Scandal In Old Seoul

clockwise: Cha Songju, Yi Suhyeon, Na Yeogyeong, Seonu Wan

Baru selesai nonton serial ini di KBS World tiap senin-kamis jam 21.10. Inilah untungnya punya anak yang kalo bobo malam gak rewel dan bisa bobo cepet. Setiap hari, paling lambaaaat banget jam setengah 9 Raja udah tertidur lelap sehabis mimi sekenyang-kenyangnya. Apalagi setelah sudah bisa jalan dan hobinya muter ke sana ke mari, wah, Raja bisa lho bobo dari jam 6 sore bablas sampe jam 7 pagi!!!

Tapi yah, kebiasaan Raja tidur cepat, lumayan menyenangkan juga nih buat mamanya. Secara, setelah Raja bobo, saya bisa melakukan hal-hal lain untuk diri saya sendiri. Biasanya, setelah Raja bobo saya langsung saat teduh malam. Nah, selesai saat teduh inilah saya melakukan hal-hal santai semisal baca buku *jangan salah lho, setelah jadi emak-emak, saya masih teutetup hobi baca :D*, nulis *including blogging!*, dan tentu saja nonton!!

Nah, karena saya hobi nonton drama Korea, maka tentu aja tiap malam, saya setia sama channel KBS ini, dan tambah setia lagi setelah Scandal In Old Seoul ini ditayangkan.

Ceritanya seru banget untuk saya, makanya jadi kepikiran untuk menulis tentang serial drama ini. Serial ini sudah diuncurkan sejak tahun 2007, dan saya belom pernah menontonnya padahal ceritanya bagus banget dan mengharu biru *kalo ini mah memang khasnya drama korea πŸ˜€*!!! Therefore, thank you so much KBS for re-airing this great drama!

Genre : Drama

Cast : Kang Ji Hwan, Han Ji Min, Ryu Jin, Han Go-eun

Director : Han Jun Seo

Writer : Hong Jung Eun, Hong Mi Ran

Premiere in Korea : 2007.6.6

Number of Episodes : 16

Runtime : 70′

Synopsis :

Scandal In Old Seoul berlatarbelakang masa-masa suram bangsa Korea ketika berada di bawah pendudukan Jepang di sekitar tahun 1930-an. Drama ini mengisahkan romansa anak muda Korea dengan segala hasratnya yang menggebu-gebu di tengah kondisi bangsa yang nelangsa, ketika para pejuang kemerdekaan berbentrokan dengan para pengkhianat bangsa sementara nilai-nilai moral pada masa pre-modern juga berbentrokan dengan kebebasan cinta masa modern. Drama ini ber-setting pada era di mana anak muda korea berjuang mati-matian dengan segala hasrat untuk mempertahankan cinta dan semua hal yang berharga bagi mereka. Mereka memandang cinta sebagai stimulan yang paling kuat untuk menciptakan sebuah revolusi bangsa, dan hubungan kasih sebagai taktik paling ampuh dalam revolusi.

Sounds like a serious drama???

Well, let’s check it out!

Inti cerita dari drama ini berpusar pada 4 orang tokoh utama: Na Yeogyeong, Seonu Wan, Cha Songju, dan Yi Suhyeon.

Na Yeogyeong (Han Ji Min)

Adalah seorang pemilik toko buku dengan pekerjaan sampingan sebagai guru kelas malam bagi anak-anak kurang mampu di sekitarnya. Sekalipun berpostur mungil, tapi cewek ini punya hasrat yang menggebu dalam dirinya untuk membela bangsnya. No wonder when she became an independence fighter. Gak hanya itu, cewek ini juga mati-matian membela tradisi bangsanya dengan cara tetap mengenakan hanbok sekalipun hampir seluruh cewek di sekelilingnya telah mengenakan pakaian modern. Hanbok yang dikenakannya juga bukan sembarang hanbok, tapi terbuat dari kain murah dan warnanya hanya ada dua: atasan putih, bawahan hitam, sebagai tanda dukacitanya terhadap kondisi bangsanya yang sedang dijajah. Dan sepertinya, seisi lemarinya memang hanya terdiri dari hanbok hitam putih saja, karena hanbok itulah yang dikenakannya setiap hari!!

Di seantero Gyeongseong (old Seoul), Yeogyeong terkenal sebagai cewek galak. Gak heran kalo semua cowok yang berusaha mendekatinya selalu berakhir dengan memalukan. Ni cewek gak segan-segan meneriaki bahkan memukul atau menendang cowok yang mo bersikap nakal padanya. Karena itu dan karena kebiasaannya mengenakan hanbok item putih, cewek ini kemudian dijuluki sebagai Jo Maja alias the last woman of Joseon (old Korea)!

Seonu Wan (Kang Ji Hwan)

Adalah cowok fashionable yang merupakan playboy paling terkenal di seantero Gyeongseong. Hidup gampangan banget. Anak pengusaha sukses Joseon. Punya rumah segede istana, tapi malah lebih seneng ‘nge-kos’ di Myeongbin yang notabene adalah lokalisasi para gisaeng alias wanita penghibur. Sempat mengenyam pendidikan tinggi dan mahal di Jepang, tapi begitu balik ke Gyeongseong, bersama ketiga kawannya yang gokil abis dan gak jelas hidupnya, dia malah bekerja di perusahaan yang menerbitkan majalah yang isinya cuma gosip murahan bertitel Jirashi.

Intinya, Seonu Wan adalah pria Korea yang tidak punya visi dan misi dalam hidup, sama sekali tidak punya keprihatinan terhadap kondisi bangsa yang lagi susah. Hidup baginya adalah wanita dan senang-senang.

Tapi sebenarnya, semua sikap tiada tujuan itu dipicu oleh dendam kesumat dan kekecewaan berat yang dialaminya terhadap sahabat *yang lebih tepatnya bisa disebut ‘sudah dianggap saudara’ * masa kecilnya dulu yang tak lain dan tak bukan adalah Yi Suhyeon yang diketahui telah mengkhianati kakak Wan, Seonu Min, saat Min dan Suhyeon sama-sama menempuh pendidikan di Jepang dan sama-sama tergabung dalam organisasi kemerdekaan Korea. Kisah pengkhianatan itu mengakibatkan Min tereksekusi mati di tangan polisi Jepang. Tidak hanya sampai di situ kekecewaan yang dialami Wan, ia masih harus lebih kecewa lagi ketika ia mendapati bahwa pada akhirnya Yi Suhyeon bekerja sebagai officer at security department under the gorvernment of Nippon!

Seonu Wan sangat percaya diri dalam menghadapi wanita hingga ia mengklaim bahwa ia bisa membuat perempuan manapun bertekuk lutut dalam waktu 10 menit saja! Suatu hari, ia bersama 3 orang temannya yang flamboyan itu membuat taruhan bahwa ia bahkan bisa membuat seorang wanita Joseon kuno menyerah pada pesonanya. Teman-temannya kemudian memilihkan wanita kuno itu untuk ditaklukkannya. Wanita yang tidak lain adalah Jo Maja alias Na Yeogyeong!

Wan with his three gokil friends!!!

Sejak pertaruhan itu, dimulailah petualangan seru Seonu Wan dalam memenangkan cinta Yeogyeong. Namun kemudian apa yang dimulai dari cinta yang salah dan penuh kepura-puraan pada akhirnya menjadi rasa yang tulus dan sungguh-sungguh. Bahkan cintanya pada Yeogyeong pada akhirnya meningkat menjadi rasa cinta yang sangat besar untuk bangsanya. Perjuangan mati-matiannya untuk memenangkan hati Yeogyeong pada akhirnya berubah menjadi semangat patriotisme untuk memenangkan kebebasan bagi bangsanya.

Cha Songju (Han Go-eun)

Adalah the most famous gisaeng at Myeongbin sekaligus seorang pejuang kemerdekaan yang tergabung dalam Worry Organization. Sejak berusia 15 tahun telah dijual orang tuanya untuk menjadi gisaeng. Dan pada usia itulah untuk pertama kalinya ia melakukan pembunuhan terhadap seorang pro-japaness who did sexual harrased to her. Saat sedang membawa mayat orang yang dibunuhnya, ia kemudian bertemu dengan kelompok pejuang kemerdekaan. Ia bergabung dengan mereka dan setelah itu ia dikirim ke Russia untuk belajar mengenai ilmu perang termasuk di dalamnya tembak-menembak. Ni cewek jago banget mengendarai motor besar bahkan sambil melemparkan tembakan sekaligus!

Setelah kembali ke Gyeongseong, ia kembali menjadi gisaeng, sebagai sebuah kedok untuk melakukan perlawanan terhadap Jepang secara diam-diam.

Di sini, Cha Songju diceritakan sebagai seorang wanita yang sungguh-sungguh cantik dan memukau. Sekalipun gisaeng dan selalu mengenakan perona bibir berwarna merah terang, tapi ni cewek selalu terlihat anggun, berwibawa, dan berkelas. Saat berumur 15 tahun, ia sebenarnya telah mengalami first love pada orang yang telah memberinya semangat untuk terus hidup. Sebenarnya after she had a sexual harrased, she was about to kill herself, tapi kemudian ia teringat pada pesan orang itu untuk terus hidup dan berjuang, hingga kemudian keinginan untuk bunuh dirinya berganti menjadi keinginan untuk membunuh orang yang telah menyakitinya dan bangsanya! Cinta pertama Songju yang dimaksud di sini adalah Yi Suhyeon!

Yi Suhyeon (Ryu Jin)

The most mysterious figure among all!! Suhyeon digambarkan sebagai sosok berpendidikan, serius, rapi, tampak seperti orang yang penuh visi dan misi dalam hidupnya, tampangnya oke tapi tidak pernah tersenyum apalagi tertawa.

Masa kecilnya dipenuhi oleh cerita bahagia bersama kakak beradik Min dan Wan. Semuanya berakhir ketika ia dan Min menempuh pendidikan di Jepang dan menjadi pejuang kemerdekaan. He became a traitor dan kemudian malah menjadi antek-antek Jepang. Namun, belakangan kemudian diketahui bahwa kisah pengkhianatan yang dilakukannya dulu terhadap Min hanyalah sebuah dusta yang dilakukan Min agar Suhyeon dapat selamat sewaktu mereka dikepung polisi Jepang. Sebenarnya justru mereka berdua sama-sama dikhianati oleh salah seorang kawan sesama pejuang mereka. Kisah pengkhianatan Suhyeon itu disetujui oleh para pemimpin kelompok mereka untuk diteruskan dan Suhyeon dijadikan seolah-olah sebagai antek Jepang untuk kemudian melakukan perlawanan secara diam-diam dan menikam Jepang dari belakang.

Pada akhirnya diketahui bahwa Yi Suhyeon lah pemimpin Worry Organization di mana Cha Songju, Na Yeogyeong, dan Seonu Wan bergabung!

Scandal In Old Seoul menceritakan kisah perjuangan dan cinta mereka berempat yang penuh gejolak di masa paling suram dalam sejarah Korea dengan cara yang ceria dan enerjik!

Review :

Scandal In Old Seoul ini agak sedikit berbeda dari drama Korea lainnya yang biasanya ada cerita cinta segitiganya. Drama yang satu ini tidak menampilkan soal cinta segitiga, sekalipun pada awalnya mungkin kita akan berpikir seperti itu. Sekalipun sebenarnya cerita ini mengangkat isu tentang cinta dan perjuangan bangsa yang seharusnya penuh keseriusan, pada kenyataannya, kisah ini banyak gokilnya yang bikin saya ketawa-ketawa sendiri. Jago deh sutradaranya!

Kalo soal drama yang mengharu biru, Korea memang jagonya! Begitu juga kalo soal akting, rata-rata aktor dan aktrisnya oke banget bikin penonton terbawa dalam alur cerita. Termasuk juga para pemain dalam Scandal In Old Seoul ini.

Akting Kang Ji Hwan oke banget di sini. Berperan sebagai cowok cassanova, dia sehari-hari berpakaian rapi dan modis. Lucu banget ngeliat dia duduk sambil bersandar santai, memangku satu kakinya, kemudian minum sambil memegang gelas dengan jari jempol dan telunjuknya sementara jari lainnya dilentikkan ke arah luar macam cewek… wkwkwkwkwk….

Trus, jangan kaget juga lho kalo ngeliat dia sering muncul pake pakaian berwarna-warni, termasuk kemeja pink dengan dasi kupu-kupu putih dan pink ribbon around his hat!! Pernah juga dia pake kemeja oranye dengan rompi dan celana kotak-kotak berwarna abu-abu!! huehehehehe….. Dibayangin aja udah aneh kan, cowok pake warna-warna kayak gitu? Cowok yang bisa pake warna-warna kayak gitu bener-bener bukan tipe saya. Tapiii….kok ya si Seonu Wan ini tetep terlihat menarik yak????

Kang Ji Hwan jago banget berperan sebagai cowok yang gokil di mana gokilnya ini didukung juga oleh ketiga kawannya yang asli, lebih gokil lagi!! Tapi segokil-gokilnya dia, kalo udah tentang cinta, tentang cewek yang disayangnya, bener-bener mati-matian deh. Berlutut di hadapan orang yang paling tidak dihormatinya sekalipun sanggup ia lakukan demi supaya ceweknya bisa selamat. Kang Ji Hwan mampu meninterpretasikan karakter Wan yang complicated. Bisa gokil, semau gue, bisa jadi orang dengan hati yang terluka banget, dan bisa jadi orang yang mempertahankan apa yang berharga untuknya hingga di titik darah penghabisan.

Selain Kang Ji Hwan, saya juga terpesona dengan aktingnya Han Go-eun. Sempurna, euy, sebagai seorang gisaeng yang anggun dan berkelas, sekaligus misterius. Caranya berbicara, caranya menatap orang, semua oke banget! Akting si Ryu Jin juga pas sebagai Suhyeon. Scene paling menyedihkan antara mereka berdua adalah ketika Songju meregang nyawa setelah ditembaki puluhan polisi Jepang di depan mata Suhyeon!! Sedih banget karena pada saat itu, Suhyeon harus tetap berpura-pura sebagai antek Jepang dan malah turut mengacungkan senjata ke arah Songju setelah sebelumnya ia harus menembak mati anggota organisasinya sendiri. Sediiiihhhh dan nelangsa banget rasanya karena Suhyeon harus mengorbankan semuanya demi kepentingan bangsanya. Tambah tragis karena semua itu terjadi setelah ia dan Songju spent the night together, setelah akhirnya ia bisa dengan jujur mengungkapkan perasaannya pada Songju yang telah tersembunyi sekian lama. Tatapan sengsaranya dan air matanya serta tangisan dalam diamnya bener-bener bikin saya mau gak mau, ikut nangis bombay juga!! πŸ˜€ πŸ˜€

Saat matinya, Songju terlihat cantik banget. Pake baju putih dengan model ala Marilyn Monroe, dan rambut yang dijepit tengah, bikin cewek ini keliatan lembut banget kontras dengan aksi keras perjuangannya yang tak kenal menyerah. Oke banget!!

Nah, kalo soal si Han Ji Min. Ah, kayaknya cewek ini perlu dipoles lagi aktingnya. Contohnya waktu si Wan dipukul kepalanya hingga berdarah dan hampir mati setelah juga mendapat tendangan keras berulang-ulang dari si pengkhianat bangsa, Yi Ganggu, teriakan Yeogyeong waktu itu kurang histeris dan menyayat. Malah terkesan agak datar, padahal seharusnya kan dia stress banget ngeliat cowoknya digituin. Tapi yah, overall, oke juga sih. Lumayan lah, karakter si Yeogyeong beneran bisa terlihat galak sekaligus lugu πŸ˜€

The most romantic scene menurut saya ada di episode 14 ketika Wan dan Yeogyeong berada di kamar Wan di Myeongbin. Diawali dengan sweet kisses, dan berakhir sesuai dengan harapan. Yaitu, tidak terjadi apa-apa!!! Wkwkwkwkwkwk… ya iyalah, kalo sampe terjadi apa-apa, tar gak sesuai dong dengan karakter Yeogyeong yang dengan mati-matian berusaha mempertahankan nilai-nilai moral. Masak bisa dengan segitu mudahnya jatuh sama rayuan cowok kayak Wan??? Nih, contoh yang bagus juga buat para wanita muda yang masih single. Pokoknya, sebelum lonceng pernikahanmu di gereja berbunyi, sebelum ada janji setia di hadapan Tuhan dan jemaat, jangan mau deh menyerahkan mahkota mu bahkan untuk orang yang paling kamu sayang sekalipun!

Seonu Wan n Na Yeogyeong

Soal ending, hampir samalah dengan drama Korea lainnya. Happy for one couple, but tragic for the other. Wan dan Yeogyeong bertemu untuk pertama kalinya di stasiun kereta api dan last scene mereka juga berada di situ. Bedanya, kalo awalnya pake acara berantem, pas di akhir yang ada adalah pelukan sayang, he he. O ya, sutradaranya juga oke banget menampilkan pesan moral pas di akhir cerita. Pesan agar supaya orang yang hidup di era kemerdekaan hidup dalam cinta dan kebahagiaan, karena itulah yang didambakan oleh para pejuang bangsa dahulu. Hmmm….pesan yang oke juga kan???

Soundtrack drama ini juga oke menurut saya. Opening theme songnya bikin saya inget sama back sound Spider Man waktu lagi jadi bad boy. Cocoklah sama karakter si Wan. Trus, soundtrack yang paling saya suka juga adalah yang judulnya Because Of You, sekilas lagu ini rada mirip sama lagu Close To You.

Intinya, saya pengen ngacungin jempol 2 jari tangan plus 2 jari kaki buat si sutradaranya. Oke banget bikin setting Korea di masa taon 30-an. Lengkap sama gedung-gedung jadul, jalanan batu, lampu jalan kuno, plus mobil item kunonya juga. Ditambah akting dan alur cerita yang mengharu biru tapi rada konyol juga. Pas banget dah semuanya. Pokoknya, all i can say is that this drama is worth to watch!!!

Iklan

3 thoughts on “Scandal In Old Seoul

  1. huahahahahaha!!!

    ternyata sama to say. Aku jg baru selesai nonton SIOS ini di KBS. Ceritanya keren euy, apalagi Kang Ji Hwan nya πŸ˜€

    Ternyata ya,udah jadi mama2 pun tetep aja seleranya sama. jgn2 msh suka baca komik jg nih say???

    o iya, tar malam ktnya serial baru abang Kang, The Coffee Shop, maen nih πŸ™‚

    1. Hahahaha…. iya, selera kita msh sama. Tp aku skrg gak lagi baca komik, say. Skrg bacaannya lbh ke buku2 rohani πŸ™‚

      Btw, yg maen semalam bukannya Lucifer? Ceritanya sih keknya bagus. Cm gak ada lucu2nya, ya, keknya film serius bgt gitu..keknya endingnya juga bakal saddy, nih πŸ˜€

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s