Musim Sakit..

Setelah adek saya kena DBD beberapa minggu lalu,Ā  giliran adek ipar saya yang paling kecil yang kena DBD…

Gak cukup hanya adek ipar, kedua keponakan saya di medan juga ikutan jadi penderita DBD. Puji Tuhan sekarang adek ipar dan salah satu ponakan saya sudah sembuh…

Yang jadi masalah sekarang, inang simatua alias mama mertua saya juga ikut tertular. Ini yang paling bikin kami sedih. Bukannya kenapa-kenapa, tapi inang simatua saya kondisinya sudah tidak begitu sehat karena gangguan pada ginjalnya. Penanganan DBD yang paling utama adalah harus banyak minum, sementara tubuh inang simatua saya justru tidak boleh menerima cairan terlalu banyak… Obat-obatan pun gak boleh sembarangan masuk ke dalam tubuhnya…

Beberapa kali bertelepon dengannya, suaranya terdengar sangat lemah, biarpun tiap kali ditanya, selalu dibilangnya bahwa ia sudah merasa lebih baik… Sayangnya, suaranya tidak terdengar lebih baik, malah justru nampaknya tambah lemah…

Ah, Tuhan….

Kami tau kami tidak boleh khawatir, karena seperti firman Tuhan,

Who of you by worrying can add a single hour to his life? (Matthew 6:27)

Dan lagi Tuhan bilang,

it is good to wait quietly for the salvation of the LORD (Lamentations 3:26)

Karena,

Surely the arm of the LORD is not too short to save, nor his ear too dull to hear (Isaiah 59:1)

Kami tau, yang bisa kami lakukan sekarang ini hanyalah terus berdoa dan terus menaruh pengharapan dalam Tuhan… Jika yang lumpuh bisa dibuat-Nya berjalan kembali, yang tuli bisa mendengar, yang buta bisa melihat, bahkan yang matipun bisa dibangkitkan-Nya kembali, maka apalah arti sakit yang diderita oleh inang simatua saya ini… Jika Tuhan Yesus mau, Ia sanggup menyembuhkannya…. Jika kesembuhan inang simatua saya adalah bagian dari rancangan-Nya yang terbaik untuk kami semua, maka Ia akan memberikannya…

For I know the plans I have for you,” declares the LORD, “plans to prosper you and not to harm you, plans to give you hope and a future. (Jeremiah 29:11)

Si papa juga sekarang sedang terserang batuk, setelah sebelumnya Raja yang terkena pilek. Puji Tuhan, Raja sudah sembuh total, tapi si papa batuknya masih lumayan…

Saya sendiri juga lagi batuk pilek. Lumayan parah, bikin badan agak lemas dan kepala pusing. Lucunya, tiap kali saya bertelepon dengan inang simatua saya, beliau malah lebih mengkhawatirkan suara saya yang terdengar parau. Kami berdua jadi seperti berlomba menanyakan kabar dan gimana kondisi sekarang, he he… Inang..inang, apalah arti batuk pilek ini dibanding sakit yang lagi inang rasakan sekarang?

Yah, sekarang memang sedang musim sakit. Batuk pilek merajalela. Demam berdarah juga… Kakak saya cerita, di Rote sana dalam sehari ia bisa melayani 100 lebih pasien penderita DBD..weleh…parah juga…

Tapi yah, menghadapi kondisi seperti ini, satu hal yang pasti kita musti tetap bersukacita, karena seperti firman Tuhan,

A cheerful heart is good medicine, but a crushed spirit dries up the bones (Proverbs 17:22)

Tubuh kita boleh sakit. Tapi semangat tak boleh luntur. Apalagi sukacita, jangan sekali-kali melemah, karena kalau hati kita bahagia maka sakit semacam apapun akan tidak terasa… Malahan kita akan merasa bersemangat untuk terus berperang melawan sakit penyakit ini…

Buat semua yang lagi sakit, semoga cepat sembuh yaaaa….

God bless u all, fellas!!!

Iklan

6 thoughts on “Musim Sakit..

  1. waduuh, baru sempet mampir *sok sibuk* kok udah ada yg sakit???
    hmmm.. cepet sembuh yaaay buat smua nya…
    šŸ˜€ šŸ˜€

    1. wah, kak Zahia jg lagi sakit ya? Cepat sembuh ya kak Zahia… pasti mencret2 krn kmrn wkt mudik kebanyakan makan ya?? he he

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s