Mama… The Solids…please……

Raja(903)Sebelumnya di The Bachelor Degree of ASI, saya sudah cerita bahwa masa ASIX Raja berakhir di usianya yang 5m3w. Nah, di sini saya mo certain nih serunya ngasih Raja makan untuk pertama kalinya, he he

Hari itu, di senin pagi. Malamnya kami baru tiba dari Medan. Subuhnya si papa baru berangkat lagi ke Lahat. Sengaja hari itu saya ambil day-off (sebenarnya sih bolos, he he), selain karena saya benar-benar merasa capek (puji Tuhan, sebelum kepulangan kami, rumah sudah dibersihkan seluruhnya terlebih dahulu, sprei sudah diganti, bak mandi sudah dikuras dan diisi dengan air bersih, semuanya dikerjakan oleh mang Asep, he he…mang Asep ini yang tar bakal jadi supir pribadi mama, he he…), memang sudah ada niat untuk memberikan MPASI buat Raja. Ingin mempersiapkan semuanya dengan baik, saya memutuskan whatever the risk, saya gak mau masuk kantor di hari itu….

Raja(911)Menu MPASI pertama Raja adalah bubur susu beras merah. Tepung beras merahnya kami buat sendiri (beras merahnya diimport dari medan, he  he). Setelah dimasak sampai kental, saya mencampurkan ASI ke dalamnya. Bentuknya sih lebih mirip cairan daripada makanan padat, he he… tapi namanya juga baru pertama, kan memang harus cair. Setelah bubur beras merah dan ASI bercampur rata, bubur susu itu kemudian kami tuang ke dalam botol bersendok. Supaya tar bisa rapi ngasihnya ke Raja.

Setelah selesai dengan bubur susu beras merah, saya dan si suster mulai menyiapkan Raja untuk makan. Raja kami dudukkan di high chair birunya trus pake slaber.

Setelah oke, Raja saya pandu untuk berdoa. Tangannya saya lipat di depan dadanya. Biarpun masih kecil, Raja harus terbiasa berdoa. Ini yang selalu saya tekankan kepada suster, supaya suster pun dapat membantu kami untuk melatih Raja berdoa. Meski saya yang mengucapkan kata-kata dalam doa itu, namun saya yakin, Tuhan Yesus mendengarnya sebagai sebuah doa yang dipanjatkan oleh seorang bayi mungil…

Raja(904)Selesai berdoa, mulai deh Raja makan…. Dan bagaimana reaksi Raja terhadap pengalaman barunya ini????  Weleh… saya saja sukar menggambarkan gimana semangatnya Raja ketika itu. Mulutnya mengejar-ngejar sendok. Makan dengan amat sangat lahapnya. Minta lagi…lagi…dan lagi…. Gak nyampe 5 menit, isi botol bersendok itu raib sudah…berpindah ke perut Raja, he he….

Bahagia sekali karena ternyata memang kami tidak salah menangkap sinyal-sinyal ingin makanan padat dari Raja.

Bahagia sekali karena acara makan pertama itu berjalan dengan amat sangat lancar. Tak ada penolakan sedikitpun. Tak ada bubur yang tercecer kemana-mana. Tak ada yang belepotan. Semua sangat baik…. Terima kasih Tuhan….

Hari itu juga, Raja kami beri makan 2 kali.

Esok sorenya, Raja mulai menolak makan bubur susu cair. Awalnya kami bingung kenapa ni anak tiba-tiba mogok makan. Tapi setelah kami beri bubur kental, barulah kami mengerti. Raja sudah tidak mau lagi dengan yang cair. Maunya yang agak kental, karena Raja pengen ngunyah.  Menurut kakak saya, malah bagus, karena berarti Raja sudah tahu bedanya antara makan dan minum. Kalo minum yang langsung telan. Tapi kalo makan harus melalui proses mengunyah dulu… Sejak itu, saya selalu hanya menambahkan ASI sedikit saja ke MPASI Raja, jangan sampai keenceran, karena Raja tidak suka…

Raja(908)3 hari hanya dengan bubur beras merah, hari keempat saya coba memberikan bubur tepung kacang hijau. Kali ini tepungnya tidak saya buat sendiri, karena gak tau bisa nemu di mana kacang hijau organik di Palembang ini. Puji Tuhan di sini ada distributor Gasol yang bisa delivery order. Bubur kacang hijau itu kami beri sebagai menu sarapan pagi Raja. Dan ternyata, Raja doyan banget sama kacang hijau. Makannya lahap lho… tuh, liat deh fotonya sampe teler gitu, hi hi….

Sukses dengan tepung beras merah dan kacang hijau, kami pun mulai memperkenalkan sayur untuk Raja. Sudah ada dua macam sayur yang kami beri. Kabocha dan zuchinni. Raja senang dengan puree kabocha, tapi gak begitu suka dengan puree zuchinni. Sayangnya, waktu kami beri puree kabocha, pupup Raja kok agak berubah ya? Gak encer seperti pasta kayak biasanya. Karena ragu, saya menghentikan pemberian kabocha. Mungkin nanti baru akan saya beri lagi. Rencananya besok saya akan memperkenalkan buah untuk Raja. Rencananya sih pear, karena buah ini rasanya lumayan netral. Gak manis banget. Gak juga asam. Semoga saja Raja senang…. Tuhan Yesus, berkati semuanya ya…. Semoga Raja tambah semangat makannya….

Bubur ASI Kacang Hijau
Bubur ASI Kacang Hijau
Kabocha yang baru dilumatkan
Kabocha yang baru dilumatkan
zuchinni yang baru dilumatkan
zuchinni yang baru dilumatkan
Iklan

5 thoughts on “Mama… The Solids…please……

    1. Lho, kok bisa jadi today ya? 😀

      Benerrr…ekspresinya priceless, makanya syukur banget aku gak ngelewatin momen itu

Thanks for letting me know your thoughts after reading my post...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s