Santi… Our New Housemaid

Pengen nulis bentar di tengah kondisi akses internet yang menakutkan parahnya.

Fiuuh….sejak ganti provider, malah koneksi internet di kantor jadi ancur-ancuran kayak gini…

Padahal providernya masih anak perusahaan juga…

Payah deeeehhhh…

Kemarin-kemarin saya malah bawa modem berisi TSel Flash dari rumah saking parahnya internet access di sini.

Anyway, saya mau cerita bentar tentang housemaid kami yang baru. Her name is Santi.

Akhirnya, setelah hampir setahun kami mencari ke sana kemari, housemaid yang sudah semakin kami butuhkan itu datang juga.

Tanpa bermaksud untuk terlalu malas dalam mengurusi rumah. Tanpa juga bermaksud untuk kepengen santai aja di rumah.

Tapiii…

Saya seorang ibu bekerja yang sudah memiliki seorang anak yang sedang dalam masa aktif-aktifnya alias gak bisa diem bahkan ketika sedang tidur sekalipun.

Saya selalu merasa bersalah setiap kali meninggalkan anak saya untuk bekerja. Lebih merasa bersalah lagi, karena anak saya sehari-harinya harus hidup terpisah dengan papanya.

Karena itu, sebisa mungkin ketika berada di rumah, waktu saya pakai sepenuhnya untuk anak saya yang memang segala aktivitasnya menyedot semua perhatian. Saya tidak mau waktu tersita untuk menyapu, ngepel, bersihin perabot, nyuci-nyetrika, ngelap kaca, bersihin kamar mandi, dan sebagainya.

Tapiiii….

Di lain sisi, saya juga ingin menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan bersih di rumah.

Tidak hanya untuk anak saya.

Tapi juga untuk suami *kebayang kan, klo suami capek-capek pulang setelah seminggu, kemudian mendapati rumah yang kotor dan berantakan????*.

Dan juga tentu untuk saya, karena saya senang dengan kebersihan, kerapian, dan keindahan. Jangankan melihat rumah yang sedikit kotor saja, melihat barang yang diletakkan tidak pada tempatnya saja bisa membuat saya pusiiiiinngggg….

Saya juga seorang ibu bekerja yang hingga hari ini masih menyusui anak saya. Saya juga ingin berumur panjang supaya bisa mengurus suami dan anak saya.

Karena ituuu….saya butuh untuk sehat. Saya tidak boleh terlalu kecapekan supaya bisa selalu fit.

Saya tidak mau terlalu sibuk mengurus ini dan itu hingga melupakan mengurus diri sendiri. Termasuk soal mengurus kecantikan. Bukan karena apa-apa, tapi saya gak mau menjadi ibu-ibu dengan wajah kusam,  jerawatan, dan tak terurus.

Saya ingin tetap jadi yang tercantik di mata suami saya… Cantik dalam pengertian yang sebenarnya. Bukan hanya dia merasa saya cantik oleh karena kasih sayangnya untuk saya… Saya ingin selalu menyenangkan suami saya…

Puji Tuhan, sejauh ini semua bisa terhandle. Raja terurus dengan sangat baik dan saya bisa punya banyak waktu bersamanya sementara rumah terjaga kerapihan dan kebersihannya *thank u, sus…for always helping me :)*, dan saya juga bisa mengurus diri sendiri *puji Tuhan sampai sekarang masih banyak yang bilang, kalo setelah jadi ibu-ibu saya justru bertambah segar dan cantik 😀 😀 😀   Narcis euyyy!!!*

Tapiii….tetap saja saya merasa kalo it’s better for us to have a housemaid. Karena Raja akan semakin butuh perhatian. Supaya rumah semakin terurus….dan supaya saya tidak perlu lagi makan makanan catering dari senin-jumat.

Karena itu, kami tetap berusaha mencari. Tetap minta sama Tuhan.

Hubungi sana-sini, tetap belom dapat. Memang, beberapa kali ada yang datang nawarin tenaganya ke rumah. Tapi mereka maunya kerja part time aja…secara mereka juga gak hanya kerja di satu tempat aja. Jadi ke rumah hanya untuk beres-beres, nyetrika *kalo nyuci kami pake mesin* trus setelah itu cabut ke rumah laen di kompleks kami.

 Ah, yang kayak gini gak cocok untuk saya… Jadi setiap yang datang untuk nawarin, pasti saya tolak.

Sampai akhirnya, housemaid yang kami butuhkan itu, dengan sendirinya datang ke kami.

Waktu itu kami lagi di Medan.

Si suster tiba-tiba cerita, kalo barusan dia ditelpon sama Santi, ex-housemaid tetangga kami waktu masih ngontrak dulu. Seandainya kami butuh, dia pengen kerja di tempat kami.

Saya langsung menyambut dengan riang… hohoho… I have been waiting for this for such a long time gitu loohhh!!!

Via telpon, kami bernegosiasi soal gajinya. Juga mengatur bagaimana dia datang ke Palembang (Santi nih aslinya dari Kayu Agung dan waktu kami telpon2an, dia sedang berada di Kayu Agung, jaraknya sekitar sejam dari Palembang).

Tanggal 3 januari kemarin, Santi resmi bekerja di rumah kami.

Katanya sih sudah sejak lama dia pengen kerja sama saya. Tapi karena tetanggaan dengan majikannya dulu, dia jadi ragu. Sebelum kami pindah ke rumah baru, Santi sudah berhenti dari tetangga kami itu, jadi dia tidak tahu tentang kepindahan kami.

Taunya baru setelah dia telpon2an sama si suster. Tau kami sudah pindah, dia langsung nawarin diri…

Alleluia!!! Our Jehova Jireh cares for us… He’s our provider and His grace is sufficient for us!!! Our GOD shall supply all our needs according to His riches and glory… and His time is the best time for us.

Sejauh ini sih Santi terlihat baik dan rajin. Semua tugas bisa diselesaikannya dengan baik. Dan terlihat jujur *semoga tetap demikian adanya*. Dengan Raja pun dia cepat akrab. Sekarang, tiap sore Raja jalan-jalan keliling komplek sambil ditelitah oleh si suster dan Santi 😀

Satu kelebihan utamanya, adalah masakannya yang wuenaakkk!!! Secara dia dulu kerja di resto gitu loohhh…. Pinter dia nih dalam meracik dan menakar bumbu untuk masak. Tinggal saya bilang aja pengen yang gini dan gitu, dah langsung ngerti dia, he he….

Mudah2an betah sama kami ya Santi…

Jangan sampe bosen, kan lumayan kalo kerja di kami ada Raja yang bisa selalu menghibur hati dan mengusir kelelahan 😀 😀

Iklan

One thought on “Santi… Our New Housemaid

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s