tak ada yang bisa saya bilang, selain we love u so much and we thank you so much, bou!!! šŸ˜¦

Hari selasa malam, si papa balik lagi ke Palembang *udah kayak setrikaan aja, pa!! šŸ˜€*

Rabu pagi, tanggal 20 Oktober 2010, kami (si papa, saya, Raja, dan bou Dewi) berangkat ke Jakarta…

Dan…cerita tentang Jakarta menyusul kemudian yaaaaa šŸ˜€ šŸ˜€ šŸ˜€

15 respons untuk ā€˜My Dearest Namboruā€™

    1. Pertama, tks yah karena sudah suka baca blog ini šŸ˜€

      Kedua, o ya? Mirip yah? hehe… puji Tuhan, mmg jodoh dr Tuhan gak bakal salah deh šŸ˜€

  1. Wah asyiknya bisa bergosip ria dengan adik ipar hehehe. Kalau Dita kayak Raja juga, gak langsung bisa akrab dengan orang lain. Tapi kalau dengan yang masih hubungan saudara, kayak sama bou/uda nya gitu, Dita gak lama langsung lengket. Kayaknya anak kecilpun tahu ya, mana saudara dan mana bener2 orang lain. Tapi yang jelas meski saudara tapi tetep aja yang bisa dilengketi anak kecil ya kalau baik. Bounya Raja pasti baiiik banget sama Raja jadinya bisa langsung akrab šŸ™‚

    Hmm..kedua Bou Raja mirip papanya Raja nih. Tapi yang lebih mirip sepertinya Bou Corry deh hehehe. šŸ˜€

    1. Betul, bund, anak2 pasti tau mana yang ada hubungan keluarga mana yang gak, dan mereka lebih tau lagi yang mana yang punya hati yang baik šŸ™‚

      Bou Corry lbh mirip yah bund? hmm…iya juga, sih, hehe

  2. ya ampun raja pinter deh. langsung lengket sama bou nya yg cantik dan seksi. ah tau aja nih raja hihih.. syukur ya mbak, bc dr postingan sebelumnya skrg keadaan aman terkendali, dah ada suster vika juga yg nememnin raja šŸ™‚

  3. Raja hebat yah bisa langsung nempel sama Bou2 yang cantik. Emang naluri anak cowo kali Jeng tau ajah ama yang kinclong2 šŸ™‚

    NB raja masih demen Aura Kasih ga?? šŸ™‚ šŸ™‚

    Yup, papanya Raja mirip sama Bou Corry

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s