When I Was Just A Highschool Girl….

Jam balik saya ke kantor setelah menghabiskan waktu makan siang di rumah selalu bertepatan dengan jam bubaran sekolah SMA Xaverius I Palembang yang lokasinya terletak di jalur yang saya lalui untuk ke kantor.

Pemandangan anak SMA yang berhamburan pulang dari sekolah menjadi sesuatu yang saya lihat setiap hari…

Ada rasa bahagia setiap melihat mereka…

Ada yang terlihat masih sangat polos. Ada pula yang gayanya bak artis sinetron.

Ada yang keliatan banget kutu buku-nya, tas sekolah terlihat penuh, sementara buku-buku tebal masih didekapnya di dada, gak ketinggalan tentu kaca mata tebal itu… Tapi ada juga yang kayaknya datang ke sekolah hanya sekedar hadir aja, tasnya terlihat ringan dan kosong, gayanya modis dan mantap, dan keliatannya lebih peduli pada jerawat sebiji daripada nilai raport yang merah… Ada juga yang kayaknya biasa-biasa aja…

Ada yang jalan kaki. Ada yang naek becak. Ada yang pake motor. Dan ada juga yang tanpa ragu memamerkan mobil mewah…yang tentu saja punya orang tuanya. Tapi buat anak SMA kayak mereka, gak peduli punya orang tua atau punya sendiri, yang penting bisa gaya2an bawa tebengan mewah ke sekolah 😀 😀

Ada yang kayaknya masih malu-malu. Tapi ada juga yang tanpa ragu jalan bareng pacarnya sambil bergandengan tangan..

Ada anak cowok yang keliatan masih pedekate sama temen ceweknya. Sambil jalan mereka ketawa-ketawa dengan aura malu-malu masih keliatan jelas..

Dasar…

Anak SMA..

Setiap melihat mereka, saya selalu teringat dengan masa SMA saya dulu. Lingkungannya gak begitu jauh beda, didominasi oleh warga keturunan chiness. Jalanan di sekeliling sekolah teduh oleh pepohonan. Hanya saja sekolah saya dulu bangunannya sudah lebih modern.

Dulu, waktu SMA…saya tidak termasuk kutu buku. Tapi bukan berarti gak peduli juga sama sekolah. Yah…seimbanglah…

Saya bukan termasuk very popular girl…tapi juga gak kuper…Yah…sedanglah…

I’m not the prettiest one…tapi syukur ada beberapa juga yang naksir sama saya…xixixi…

Masa SMA…

Lumayan special buat saya…

Di masa ini, untuk pertama kalinya saya kenal yang namanya pacaran. Waktu itu sama anak yang beda sekolahan. Cinta monyet. Orang tua saya marah waktu tau. Dan kami pun bubar *it was so difficult to say ‘yes’ to him…but it was so easy to say ‘good bye’ to him 😀 😀 maklum, cinta monyet 😀 😀*

Putus dari dia, kelas 3 SMA saya pacaran lagi. Kali ini sama anak temen mama yang sudah kuliah… Waktu itu saya nerima dia karena ada temen2 yang bilang kalo saya sebenarnya seneng banget sama ‘si pertama’, makanya gak pernah pacaran lagi…

Oh NO!!! Gengsi dunks!!! *anak SMA banget deh kalo kayak gini 😀 😀*

Karena pada dasarnya gak seneng, saya gak lama sama dia… Kami berakhir diiringi tangisan dan pertanyaan kenapa dari dia… Wakksss….rasanya waktu itu saya jahat banget…. Tapi yah, I just couldn’t lie my self 🙂

O yah, dulu waktu SMA saya juga punya gank. Banyak hal seru kami lakukan bersama: nginep bareng, nongkrong di café, nonton di 21, bikin pe-er dan project bareng, ngerjain guru, dan tentu….bolos bareng!!! *I hope my children will never do the last two things 😀 😀*

Well…where are you gals???? It’s such a long time I lost contact with all of u…

Masa SMA beserta petualangan serunya kemudian berakhir…

Saya masuk kuliah, bekerja di sini, menikah, dan kemudian punya anak…

Masa SMA itu sudah lama berlalu….sudah berakhir sejak 9 tahun yang lalu…

Dan, sekarang, jika saya punya kesempatan untuk bertemu lagi dengan saya yang dulu..di masa 9 – 12 tahun yang lalu..

Ada beberapa hal yang ingin saya katakan terhadap saya yang dulu itu..

Pertama, saya tak pernah menyesali apapun yang pernah ‘kamu’ alami dan lakukan di masa-masa itu… sekalipun ‘kamu’ dulu pernah berpikir bahwa ‘kamu’ sudah berbuat kesalahan yang tak dapat diperbaiki…dan akan ‘kamu’ sesali seumur hidupmu. Hello…!! Saya sampai sekarang belum tiba di seumur hidupmu *thanks GOD for it!!*, tapi bahkan sekarangpun tidak pernah saya sesali setiap detik yang dulu pernah ‘kamu’ alami! Dulu ‘kamu’ boleh merasa bahwa ‘kamu’ banyak melakukan kesalahan besar, tapi sebenarnya TIDAK. Di masa depan, ‘kamu’ justru sering menganggap lucu apa yang ‘kamu’ anggap kesalahan itu.

Kedua, pada akhirnya semua kekhawatiran yang ‘kamu’ miliki tidak pernah terwujud.

Masa depan untuk ‘kamu’ tidaklah suram, dan ‘kamu’ tidak berakhir menjadi jobless person yang seumur hidup bergantung pada orang tua.

‘Kamu’ tidak pernah melakukan hal yang aneh-aneh yang menjebloskan dirimu dalam kehancuran seperti yang selalu ‘kamu’ takutkan.

‘Kamu’ tidak memiliki mertua cerewet dan saudara ipar menyebalkan, sesuatu yang selalu menjadi momok bagimu tentang sebuah pernikahan.

‘Kamu’ tidak menjadi perawan tua seperti yang kamu takutkan setelah menyakiti hati para cowok itu.

‘Kamu’ tidak menikah dengan pria gendut tua dan jelek tapi berpunya atau dengan si ganteng yang tidak punya apa-apa seperti yang selalu ‘kamu’ bayangkan. ‘Kamu’ juga tidak memiliki pendamping hidup yang tidak bertanggung jawab, cuek, dan kasar.

‘Kamu’ bisa punya anak!!! 😀 😀

‘Kamu’ tidak berakhir menjadi ibu-ibu gendut dan tak terurus setelah melahirkan 😀

Ketiga, pada akhirnya apa yang ‘kamu’ dapatkan melebihi apa yang selama ini ‘kamu’ bayangkan.

‘Kamu’ tidak hanya bisa berhasil selesai kuliah, ‘kamu’ bahkan bisa lulus sebagai cumlauder, dan ‘kamu’ bisa menyandang predikat the best graduated student.

‘Kamu’ bisa membanggakan orang tua. Dan bahkan, ‘kamu’ bisa bangga melihat mereka yang masih tetap produktif setelah menyekolahkan ketiga anaknya sampai berhasil.

‘Kamu’ punya target di usia 30 harus sudah menikah, kenyataannya ‘kamu’ menikah di usia 25.

‘Kamu’ memiliki pendamping hidup yang mewakili semua kesempurnaan yang pernah ‘kamu’ impikan..

‘Kamu’ selalu membayangkan punya anak yang lucu dan pintar, pada akhirnya ‘kamu’ mendapatkan anak yang cerdas, tampan, ceria, lucu, dan memikat siapa saja.

‘Kamu’ selalu berpikir, kalau nanti sudah bekerja, bisa gak yah ‘kamu’ punya rumah dan mobil sendiri??? Sekarang, yah benar… ‘kamu’ sudah punya semua itu..dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama setelah ‘kamu’ bekerja.

Sekarang ‘kamu’ bisa menikmati kepuasan memakai stiletto dan outfit keren dengan dandanan cantik untuk ke kantor * kalo ini sih narcis judulnya 😀 😀*

‘Kamu’ menjalani hidup yang indah…lebih membahagiakan dan bersemangat daripada apa yang pernah ‘kamu’ bayangkan…

Dan yang paling penting, ‘kamu’ tetap berjalan dalam genggaman tangan Tuhan-mu…

Itulah yang ingin saya bilang…untuk menjawab harapan, ketakutan, dan kekhawatiran yang pernah ‘kamu’ miliki…

…………………………..

Masa SMA, masa yang indah, karena di masa itu, saya banyak menaruh harapan dan impian tentang masa depan…

Masa SMA, masa yang complicated, karena masa depan masih belum terlihat jelas sementara saya sendiri belum pasti ingin menjadi apa kelak…

Masa SMA…

Masa yang selalu menarik untuk saya kenang… Bukan untuk berbalik ke masa itu… Tapi untuk belajar banyak hal dari masa itu…

Iklan

10 thoughts on “When I Was Just A Highschool Girl….

  1. 😀 😀 😀

    Cuma bisa ketawa aku say baca ketakutan2mu wkt sma hihi

    tp sm sih, aku jg punya ketakutan2 yg sama. Terutama, ttg jadi perawan tua itu lho 😀 😀

    syukur…syukur…

    msh ada yg mau ngajak aku married hingga berakhirlah ketakutan ttg perawan itu 😀

  2. hahahah,
    seneng banget baca tulisan yg ini..
    selalu berpikiran sama SAMA PERSIS dengan dirimu pas masih SMU..
    tks god aq juga gak dapet mertua bawel dan ipar yg cerewet..
    tks god bisa punya anak..
    tks god punya suami yg sangat memahami ku..
    tks god gak jadi perawan tua..
    jangan jangan smua anak SMU pikirannya sama yaa??
    *baru bisa comment, stelah kesibukan menyerang bertubi tubi*

    1. 😀 😀 😀

      Iyah, put.. kayaknya semua anak SMA pikirannya sama, deh. Soalnya kan di situ kita berada di tengah2… not a girl, not yet a woman *ngutip dr si Britney*

      Impian dan harapan banyak, tapi ketakutan lebih banyak lagi secara masa depan masih kabur gitu loh!!! Ya iyalah, mikirin bisa kuliah apa gak aja masih bingung, apalagi mo mikirin nanti bakal jadi apa???

      Tapi yah, selamat lah buat kita, put…krn Tuhan memberi begitu banyak hal buat kita…tentu, lebih dari apa yang pernah kita bayangkan kan?

  3. aduh edaku sayang…membaca tulisanmu spt membaca pikiranku dulu jg…entah krn kita dilahirkan di hari yg berdekatan yah, anyway…spt katamu “pada akhirnya apa yg kamu dapatkan melebihi apa yg kamu bayangkan” 😀 amen.

    1. AMEN!!!

      pikiran kita ternyata sama ya da? hi hi…

      puji Tuhan ya da, Tuhan selalu kasih yang terbaik untuk kita, sekalipun kita selalu butuh waktu untuk bisa memahami dan menyadari bahwa Tuhan selalu memberi bahkan lebih dari apa yang pernah kita bayangkan…

      🙂 🙂

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s