The Last Night

Malam ini, malam terakhir kebersamaan saya bersama keluarga besar Krones.

Sedih.

But life must goes on.

Inilah salah satu resiko kehidupan, ketika untuk mengejar masa depan kami memilih hidup terpisah dari orang tua serta saudara terdekat.

Ah, tak ada yang perlu ditangisi, meski sejak tadi pagi air mata saya selalu saja tak sabar ingin keluar setiap kali saya teringat, bahwa kami telah sangat dekat pada saat perpisahan…

Tak juga ada yang perlu disesali, karena kami percaya bahwa Tuhan yang telah menetapkan setiap langkah kami. Dan meski kami terpisah oleh lautan, harus menyebrangi pulau demi pulau untuk bertemu, tapi hati kami selalu satu dalam iman, pengharapan, dan kasih…

Terima kasih, Tuhan… Meski terasa sangat singkat, namun kebersamaan kami selama 13 hari sangat berarti untuk kami…

I’m gonna miss you all so much badly!!

Posted with WordPress for BlackBerry.

Iklan

10 thoughts on “The Last Night

  1. Dija juga pingin liburan nih. kata Ayah, dija masih terlalu kecil.

    oh ya Tante, datang ya ke acara ulang tahunnya Dija yang ke setengah.
    caranya syukuran giveaway gitu. Tante ikutan yaaa

    salam buat Bang Raja

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s