ASI Consultant

Raja(940)Kemaren sore, seperti biasa sehabis Raja mandi dan makan, saya membawa Raja maen di teras depan rumah sambil ngeliatin burung-burung merpati piaraan tetangga sekaligus menikmati pemandangan di depan rumah yang dalam hitungan beberapa hari lagi akan segera kami tinggalkan ini. Gak lama kami ada di situ, tiba-tiba datang anak perempuan salah seorang tetangga saya yang sedang hamil 9 bulan. Datangnya gak sendiri, tapi bareng mama dan tantenya juga… Datangnya sambil teriak…. “ya ampunnn lis…. gantengnya anakmu ini…. kok cepet banget ya gedenya????”

Habis itu, kami ngobrol-ngobrol. Saya nanya-nanya tentang kehamilannya. Ternyata perkiraan kelahiran adalah 2 minggu lagi. Perutnya gede banget (bikin saya inget dengan perut saya semasa hamil dulu). Kakinya udah bengkak banget. Dan sudah terlihat ngos-ngosan kalo jalan, he he…  Si mbak juga nanya-nanya tentang Raja, udah berapa bulan, udah makan apa, sambil maen-maen sama Raja. Sempat Raja digendongnya, awalnya Raja mau…tapi gak lama nangis ketakutan…hi hi… takut banget si Raja mo dibawa lari ma orang…

Lagi asyik-asyik ngobrol, tiba-tiba mbak itu bertanya, “Kamu nyusuin berapa lama, lis?”

Saya agak terdiam, lalu dengan tenang menjawab, “Raja barusan lulus ASI ekslusif 6 bulan, mbak…

“Hahhh????” Yang kaget bukan cuma mbaknya, tapi juga mama dan tantenya. Setelah itu beruntun pertanyaan datang, “Trus kalo kamu kerja gimana, Lis?”, “oo… ASI bisa diperah to?”, “Ngasihnya gimana”, “Nyimpennya gimana?”, “Kenapa gak susu kaleng aja sih Lis?”, dan bla…bla…bla… sumpah, pertanyaannya banyak banget. Selesai saya jelasin satu, ditanya yang laen. Saya juga semangat menjelaskan. Kesempatan sosialisasi tentang ASI kayak gini jangan disia-siakan. Dan puji Tuhan, semua yang saya jelaskan bisa dimengerti.

Ujung-ujungnya, mamanya ngomong ke mbak nya, “Tuh…ris… Lisa aja yang kerja bisa ngasih ASI, ikutin tuh sarannya, kasih ASI ke cucu mama, jangan dikasih susu kaleng.” Dan terakhir sebelum pulang, tantenya bilang ke saya… “Bolehlah kau Lis, jadi konsultan ASI…”

Nguiiikkk…. pernyataan terakhir itu…he he…. rasanya saya belum pantas menjadi konsultan ASI. Pengetahuan saya sebatas berbagai informasi yang bisa saya dapatkan plus pengalaman saya menyusui Raja yang baru 6 bulan. Tapi pernyataan itu membuat saya berpikir untuk membagi pengalaman saya di sini (sudah ada yang minta nih…hi hi), yang sebenarnya sudah lama banget saya niatkan, tapi gak terlaksana juga…

Sebenarnya di blog saya sebelumnya, saya sudah pernah menulis tentang ASI, tapi itu sebatas teori, sekarang saya benar-benar ingin berbagi tentang pengalaman saya mengenai ASI ini.

Mengapa Harus ASI

  1. Alasan yang paling utama adalah karna Tuhan menciptakan payudara untuk wanita agar bisa menyusui. Sudah tugas kita sebagai ibu untuk menyusui anaknya. Gak usah takut bentuknya akan rusak atau pada akhirnya gak bisa berdiet karena harus menyusui. Pengalaman saya, dengan menyusui malah berat badan bisa turun dari 70 kg ke 51 kg. Lagipula dengan menyusui, hormon oksitosin yang bersekresi selama proses menyusui akan membantu kontraksi rahim ibu sehingga mengurangi pendarahan dan mengembalikan rahim ke ukuran semula seperti sebelum hamil. Terbukti, sekarang perut saya sudah kembali rata.
  2. ASI merupakan sumber nutrisi yang terbaik bagi bayi karena kandungan gizinya lengkap dan seimbang, temperaturnya sesuai dengan yang dibutuhkan bayi dan komposisi nutriennya paling ideal untuk tumbuh kembang bayi
  3. ASI melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi dan sangat berguna untuk peningkatan imunitas bayi yang bisa melindungi bayi dari berbagai penyakit. Terbukti, lho, sejak usianya seminggu, Raja sudah nginjak mall, dan sampai sekarang Raja sehat-sehat aja. Kemaren waktu ke Medan, semua yang di sana lagi pada kena flu dan batuk, mulai dari ompungnya sampai namboru dan laenya. Raja digendong sana-sini. Tapi tidak tertular penyakit apapun. Thanks GOD!!
  4. ASI mudah banget didapat. Tersedia full 24 jam. Bisa diberikan kapan dan di mana saja
  5. Dengan segala manfaat hebat yang bisa diberikannya, ASI justru sangat murah. Biaya yang perlu dikeluarkan adalah untuk makan si ibu aja, he he… Bandingkan dengan kalo beli susu kaleng yang bisa habis dalam beberapa hari saja sementara harganya muahal banget…
  6. ASI memang memberikan dampak yang sangat hebat terhadap kedekatan batin antara ibu dan anak. Bayi merasa tenang dan nyaman saat didekap di dekat payudara ibu. Begitupun ibu akan merasa rileks dan berdasarkan pengalaman saya, setiap menyusui Raja ada rasa kasih yang sulit banget saya gambarkan yang mengalir di hati saya. O ya, sekalian cerita tentang perkembangan Raja nih… Raja sekarang sudah tau lho, letak miminya di mana. Kalo lagi saya gendong, Raja suka buka-buka baju saya, trus mulutnya mencari-cari miminya, hi hi…lucu dan seneng banget rasanya. Raja juga semakin dan semakin bergantung sama saya. Jangan harap bisa menidurkan Raja di malam hari kalau tidak ada saya. Sekalipun dinina boboin sama papanya, saya harus ada di dekat situ, supaya Raja bisa ngeliat saya. Kalo saya keluar kamar bentar aja, pasti langsung mewek, he he
  7. Buat ibu yang baru melahirkan, dengan menyusui akan membantu ibu untuk beristirahat. Di malam hari, ketika bayi terbangun karena haus, ibu bisa langsung menyusui tanpa perlu bangun. Bayi juga bisa langsung terlelap karena dahaganya terpenuhi. Bandingkan dengan kalo minum susu kaleng, bayi udah nangis-nangis kehausan, si ibu harus bangkit dari tidur, bikin susu, didinginkan bentar, baru deh dikasihkan. Itupun gak boleh sambil tiduran kan??
  8. Manfaat lain buat ibu, menyusui dapat menurunkan resiko kanker payudara

Posisi, Interval, dan Lama Meyusui

Posisi yang tepat adalah yang latching-on nya pas serta nyaman baik bagi bayi maupun ibu. Dulu, saya sempat kesulitan menyusui Raja dalam posisi duduk. Karena itu Raja lebih terbiasa dan lebih nyaman mimi dalam posisi tidur menyamping. Jangan lupa,  waktu menyusui usahakan agar sebagian besar areola bisa masuk ke dalam mulut bayi agar ASI lebih lancar keluar selain itu juga menghindari puting dari terluka.

Untuk interval waktu menyusui, pengalaman saya, bayi akan tahu sendiri kapan ia perlu untuk disusui. Jadi prinsip saya, berikan ASI sesuai kapan bayi ingin. Begitu juga dengan lama menyusui. Bayi tau kok kapan ia kenyang, tar juga dilepasnya sendiri. Yang penting nih, habiskan dulu ASI di satu payudara baru pindah ke payudara yang  lain supaya bayi bisa mendapatkan ASI yang mengandung laktosa serta lemak sekaligus. Sebagai catatan, ASI yang keluar lebih awal saat menyusui adalah yang memiliki kadar lakotsa tinggi sehingga bisa memenuhi kebutuhan bayi yang sedang haus. Sementara ASI yang keluar berikutnya memiliki kadar lemak tinggi sehingga memenuhi rasa lapar bayi.

Apa yang Harus Dimakan Supaya ASI Lancar dan Berkualitas

Prinsip saya, makan sebanyak yang saya bisa. Menyusui memang bikin cepat lapar. Makanya saya makan besar sebanyak 4 – 5 kali sehari. Yang pasti, perbanyak makan sayur-sayuran hijau serta makanan berkuah. Imbangi juga dengan karbohidrat dan protein serta jangan lupa asupan vitamin dan kalsium agar kondisi ibu fit. Saya minum susu sebanyak 4 kali dalam sehari. Pagi jam 5 setelah memerah ASI saya minum Indomilk yang tinggi kalsium susu. Jam 10 pagi di kantor saya minum Prenagen untuk ibu menyusui. Sore jam 5 sesudah memerah ASI saya kembali minum Indomilk. Dan terakhir sebelum tidur malam saya minum Prenagen. Btw, ini bukan iklan atau promosi lho (secara saya gak dibayar gitu lho..!!!)… sekali lagi saya di sini untuk berbagi pengalaman saya.

Saya juga minum suplemen CDR untuk menjaga kalsium dalam tubuh supaya kalisum saya cukup untuk kebutuhan saya juga Raja. Selain itu, saya mengkonsumsi Asifit, minumnya 3 kali sehari. Dulu, sebelum saya aktif memerah ASI saya minumnya 1 kaplet sekali minum, tapi sekarang konsumsinya saya tingkatkan menjadi 2 kaplet sekali minum. Khasiatnya??? Saya juga gak tau pasti, he he… yang pasti, segala usaha yang bisa saya lakukan supaya ASI saya cukup untuk Raja, akan saya lakukan.

Darimana Tahu Kalo Kebutuhan ASI Cukup

Dari berbagai informasi yang saya dapatkan, ada 3 indikator penting yang menandakan bahwa bayi cukup mendapat ASI.

  • Pipisnya lebih dari 6 kali dalam sehari
  • Berat badan bayi meningkat
  • Bayi tidak terus-terusan rewel sepanjang hari

Selain itu, saya juga pernah baca, satu hal yang bisa jadi warning bagi ibu tentang kecukupan ASI adalah apabila ibu sudah mendapat haid dalam selang waktu yang tidak terlalu lama setelah masa nifas berakhir.

Satu hal yang pasti, tidak perlu terlalu khawatir. Terus susui bayi. Semakin sering ibu menyusui, maka produksi ASI pun akan semakin banyak dan mencukupi kebutuhan bayi.

Pemberian ASI Secara Ekslusif

Pemberian ASI secara eksklusif berarti bahwa bayi HANYA mendapatkan ASI saja selama 6 bulan pertama kehidupannya tanpa ada asupan makanan tambahan lainnya, termasuk air putih. Pemberian ASI secara ekslusif ini direkomendasikan oleh WHO. Selanjutnya, ASI diberikan selama mungkin sampai anak berusia 2 tahun atau lebih.

ASI Perah

Buat ibu-ibu yang bekerja, satu berita yang sangat menggembirakan adalah bahwa ASI bisa diperah dan disimpan dalam kurun waktu tertentu. Jelasnya, tentang seluk beluk ASI Perah ini, bisa dibaca di blog saya di Friendster dengan judul Tentang ASI Perah ini. Selain itu, saya juga ingin menambahkan beberapa hal berikut.

Tentang persiapan ibu. Sebaiknya ketika memerah ASI, ibu dalam kondisi rileks dan tenang. Pengalaman saya, justru ketika saya tidak sedang berkonsentrasi terhadap ASI perah, saya malah bisa memerah ASI dengan lebih banyak. Saya memikirkan hal-hal yang lain. Terutama hal-hal yang bisa meningkatkan adrenalin saya, karena bisa bikin saya tambah semangat memerahnya, he he…

Tentang cara memerah ASI. Pada akhirnya saya memilih memerah secara manual pake tangan. So, there is no pain but the result is very great. Ada tip nih, sebelum mulai memerah ASI, rangsang terlebih dahulu payudara menggunakan kelima jari tangan kita. Buat gerakan seperti bayi menghisap, supaya pabrik ASI-nya terangsang untuk memproduksi ASI. Lakukan hal yang sama ketika payudara terasa penuh tapi ASI sukar keluar.

Saya biasanya memerah ASI sambil selonjoran di atas tempat tidur, sambil ngeliatin Raja maen. Raja senang mengamati ketika saya sedang memerah ASI. Raja biasanya mengamati sambil mengerutkan dahinya. Seolah lagi berpikir. Lagi bertanya, “Mama lagi ngapain sih???” Supaya Raja gak bertanya-tanya, sering saya bilang ke Raja, “Mama lagi perah ASI, bang…buat kalo mama kerja, so you won’t be starfing when i’m not around.” Yang asiknya, Raja selalu exciting kalo ngeliat botol susu ASIP, kayaknya udah ngerti Raja kalo itu adalah miminya, makanan favoritnya, he he…

Tentang media penyimpanan ASI. Pada akhirnya saya memilih botol polyprephilene khusus untuk menyimpan ASI, produk dari Chicco. Tapi sebenarnya, menurut kakak saya yang baru aja dapat pelatihan dari Selasi, media yang terbaik adalah gelas bertutup yang terbuat dari bahan stainless steel, karena lebih aman dan tidak berlekuk-lekuk selayaknya botol jadi lebih mudah dibersihkannya.

Tentang penyimpanan ASIP. Saya menyimpan ASI di refrigerator dan bukan di freezer dengan jangka waktu maksimal 3 hari. Dari berbagai sumber, saya mengetahui bahwa dengan menyimpan ASI di freezer, akan membuat beberapa zat penting termasuk zat imunitas menjadi mati.

Tentang cara pemberian ASIP. Cara terbaik untuk memberikan ASIP kepada bayi adalah dengan menggunakan sendok. Manfaatkan botol bersendok. Sayang sekali, cara ini gagal saya praktekkan untuk Raja (baca ceritanya di sini). Pada akhirnya, dengan segala resiko yang mungkin muncul, saya kemudian memilih untuk memberikan ASIP kepada Raja dengan menggunakan dot. Puji Tuhan, hingga hari ini, Raja tidak pernah mengalami yang namanya nipple confuse. Semoga tidak akan pernah…

Tentang berapa banyak ASIP yang harus disediakan tiap harinya. Yah, kalo ini sih tergantung kebutuhan bayi. Gak bisa disamaratakan, karena ukuran lambung bayi kan bisa jadi berbeda-beda juga. Raja sendiri dalam waktu 3 jam, bisa ngabisin ASIP sebanyak 300ml lebih. ASIP yang dikeluarkan dari dalam kulkas juga harus dikira-kira, jangan sampai terlalu berlebih hingga akhirnya terbuang. Saya memberi aturan kepada si suster, bahwa ASIP yang sudah dikeluarkan dan dihangatkan harus diberikan dalam waktu kurang dari 4 jam.

Mmm… apalagi yah yang ingin saya bagi di sini.. kayaknya sih itu dulu, nanti di lain waktu kalau ternyata ada yang penting, saya bagi lagi di sini. Sebenarnya sih jika dibilang ASI saya selalu banyak, ya gak gitu deh… saya berkali-kali juga harus berdamai dengan kepanikan karena stok ASI menipis. Kalau sudah begitu, saya langsung telpon mama, mertua, dan tentu saja suami saya untuk membantu saya dalam doa… supaya Tuhan kasih ASI yang lebih banyak lagi, he he

Karena itu, di atas semuanya, satu hal yang paling ingin saya bagikan di sini menyangkut keberhasilan pemberian ASI ini, adalah DOA. Yupe, karena ASI diciptakan oleh Tuhan bukan oleh karena usaha kita. Saya sendiri selalu merasakan setiap menyusui Raja atau setiap kali saya memerah ASI, bahwa moment itu adalah sebuah keajaiban. Dan saya sangat bersyukur karena Tuhan masih ijinkan saya untuk merasakan keajaiban itu hingga kini. Bukan karena saya atau Raja layak mendapatkannya, tapi murni karena karunia dari Tuhan untuk kami… Karena itu, andalkan Tuhan dalam usaha ini, karena anak kita adalah milik Tuhan, jadi Tuhan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap pertumbuhannya…

Enjoy Breastfeeding Moment…

Iklan

16 thoughts on “ASI Consultant

  1. Mau nambahin yah mam…
    ikut seneng baca postingan yg bikin semangat kayak gini lis.
    biarpun cuman bisa kasi syauqi ASIX sampe hampir 5 bulan, aq slalu semangatin ibu” untuk slalu kasi ASIX ke anaknya…
    Malah kalo yang lagi hamil, aku saranin mereka buat minum rendaman air kacang hijau (aq dulu kurang rajin-males, mungkin karena masih ngekos waktu hamil-dan mungkin itu yg bikin ASIku dikit)
    ayo ayo.. kasih yg terbaik buat anak kita…

  2. saya ibu muda yg baru 1 bulan memiliki bayi….saya melahirkn secara cecar…di rumh skit slma 3 hari bayi saya diminumi susu frmula dengan memkai dot
    sampai rumah saya ingin menyusui dengan payudara agar bayi mndpatkn asi…tetapi setiap kali saya susui selalu menangis dan tidak mau menghisap pyudara….
    bagaimana solusi agar bayi saya mau menyusu pyudara saya
    ?
    bagaimana solusi jika bayi tetap tidak mau menyusu tetapi dapat meminum asi?
    mohon solusix….terima ksih seblumx

    1. Halo, mbak, saran saya agar mbak secepatnya menghubungi klinik laktasi agar mbak dan bayinya bisa dibantu. Di klinik laktasi, mbak bisa belajar untuk menyusui dengan posisi yang benar, sementara bayi mbak juga bisa diajarkan teknik menyusu yang benar sehingga kemampuannya menghisap akan bisa meningkat. Yang pasti, mbak harus tetap berusaha untuk memberikan ASI dan harus dalam keadaan yang tenang agar produksi ASI tidak terganggu 🙂

      Maaf kalo kurang membantu ya mbak…

  3. hai mbak menarik skali tulisannya. saya ibu muda baby baru berusia 2 bln. saya telat kasih asi karena masalah teknis (puting masuk). baru 1 bulan ini saya bisa menyusui tp baby terlanjur biasa sama dotnya, so tiap kali sy susui selalu tertidur. gmn ya caraya biar dia ga tertidur pdhl sy sdh berusaha menyusui sesuai “kaidah” pelekatan yang pernah sy baca d bbrp artikel. mhn masukannya. tks

    1. Mksdnya disusuinya setelah bayinya ngedot ya? Mgkn dedeknya udah kekenyangan, makanya langsung bobo. Coba kalo tanpa ngedot atau ngedotnya gak dikasih sebanyak porsi biasa, siapa tau bs bikin dedeknya melek saat nenen krn msh lapar 🙂

  4. hi mamanya raja…salam kenal..

    klo saya, kendalanya kalau diperah (pompa listrik), hasil perahan dikit trus proses pengisian asi kembali lama…bhakan sampe pd saya lembek banget….napa ya?.\ket: sy ibu menyusui aktif bayi 6 m 1 w…asix +mpasi.

    terima kasih sebelumnya…

    1. Halo…maaf baru dibalas sekarang ya. Salam kenal juga 🙂

      Memang sekali perah dapat berapa ml, mbak?

      1. jadi bgini mom…saya cerita dulu ya,,,

        sebenarnya saya bukan ibu yang bekerja diluar rumah jadi sbrnnya tidak butuh memerah asi untuk stok, krn sll berada disamping anak saya.nah…knp saya tetap memerah asi saya?

        latar belakangnya bgini…awal bulan kelahiran sampai dengan bulan ke-4 smuanya lancar2 saja (hal menyusui0, bahkan bs dikatakan anak sy tergolong anak yg cepat sekali haus sehingga minum asinya banyak (anak saya perempuan).akn ttp di minggu2 bulan ke 4 mnuju bulan ke-5, ga tau sebabnya knp si anak sdikit mogok menyusu (jauh lbih jarang bhkn kdg2 menolak menyusu), sy sempet stress bukan kepalang…tetapi sy tetap berkomitmen tdk memberikan sufor kpd anak saya..dengan tertatih2 krn payudara saya sempat lembek skali nyaris tidak ada asinya….akhirnya tragedi seminggu itu terlewati dan si anak kembali seperti smula menyusu…Puji Tuhan,,,itu smua krn kebesaran Tuhan saja…

        nah…anak say skrg berusia 6 bulan 1 minggu…nah,,,setelah kejadian itu, ada yg berbeda pada anak saya…menyusunya kdg kendor kdg kencang…..nah, payudara saya akah produksi berlebihan apabila si anak lg menyusu kencang, nah sebaliknya apabila sdikit mengendor saja menyusunya, pyudara saya langsung lembek. nah…dengan teori yang sy ketahui supaya setiap saat payudara sy tetap ready memberikan asi,,,kan disiasati dengan diperah…nah, kendalanya lagi klo diperah payudara saya tidak cepat terisi kembali, dan hasilnya tidak banyak (nb: sy pernahmemerah pada saat payudara kencang emg hasilnya lumyan banyak).

        jd intinya saya memerah u/ tetap mempertahakan produksi asi saya..(mengganti hisapan bayi yg biasanya merangsang terisinya payudara dgn memerah). sekali memerah dalam keadaan payudara lembek paling bagus 50-60ml satu payudara. biasanya dalam keadaan ini saya hanya memerah satu payudara saja , sedangkan satu payudara lainnya saya simpan u/ menyusui langsung.

        nah, sy snrnys sudah banyak sekali membaca teori-teori tentang asi.dan banyak jg pengalaman ibu-ibu yang memerah asi kok bisa menghasilkan banyak sekali.nah itu yg sy ingin tau,spy saya bisa memerah asi saya juga sewaktu-waktu.

        hehehe…panjang ya mba ceritanya…kdg sy desperado mba…shg sy butuh bnyk masukan..krn prinsip saya mau tetap kasi asi ke anak saya sampai waktu maksimalnya. (nb: hasil perahan saya berikan ke anak apabila dlm jangka watu lama dia tidak menyusu, menggunakan gelas susu, untuk memenuhi kebutuhan susu anak saya, krn kdg sy pikir trll sdikit minumnya)

        minta tolognsarannya ya mba…

        terima kasih…

      2. Sebenarnya aku soal ASI bukannya ngerti banget, mbak. Tapi dari pengalaman aku, produksi ASI bisa juga dirangsang dengan cara put*ngnya diuwel-uwel gitu, hehehe… Kalo aku dulu biasanya kalo ngerasa PD agak lembek dan butuh perah yang banyak, aku uwel-uwel dulu put*ngnya sampe terasa kenceng gitu… Biasanya sih walopun PD terasa lembek, setelah ku uwel-uwel jadi lumayan terasa kencengnya…

        Aku setuju dengan mbak yang berusaha memerah ASI untuk mempertahankan produksi ASI-nya, mungkin bisa dicoba tuh mbak teknik uwel-uwel gitu, sebelum dan sesudah memerah (terutama kalo selesai memerah berencana untuk langsung menyusui, tapi biasanya kan begitu bayi menghisap, walopun tadinya agak lembek, tapi akan kenceng juga kan seiring ASI memproduksi kembali).

        Maaf kalo kurang banyak membantu ya 🙂

  5. bervariasi kadang dikit banget kdg bisa banyak tapi tidak prnah saya perah sampai habis maksimal saya perah 90ml.dengan maksud u/ menyusui selanjutnya…

    mba, bs berkenan chat u/ lbih dalam sy berbagi pengalaman dan meminta nasehat?heheh

  6. Mbk kalau menyusuikan sllu pngen mkn trus. trus sya pke kb yg 3 bln .trus sya suka mkn yg manis2 apakah bdn sya bkln trus naik apa sya bkln bsa trun ya bb sya kalau mkn nya bnyk .tolong di bles yah

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s