The Memories From Last Christmas

Our first XMas tree. It's small, but for us, it is the prettiest XMas tree in whole wide world πŸ˜€

A day before December and the spirit of Christmas is on the air again…

Kalo di Palembang sih paling terasanya di lingkungan Gereja…dan tentu saja, di mall dan pusat perbelanjaan lainnya. Di gereja sih so pasti, minggu ini masuk minggu Advent (Minggu Penantian) Pertama, berarti lilin-lilin Advent mulai dinyalakan. Ibadah-ibadah Natal akan mulai menghiasi buku agenda Gereja. Kepanitiaan Natal mulai dibentuk, semua yang kebagian jadi panitia tentu merasa sangat bahagia mendapat tugas mulia, mempersiapkan sebaik-baiknya acara peringatan kelahiran Sang Juruselamat… *jadi gak sabar deh, hadir di acara Natal di lingkungan gereja, udah kebayang gimana syahdunya ibadah itu*

Kalo di mall dan pusat perbelanjaan jelas terasanya karena Xmas Ornament mulai dipajang dan ditawarkan dengan embel-embel harga khusus, mulai dari pohon Natal dari yang harganya puluhan ribu sampe puluhan juta lengkap sama hiasannya, topi Santa Claus, bando Reindeer, aneka patung dan boneka Natal, hiasan mistletoe, bunga malam kudus, xmas candles, dan macem-macem deh… Dari tahun ke tahun, XMas ornament ini memang makin banyak aja jenis dan ragamnya…selalu aja bikin tergiur untuk beli ini itu…

Tapi yah, yang terasa bukan hanya di Gereja dan di mall aja, dong… di rumah kami juga. Christmas tree mulai dipersiapkan dan tentu, Christmas songs juga mulai membahana. Jadi kepikiran, tar di SPore pengen liat2 XMas ornament yang unik buat dipajang di rumah ah..supaya suasananya lebih meriah. Yah, biarpun taon ini kami berencana untuk menghabiskan Holiday Season di rumah di Medan, tapi tetep aja dong, di rumah sini the Spirit of Christmasnya musti tetep dihadirkan..

Duh, jadi teringat dengan setahun yang lalu. O iya, setaon lalu kan saya pernah menulis tentang our first Christmas in Palembang. Waktu itu nulisnya karena saya sedih gak bisa pulang ke Manado. Tapi baru nyadar kalo saya gak pernah mengupdate cerita tentang apa yang kami lakukan ketika merayakan Natal di sini untuk pertama kalinya sebagai sebuah keluarga yang baru…

Karena gak pernah diupdate di situ, saya pengen cerita di sini aja aaahhh…

Setting utamanya adalah di rumah kontrakan kami dulu… Seneng deh, sekarang status di Palembang ini bukan kotraktor lagi πŸ˜€ πŸ˜€

Saya mau mulai dengan cerita pas XMas Eve-nya alias malam Natalnya alias di tanggal 24 malamnya. Malam itu, sambil nungguin si papa balik dari Lahat, saya mempersiapkan hidangan Natal. Kan rencananya pagi-pagi banget udah musti ke Gereja tuh, jadinya hidangan Natalnya saya siapin dari malam sebelumnya. Saya bikin masakan daging khas Manado yang dalam bahasa daerah saya disebut daging Garo (saya musti bolak-balik nelpon mama di Manado untuk bikin masakan ini, he he…niat banget bikinnya secara si papa doyaaaannnn banget sama masakan ini), cap cay sea food, ayam kecap (kalo ini sih favorit saya), krupuk, sama sup buah segar.

Jadi malam itu masakan dagingnya sudah disiapkan tinggal besoknya nanti dipanaskan soalnya bikin daging garo ini agak lama jadi gak mungkin keburu kalo nanti dimasak on the Christmas morning, ayamnya diungkep biar besoknya tinggal dimasak bareng saus kecapnya, sayuran dan buah sudah dipotong-potong jadi besok paginya tinggal diracik saja.

O iya, saya juga nyiapin kue kering sama kue tart juga lho, memang sih dibeli, secara saya gak sempat kalo bikin sendiri. Kue tartnya saya pesan dua yang berukuran besar. Satunya untuk tamu, satunya lagi untuk dibagi-bagi ke tetangga yang kurang mampu di sekitar kontrakan kami dulu…

Si papa surprise banget pas masuk rumah dan langsung mencium aroma daging garo… “Mama masak apa??? Enak banget wanginya!!!!” Itu katanya waktu itu… gak pake nunggu-nunggu lama, hidangan yang seharusnya disiapin untuk hari Natal itu, langsung dicicipnya dengan alesan, “Pas laper banget nih ma….” πŸ˜€ πŸ˜€ Bahagia banget rasanya melihat suami saya makan dengan lahapnya, apalagi disertai dengan pujian, “rasanya muantap banget, ma…” seneeeeennnngggggg banget rasanya!!!

our first XMas table πŸ™‚

Sehabis papa makan dan mandi pake air anget, kami bikin ibadah Malam Natal, mulai dari nyanyian pujian dan penyembahan, pembacaan Firman Tuhan, doa syafaat, dan tak ketinggalan penyalaan lilin… Biarpun hanya terdiri dari saya, si papa, Raja (yang waktu itu masih dalam perut saya), dan Lenny (ex housemaid kami) tapi kami merasa sangat damai dalam ibadah itu… itulah Natal pertama kami…dan kami sangat bersyukur untuk semuanya…

Papa nyalain XMas Candle

Esok paginya, di hari Natal, kami pergi ke Gereja. The dress code is all in red, he he… Waktu ngelewatin rumah-rumah tetangga, banyak yang nyalamin kami, sambil bilang, “wah..mau pergi Halleluya ya?” πŸ˜€ πŸ˜€

Seneeeenggggg banget rasanya waktu itu….

we took pictures before going on to the Church
The dress code is Red!!

Pulang gereja, kami nyiapin kue untuk dibagikan. Kuenya dipotong-potong trus dimasukin ke dalam kotak. Jumlah dalam masing-masing kotak disesuaikan dengan besar kecilnya keluarga yang akan kami beri.

Wah, sukacita banget para tetangga itu waktu menerima bingkisan dari kami… Kami pun tak kalah sukacitanya. Natal selalu mengingatkan kita tentang pentingnya kasih karena Allah sendiri sudah memberi contoh tentang kasih yang nyata itu dengan merelakan Putra Tunggal-Nya menjadi sama seperti manusia agar kita beroleh keselamatan. Karena itu sukacita sekali rasanya ketika kami bisa berbagi kasih dengan sesama…

Siangnya, para tetangga mulai berdatangan ke rumah. Seneng deh, banyak yang datang, mulai dari anak-anak sampe orang tua. Dan tambah seneng lagi karena sop buah segar saya laku!!!! Horeee!!!!!

Sorenya, giliran teman kantor yang datang… Karena datangnya udah agak malam, jadi dilanjutin deh dengan makan malam bersama… seneng, karena baik si papa maupun temen kami makan dengan sangat lahap, berarti masakan saya yummy kan???? πŸ˜€ πŸ˜€

Cerita bahagianya gak hanya berhenti sampe di Natal aja…tapi berlanjut juga ke New Year di mana adek saya si Natan untuk pertama kalinya menginjakkan kaki ke Palembang. Jadi ceritanya, berhubung ada prosesi keluarga yang sangat penting di Kupang, papa dan mama saya harus melewatkan tahun baru di Kupang bersama kakak saya di sana. Si Natan sebenarnya bisa juga ke sana, tapi gak tau kenapa, ni anak malah memilih untuk ke Palembang saja…yah, walaupun dia gak pernah ngaku, tapi saya yakin itu karena dia kangen dengan kakaknya ini xi xi xi….

Tanggal 29 Dec 08 adek saya mendarat di Palembang. Saya yang pergi menjemputnya ke bandara, karena si papa sakitnya kambuh lagi dan bener-bener gak bisa bangun dari tempat tidur (kalo inget ini…sedih banget rasanya….). Dan karena sakit si papa, tempat pertama yang adek saya kunjungi di Palembang ini selain rumah kontrakan kami, adalah…. rumah sakit!!!! Yupe, malamnya si papa bener-bener ngerasa sakit, sampe gak bisa ditahan lagi, puji Tuhan ada si Natan sehingga urusan ke rumah sakit jadi lebih mudah.

Puji Tuhan, si papa gak perlu diopname dan malah keesokan harinya kondisinya sudah jauh lebih baik. Maka, jadilah kamipun jalan-jalan. Agak bingung memang membawa adek saya ini jalan-jalan di Palembang, karena seperti yang diakui oleh orang Palembang sendiri, di sini hampir gak ada tempat yang cukup oke untuk dikunjungi.

Tapi yah, kami berusaha kreatif aja. Karena adek saya suka bola dan tentu tau banget dengan Sriwijaya FC dan Stadion Jakabaringnya, kami pun membawa adek saya ke sana. Lumayan, kami bisa have fun di situ, tuh liat aja foto-fotonya…

Pretending to be the coach and the player πŸ˜€
it was so fun!!!

the ball was in my stomach:D πŸ˜€

Nah, untuk old and new nightnya, kami lewatkan di River Side Resto. Restoran ini terletak di tepi sungai Musi di samping BKB Plaza. Dari resto ini, terlihat jelas pemandangan jembatan Ampera. Masakannya sih not so yummy, tapi pemandangan di malam harinya ok punya (thanks to PLN!!!) apalagi pas malam tahun baru.. BKB Plazanya rameeeee banget, kayaknya seluruh Palembang tumpah ruah deh di situ. Ditambah lagi dengan fireworks-nya, wuaaaahhhh…jadi meriaaaahhhhh banget rasanya…

@River side Resto in front of the Ampera Bridge

Pulang dari situ, kembali kami mengadakan ibadah sederhana di rumah. Berdoa bersama, mengucap syukur untuk semua penyertaan, perlindungan, dan kasih karunia Tuhan di sepanjang tahun 2008…

Malam itu, terasa sangat indah untuk kami… hingga saya harus merasa sedih ketika melepas adek saya kembali ke Manado keesokan harinya…

before going on to the airport

Aaaahhhhh…. semua kenangan itu rasanya baru saja terjadi. Ternyata, sudah hampir setahun yang lalu…cepet banget yah…

Natal kali ini akan sangat berbeda. Kami akan merayakannya di Medan, ini untuk pertama kalinya buat saya. Pertama kali juga untuk Raja…. entah akan seperti apa nantinya, tapi kami yakin tentu saja akan ada banyak sukacita yang kami rasakan… Keluarga kecil kami ini memang selalu saja seru, bahkan ketika kami musti melewatkan Natal sendiri di palembang saja bisa jadi seru, apalagi kalau melewatkannya dengan keluarga besar, apalagi dengan hadirnya Raja di sini… Dan tentu, di atas semuanya, segala sukacita itu datang karena Tuhan hidup di hati kami…

Iklan

6 thoughts on “The Memories From Last Christmas

  1. Selamat ya say, keluarga kecilmu mmg asik, selalu saja ada cerita yang sebenarnya sederhana tp kok selalu jadinya seru ya???

    ditunggu nih cerita ttg christmas in medan jg jalan2 ke singpore nanti ya…

    πŸ™‚ πŸ™‚

  2. daging garonya looks so yummy!!! bagi resepnya dunks.

    o ya, salam kenal ya mba, seneng baca blog mu. It’s really nice!!

    πŸ™‚ πŸ™‚

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s