If Only It’s For Everyday…

The last long weekend penuh dengan saat-saat yang sangat membahagiakan untuk keluarga kecil kami, terutama untuk saya…

Saya sudah cerita sebelumnya di sini, tentang kedatangan mama saya yang secara tiba-tiba dan mengejutkan ke Palembang. Gak cukup hanya mama alias si oma, di hari kamis malamnya, si opa mendarat dengan sejahtera di Palembang..

Bahagia… bahagiaaaa….. banget…

Well, kami memang termasuk beruntung, karena sekalipun jauh dari orang tua, tapi Tuhan masih memberikan berkat kesehatan dan rejeki untuk orang tua kami sehingga mereka bisa berkali-kali mengunjungi kami di sini…

Orang tua saya datang jauh-jauh dari Ambon untuk menghabiskan long weekend bersama kami di Palembang. Mereka memang gak bisa lama-lama di sini, secara si opa senennya musti ngantor lagi. Biarpun hanya bentar, tapi dengan begini pun sudah bersyukur banget karena dikasih Tuhan kesempatan ngumpul seperti ini…

Si opa tiba di rumah kami jam 10 malam. Begitu nyampe, setelah melakukan ritual peluk-cium dengan si oma, saya, dan Raja, si opa langsung keliling-keliling rumah, mulai dari taman hingga dapur dan ruang cuci. Semuanya diliatin dan difotoin…:D 😀 :D. Renovasi rumah kami memang sudah sepenuhnya rampung *ceritanya nyusul yaaa… (waaakkkssss….sok ke-pede-an ada yang nungguin ceritanya, hi hi)*, dan seneng banget *bercampur rasa haru juga sihhh…* waktu denger si opa dengan nada bangga bilang, “Rumah kalian bagus banget, Puji Tuhan, kalian sudah punya yang seperti ini sekalipun masih muda,” 🙂

Jam setengah dua belas, giliran si papa yang tiba di rumah.

Tengah malam itu, rumah tiba-tiba jadi rame. Kami asyik ngobrol sampe lupa waktu. Maklum, gak setiap hari nih bisa kayak gini, jadi mumpung ada kesempatan, dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, he he..

Keesokan harinya, biarpun malam sebelumnya pada tidur lewat *jauh* tengah malam, kami semua pada bangun pagi. Si opa malah udah mandi sejak jam 5 pagi :D. Puji Tuhan, setelah beberapa hari sebelumnya Palembang digempur hujan, pagi ini cuaca malah cerah banget. Pas banget deh pokoknya untuk duduk-duduk di teras depan sambil ngopi dan sambil menikmati suara air dari pancuran di kolam ikan Raja di taman depan.

Buat saya pribadi, memang sudah sangat kangen dengan kesempatan ngobrol seperti ini dengan kedua orang tua saya. Pengennya sih bisa setiap hari curhat dan tertawa bersama secara langsung kayak gini…tapi yah…gak apa-apalah… sekali lagi, bisa ada moment seperti ini saja sudah sangat bersyukur banget 🙂

Habis ngobrol-ngobrol, karena sinar mataharinya bagus banget, dan mumpung belom jam 8, kami jalan-jalan keliling komplek, supaya si opa bisa liat-liat komplek tempat kami tinggal ini, dan sekalian juga biar Raja bisa berjemur sinar matahari yang lagi oke banget ini…

Sehabis keliling-keliling, kami siap-siap buat jalan-jalan.

Agenda pertama, ke medical store, untuk beli tabung oxygen. Menurut si opa, penting banget untuk nyiapin tabung oxygen di rumah untuk pertolongan pertama gak hanya untuk anak-anak tapu untuk orang dewasa juga. Bener juga sih, makanya langsung dibelikan 2 tabung sama si opa *kalo lagi jalan sama si opa, kami memang DILARANG KERAS mengeluarkan duit sepeser pun!!! 😀 😀* tapi ya tetep berharap banget semoga kedua tabung itu gak akan pernah dipakai 🙂

Habis dari medical store, kami ke mall. Yah, pilihan untuk jalan-jalan di palembang ini memang dikit banget. Makanya, paling-paling ke mall aja. Syukurnya, kedua orang tua saya memang seneng banget keluar masuk mall, makanya, diajak jalan ke sini oke-oke aja.

Di mall, muter-muter sambil belanja. Ooopssss….kami akhirnya dibelikan LCD TV 22 inch sama si opa. Si opa berkeras untuk beliin, biarpun kami menolak dengan alasan ini-itu.

Yah..sebenarnya saya sudah tau banget dengan karakter orang tua saya. Kalo mereka sudah berniat untuk memberikan sesuatu untuk kami, maka tak ada cara untuk menolak. Si opa memang selalu bilang, bahwa sekarang ini penghasilan dari pekerjaannya *yang karirnya terus melaju naik sementara tanggungan terkait-anak-anak kian menipis* hanya untuk menyenangkan anak-anak dan cucu-cucunya. Ia memang tidak akan mencampuri urusan pribadi anak-anaknya apalagi yang sudah berkeluarga. Kami pun tidak perlu lagi membuktikan apa-apa soal kemandirian, karena ia sudah bisa melihat bagaimana Tuhan membuat anak-anaknya bisa berdikari di tempat yang asing dan jauh darinya. Tapi ia akan selalu meminta untuk tidak pernah menolak pemberiannya, karena dengan begitu ia akan merasa tetap berarti dan dibutuhkan…

Karena itu, ketika si opa tetap keukeuh untuk beliin LCD TV itu, kami pun hanya bisa nurut. Awalnya malah mo dibeliin yang 32 inch, tapi karena rencananya bakal dipasang di kamar yang ukurannya hanya 3×3 meter, maka akhirnya kami semua sepakat, lebih baik yang 22 inch aja..

Sebenarnya jujur saja, bagi kami LCD TV yang kayak gini nih masih tergolong barang mewah. Gak terpikirkan untuk beli, karena belom ngerasa ada kebutuhan *dan alokasi dana 😀 😀* ke arah situ. Biarpun suka ngiler juga sih kalo ngeliat LCD TV yang pada dipajang di mall-mall, he he…

Habis belanja-belanja *yang kesemuanya dibayarin sama si opa 😀 😀* dan setelah Raja selesai makan siang *waktu kami lagi asyik-asyiknya belanja, Raja juga asyik menikmati makan siangnya 😀*, kami cabut dari mall lalu melaju ke River Side resto buat take a lunch there…

Sebenarnya jujur saja, makanan di resto ini bisa dibilang tidak begitu enak di lidah kami… Tapi yah, pikir-pikir gak apa-apalah, sekalian biar si opa juga bisa menikmati suasana di tepi sungai musi yang keruh!!!

Lagi-lagi, si opa yang bayarin acara makan siang kami ini. Si papa dan si opa berlomba ke arah kasir untuk membayar, dan seperti yang sudah ditebak, pada akhirnya si papa yang musti mengalah, setelah si opa bilang, “Kalau papa sudah pensiun, baru kalian bisa bayarin papa” wkwkwkwkwk…

Di perjalanan pulang, kami sempat singgah di pasar. Kali ini hanya si papa yang turun, berdalih kalau ada keperluan penting, padahal sebenarnya si papa pengen beli AC yang rencananya mo dipasang di ruang keluarga yang sekaligus menjadi ruang bermain untuk Raja. Sengaja pake acara bo’ong segala, karena kalau sampe si opa tau, bisa-bisa AC ini juga dibayarin sama si opa 😀

Selesai dari pasar dan sempat singgah bentar juga di Krisbow tools store untuk beli bor, kami pulang. Memang sengaja gak pulang malam-malam, karena si opa pengen secepatnya memasang LCD TV itu di kamar kami dan semuanya harus sudah beres sebelum kedua orang tua saya berangkat ke Jakarta besok harinya.

Nyampe rumah, langsung pada sibuk. Pas juga AC yang tadi dibeli si papa udah nyampe…

Saking sibuknya, kami baru makan malam setelah lewat jam 9 😀

Esok harinya, pagi-pagi banget, jam 5 kami sudah berangkat lagi menuju bandara. Yupe, orang tua saya harus cabut dari palembang hari ini. Oleh karena jadwal penerbangan, perjalanan yang panjang dari Palembang ke Ambon tidak bisa dilakukan hanya dalam waktu sehari saja, karena itu orang tua saya sejak sabtu sudah harus ke Jakarta untuk kemudian ke Ambon di hari minggunya.

Ada rasa sedih di hati saya ketika melepas mereka… karena saya masih SANGAT kangen….

Tapi sekali lagi, bisa menghabiskan waktu bersama mereka seperti ini saja sudah sangat membahagiakan… Sudah lebih dari cukup untuk mengalirkan rasa syukur di hati saya. At least, dalam beberapa hari ini, saya bisa merasakan tinggal serumah lagi dengan mama saya *dan berasa jadi anak-anak lagi, he he*. Raja bisa merasakan asiknya kalau rumah menjadi rame oleh kehadiran opa dan omanya. Dan orang tua saya bisa merasakan kebahagiaan berada di tengah-tengah keluarga kecil kami… Dengan begini saja, it’s wonderful enough for us.

Saya yakin, di lain waktu Tuhan akan memberi kami kesempatan untuk berkumpul lebih lama lagi…

Terima kasih banyak ya, papa dan mama, untuk semua sukacita dan berkat yang sudah papa dan mama bagikan untuk kami di sini… We love u so much!!

*sampai orang tua saya pergi, saya lupa untuk mengcopy foto-foto yang diambil menggunakan camcorder si opa…hikksss….*

Iklan

4 thoughts on “If Only It’s For Everyday…

  1. Senengnya yang kumpul2 ma Bonyok. Mang Bokap lo stay di Ambon yah Lis? Btw ortu emng kaya gituh yah. Utinya Zahia (nyokap gw) kalo kemana2 pasti isi tasnya penuh ma oleh2 buat Zahia (paling banyak), gw (urutan ke-2), ma laki gw. Sdangkan buat Nyokap sendiri mah paling cuma sebiji 2 biji

  2. bersyukur banget ya mba punya orang tua yang sehat dan sangat sayang dengan anak dan cucunya…emang klo orang tua dah pengen sesuatu ga bisa nolak deh, apalagi klo pengen bayarin hihihi jangan ditolak deh mba:)

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s