The Letter of Statement

Kepada Yth.

Manajer Sumber Daya Manusia dan Organisasi

PT PLN (Persero) Wilayah S2JB

Di –

Palembang

SURAT PERNYATAAN

Saya yang bertandatangan di bawah ini:

Nama : Allisa Yustica Krones

NIP : 8207206-Z

Jabatan : Assistant Analyst Pengembangan Teknologi Informasi

Dengan ini menyatakan bahwa saya tidak ikut serta dalam job posting Manajer Rayon/Ranting PT PLN (Persero) Wilayah S2JB yang akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 11 April 2010, dengan latar belakang sebagai berikut.

  1. Sebagai pekerja wanita, saat ini saya menjalankan peran ganda yaitu sebagai karyawati PT PLN (Persero) sekaligus sebagai ibu rumah tangga dengan 1 (satu) orang anak yang masih berusia balita di mana hingga saat ini saya masih berstatus sebagai ibu menyusui. Untuk itu, saya belum siap untuk menerima tanggung jawab yang besar sebagai pemimpin sebuah unit Rayon/Ranting.
  2. Saya merasa belum memiliki kompetensi yang cukup untuk menjadi Manajer Rayon/Ranting.

Untuk itu, diharapkan maklumnya dan untuk saat ini, ijinkan saya agar dapat memberikan kontribusi efisiensi dan efektifitas kerja bagi PLN melalui kompetensi yang saya miliki, yaitu dalam hal pengembangan Teknologi Informasi.

Demikian surat pernyataan ini saya buat secara sadar dan tanpa paksaan dari pihak manapun. Atas perhatian dan maklumnya, diucapkan terima kasih.

Palembang, 05 April 2010

Tertanda,

Allisa Yustica Krones

==================================================================

Ditulis dan diserahkan kepada manajemen, setelah penolakan saya yang kedua kalinya untuk mengikuti job posting manajer Rayon/Ranting.

Konsekuensi ke depannya atas surat ini??? Ah, biar Tuhan saja yang tahu. Toh, sebelumnya saya juga sudah meminta petunjuk dari Tuhan. Saya membuat surat ini dengan pemikiran yang positif, dan saya yakin Tuhan akan membuat siapapun yang membacanya ikut berpikir positif juga.

Saya tidak ingin berkarir??? Ah, tidak juga. Tuhan yang paling tahu bagaimana harapan dan impian saya tentang pekerjaan. Saya ingin ada di jalur di mana saya merasa percaya diri untuk menjalaninya karena saya ingin semua berjalan secara profesional.

Saya hanya ingin supaya manajemen tahu keinginan saya sejak awal.

Saya hanya ingin jujur pada diri saya sendiri.

Saya hanya ingin mengutamakan keluarga di atas pekerjaan saya.

Iklan

6 thoughts on “The Letter of Statement

  1. Betul Lis, sebagai istri dan ibu, memang banyak hal2 lain yang harus dipikirkan. Kalo jamannya gadis dulu kan cita2nya berkarier setinggi2nya. Nah pas udah punya buntut, bagi gw karier nomer sekian. Makanya waktu Ayahnya Zahia minta gw ga kerja lagi saat hamil 3 bulan, gw nurut. Saat Desember lalu gw keterima kerja disini (udah interview, dan users ok), ternyata Zahia ga bisa ditinggalin dengan Uti dan ART di rumah (apalagi masih ASI), gw mundur. Semuanya demi anak dan suami.

    Insya Allah kalo rezeki mah udah ada yang ngatur. Dan gw percaya itu.

    Salut untuk dirimu Jeng!! 🙂

    1. Salut juga dgn dirimu, jeng 🙂

      Aku percaya, memilih keluarga akan selalu menjadi pilihan yang terbaik dan tidak akan mengecewakan. Ngapain juga kita punya karir setinggi langit tapi kalo suami dan anak2 kita gak bisa kita urus dengan tangan kita sendiri, ato bahkan lebih parah lagi mereka sampai gak keurus? Iya kan?

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s